
"Ta-tapi dia hina aku juga," balas Ney yang agak mulai tidak mempercayainya.
"Dia menghina kamu, karena kamu duluan yang memulai.
Hubungan dia dengan orang kamu hancurkan, hubungan pertemanan yang dia miliki, kamu juga yang hancurkan.
Intinya yang bermasalah itu kamu Ney, bukan Rita. Dan kita semua sudah tahu kamu ini seperti apa.
Maaf ya Ney, yang jahat itu bukan Rita. Tapi kamu," kata Varinka membuat Ney syok.
Ney memandangi langit rumahnya, tentu dia tidak setuju dengan pendapat Varinka. Jelas-jelas Rita yang memulai semuanya.
"Kalau dari Arnila sih, memang kamu yang kepo nya. Rita ajak dia karena untuk membantunya soal bahasa kan.
Tapi lama kelamaan dia mengatur mengendalikan Rita. Sampai mengancam kan?" Tanya Feb membuat Ney semakin kaget.
"Arnila cerita ke kamu!?" Tanya Ney tidak percaya.
"Banyak. Dan kamu mengaku-aku kalau orang yang berjasa memperkenalkan Rita dan Alex. Padahal Alex kan yang pertama kenal sama Rita dari PB," kata Feb lagi membuat Ney geram.
Benar juga apa kata Koma dan Diana, kalau belum tentu Feb ini memang ada di pihak yang benar. Ya memang dia juga ada rasa dendam pada Ney entah apa.
Untunglah Rita pun enggan dekat dengan semua teman-teman Ney meski dia yakin mereka memiliki dendam pada Ney.
Grup yang tadinya sepi kembali ramai dan seru, apalagi mereka menyebut Ney tidak tahu diri, bukan tipe orang yang bisa menghargai.
"Dari cerita kamu yang Rita memberikan undangan. Apa dia meminta maaf langsung beri kamu tiket?" Tanya Anita.
"Iya. Tapi undangannya memang jatuh entah kemana," kata Ney.
"Ih, Anita sudah keluarkan saja deh nih orang. Mulai kumat halu nya," kata yang lain.
Ney tidak peduli disebut halu, menurut pikirannya memang Rita yang berikan. Menurut PEMIKIRANNYA. Yang dimana memang kenyataannya tidak ada.
"Memang agak aneh sih cerita kamu," kata Anita membuat Ney menutup wajahnya.
"Kamu kepribadian ganda ya? Kadang kalau aku baca sisi nanti kamu berkata A nanti beberapa menit bilangnya B," kata Safa.
"Dia beri atau kamu memaksa? Aku baca kamu ada usaha mengendalikan Rita," kata Varinka.
"Tidak kok. Itu bohong ya soal aku ada usaha mengatur Rita," kata Ney membela diri kenyataannya memang ada.
"Mana ada juga kamu minta maaf secara ikhlas. Yang lain juga sudah ada pengalaman, kamu begitu lagi dengan masalah yang sama," kata Safa.
"Berarti itu bukan murni minta maaf dong. Menyesal juga tidak ada hanya sekedar kata-kata karena niatnya ya harus bisa masuk," kata Anita.
"Iyalah. Kalau orang yang tulus meminta maaf, biasanya tidak akan membuat masalah yang sama. Alias tobat," kata Arfa.
"Aku tidak percaya kalau dia bisa masuk kesana. Aku yakin pasti mengatakan salah seorang teman adiknya Rita," kata Anna muncul, dan kata-katanya menusuk Ney.
Ney terus diam membaca semua komentar dan ada salah seorang yang mengemukakan pendapatnya. Dia hanay berdebar, tadinya mau sombong beuh, langsung ko-it.
"Coba kalian pikir deh sekarang dari dia awal salah kirim barang, lalu kirim hampers lagi, kemudian soal Hokben.
Aneh tidak sih? Sudah meminta maaf tapi dia tidak mengerti juga," kata Feb membeberkan.
"Ya memang kita semua juga ada kepikiran dia sengaja. Meminta maaf, sadar kesalahan ya jangan mengulang lagi kan.
Apalagi kalau orangnya enggan menerima, ya sudah jangan ganggu lagi.
Tapi dengan mengirim paket, itikadnya ingin disebut baik hati, bisa berteman lagi. Heran dah gue," kata Anna yang dia juga mengalami hal sama.
"Agak sinting sih memang," kata Safa tertawa.
"Kalau aku sih sudah membuat orang tersakiti, dimaafkan ya sudah aku memilih menjauhi dia, tidak lagi-lagi muncul.
Lupakan. Kalau soal kirim paket supaya diterima lagi, memang miring otak aku, tidak ada harga diri kan ya," sindir Varinka pada Ney.
"Iyalah," yang lainnya setuju.
Namun Ney tentu tidak, memang sudah ada yang copot saraf di otaknya. Menurutnya dengan pemikiran dia memang Rita yang salah.
"Kata aku sih, jangan percaya lagi dengan kisah bualan Ney.
Kalau kalian ingin tahu kebenarannya temui Rita secara langsung.
Aku jamin dia tidak akan bisa apa-apa," kata Arfa langsung ke poinnya.
Ney panik masa iya mereka mau menemui Rita? Apalagi disini juga ada Alex (mungkin) karena Ney belum bertemu lagi.
"Iya ya dia kan ada di Jakarta!" Seru Feb sengaja.
"Eh, jangan deh ya kalian gila! Penjagaan disana ketat lho. Aku yakin kalian akan sulit bertemu sama dia," balas Ney agak panik.
"Kamu ke acara itu pakai gaun merah yang dulu kamu sempat pakai buat ke wisuda?" Tanya Varinka lagi.
"Iya. Itu kan gaun terbaik aku. Kenapa?" Tanya Ney.
Tidak ada yang membalas tapi sebagian memang sudah ada yang berinisiatif untuk menemui Rita.
Dan melihat keterangan dalam berita, menyamakan cerita Ney. Mereka mencari keberadaannya untuk kebenaran kisahnya.
"Aku pernah melihat Rita. Orangnya bisa diajak kerja sama kok apalagi untuk melawan kehaluan seseorang," Sana membalas yang membuat Ney geram sekali.
Kejadian ini terjadi saat ternyata sebelum itu Ney akan pergi. Melihat mobil Kazen bergerak, akhirnya dia mengikutinya dari belakang.
Dan dia kaget dimana mereka menginap. Dia mengingat-ingat dimana Rita menginap dan berencana mendatanginya.
Di rumah sebelum menuju grupnya, dia mencari tahu mengenai keluarga Darma yang ternyata infonya sedikit. Kemudian mengenai perusahaan Crygord yang dikatakan oleh An.
Jadi soal Alex sudah tentu dia banned, dan target terakhir adalah Kazen. Dia juga teringat akan ancaman Seren dan Cay mengenai dirinya. Kali ini dia harus pelan-pelan menjalankan misinya.
Mengenai Rita dan Kazen, dia harus sangat hati-hati agar strateginya tidak ketahuan.
Dampratan dari Seren dan Cay yang membuatnya tertusuk dari berbagai arah, membuatnya kehabisan ide.
Ney kemudian menyalakan televisi dan pas ada berita dalamnya mengenai pameran mewah yang hanya segelintir orang bisa masuk.
Ney melihat Rita dan adiknya tertangkap kamera, dan mereka berfoto bersama dengan riang. Ney sangat kesal melihatnya.
"Lihat saja Rita, tunggu pembalasanku selanjutnya. Target aku adalah Kazen, sama dengan Alex akan aku buat kamu berlutut!" Kata Ney dengan misi terbarunya.
Memang itu yang diinginkan Kazen untuk menyampaikan sesuatu. Dan dia yakin Ney pasti akan mulai berusaha mendekati Rita lagi.
"Akan ku buat kamu hancur sama dengan yang aku lakukan pada Alex!" Kata Ney tertawa dengan gila.
Beberapa reporter menjelaskan bahwa ada beberapa orang yang berusaha menerobos penjagaan.
Termasuk salah seorang yang memalsukan identitas agar dirinya masuk ke dalam pameran.
sontak Ney kaget, dia memperbesar suara televisi itu dan mendekat. "Bukan aku kan? Bukan aku! Ada beberapa orang," kata Ney dengan gemetaran.
Reporter memperlihatkan sepuluh orang yang berusaha menerobos dan beberapa memalsukan data.
"Jangan-jangan inikah yang Varinka lihat makanya dia bertanya soal kedatanganku di tempat itu?" Tanya Ney dengan gelisah.
"Bisakah kalian ceritakan bagaimana kalian bisa mengetahui bahwa ada beberapa orang memalsukan data?" Tanya reporter tersebut.
Ney kaget melihat orang yang di wawancarainya ternyata petugas yang bertugas mengawasi daftar tamu. Ya dia yang berhadapan dengan Ney.
"Ya, dia beranggapan kalau tamu kami yang mengundangnya ke acara ini.
Tapi setelah kami periksa dan melaporkan ke bos, dia mengatakan orang tersebut hanya mengajak adik serta ketiga temannya.
Jadi saya berpikir mungkin memang dia salah satu temannya karena dia mengatakan sebagai salah satu teman adiknya," kata petugas tersebut.
Meskipun namanya tidak disebutkan, Ney tahu siapa yang dimaksud. Dia memegang kepalanya dan berjalan mondar mandir dengan panik.
"Apa kalian akan menindaklanjuti masalah ini? Karena ada sepuluh orang yang juga berusaha menerobos," kata Reporter.
"Tidak, Tuan Darma dan keluarga lain memutuskan untuk memaafkan perilaku orang tersebut. Satu ya yang mengatasnamakan teman adiknya," jawab petugas tersebut.
Ney terduduk dengan lemas ternyata Darma memang salah satu keluarga yang agak sadis.
Mereka tidak segan membeberkan seseorang yang berusaha mengganggu ketenangan. Apalagi Rita sudah termasuk menjadi kenalan Kazen Darma.
"Lalu kebenarannya bagaimana, saat Anda menyadari ternyata dia masuk tanpa membawa tiket dan topeng?" Tanya Reporter lain.
"Setelah kejadian itu malamnya sang adik beserta teman-temannya datang.
Kami semua melihat sendiri mereka membawa undangan dan topeng yang sudah kami sebar.
Dari situlah kami telah ditipu oleh pelaku tersebut," kata Petugas itu.
Datanglah petugas lain yang bertugas di dalam mengatakan bahwa pelaku, tampaknya membuat sendiri topeng yang sama.
Namun bahannya dari kardus yang langsung dicurigai.
"Topeng kami dibuat khusus oleh kenalan Bos. Dia yang membuatkan hiasannya juga dan kami menyelesaikan sisanya.
Jadi kalau ada orang yang membuatnya sendiri tentu mudah diketahui. Apalagi semua topeng yang kami buat, menggunakan bahan yang bagus dan terdapat kode," kata petugas menunjukkannya.
"AW ****!!" Teriak Ney yang dengan suara keras.
"Wah ternyata tetap ya selalu saja ada celah meskipun pengawasannya terjaga ketat. Apakah pelaku ini laki-laki atau perempuan, Pak?" Tanya reporter sambil tertawa.
Ney tidak habis pikir ternyata Rita hanya bertugas membuat model, sisanya mereka yang urus.
"Dipikir aneh juga beberapa orang menatapku lalu mendengus sinis. Ternyataaa... itu topeng ada kodenya?" Tanya Ney kemudian mengambil topeng itu.
Ada kode C13P, Ney membanting dan langsung mengoyak topeng itu dan dibuang. Yah, sudah berakhir juga sih.
"Perempuan. Kode penyusup kami beri C13P itu artinya para petugas bersiap untuk mengeluarkan mereka di waktu yang sudah ditentukan," jelas petugas memperlihatkannya.
Ney geram sekali jadi intinya dia dikenali sebagai penyusup sudah membuat topeng buatan sendiri, tanpa undangan lalu mengatasnamakan salah satu teman Prita.
Reporter memperlihatkannya pada layar dan memberikannya kembali pada petugas tersebut.
"Bisakah disebutkan ciri-cirinya?" Tanya reporter membuat Ney menyumpahi.
"Apa gunanya sih!?" Tanya Ney marah sekali.
"Ciri-cirinya tidak perlu disebutkan, kami yakin pelakunya juga menonton berita ini.
Saya hanya ingin menyampaikan bahwa tindakan Anda sangat memalukan.
Untungnya keluarga besar Darma tidak berusaha mencari Anda dimana, jadi bersyukurlah," kata petugas itu sambil menunjuk ke arah kamera.
Ternyata yang menerobos pameran tersebut sembilan orang laki-laki dan sisanya hanya perempuan, yaitu Ney.
Reporter kemudian melampirkan beberapa foto yang berhasil mereka tangkap. Sepuluh orang diantaranya satu perempuan bergaun merah.
Wajah disamarkan begitu juga dengan sembilan sisanya. Grup heboh mereka tahu siapa sosok perempuannya.
Bersambung ...