
"My condition? Ah yes, obviously. When I go away she will not be sad anymore,"
( Kondisiku? Ah ya, jelas. Saat nanti aku pergi pun dia tidak akan sedih lagi )
kata Alex.
Ney termenung maksudnya pergi kemana ya? Kalau sekarang pun ya Rita memang sudah pergi dengan orang lain kan.
"Go where?"
( Pergi kemana? )
Tanya Ney yang sebenarnya dia tidak peduli juga sih, toh sudah berakhir.
"Go away may not exist in this world anymore,"
( Pergi jauh mungkin tidak ada di dunia )
kata Alex yang sudah menyerah berharap Ney memberikan dukungan karena yah Rita sudah pergi.
Dia bercanda tentu saja pergi karena setuju dengan perjodohan yang orang tuanya berikan. Tapi bukan dengan Kyla dan dia pikir Ney akan beri tahukan hal ini pada Rita.
Karena dia pikir Ney diundang ke acara tersebut sudah berdamai dengan Rita tanpa menyangka hal lain.
Ney mengangguk dan tertawa. "Yes, it's good if you are aware, you'd better die than survive,"
( Iya bagus deh kalau kamu sudah sadar, lebih baik kamu mati saja daripada bertahan )
Alex membacanya dan terdiam, apa dia salah baca? Dia yakinkan tapi memang Ney membalasnya begitu.
Alex termenung, dia ingat tahun lalu Rita pernah mengatakan bahwa sebenarnya Ney sering mendoakan dirinya lebih baik mati.
Alex tidak yakin dia lebih percaya bahwa itu adalah doa dari Rita sendiri. Namun Arnila pun membenarkan bahwa Ney mengatakan pada dirinya, Alex tidak pantas untuk hidup.
Kemungkinan karena iri pada kehidupan yang akan Rita terima nantinya. Berbeda dengan Ney saat ini, kemewahan akan didapat oleh Rita.
"You expect me to die? Why?"
( Kamu mengharapkan aku mati? Kenapa? )
Tanya Alex mulai menyelidiki alasan Ney yang kalau memang iya, apa yang dikatakan Arnila dan Rita benar.
Ney menghela nafas, "Actually yes I often you know, pray for you to die quickly rather than make me suffer. So I have to see you approach Rita,"
( Sebenarnya sih ya aku sudah sering lho mendoakan kamu cepat mati daripada buat aku menderita. Harus melihat kamu mendekati Rita )
Alasannya tentu tidak masuk akal, apalagi Alex yakin Ney tidak sejahat yang Rita katakan saat dulu. Tapi sekarang... inilah kebenarannya.
Alex terdiam membaca pengungkapan yang sebenarnya apalagi dikatakan oleh Ney sendiri. Ternyata mereka berdua sama sekali tidak pernah ada kontak.
Kalau memang Rita sudah akrab dengan Ney lagi, seharusnya dia melihat Rita jalan dengannya. Tapi tidak ada.
Dari situ Alex berpikir lagi melihat sifat Rita yang memang sudah tidak bisa menerima Ney lagi, yah intinya hubungan mereka memang tidak bisa diperbaiki.
Dada Alex terasa tertumbuk dua kali membaca kenyataan pahit yang ada. Sudah beberapa kali Rita peringatkan bahwa Ney memiliki maksud jahat kepadanya.
"What? Wait wait haven't you been supporting me with her?"
( Apa? Tunggu tunggu bukankah kamu mendukung aku dengannya? )
Tanya Alex setahu dia itulah yang Ney katakan. Bahwa dia mendukung penuh dirinya dengan Rita, sekarang?
"When? Then do what? Well, maybe at first but Rita never wanted to get too close to you.
No matter what I wanted to force her to stay connected,"
( Kapan? Lalu buat apa? Yah awalnya tapi Rita tidak pernah ingin terlalu dekat sama kamu.
Mau seperti apapun aku memaksa dia untuk tetap terhubung )
kata Ney mulai membongkar kan fakta yang ada, yang sebenarnya Rita sudah ketahui begitu juga dengan Arnila.
Kalau Alex sih memang harus dia sendiri yang membaca dan lihat Ney sebenarnya, tanpa halangan dan inilah saatnya.
Baginya tidak masalah lagi dia membenarkan semua yang pernah Rita atau Arnila katakan pada Alex.
Semua yang mereka katakan memang benar terutama apa yang Rita katakan. Semuanya di sengaja termasuk soal paket.
"Wh-what? You forced her!?"
( A-apa? Kamu memaksanya? )
Tanya Alex terkejut, semuaaaaaa yang Rita katakan dahulu kala memang benar.
Tapi Alex tidak pernah percaya, baginya Rita lah yang menjahati Ney.
Itulah niat Ney yang sebenarnya, memperlihatkan Rita seakan-akan dia lah yang menjahati Ney termasuk soal diusirnya dia sebagai teman.
Yang sebenarnya Ney terlebih dahulu dan berkali-kali menendang Rita, saat dirinya memiliki teman baru.
Ya pada akhirnya Rita memang tidak pernah kembali lagi dan Ney jugalah yang mendatanginya.
Walaupun dialah yang memaksa Rita untuk menerimanya kembali. Apa yang dikatakan oleh Arfa dan Varinka, memang benar bahwa yang menyedihkan itu sebenarnya Ney.
Tidak heran kalau sekarang hal yang selalu dia lakukan pada Rita, Rita lakukan kepadanya. Mengusir dirinya keluar dari lingkarannya.
"Yes, you don't know? I will say everything from the start I was the one who forced her to approach you
( Ya, kamu tidak tahu? Aku akan katakan semuanya dari awal akulah orang yang memaksa dia untuk mendekati kamu )
After that, I can hold both of you at will. Rita must have told you that she was often threatened by me, right? Yes, it is she's right.
( Setelah itu, aku bisa sesuka hati memegang kalian berdua. Rita pasti pernah cerita bahwa dia sering diancam oleh aku kan? Ya memang begitu, dia benar )
...Ailee - Good Bye My Love...
Kepala Alex berdenyut saat membacanya, semua yang pernah Rita peringatkan, Arnila katakan. Memasuki otaknya.
Tidak bisa dipercaya! Ya itulah yang sekarang dihadapi oleh Alex. Kepalsuan yang dia muntah kan pada Rita ternyata memang benar itu adalah Ney.
Bersikap manis namun ternyata penuh duri yang sudah berhasil menghancurkan Rita dan Arnila, kini dirinya.
"So do you think Rita is a doll? You intend to get a lot of profit at the expense of YOUR OWN FRIENDS!!!
( Jadi menurut kamu Rita adalah boneka? Kamu berniat untuk mendapatkan banyak keuntungan dengan mengorbankan TEMAN KAMU SENDIRI!!! )
No way, why are you doing that?"
( Tidak mungkin, untuk apa kamu melakukan hal itu? )
Tanya Alex menahan kesedihan yang membuat Rita menderita tahun lalu. Inikah rasanya kesedihan yang Rita rasakan?
Ney tertawa keras malam itu dia bisa tertawa sepuasnya tanpa harus menahannya.
Dia merayakan kemenangannya dengan memesan banyak makanan.
Meskipun misi dia gagal total sekarang, rasanya senang sekali. Dia memuntahkan semua yang sudah ditahannya.
"Never mind, Alex no need to regret. You should be happy
( Sudahlah Alex tidak perlu menyesal begitu. Seharusnya kamu senang )
It's too late for you to defend Rita, she has left your side. Now you are alone HAHAHAHA,"
( Sudah terlambat kamu membela Rita, dia sudah pergi dari sisi kamu. Sekarang kamu hanya seorang diri )
kata Ney bersorak, tertawa sambil menatap layar ponselnya.
Alex sudah tidak kuasa menahan amarahnya. Tidak percaya, mungkin ada yang memaksa Ney untuk mengatakannya.
"WHY DID YOU DO THAT TO RITA!? WHY!?
( Kenapa kamu melakukan itu pada Rita!? Kenapa!? )
*Terjemahan dalam huruf biasa karena takutnya mata pembaca perih.
What's wrong with her wanting to be friends without any status with you!?
( Apa salah dia yang menginginkan berteman tanpa ada status apapun denganmu!? )
I know Rita, she doesn't have any intention towards you but..
( Aku kenal Rita, dia tidak punya niat apapun kepadamu tapi... )
WHY YOU USE HER!? Maybe Arnila also your victim?"
( KENAPA KAMU MEMPERALAT DIA!? jangan-jangan Arnila juga korban kamu? )
Tanya Alex yang sekarang mulai terang isi kepalanya. Sekarang semua persepsi dari Arnila, Jasmine, Rita serta kedua orang tuanya tampak jelas.
Apalagi dari sahabatnya yang paling mengerti, pernah mengatakan kalau Rita memang tulus dan tidak pernah ada niat jahat kepadanya.
Dialah yang harus mencoba lagi membuka hati dan kedua matanya, sudah empat tahun mereka kenal via media sosial.
Kalau memang Rita jahat, sudah dari dulu para bestie nya menolak Alex mendekati Rita lagi.
Ney tertawa sampai menangis di rumahnya. Alex baru menyadari semuanya sekarang? Saat Rita sudah pergi dan Arnila entah kemana.
"From the start, I did not like it when someone could stand above me
( Sejak awal aku memang tidak suka bila ada orang yang bisa berdiri di atas aku )
*Mirip kelakuan kakaknya Rita. Sama pula toxic nya dan kemampuan memanipulasi.
That's why I started crushing them all, only I deserve to be on top.
( Itulah kenapa aku mulai menghancurkan mereka semua, hanya aku yang pantas berada di atas puncak )
Arnila? Ah, she's just an intermediary so I can freely know anything. Including about you and Rita
( Arnila? Ah, dia hanya perantara supaya aku bisa leluasa mengetahui apapun. Termasuk soal Rita dan kamu )
I'm deliberately looking for loopholes moreover you two are always fighting right?
( Aku sengaja mencari celah apalagi kalian berdua selalu bertengkar kan )
For me, Arnila is just an informant, nothing more,"
( Bagiku, Arnila hanyalah seorang informan, tidak ada yang lebih )
Tepat dugaannya Alex selama ini. Dia merasa kalau Arnila memang menjadi salah satu alat pengorekan informasi.
Itulah kenapa sejak awal, tidak setuju bila Rita terlalu dekat dengannya. Ternyata benar dan sumber pelopornya adalah Ney sendiri.
Rita memang sudah lebih dahulu menyadarinya karena itulah Rita dengan sengaja memberikan informasi palsu terkait soal lingkungan Alex.
Ternyata inilah sebabnya Rita selaku menyebar banyak jebakan untuk Ney menggunakan Arnila. Bukan memperalat, sebagai pembalasan karena sudah mempermainkan dia dan Arnila.
Awalnya Alex tidak setuju tapi sekarang terlihat apa niat Rita sebenarnya. Menghukum Ney yang telah banyak memperalat orang-orang.
Arnila dengan mudah dan polosnya berada dalam jebakan Ney selama bertahun-tahun. Dan banyak hasilnya Ney jatuh pada perangkap Rita.
Banyak info mengenai Alex yang sengaja Rita kabur kan atau diganti dengan hal lain.
Dan Ney termakan semua jebakan itu karena, itulah perempuan yang hanya mengedepankan egonya untuk memenuhi nafsu kepo.
Bila dia mengetahui jelek Alex atau siapapun, dia akan sebarkan dengan sesuka hati bahkan membicarakannya pada orang tanpa hati.
Tapi bila ada hal yang baik pada Alex atau siapapun, dia akan berusaha menghancurkannya. Sampai orang tersebut meminta ampun.
Banyak orang yang tidak menyenanginya karena niat yang dia miliki ber pantulan dengan banyak orang.
Yang dia inginkan adalah menjadi pusat perhatian, banyak dipuji, semua orang bergantung pada kekuatan yang katanya dapat dari Tuhannya.
Ney ingin menjadi salah satu wali Allah. Kan banyak ya sekarang yang mengaku-aku sebagai Nabi atau wakil malaikat.
Yang memiliki tugas menyampaikan wahyu, memberikan pernyataan bahwa dirinya memiliki kekuatan alam semesta.
Tapi Allah yang mana dulu, masa iya orang jarang ibadah bisa menerima tugas suci? Aneh kan.
Yang sebenarnya adalah doa jelek melihat kebahagiaan orang. Dan doa nya itu akan menyerang dirinya sendiri dan menghancurkannya sendiri.
Alex sesak nafas, dia mengambil alat pernafasan yang diberi oleh dokter. Kepalanya berat dan dia seakan melayang.
Janjinya yang menerima perjodohan, entah menikah dengan siapapun akan dia setujui.
Berpikir Rita sudah bahagia, tapi kemudian Ney datang dengan kenyataan! Membuatnya sulit menerima dan menyesal.
"But Arnila and Rita always volunteer with you. But why... you are so Heartless to ruin their happiness.
( Tapi Arnila dan Rita selalu sukarela dengan kamu. Tapi kenapa... kamu setega itu merusak kebahagiaan mereka )
No, not only them there are many people who you have the heart to destroy them .
( Bukan, bukan hanya mereka saja ada banyak orang yang kamu tega merusak mereka )
Something is wrong with your brain,"
( Ada yang salah dengan isi otak kamu )
kata Alex yakin. Memang benar apa kata Rita, ada yang salah dengan isi kepala dan pemikirannya.
"HAHAHAHA I never considered Arnila as my friend, I only saw her as someone I could easily destroy,"
( Hahaha aku tidak pernah menganggap Arnila sebagai temanku. Aku hanya melihat dia seseorang yang mudah aku hancurkan )
balas Ney dengan begitu santai dan tenang.
"What's wrong with it? Did she ever do anything to you?"
( Apa salahnya? Apa dia pernah melakukan sesuatu kepadamu? )
Tanya Alex tidak habis pikir. Sejahat inikah kelakuannya pada Rita selama ini? Arnila pun mengatakan bahwa Rita telah lama mem banned nya sejak semasa lulus SMP.
Ney masih tersenyum dengan riang, memang agak eror. Alhasil dia semacam mengakui semua perbuatannya selama ini.
Menganggap dirinya bisa kembali seperti dulu karena Alex tidak mungkin bisa mengenal Kazen.
Dan yahhb itulah kenapa Ney mengungkapkan segalanya, tanpa tahu kebenaran itu membuat Neraka yang sebenarnya akan dimulai.
"I don't like people who feel their life is happier than mine and I see that in Arnila.
( Aku tidak suka orang-orang yang merasa hidupnya lebih bahagia dariku dan aku melihat itu ada pada Arnila )
Because she feels the happiest, she has lots of friends expecially her family status. She is respected on campus and I hate her!
( Karena dia merasa yang paling bahagia, banyak teman apalagi status keluarganya. Dia terpandang dalam kampus dan aku membencinya! )
It's the same with Rita even though her family is below me, I will step on them until they beg for mercy,"
( Sama dengan Rita meskipun keluarganya di bawah aku, akan aku injak sampai mereka memohon ampun )
kata Ney tertawa dengan riang. Dia sangat puas sekali malam ini bisa mengatakan hal yang jujur.
Bersambung ...