
"Dont pretend u know! Are u annoyed because u were rejected and shunned by her?"
( Jangan sok tahu kamu! Kesal ya karena kamu ditolak dan dijauhi dia? )
Tanya Ney marah padahal itu kan dirinya sendiri. Alex tidak masalah bila Rita memang memutuskan menjauhinya.
"What the proof that what you sent was returned? I know very well what Rita did with the stuff you sent. She throws it away,"
( Apa buktinya kalau apa yang kamu kirim berbalas? Aku sangat tahu apa yang Rita lakukan dengan barang yang kamu kirim. Dia membuangnya )
kata Alex.
Ney ingat apa kata Arfa, dia juga mengatakan hal yang sama. Apa benar Rita membuangnya? Lalu bagaimana dengan jilbab yang dia kirimkan?
Itu pun dia bertanya warna kesukaannya apa yang membuat Rita heran.
"Kita kenal sudah lebih dari tiga tahun tapi kamu masih belum tahu warna kesukaan aku? Mata kamu itu kemana saja sih?
Dan kamu mengaku-aku tahu segalanya soal aku ke Alex tapi sebenarnya Buta. Dari situ juga aku sudah tahu kalau kamu caper sama orang berduit,"
Itu yang diucapkan oleh Rita. Alasannya Ney, yang dia tahu Rita menyukai warna kuning dan biru. Ney juga mengejek bahwa Rita menyukai warna laki-laki.
Justru yang aneh Ney sendiri karena biru banyak disukai oleh kalangan perempuan. Karena mencerminkan warna laut.
Kapan warna biru jadi warna laki-laki? Kebanyakan laki-laki menyukai warna hitam.
Kalau Alex sudah tahu karena Rita pernah memberikan foto produk kecantikan yang serba hijau. Apalagi Rita selalu mengatakan menyukai Green Tea.
Aneh tidak sih menurut kalian? Kenal selama bertahun-tahun dari mulai makanan kesukaan sampai minuman yang selalu Rita pesan, sampai nanya di abad ini tahun 2022 dengan kalimat "Kamu suka warna apa?" Helooooo...
Penasaran kan selama ini matanya ke mana yaelah matanya dipakai untuk lihat uang orang. Kaya atau tidak, kalau kaya didekati, miskin dihina.
Yang statusnya tinggi disanjung-sanjung, caper supaya bisa jadi sahabat. Yang biasa dihina, di bully, orang-orang di manipulasi.
Capek deh jadi situ, kepo kemana-mana ujungnya dapat penolakan. Akhirnya menyalahkan orang lain padahal itu karena ulahnya sendiri.
Orang seperti ini biasanya susah di terima di circle mana-mana karena mulutnya nyerocos teu puguh. Bukannya isi ucapan penuh positif malah kebalikan.
Alex juga merasa aneh karena kebanyakan orang yang berteman selama tiga hari kenal, sudah banyak info yang masuk.
Rita sering kali menyindir bahwa Alex orang asing yang baru dia kenal saja, selama sebulan sudan tahu apa yang Rita suka, hewan yang dia suka, sampai warna.
Arnila pun sama yang dia kenalkan lalu selama tiga hari mereka saling mengetahui. Sebenarnya Rita suka semua warna kecuali merah dan kuning.
Selama pertemanan dengan Ney yang terbilang cukup aneh ya dan semakin aneh, Rita memutuskan untuk mencari teman lain saja.
Karena dalam hubungan pertemanan dengan Ney memang terasa lebih banyak persaingan dari Ney sendiri. Dalam hal memasak, yang ada malas membuat Ney tersulut iri.
Padahal Rita hanya cerita bajwa pengalamannya belajar memasak ternyata menyenangkan.
Tapi yang diterima oleh Ney kebalikannya, jadi yah pertemanan macam apa kalau isinya penuh persaingan? Mending jadi musuh saja sekalian.
Balik ke percakapan Rita dan Alex yang semakin sengit!
Ney tidak membalas perkataan Alex, dia pun sama sskali tidak punya bukti. Chat atau telepon dari Rita juga tidak ada, karena Alex bisa langsung menyelidikinya itu yang membuat Ney tidak bisa berkutik.
"How lowly you are for the sake of fame, you sold yourself to the Devil.
( Betapa hina nya dirimu demi ketenaran, kamu menjual dirimu sendiri pada Iblis )
Just to make it look high but actually very despicable. You think Rita is that easy for you to make back? There's no chance,"
( Hanya agar bisa terlihat tinggi namun sebenarnya sangat hina. Kamu pikir Rita semudah itu bisa kamu buat kembali? Sudah tidak ada kesempatan )
balas Alex menyengir.
Meski mungkin memang benar tidak ada, apa salahnya dicoba? Itu yang Ney terus yakinkan pada dirinya meski sebagian hatinya menolak.
"Speak to your hearts content. I don't care anymore, you are not in my zona anymore.
( Silakan bicara sesuka hati kamu. Aku sudah tidak peduli lagi, kamu sudah bukan dalam zona aku lagi )
So I will kick you. And voluntarily regret everything you did to Rita. Rita will not come back with you either,"
( Jadi aku akan menendang mu. Dan kamu bisa sesuka hati menyesali semua yang kamu lakukan pada Rita. Rita juga tidak akan kembali lagi sama kamu )
kata Ney tertawa keras mengingat ternyata hubungan mereka sudah lama berakhir.
"Aku tahu. Mengejarnya sekarang pun mungkin sudah tidak bisa. Lagipula memalukan sekali ya usaha kamu memasuki kawasan pameran dengan mengaku sebagai salah satu teman adiknya," kata Alex membongkar.
Ney kaget, kok bisa Alex tahu? Lagi-lagi dirinya tidak ingin terlihat melakukannya.
"I did invite by her. See we already peace. Me and Rita already be friend again,"
( Aku memang diundang sama dia. Lihat kami sudah berdamai. Aku dan Rita sudah berteman lagi )
kata Ney.
"BUAHAHAHAHA just in your dream. You think I don't know? I know how you got in so don't fuss too much.
( Buahahaha hanya dalam mimpi. kamu pikir aku tidak tahu? Aku tahu bagaimana kamu masuk jadi jangan banyak berhalusinasi )
Since Rita told me about you, there are some things that make me wonder.
You often give arbitrary statements, and sometimes what I ask and your answer is completely off topic,"
( Sejak Rita memberitahu mengenai kamu, memang ada beberapa yang membuat aku heran.
Kamu sering memberikan pernyataan yang berubah-ubah. Dan kadang apa yang aku tanya dan kamu jawab sama sekali tidak masuk topik yang aku maksud )
kata Alex.
Sekarang juga sama, dalam hitungan detik semuanya berubah. Seperti memang ada dua orang yang membalas dengan isian berbeda.
Kalau Alex memikirkan ada seseorang lagi yang ikut campur dan lebih bebal, kenapa mereka sulit bersatu karena sosok itu.
Ney terdiam, banyak orang yang merasakan hal yang sama. Namun menurut Ney itu sah-sah saja, padahal memang aneh.
Yang asalnya sudah lurus tiba-tiba jadi berbelit-belit. Membuat semua orang memilih pergi karena pusing dengan masalah yang sama.
"Tabiat kamu sama dengan aku, Alex. Makanya kita sebenarnya mirip jadi harusnya yang dekat sama kamu itu aku bukan Rita," kata Ney.
"No. Aku tidak mau dekat dengan orang seperti kamu, aku merasa kamu memang ada yang salah.
Aku tidak setuju Rita dekat-dekat dengan kamu karena ini alasannya.
Kamu lebih bisa menusuk dia kapan saja sedangkan Rita sama sekali tidak ada niatan melakukan hal kotor seperti kamu," kata Alex.
"Tapi Rita bilang kita sama lho," balas Ney.
"What!" Kata Alex berpikir.
Iya memang ada yang sama jeleknya sama tuh suka menyalahkan orang, dia yang berbuat masalah orang lain yang disalahkan.
Agak manipulasi juga makanya Rita ogah dekat-dekat dengan Alex. Sama-sama bodoh tapi lebih bodoh Ney sih.
"You refuse to be friends with an unequal like me. I only accept people who have lot if wealth,"
( Kamu menolak berteman dengan orang yang tidak setara seperti aku. Aku hanya menerima orang-orang yang memiliki harta banyak )
aku Ney yang menurut Alex semakin aneh. Alex hanya terus tertawa membacanya.
"Yeah, unfortunately those who have a lot of wealth, I'm sure they are only forced to accept you,"
( Sayangnya mereka yang memiliki harta banyak, aku yakin hanya terpaksa menerima kamu )
kata Alex sebagaimana Rita dan Arnila yang terpaksa juga menerimanya, setelah tahu mengapa orang-orang menjauhinya.
Ya penyesalan lah ujungnya yang mereka rasakan. Apalagi terus berulah dengan hal yang sama.
Semenjak Rita dan Arnila kembali berkontak, Ney juga mulai kepo lagi dan memang masih mengikuti Arnila untuk tahu mengenai Rita.
Tapi sekarang karena Arnila sudah jauh dan Rita mencari haluan lain, tentu membuat Ney kesal dan menyalahkan kepergian Arnila.
Karena tidak ada informan lagi, makanya dia mencari cara lain tapi tetap saja jalan lain pun, tidak bisa dia dapatkan.
"That's not true! They are indeed my friends,"
( Itu tidak benar! Mereka memang teman-teman aku )
kata Ney marah.
"You picky friend, do you think they are not?"
( Kamu memilih-milih teman, kamu pikir mereka tidak? )
Tanya Alex.
Ney dengan.geram membalas, kini Alex mulai membalikkan keadaan.
"They actually think of me as their friend!"
( Mereka benar-benar menganggap ku sebagai teman mereka! )
kata Ney senewen.
"Aku tidak yakin. Bagaimana caramu berbicara pada Rita dan Arnila, aku yakin kamu juga banyak membuat masalah dengan teman-teman kamu yang lain.
Aku juga yakin beberapa antara mereka, meninggalkan kamu kan," kata Alex menebak.
Ney tidak bisa berkutik, semua yang Alex katakan memang benar. Meski dia meminta maaf sebagian besar menutup pintu persis apa yang Rita lakukan.
"They come back to me. Mereka menyesali sudah meninggalkan aku, jadi memang mereka yang lebih butuh aku!" kata Ney.
"Kembali dengan keterpaksaan karena kamu memohon kan. Mungkin dengan ucapan tidak akan mengulanginya lagi.
Kalau mereka kembali tetapi dengan hati yang setengah, seharusnya kamu sadar bahwa kesalahan yang kamu lakukan sudah teramat fatal.
Mereka yang ada sebenarnya bukan orang yang sama, itu hanya ada dalam pemikiran kamu saja," balas Alex.
"NONE OF YOUR BUSINESS!"
( Bukan urusan kamu! )
seru Ney. Alex menang! Ya sama dengan Rita dan Arnila menurut Alex ya inilah batas hati mereka.
Karena Ney berpikir meski dia mengulang yang sama, toh pasti akan dimaafkan tapi manusia tidak seperti Penciptanya.
Bagi mereka ada batas sabaarrr, daripada terus menjadi tameng yang seenaknya dia tusuk-tusuk lebih baik menjauh.
Membiarkan orang yang senang membuat masalah, mendapatkan hasil dari jerih payahnya. Ya pastinya masalah lagi, dan biarkan dia pesta pusing akibat ulahnya sendiri.
"Then why are you always care of Rita's business? Her business is none of your business? That's why I always tell her not to come near you,"
( Lalu kenapa kamu selalu mengurusi urusan Rita? Urusan dia bukan urusan kamu! Itu kenapa aku selalu berkata padanya jangan dekat-dekat dengan kamu )
kata Alex.
Ney sadar bahwa apa yang Rita katakan memang benar, Rita sempat cerita kalau Alex tidak suka dirinya terlalu dekat dengannya.
Ya Rita juga bilang pada Ney, kalau sejak dulu memang tidak ada hubungan teman istimewa dengannya. Karena Ney bukan sosok teman yang dia cari.
Rita sudah menjauhinya tapi dia sendiri yang selalu terus datang tanpa henti, dan seenaknya menceritakan kisah masalahnya. Ya dengan para laki-laki dan juga selingkuhannya.
Buat Rita pusing mengenai kekasihnya yang ternyata selingkuh sebelum bertemu Dins dan menikah.
"Ya kan memang kamunya juga selingkuh. Wajar pacar kamu selingkuh mah, hobi pasangannya saja suka cari pacar lain,"
Itulah yang Rita katakan membuat Ney diam dan memutuskan meninggalkan Rita. Soal pengusiran memang Rita sudah sering alami.
Makanya dia balas juga kalau Ney mulai berulah mempermalukan Rita di depan banyak orang.
Ney selalu pura-pura sedih, kemampuannya yang bisa mengeluarkan air mata macam pompa air, memang hebat. Namanya juga Faker.
Sampai karena polosnya, Rita menanyakannya langsung pada Ney soal kebiasaannya itu. Dan membuat Ney hanya diammm..
"Kok kamu hobinya pura-pura nangis? Yang aku perhatikan ya kalau kamu tahu pacar selingkuh.
Memangnya pacar kamu tidak nangis waktu tahu kamu selingkuhin dia? Aku lihat tangisan mereka sama kamu asli jomplang pisan.
Aku sering sekali lihat, kamu pura-pura minta dikasihani orang ya? Kok hidup kamu menyedihkan ya?"
Ney hanya bisa diam soalnya Rita katakan itu di depan orang banyak, alhasil banyak orang lewat tertawa dan Ney dengan cepat kabur.
Setelah itu dia sama sekali tidak pernah melakukannya lagi, terakhir dia kembali dengan kebiasaannya waktu bertemu Rita di Jakarta bersama Arnila.
Tapi di sentak keras dengan suara tinggi oleh Rita karena mulai kembali aksi palsunya yang membuat air matanya kembali naik ke sumbernya.
Ya bayangkan sajalah yang membuat Ney banyak diam, lebih menghindari tatapan bengis Rita mengenai kebiasaannya.
Ney lebih merendahkan Rita sejak dulu karena menurut penuturannya dari cerita Alex, mengatakan kalau Rita itu penurut dan pendiam.
Tapi dia sama sekali tidak menyangka kalau Rita bisa membuatnya sangat terancam apalagi kemarahan meledak Rita sewaktu di Jakarta dulu adalah yang paling pertama baginya.
Karena biasanya marahnya Rita ya sebatas kesal bukan meledak seperti gunung berapi. Makanya dia hanya bisa diam, dan kalau bicara itu gemetaran badan dan tangannya.
Se mengerikan itulah Rita aslinya. Makanya kalau bertemu orang yang memang kesannya kalem, pendiam, pencinta damai, tutur kata dijaga dan sopan, jangan sekali-kali ditantang adu bacot.
Sekalinya meledak modarrrrrr sekeliling jadi abu dalam hitungan 0,00001 detik!
"So it's true that because of you, Rita stays away from me!"
( Jadi benar karena kamu, Rita menjauhiku! )
kata Ney.
Bersambung ...