
"But why she did stab me in the back? You don't know that she slandered me a lot to Arnila,"
( Tapi kenapa dia menusuk aku dari belakang? Kamu tidak tahu kan dia banyak memfitnah aku pada Arnila )," kata Ney melaporkan.
Sebenarnya Rita bukan memfitnah tapi mengatakan kebenaran mengenai Ney pada Arnila.
Apalagi kenyataannya Rita saat itu sibuk bekerja dengan segudang tugas. Sedangkan Ney sendirilah yang menyebarkan cerita palsu ke semua teman-temannya, termasuk grup.
Dengan Rita yang hampir pingsan karena terus bekerja, mana ada waktu dia memfitnah Ney. Dia juga hampir masuk rumah sakit karena terlalu penuh jadwalnya.
"Arnila never told me that Rita likes to slander you. She just told me that Rita has had a lot of heartache since she knew you,"
( Arnila tidak pernah memberitahuku bahwa Rita senang memfitnah kamu. Dia hanya memberitahuku bahwa Rita sudah banyak sakit hati sejak dia kenal kamu )," kata Alex.
Ney terdiam kembali membacanya, dia memang banyak membuat strategi agar Alex lebih memihak nya.
Namun tidak terduga, Alex membeberkan segalanya. Dan Ney baru menyadarinya bahwa memang Rita sakit hati kepadanya.
Dia tahu tapi entah kenapa tidak bisa menghentikannya. Dan terus berbuat hal yang sama, sehingga ya rita juga sudah lama meninggalkannya.
Arnila kini sudah tidak berada di pihaknya, yang membuat dia kesal dan gugup. Arnila membuat pengakuan besar-besaran kepada Rita.
Semua yang pernah dikatakan oleh Ney pada Arnila, sudah pasti Arnila kisahkan pada Rita. Yang membuat Ney semakin panik, berpikiran Rita akan membalasnya.
Sebelum Rita bertindak, dia harus sudah lebih dahulu maju. Yang akhirnya terkena jebakan Batman.
Pada akhirnya juga Rita maupun Arnila kini memutuskan untuk meninggalkannya sendiri. Sisa Alex yang berusaha menyelidiki segalanya.
Alasan kenapa Rita pergi, menyusul Arnila. Mereka berdua mengatakan hal yang sama bahwa Ney selalu mengatakan hal yang aneh.
Ney teringat pada saat Rita membuka kembali obrolan dengannya. Untuk apa? Tentu saja dia menyangka Rita tidak bisa jauh darinya.
Karena menurutnya Rita tidak memiliki teman, yang ternyata Rita hanya kasihan. Mengingat tidak ada yang mau mengajak dirinya mengobrol bahkan setelah menikah.
"Then why is she after me? to make friends? It means she's lonely,"
( Lalu kenapa dia mencari ku? Untuk menjadi teman? Itu artinya dia sendiri yang kesepian )," kata Ney dengan gemas. Merasa cukup membuat Alex terdiam.
Alex termenung memang ada gerakan bahwa Rita mencoba memulai obrolan kembali tapi bukan karena dirinya kesepian.
"Rita never chased you. She only thinks of making good friends, she only wants to be good friends with you. But you instead treat her roughly. Because she know me?"
( Rita tidak pernah mengejar kamu. Dia hanya berpikir untuk memiliki teman baik. Dia hanya ingin menjadi teman baik bagimu. Tapi kamu malah memperlakukannya dengan buruk. Karena dia kenal aku? )" Tanya Alex.
Ney tidak membalas, dia tidak percaya bahwa Rita memang hanya ingin berteman dengannya.
Yang dia tahu bahwa Rita memang sangat membencinya. Dia membenci kelakuannya yang seenak jidat dan banyak tingkah.
Karena itulah dia tahu Rita mulai menjauhinya setelah lulus dari SMP bahkan sampai dirinya kuliah.
"From the story, in the past you really disappointed her a lot now it's getting worse since you know she knows me,"
( Dari ceritanya, di masa lalu kamu banyak mengecewakannya sekarang semakin buruk sejak kau tahu dia mengenal aku )," kata Alex.
Alex tidak peduli apa Ney akan membalas atau tidak, dia hanya ingin menyampaikan apa yang sudah dia ketahui selama ini.
Apa yang Alex pernah baca dari Rita mengenai semua perasaan dia selama mengenal Ney.
Menurutnya Ney sama sekali tidak akan mengerti rasa kecewa dari tingkah menyebalkan Ney.
Sampai dirinya terabaikan hanya karena dia pernah mengenalkan teman-temannya.
Untunglah teman-temannya tahu belang Ney dan membuatnya menjauhi Ney.
Alex ingin tahu bagaimana reaksi Ney bila dia memunculkan masalah yang ada dalam hati Rita.
Sesuai apa kata Rita, bila tidak ada jawaban itu tandanya memang begitulah adanya. Dia sulit mengaku karena itulah, otaknya yang bekerja serta tubuhnya.
"She told me that she and you are already broken, and she has been away from you for a long time,"
( Dia memberitahuku bahwa dia dan kamu sudah lama hancur, dan dia telah menjadi dari mu dalam waktu yang lama )," lanjut Alex.
Ney masih tidak bisa menjawabnya, dia kebingungan harus membalas apa karena Alex mulai mengetahui segalanya.
Arnila pun mengatakan hal yang sama bila Ney tidak menjawab semua pemikiran lawan, berarti memang itu benar semua.
Kalau ada yang disembunyikan dia akan langsung ungkapkan. Tapi kebanyakan memang tidak ada, dan sebagian hanya karangan belaka.
"But why do you still keep chasing her who is now really gone? You now know who is chasing. Not Rita but you, yourself,"
( Tapi kenapa kamu masih tetap mengejarnya yang sekarang sudah menghilang? Kamu sekarang tahu siapa yang mengejar. Bukan Rita tapi kamu, diri mu sendiri )," kata Alex.
Kenapa? Karena dia selalu penasaran dengan hidup Rita yang menurutnya sama dengannya.
Entah kenapa menurut Ney, kebiasaan Alex pun berubah. Ketikannya semakin panjang sama seperti Rita, itulah yang dia tidak sukai.
Ney terdiam kembali, dia hanya terus membacanya dan berpikir sebegitu sukanya kah Alex pada Rita? Sehingga kebiasaan menulisnya pun agak mirip.
Apa yang Alex utarakan, tidak ada yang dia bisa bantah. Karena memang benar seperti itulah adanya. Dia tidak begitu mengenal Rita.
Dalam benaknya Rita hanyalah saingannya bukan teman. Sejak dia tahu Rita kenal Alex, ada sebagian hatinya yang panas membara.
Ketakutan. Panik. Rasa gugup dan takut kalah, meski Rita dalam mode Bodo Amat.
"Ney, You're the one feeling lonely not Rita, until you have to pretend to send a package to the wrong address to Rita. I agree with her,"
( Ney, kamu lah sendiri yang merasa kesepian bukan Rita, sampai kamu harus berpura-pura mengirimkan paket ke alamat yang salah pada Rita. Aku setuju dengannya mengenai itu )," kata Alex masih bersabar.
Ney menghembuskan nafasnya dan menahan gertakan amarah.
"About what?"
( Tentang apa? )" Tanya Ney geram.
Alex puas akhirnya berhasil membuat Ney membalas.
"That you deliberately sent the package to her and you were waiting for me to ask about it right? You know I always defend you,"
( Bahwa kamu sengaja mengirimkan paket itu padanya dan kamu menunggu kedatanganku untuk menanyakannya kan? Kamu tahu bahwa aku selalu membelamu )," kata Alex.
Skak mat! Alex hampir berteriak bersorak mengenainya. Ney geram, strateginya kenapa bisa dia tahu??
"It's not like that! You asking to me right,"
( Bukan seperti itu! Kamu bertanya padaku kan )," kata Ney seingatnya sih begitu meski memang benar dia sudah dapat bayangan.
"Because it's really weird. Four days you just realized that the package you sent to the wrong address. That's why Rita think you did it on purpose,"
( Karena itu memang aneh. Empat hari kamu baru sadar bahwa paket yang dikirim salah alamat. Itulah kenapa Rita berpikir kamu melakukannya dengan sengaja )," jelas Alex.
Ney kini sangat kesal, kenapa semuanya melontarkan hal yang sama. Jebakan kah? Apa Alex juga sama?
Tentu saja mereka semua menanyakan hal yang sama karena sudah tahu kelakuannya seperti apa.
Setiap tahun semuanya sama, alasan salah kirim lalu mengirimkan lagi.
Tidak heran semua temannya sudah tahu kebiasaannya. Salah kirim hanyalah alasan saja.
Ney tidak akan kalah! Jangan sampai dia mengakui segalanya. Ney menggigiti kuku jempol tangannya, dimakan kalau sudah panik dan gugup.
"But it's wrong! I SWEAR!"
( Tapi memang salah! AKU BERSUMPAH! )" Balas Ney sudah semakin gelisah.
Alex tidak menyukai orang-orang yang dengan mudahnya mengucapkan sumpah.
Tampaknya Ney paling sering melakukan itu. Rita tidak pernah karena memang dalam agama tidak diwajibkan seseorang mengucapkan sumpah seenaknya.
"Do you always say Swear when convincing something? Do you know that you swear but what you say turns out to be inversely proportional to reality, that oath will ask you to be responsible later,"
( Apa kamu selalu mengatakan sumpah saat meyakini sesuatu? Apa kamu tahu bahwa bila kamu bersumpah tapi apa yang kamu katakan berbalik tidak sesuai kenyataan, sumpah itu akan meminta pertanggung jawaban kamu )," jelas Alex.
Alex yakin Ney tidak tahu persolan begitu. Ney semakin stres membacanya, dia garuk kepalanya.
"Sumpah deh! Gila sekali ini orang. Setelah menghadapi Rita, eh giliran ini bule yang mulai ceramah! HUH!" Kata Ney sangat geram sekali.
Sana masih asyik mencoba baju membuat Ney kesal juga lama-lama. Tahu begini, dia tidak akan cari celah hanya untuk menjauhkan Rita darinya.
Mana sekarang Alex juga mengirimkan tulisan Arab yang membuat kedua mata Ney kepanasan. Dengan isian yang memuakkan!
"Assume right. Wrong, then why you asking this to Feb? Why don't you just let it be the weird thing is, how did you know that Rita and Feb were talking about package?"
( Anggaplah benar. Salah, lalu kenapa kamu menanyakan ini pada Feb? Kenapa kamu tidak membiarkan saja hal aneh itu, bagaimana bisa kamu tahu bahwa Rita dan Feb membicarakan mengenai paket? )" Tanya Alex yang membuat semakin aneh.
Ney bernafas frustasi membacanya nyatanya dia terlalu banyak mengeluarkan celah.
Membuat strategi bagus tapi tanpa dipikir panjangnya, akibatnya. Apalagi kalau suatu hari ketahuan, terbongkar semuanya.
Dipikir lagi dia memang salah memastikan. Dan mencari alasan yang agak masuk akal.
Bersambung ...