MEET & ANSWER

MEET & ANSWER
93



Setiap hari Ney meneror Arnila dalam mimpi sangat gencar. Awalnya Arnila masih bisa memaklumi tapi lama kelamaan sampai terus mengungkit masalah dia sendiri.


Dia banyak menyalahkan Arnila yang tidak becus membuatnya kembali dengan Rita. Dan menyalahkan kehadirannya yang membuat pertemanan Ney dan Rita hancur.


Sampai akhirnya, suaminya menyarankan mulai melantunkan Murottal saat hendak tidur. Daripada melihat istrinya frustasi.


Arnila pun banyak mengikuti kegiatan pengajian bersama teman setianya yang selalu ada. Bersama, mereka mendengarkan ceramah.


Sampai akhirnya seorang penceramah mengatakan, "Bila kamu diganggu atau terganggu dalam mimpi, lawan! Hajar orang atau sesuatu tersebut. Jangan takut! Mereka memasuki mimpi kamu, jadi kamu yang memegang kendali. Bukan mereka!"


Akhirnya Arnila bertekad melakukan perlawanan, sahabatnya pun memberikan dukungan. Kalau bisa masuk, dia akan senang hati membanting Ney.


Malam kembali muncul, Ney lancar masuk kembali dan terus mengomel pada Arnila.


Arnila berbalik dan mendorong Ney sampai jatuh ke dalam suatu lubang. Arnila kemudian pergi meninggalkan Ney yang terkejut.


"Arnila! Kenapa kamu dorong aku sih? Tolong dong! Aku basah nih! Arnila! Arnila!!" Teriak Ney.


Arnila menghilang, tersisa Ney yang memang basah karena didorong masuk ke kolam renang. Sesuai yang dibayangkan oleh Arnila sendiri.


Ney kembali lagi ke mimpi Rita, yang dimana dia lupa pasang Murottal dan Ney senang.


Dia mengoceh soal Arnila dan bermaksud menghasut, merayu untuk memarahi Arnila.


Rita tidak peduli, dia tetap berjalan dan bertemu seseorang yang tidak dapat Ney lihat. Orang itu tinggi dan berbadan besar, Rita tampak akrab dengannya.


Terlihat usahanya sia-sia, Ney kembali menghampiri Arnila namun kali ini sama seperti Rita. Suaranya tidak keluar, Arnila berdoa dengan fokus.


"Ya Allah, bila perempuan kampret itu datang lagi ke dalam mimpi. Tolong di mute saja, aku tidak mau mendengar semua ocehannya. Dan secepatnya diusir," kata Arnila dalam sholatnya.


Terkabulkan. Suatu hari dalam dunia mimpi, Ney memasuki dunia Arnila. Dia menatap dunia mimpi Arnila warna warni sama dengan Rita.


Hanya temanya di sebuah wahana besar yang penuh permainan. Ney melihat Arnila membeli es krim dan Ney datang ikut membeli dan mengobrol.


Sama dengan Rita, Arnila tampak tidak bisa melihat kehadiran Ney. Dia menikmati es krim cone dengan empat rasa yang berbeda.


Ney terus mengoceh tanpa ada suara, melihat Arnila yang tidak membalas, dia marah dan mencak-mencak sambil menunjuk.


Arnila berdiri menatap seseorang di depannya, dia berjalan lurus. Ney yang bingung juga ikut berdiri dan berlari.


Ney berusaha mengejar dan memanggil namanya namun Arnila tersenyum ke arah lain.


Kesal, Ney bermaksud menahan tangan Arnila saat hendak memegangnya, betapa terkejutnya Ney.


Tangan Arnila tidak bisa dia pegang, nampak seperti tembus pandang. Hmm hal ini berkaitan dengan energi ya, mungkin juga karena energinya semakin berkurang, apapun tidak akan bisa disentuh.


"Kok aku tidak bisa pegang dia?" Tanya Ney heran. Dia berusaha memegang pundak Arnila, sama.


Arnila melambaikan tangannya pada seseorang saat Ney memandangi kedua tangannya yang transparan.


Ney panik dan gugup, meminta tolong pada Arnila. Dia melihat Arnila didatangi beberapa orang dan mereka tersenyum.


Ney tidak dapat melihat dengan jelas siapa mereka. Arnila disambut dan mereka pergi dengan gembira sambil saling memperlihatkan tiket permainan.


Ney berusaha mengejar namun sayang, kedua kakinya tampak berat dan mulai transparan juga. Dampak energi yang tersedot ke dalam dunia mimpi.


Itulah sebabnya kita jangan pernah melanggar ketentuan alam yang sudah jelas terlihat.


Apapun yang dimasuki dengan niat tidak baik akan berakhir menyakitkan. Ney yang tetap memaksa memasuki dunia mimpi, kini harus menerima resiko.


Nyawanya atau energi.


Orang yang melanggar ketentuan alam yang sudah terlihat jelas, memang resikonya adalah kehilangan sesuatu yang berharga.


Termasuk memaksa masuk dunia mimpi dan meneror atau mengganggu dengan sengaja. Energi hidup kitalah taruhannya, lanjut nyawa melayang atau tobat dan kamu selamat.


Mempelajari ilmu ini juga menggerogoti usia. Memasuki dunia mimpi yang sebenarnya tidak diwajibkan dipelajari, melanggar privasi orang juga, tentu salah ya.


Dan efeknya apa yang dialami oleh Ney. Semuanya menjadi transparan adalah efek dari energinya yang mulai menipis.


Dan kalau tidak sadar juga, nyawa melayang dan usia pun menutup. Seram juga lebih baik bermimpi sewajarnya saja.


Cukup berdoa pada Allah swt bila ingin bertemu seseorang, meminta ijin jangan gunakan ilmu aneh-aneh.


Apapun ilmunya pasti ada bayaran yang harus kita berikan. Kita ingin tahu banyak hal juga bayar kan, dengan kursus, pergi ke luar negeri, sekolah all need money.


Bila kita terganggu oleh seseorang, dibicarakan kalau tetap bebal, diancam lebih menguntungkan kalau dia ada dalam mimpi.


Bisa dibanting atau diapakan sesuka hati. Seperti yang Rita lakukan pada Alex dan Ney terakhir kalinya.


Ney terbangun kaget dengan keringat yang sangat banyak. Badannya pun lemah dan letih, semua energi terkuras habis.


Nafasnya agak sesak dan berusaha meraih gelas, dengan tangan yang gemetaran dia bernafas dengan tenang.


Ternyata itu alarm bahwa tubuhnya sudah tidak sanggup lagi dengan praktek memasuki dunia mimpi.


Dia berusaha berjalan yang dimana agak mirip dengan Suster Ngesot menuju kamarnya.


"Sama..dengan..Rita. Arnila tidak bisa melihat...aku," kata Ney yang rebahan di samping anaknya dan memejamkan mata.


Pagi tiba, Arnila tersentak bangun dan menggosok matanya. "Hoaaammm. Mimpi buruk. Aku lupa pasang murottal. Sial!"


Arnila bangun dan cuci muka, suasana rumah masih sepi. Dia menggeliat sambil menguap lagi, tapi meski mimpi buruk tidak se kesal minggu lalu.


Ney mulai meneror kembali dan yakin Ney juga mendatangi Rita. Hanya saja dia merasa tidak mendengar suara Ney dan bersyukur.


Arnila tadinya mau bercerita pada Rita namun teringat, sudah pasti Rita tidak mau terganggu lagi dengan apapun yang terjadi.


Arnila terus mendoakan kebahagiaan Rita dan Ney pergi sejauh nya. Sampai akhirnya, dia menerima notifikasi dari email Feb.


"Lho, tumben," kata Arnila membuka email.


Yang dicari Arnila datang juga melalui Feb yang isinya menceritakan mengenai keonaran Ney.


Dia mengatakan Ney masih terus meneror Rita dengan banyak kiriman. Dari Bedak yang salah kirim dan terus mengiriminya lagi.


Soal hampers dan Hokben pun semuanya diceritakan. Arnila sudah tahu pasti dia masih suka mengganggu Rita.


Mereka saling bercerita termasuk soal mimpi pada Feb. Bahwasannya Feb setuju dengan cara mereka yang menjauhi Ney, karena grupnya pun sudah meninggalkannya.


Soal paketan, tidak habis pikir Feb pun menceritakan bahwa paket salah kirim itu hanyalah alasan semata. Intinya memang sengaja.


Kecewanya Arnila yang membuat hal itu sampai Alex ikut campur dan memarahi Rita sampai akhirnya terbeber kan, bila memang ada kesengajaan.


"Jadi mereka udahan?" Tanya Arnila sedih.


"Iya. Sudah lama masuk satu tahun ya sepertinya Rita punya yang lain," kata Feb mengirimkan foto bingkisan cantik.


"Syukur deh. Semoga kali ini benar-benar hanya mendukung Rita," kata Arnila.


"Aku yakin Alex pasti menyesal sekali," kata Feb.


"Rasain!" Balas Arnila tertawa.


Feb menceritakan soal keadaan paket yang diterima Rita, berakhir dengan mengenaskan. Dia mengirimkan foto dan membuat Arnila kaget sekali.


"Dia kan sakit sekali ke Ney jadi wajar sih. Dia tusuk-tusuk pakai pisau dapur?" Tanya Arnila.


"Tampak sekali ya isi hati si Rita. Seram kalau benar-benar nusuk," kata Feb.


"Kita tidak boleh semena-mena sama orang meski ya misal kamu sahabat aku, tetap harus jaga adab. Jangan mengoceh sembarangan jadinya nanti seperti itu," balas Arnila.


Tapi mereka tahu, Rita masih punya kendali dan perasaan. Toh yang akan dia lakukan berbeda dengan paket tersebut.


Rita punya cara sendiri membalaskan dendam pada Ney termasuk orang lain yang memanfaatkannya.


"Yang menolak Rita juga banyak, tapi dia tidak pernah ya seperti Ney kirim-kirim apa. Supaya diterima atau dicap sebagai anak baik," kata Feb.


"Dia kan memang yang agak abnormal, Feb. Kamu pasti lebih tahu kan teman dugem dia," kata Arnila.


Ney sudah lama dikenal Rita sejak SMP dan pertemanan yang sepihak pun akhirnya harus benar-benar berakhir dengan cara yang menyakitkan.


Feb hanya ingin memberikan kabar karena tahu Arnila dan Rita lebih memilih menjauhi dan meninggalkannya.


Beberapa teman yang lain pun memilih jalan yang sama, dan kini hidup mereka lebih tenang.


"Menurut aku nih ya Ney itu agak ada rasa menyesal setelah tahu begini hasilnya," kata Arnila.


"Iya aku setuju. Tapi tidak akan mengubah apapun sih karena sudah terlambat. Rita korban yang kesekian puluh kan, pasti tidak akan kembali sama seperti yang lain," kata Feb.


"Iya, jadi biarkan saja supaya dia rasakan sendiri akibat dari kelakuannya yang tidak ada adab ke siapapun. Sampai mengadu domba aku, Rita dan Alex," kata Arnila.


"Itu kan memang hobi dia, Arn makanya aku heran kok kamu mau bertahan sama dia? Sebelum ketemu kamu kan dia banyak ditinggalkan," kata Feb.


"Kalau kata Rita sih, kita bloon total! Baru sadar pas dirundung, aku juga kan pernah di rundung terus begonya masih mau nerima," kata Arnila.


"Oh yang itu ya. Padahal sudah jelas hobinya begitu. Anna saja sampai menolak kan," kata Feb.


"Anna? Serius? Masih usaha pendekatan?" Tanya Arnila menganga.


"Sudah tidak kan dia dipermalukan sekali sama teman-teman kaya Anna, Nil. Parahlah! Tidak sadar kondisi dia bagaimana coba," kata Feb.


"Memang tidak sadar diri kan, Feb. Lalu kabar grup bagaimana? Dia masih suka koar-koar soal Rita?" Tanya Arnila.


intuisi Arnila memang tajam sih sampai Rita sempat sebut dia Paranormal karena selalu benar pemikirannya. Apalagi soal perasaan cinta.


"Tuh sampai mereka meninggalkan juga ya begitu. Mual baca komennya, Rita Rita Rita padahal dia sendiri yang bilang kalau Rita suka jahat sama dia, suka fitnah plus sering dihasut," kata Feb.


"Astagfirullah. Itu tidak benar lho," kata Arnila.


"Ya kita tahu. Kalau emang jahat kenapa pakai sengaja kirim barang kan. Tenang, kita semua sudah tahu kok dia itu memang agak eror otaknya," mata Feb.


Bersambung ...