
Akhirnya Feb mencoba membuktikan apa yang dikatakan oleh Rita. Hal apa yang akan Ney katakan mengenai paketnya. Sebelum dia lakukan ternyata Ney menghubungi Feb duluan. Aneh juga.
"Feb, paketnya sudah sampai ya? Aku baru ingat ternyata aku salah kirim," kata Ney pura-pura panik.
Feb yang mendengar suaranya, agak heran. Salah kirim setelah 4 hari? Kenapa baru bilang hari ini?
"Serius kamu salah kirim?" Tanya Feb dalam telepon. "Kok baru beritahu sekarang sih?"
"Iya, aku baru cek alamatnya tadi ternyata aku salah kirim alamat ke kamu, harusnya kan alamat rumah aku," kata Ney yang menduga paketnya memang sudah sampai.
Dia tersenyum pasti Rita menghubungi Feb dan sangat marah.
"Kan aku sudah tanya apa itu alamat rumah kamu atau bukan. Tapi kamu bilang iya kenapa sekarang malah bilang bukan? Sebelum kamu berikan alamat sudah pasti kamu baca, masa iya kamu sengaja pura-pura lupa alamat rumah sendiri," kata Feb.
Ney terus saja memberikan alasannya, dia tidak peduli bagaimana pemikiran Feb. Dia hanya ingin tujuannya tercapai.
"Aku memang lupa bilang tertukar, Feb," kata Ney.
"Lalu anehnya sekarang sudah hari keempat lho Ney, dan kamu baru sadar salah alamat? Menurut aku agak aneh. Salah alamat itu harusnya kamu sadari saat mau mengirim bukan di hari keempat, kamu baru sadar," kata Feb membuat Ney mencari alasan.
Ney tidak peduli pokoknya dia hanya harus salah kirim saja dan yakin Rita pasti akan bercerita ke Alex. Dimana Alex sudah pasti akan lebih membela nya dan memarahi Rita dan Ney tahu, kalau Alex tidak mempercayainya berarti hubungan mereka tidak lama lagi akan kandas.
( Kenyataannya memang saya menceritakan itu pada Alex dan memang Alex membelanya beranggapan bahwa dia teman yang baik ingin memberikan hadiah. Tapi saya dan Arnila tidak begitu yakin, karena kami tahu apa tujuan dia sebenarnya.
Kenapa? Karena dia memberitahukan salah kirim di hari ketiga setelah dia kirim di hari pemesanan, normalnya saya juga pernah hampir salah kirim. Dan memberitahukan toko bahwa alamatnya salah.
Saya katakan itu pada Arnila bahwa pernyataannya terbilang ganjil. Siapapun pasti akan merubah informasi saat tahu alamat yang diberikan salah. Tetapi dalam kasus saya, tidak ada perubahan alamat dan paket itu sampai di hari ketiga ke rumah saya.
Ney katakan pada Arnila bahwa dia salah mengirimkan paket. Naasnya dia cerita bahwa meminta alamat saya pada seseorang kenalan dari Alex. Aneh kan? Dia tanyakan alamat itu saat memesan barang kemudian mengirimkannya ke alamat saya.
Semuanya terlalu pas sekali waktunya, Arnila pun mencurigainya kalau memang jelas dia merencanakan sesuatu. Kenyataannya terjawab setelah saya mengirim balik barang dia, 2 hari kemudian saya mengetahui kalau dia memang sengaja mengirimkannya.
Untuk menghancurkan saya dengan Alex. Yang dimana dia tidak suka melihat saya dengan Alex. Saya sudah katakan ini pada Alex tapi hasilnya dia menghina saya dan saya memutuskan untuk pergi. Sejak awal tidak ada kepercayaan sama sekali kepada saya, dan saya sudah menyiakan waktu hanya untuk dia.
Arnila sangat sedih mengetahui Alex lebih memilih orang yang tidak dia kenali. Sedangkan perkenalannya dengan saya selama 4 tahun, apa? Saya juga bingung dan saya mengikhlaskan Alex hilang dalam ingatan saya.
Jujur, sampai cerita ini saya publish, Saya sudah lupa sosok Alex seperti apa hehehe mungkin saking sakitnya luka hati saya dengan banyak pernyataan dia yang menyakitkan.
Saya juga sudah mulai menghapus keberadaan Ney, hanya saja yang masih tersimpan adalah kara-katanya yang merundung saya di 2 tahun lalu. Saya tidak akan pernah lupakan semua perkataan dia, dan tidak akan ada lagi tempat dia di dunia saya.
NB : Sayang ya, kamu salah memilih lawan. Kamu malah membangunkan Naga yang sedang tertidur pulas di antara kabut. Kini, terima akibatnya karena telah membangunkannya dan meremehkannya ).
Back to Kisah ku...
"Tidak, aku memang baru sadar kok," kata Ney bersikukuh membuat Feb merasa bersalah.
"Lalu ini bagaimana? Rita marah-marah lho ke aku. Tanggung jawab kek," kata Feb mencoba menceritakan yang tadi di alaminya.
Ney gembira rencananya berhasil sambil menahan ketawanya, "Oh ya? Lalu dia ada cerita ke Alex?"
Ney lemas ternyata Rita tidak menceritakannya? Dia memutar otaknya pokoknya Rita harus cerita karena disitulah tujuannya. Tapi bagaimana caranya?
"Ya kamu tanya dong ke Rita, dia ada cerita ke Alex tidak? Ayo cepat tanya," kata Ney memerintah dengan seenaknya.
( Saya juga selalu dipaksa dia begitu banyak bertanya soal Alex yang dimana ya, saya tidak tertarik. Saya sering dipaksa bertanya soal masa lalu Alex, mantannya, kebiasaan jeleknya ahhh! Saya tidak berminat. Kalau tidak dituruti, dia selalu mengancam saya kalau akan dilaporkan saya membangkang.
Awal saya takut tapi lama-lama buat apa? Saya lawan saja dan dia memang melaporkan tapi saya kirim bukti chat pemaksaan dia, dan semua jelas. Dia yang kena marah karena memaksa saya harus ikuti perintah dia ).
"Tidak mau! Untuk apa juga sampai begitu. Jangan-jangan... kamu sengaja ya mengirimkan itu ke Rita?" Tanya Feb langsung saja.
Ney kaget mendengarnya, kok bisa Feb sampai menebak? Biasanya juga... Ney hanya diam tidak menjawab dalam teleponnya, dia pura-pura melakukan sesuatu yang membuatnya sibuk.
Karena tidak ada jawaban itulah, membuat Feb berkesimpulan benar itu sengaja. Yang anehnya kalau soal Alex, cepat sekali dia mudeng tapi kalau Rita, kabur sekejap. Alex adalah tujuan dia awalnya sekarang? Entahlah tampaknya dia bingung.
"Ney, sudah deh kamu ini kenapa sih mengganggu Rita terus? Dia itu tidak pernah kok mengganggu hidup kamu, justru cuek saja dia. Mau kamu berbuat apa sama kita atau kemana. Sampai sengaja kirim barang ke dia juga, mau apa sih kamu itu?" Tanya Feb.
Lagi-lagi masih belum ada jawaban tapi Feb yakin, Ney ada disana! Dia ada dan sedang mendengarkan, hanya jeleknya sama sekali enggan bicara kalau sudah ketahuan belangnya.
Menurut Feb, Rita sudah sangat paham sekali soal Ney namun dia sembunyikan. Rita paham Ney ini yang kesepian selalu mencari cara supaya Rita lebih memperhatikannya.
Namun sayang, Rita tidak berminat pada keegoisan dan sifat licik Ney. Apalagi setelah banyak memfitnah dan mengatai dirinya seorang Penyihir.
( Saya asli terkejut saat mendengar temannya mengatakan bahwa Saya adalah Penyihir yang senang mengirimkan santet pada orang-orang yang tidak aku sukai.
Jujur yang sering aku panjatkan dan kirim adalah doa semoga semua orang yang jadi korban dia tersadarkan termasuk Arnila ).
"Kalau kamu suka Alex, bilang saja tapi kan tidak mungkin ya. Kamu sudah menikah, aku yakin sebenarnya kamu iri kan sama dia? Rita bisa mendapatkan kenalan laki-laki kualitas tinggi, ganteng, bisa beri dia apa saja. Tapi aku tidak pernah tuh lihat dia sombong, angkuh, memamerkan segalanya," kata Feb lagi.
Keheningan yang menemaninya atau suara bayi yang menangis entaahhh karena belum diberi susu. Di akhiran kalimat itulah, membuat Ney tersulut. Feb juga tahu hal apa yang bisa membuat Ney menjawab.
"Buat apa aku iri sama dia? Hubungan dia dengan Alex saja belum tentu arahnya. Tidak mungkin deh ya mereka bisa jadi, kerjanya bertengkar lho," kata Ney langsung mengomel.
"Mirip kamu dengan Dins kan. Sama dengan Rista dan Jodi jadi? Itu normal. Terus kenapa juga kamu bisa tahu? Kamu hack nomor Rita ya?" Tanya Feb.
"Tidak ya aku tahu dong. Dulu dia cerita setiap cerita pasti lagi bertengkar. Makanya aku tahu mana bisa mereka jadi," kata Ney.
"Dengar ya Ney, kami semua tahu tingkah kamu bagaimana. Kami juga tahu kamu hack beberapa nomor anggota grup. Aku tidak tahu ya kamu sangat senang mencampuri hidup orang. Termasuk Rita," kata Feb membuat Ney diam.
"Kok kamu bisa tahu aku hack?" Tanya Ney kemudian.
"Arfa. Paham?" Tanya Feb membuat Ney kaget.
Ney menepuk dahinya nah ya anak Indigo yang jago meramal itu, ya tentu saja dia menjadi sering muncul dalam grup.
Kalau Arfa sudah On dalam grup, maka Ney tidak bisa berkata sesumbar apapun. Karena Arfa selalu bisa dengan mudah melihat kebohongan Ney. Arfa tidak menyukai Ney dan termasuk salah satu yang meminta ketua grup mengeluarkannya.
Bersambung ...