MEET & ANSWER

MEET & ANSWER
60



"Nanti urusannya jadi panjang ke kamu. Kamu cerita kalau temannya dia memperingatkan kamu soal kiriman ini. Jangan percaya dulu kalau dia ada di pihak kamu," kata Koma agak waspada.


"Bisa jadi ini jebakan kita kan tidak tahu apa isi hati kecil temannya itu. Iya kalau niatnya baik ke kamu, kalau sama saja? Cari alasan buat serang dia dan kamu," kata Diana.


"Iya ya aku terbakar emosi sih sulit sekali beritahu itu orang ya kalau aku tidak butuh kiriman dia," kata Rita.


"Aneh Ney ini dia sudah sebut kamu penyihir dan sebar fitnah suka kirim "sesuatu", tapi masih suka kirim barang. Entah mau niatnya baik atau buruk, jangan didekati lagi," kata Koma.


"Tidak akan mau aku juga. Bagi dia bicara begitu seperti obrolan biasa kali ya tapi tidak merasa itu buat orang sakit hati," kata Rita yang menuliskan nama film di laptop.


"Kurang asem sekali kamu dikatai begitu. Di luar kewarasan, dia memang ingin menjelekkan kamu di mata teman-temannya," kata Diana.


"Untuk kita dulu menolak dia dekat ya," kata Koma.


"Maaf aku sudah kenalkan dia ke kalian," kata Rita merasa bersalah.


"Mengenalkan teman itu hal wajar tapi aneh kalau dia mulai menghina kamu. Pakai bawa-bawa status sosial segala. Kan ke aku juga dia tidak gubris," kata Koma.


Rita ingat hal itu dan akhirnya Rita dan Komariah saling berbisik. Ternyata bukan hanya mereka berdua saja yang tidak nyaman bahkan Diana, dan lainnya.


"Kami semua sakit hati mendengar perkataannya ke kamu. Dia tidak waras! Makanya aku tampar karena dia tidak menghargai kamu sebagai temannya," kata Diana.


"Oh begitu," balas Rita dan Koma bersamaan.


"Aku yakin paket ini jebakan dia sih. Kan tahu kalau Rita suka heboh," kata Diana.


"Iya. Dia pasti menunggu kabar kamu apakah sudah diterima atau belum," kata Koma.


"Kamu sudah blok dia kan pasti dia berpikir kamu akan buka gembok, dan menyapa dia atau memarahinya," kata Diana.


"Bisa jadi juga makanya dia banyak mengganggu?" Tanya Rita.


"Iya kelihatan sekali taktik dia. Kamu marah, dia balas ke sananya pasti kamu banyak chat. Itu bisa jadi bukti bahan gosip ke temannya. Menurut aku ya," kata Diana.


"Karena menurutnya soal paket gagal, dia mencoba lagi dan lagi sampai ada kontak. Ingin kamu sadar kalau dia sebenarnya orang baik tapi freak. Jangan sampai lengah," kata Koma.


"Cieee Koma belajar bahasa Inggris," kata Rita menggoda.


"Iya dong guru TK kan harus bisa," kata Koma tertawa.


"Lebih baik diamkan lagi kalau dia kirim-kirim," kata Diana menggelengkan kepalanya.


"Oke berkat perkataan kalian aku tidak jadi memasangnya menjadi Cerita di beranda. Setidaknya apa kata Prita benar, lebih baik berikan saja pada yang membutuhkan," balas Rita senyum.


"Ikhlas tidak?" Tanya Koma.


"Jangan ditanya atuh Koma, sudah pasti ikhlas 1000 persen!" Balas Diana.


Mereka tertawa di kamar masing-masing.


Apa yang dikatakan Diana dan Komariah memang tepat! Di kediaman Ney, dia memang masih menunggu kabar kiriman hampers nya pada Rita.


Dia terus memeriksa aplikasi Shopay dan terlihat sudan sampai tapi kenapa belum ada kabar dari ig Rita?


Dia periksa lagi tab pesan, tidak ada apapun. Dia kebingungan sampai tidak sadar bahwa suaminya memperhatikan.


"Kok sampai hari ini tidak ada berita apapun sih!?" Tanyanya dengan aneh.


"Kamu kenapa sih?" Tanya suaminya menggendong buah hatinya.


Ney tidak mendengarkan dan terus menggerutu. "Barangnya sudah diterima kok tapi kenapa tidak ada pesan yang masuk? Apa alamatnya salah? Tapi yang bedak sampai dan ada kabar," katanya gigit bibir bawahnya.


Dia mencari nomor paketnya dan menghubungi kurir GoSay. Sayang sedang sibuk, alhasil dia menelepon ke toko.


Sebelum berlanjut, kita akan beralih sebelum Ney menelepon ke toko. Sang kurir yang lelah akhirnya tiba di rumahnya.


Dia masih kepikiran apa yang Rita lakukan tadi. Sambil merenung, dia menyalakan radio butut yang menghadirkan sebuah kisah.


Seorang perempuan cantik dikabarkan mengalami kejang-kejang aneh setelah menerima paket.


Yang ternyata setelah ditelusuri berasal dari orang yang membencinya sewaktu SMA dulu. Kurir itu mendengarkan dengan serius.


Setelah diselidiki perempuan tersebut diketahui memiliki banyak musuh dan sering menghina setiap orang yang dia kenal.


Bahkan tidak merasa bersalah saat kekasih sahabatnya sendiri pun dia rebut dan ditinggalkan setelah bosan.


"Innalillahi," ucap kurir itu mengelap wajahnya dengan handuk dan merinding.


Terdapat orang pintar yang mengatakan paket tersebut dipenuhi sesuatu yang mistis, bila diterima tanpa doa memang bisa membuat penerima kejang.


Kurir ingat yang dilakukan Rita membaca sesuatu lalu meniupkan ke kedua tangannya dan memegang hanya dengan dua telunjuk.


Tadinya dia tidak percaya tapi setelah mendengar berita di radio, dia jadi merinding disko sendiri. Lalu berdoa dengan An Nas dan ditiupkan ke tangannya.


Kurir langsung sumringah melihat istrinya khawatir. "Bukan demam, Mom. Tadi aku mengantarkan paket ke rumah seorang gadis berusia 18 tahun,"


"Ya terus?" Tanya istrinya sambil merapihkan karpet.


Hahay Rita disangka 18 tahun padahal usia ya sudah menuju 30 tahun. Usia dan wajah memang jauh tidak sesuai ukuran. Meski tinggi.


"Ya Akang aneh saja melihat perilaku Teteh itu entah paket itu terlempar atau dia lempar dengan sengaja ke atas bebatuan," kata kurir menatap piring dan nasi yang disediakan.


"Yah bisa keduanya. Anehnya dimana?" Tanya istri masih sibuk mengambil makanan dan sendok.


"Dia ada tabur-tabur tanah lalu berdoa dan meniup kedua tangannya dan paketnya. Menurut Mom kenapa?" Tanya kurir ingin tahu.


"Apa Teteh itu membawa paketnya seperti ini?" Tanya istrinya membawa pisin sambal dengan kedua telunjuknya.


"Nah!" Seru kurir tersebut menjentikkan jarinya. Sang istri tersenyum dan menaruh.


"Sudah jangan dipikirkan atuh, Kang. Akang tidak salah kok," kata istrinya dengan tenang menyendok kan nasi.


Kurir alias suaminya keheranan kenapa istrinya bisa tahu? Peramal juga bukan apalagi dukun. Lulusan sekolah dasar tapi pintar mengaji dan memasak.


"Masalahnya paket itu aku yang antar apa dia anti kotor? Apa tanganku kotor, Mom? Tadinya mau aku tanya tapi hari keburu malam," kata suaminya mencuci tangan.


Sang istri tertawa tahu suaminya merasa takut ada yang salah. "Akang ini jangan terlalu cemas. Yang dilakukan Teteh itu wajar dan memang harus waspada,"


"Kenapa?" Tanya suaminya.


"Coba dong dengar berita sedikit, hal itu memang sedang hangatnya jadi topik berita. Sepertinya Teteh itu memiliki masalah besar dengan pengirim eh yang beli paketnya. Apa isinya?" Tanya istri sambil duduk.


"Kue nastar dengan cokelat, aku baca," kata suaminya sambil menyuap makanan.


"Nah yang memesan kue itu punya masalah serius dengan yang menerima paketnya, Kang. Kalau sampai Teteh nya melakukan yang Akang lihat, Teteh curiga kemungkinan ada mantra," kata sang istri.


"Mantra!?" Tanya suaminya kaget hampir saja keselek bawang.


Istri mengangguk.


"Astagfirullah, jangan bilang begitu Mom!" Kata suaminya agak marah.


"Makanya sesekali dengarkan berita! Bukan dangdutan!" Kata istri men jitak kepala suaminya.


Suami hanya terdiam mendengarnya dan membelai kepalanya yang agak benjol.


"Jaman sekarang itu lagi kritis, Kang. Ada kopid kan paket yang di terima harus selalu dicuci diberi sabun. Sekarang bukan kopid yang panas, tapi kiriman mistis," kata istrinya yang mengambilkan minum.


"Hiii! Aku merinding," kata suaminya.


"Seperti berita yang Akang dengar tadi, ya itu sekarang jamannya yang mistis bisa ikut dikirim lewat paket. Makanya harus selalu didoakan dulu biar aman," kata Istri.


"Ohh," jawab suaminya mulai mengerti.


"Kita orang desa tapi tidak harus kampungan. Sudah bukan kurir GoSay saja yang maju tapi makhluk tak kasat juga bekerja," kata istri.


"Istriku pintar darimana kamu tahu itu?" Tanya suaminya.


"Ya dari Tak Tok lah," kata istri ya.


"Yeh, Akang kira dari ceramah nini-nini," kata suaminya tertawa.


Istri tertawa keras mendengarnya.


"Jadi sekarang jamannya makhluk tak kasat mata juga punya aplikasi penjualan ya," kata suaminya membuat sang istri semakin ketawa keras.


"Intinya ya Teteh itu melakukan hal yang seharusnya. Mom yakin bukan hanya Teteh itu saja yang begitu, tapi banyak! Apalagi yang beli nya orang yang tidak disukai," kata istri.


"Sayang sih ya kalau sampai tidak disukai, tidak tahu apa yang dilakukannya," kata suami menambahkan nasi lagi.


"Mau dari siapapun menerima paket, ada baiknya ditiupkan doa apalagi dari orang yang membenci kita. Kita tidak bisa melihat yang lain kan, jadi memang harus waspada," kata istri ke dapur mengambilkan asin.


"Iya ya siapa yang tahu ada Hantu yang ikut kan," kata suaminya.


"Iya Kang. Para penerima mah cari aman daripada seperti kasus di radio. Paketnya ternyata ada mantranya," kata istri menaruh asinan.


"Akang juga harus waspada dong?" Tanya suaminya.


"Bisa supaya kalau ada paket yang begitu, Akang tidak kena. Masalahnya Akang tidak bisa melihat "Mereka" kan," kata istri duduk dengan tenang.


Suami senyum sambil memberikan dompetnya yang membuat sang istri gembira. Setelah selesai dan bermaksud minum, hpnya berdering.


Ternyata dari Mbak GoSay yang menanyakan perihal paket yang dia antar kan. Sengaja dia pasang speaker.


Bersambung ...