MEET & ANSWER

MEET & ANSWER
54



"Jadi seperti ini perasaan Rita saat itu. Tapi kan kenapa harus aku juga mengalami hal yang sama?" Pikir Ney.


Setidaknya dia lebih baik daripada Rita yang di serang sekumpulan orang. Hanya karena menurut dia kepribadiannya tidak akan diterima oleh keluarga Alex


Kenapa juga dia yang rese? Rita sendiri tidak masalah bila tidak diterima, dia tahu diri. Melihat keluarga Alex yang super WAH!


Pastilah beberapa orang tidak setuju dan kurang suka bila Rita terlalu dekat dengan Alex. Dia paham itu.


"Why you did that to her? Sincere Rita could be your friend but you treat her with pleasure. And she know me now, it sounds like you want to be better known to her. But you don't know her at all, Ney that was the fact,"


( Kenapa kamu lakukan itu padanya? Rita tulus bisa menjadi teman kamu tapi kamu memperlakukannya dengan seenak hati. Dan dia kenal aku sekarang, terdengarnya seperti kamu ingin menjadi lebih baik mengenal dia. Tapi kamu tidak tahu sama sekali soal Rita, Ney itulah kenyataannya,"


Kalimat Alex tersebut terasa meninju sok tahunya mengenai Rita. Apa yang dia ceritakan nyatanya sangat berbeda jauh dengan kisahnya dulu.


Rita dikatakan pendiam dan tipe penurut ternyata, aslinya bar-bar dan berani melawan Alex serta orang-orang yang menurutnya sok tahu.


Rita heran selama kenal Ney, entah dirinya di posisikan sebagai siapa. Alex menceritakan semua apa yang Ney katakan, dan itu bukan dia.


Soal pendiam, itu bungkusnya. Apa ada orang baru kenal sudah sok dekat? Yang ada langsung dijauhi sebelum kenal.


Mengenal Ney, Rita sudah cukup tahu kebiasaan dan yang lainnya tapi ternyata belum tentu dengan Ney sendiri.


Karena memang apa yang Alex katakan, bahwa Ney sama sekali tidak tahu apapun mengenai Rita. Yang dia bisa lihat hanya luaran bukan dalam.


Ya Ney tahu Rita memang tulus kepadanya, dia senang tapi ada sisi lain dari dirinya yang bergejolak dengan iri hati.


Apalagi setelah tahu bahwa Rita berkenalan dengan Alex. Tipe yang Ney idamkan selama ini dalam doa, ternyata Allah swt berikan pada Rita?


Sempat juga dia protes kenapa doanya bukan dia yang dapat malah Rita. Rita angkat bahu setidaknya doa Ney terkabul saat dia telah menikah.


Allah swt Maha Perencana terbaik bukan? Hanya Allah swt yang tahu kenapa doa dia malah diberikan pada Rita.


Rita dan Arnila berpikir dalam hal yang sama, Ney tidak bisa menjaga amanah. Harta adalah hiasan dan bersifat sementara.


Diberikan kelebihan saja pamernya sudah meninggi apalagi kalau di berikan tipe semacam Alex. Mungkin karena alasan itulah Allah swt menunggu saat dirinya menikah.


Doa Rita biasa, ingin dipertemukan dengan laki-laki biasa yang bisa terus di sisinya. Baik dan buruknya, selalu diterima dengan baik.


Alex kurang bisa menerima sih karena banyak menuntut, membuat Rita jenuh dan stres. Karena itulah Ney juga gembira saat tahu Alex memang sudah berpisah.


Menurut Ney, Rita adalah perebut doanya sudah pesaing kemudian merebut apa yang dia inginkan.


Itulah kenapa dia berusaha sekeras mungkin memisahkan Alex dan Rita. Rencananya berhasil namun terdapat sesuatu yang lebih menakutkan nanti.


"Aku ingin kamu jujur kenapa kamu sampai begitu pada Rita? Dia tidak pernah memikirkan apapun soal kamu. Apa kamu pernah berpikir bagaimana perasaan dia saat kamu berubah menjadi orang yang dia tidak kenal?" Tanya Alex.


Chat dengan bahasa Inggris ternyata lumayan membuat jempol tangannya pegal.


"Rita pernah mengatakan bahwa aku menjadi orang yang tidak dia kenal," kata Ney dengan tatapan agak kosong.


Menurut Rita, dia pernah mengungkapkan pada Arnila bahwa sepertinya Ney memiliki dua kepribadian ganda. Mungkin karena suatu trauma pada masa kecilnya.


Kadang Rita bisa melihat Ney yang berbeda, yang menurutnya itulah sosok Ney yang sebenarnya. Rita tidak mengerti kenapa Ney begitu sangat menyebalkan nya.


Kalau saja Ney sadari sosok jahatnya itu tidak baik, seharusnya dia bisa kembali pada sosok aslinya. Tapi entah kenapa seperti ada yang menutup, dan sosok lainnya itu menghilang.


Saat jujur itu terkadang dia tersadar kembali dan menjadi sosok yang tidak Rita sukai. Karena kepribadiannya begitu, Rita memutuskan untuk menjauh.


Sempat Rita tanyakan namun Ney seakan kesal dan marah sendiri, akhirnya meninggalkan Rita begitu saja. Tapi besoknya ya dia kembali datang lagi.


"Nah, ternyata Rita sudah bilang dan kamu menyadarinya? Lalu kenapa kamu begitu lagi?" Tanya Alex kaget.


"Ya bukan urusan dia juga kali," kata Ney membalas dengan jutek.


Alex termenung, dia mengakui kalau ada sesuatu yang lain pada Ney. Soal kepribadian ganda pun terlintas di benak Alex.


Mereka menuduh Rita kepribadian ganda yang ternyata justru Ney dan Alex sendiri yang begitu. Kalau Alex berbeda saat bekerja meski begitu, dia selalu luangkan waktu untuk Rita.


Kalau tidak di balas Rita akan terus mengirimkan angka sampai 100 yang membuat Alex marah. Tapi dibalas sih chatnya.


Tentu Ney merasakan hal yang berbeda. Chat dengan Alex kadang di balasnya malam hari, kadang besok. Dulu dia tahu kalau Alex selalu membalas kilat pada Rita.


Dari situ pun Ney sudah berpendapat bahwa Alex memiliki ketertarikan pada Rita. Awal dia mendukung pendekatan Alex pada Rita.


Namun setelah tahu Rita tidak peka, membuatnya gemas dan memilih tidak mendukung. Ya hanya karena Rita tidak peka saja.


Kalau Ney kebalikannya dari Rita, sangat peka tapi membuatnya mengatur, mengendalikan orang sesuka hatinya. Karena merasa dirinya paling benar.


Terlebih lagi kenapa dia berbalik haluan karena silau pada kasih sayang dan ketulusan Alex pada Rita.


Yang tidak masalah bila Rita tidak peka sekalipun, yang terkadang membuat Alex ingin pingsan saja.


Ney memandang Alex dari luar mengenai statusnya, harta dan hiasan-hiasan dunia.


Sedangkan Rita melihat Alex dari dalamnya, itulah perbedaan Ney dan Rita yang membuat orang melihat, mereka memang tidak ada kecocokan.


Tepatnya apa kata Komariah dan Diana, berawal dari rasa kagum berlebihan menjadi iri dengki, dan wujudnya berubah menjadi **Haters**.


Yah kita sebut Ney ini salah satu Haters Rita yang tercipta. Begitupun Rita kepada Ney ya sama. Kalau memang Ney sudah tahu Rita sejak dulu membencinya, kenapa dia sendiri yang masih mengejar?


"Bagaimana perasaannya saat tahu kamu banyak membohonginya, menipu dan memanfaatkannya? Hanya karena iri hati pada kehidupan yang dia punya," kata Alex.


Ney tidak membalas, dia hanya terus membaca. Kalimat Alex membuatnya agak menangis, entah memang sedih atau air mata palsunya.


"Apa kamu seperti itu juga pada orang lain?" Tanya Alex.


Dalam hatinya memang dia begitu, sama dengan yang lainnya. Apalagi memaksa mereka untuk menerima semua pemberiannya.


Lebih baik kalau Ney laki-laki. Mungkin akan berbeda arahnya.


Alex tidak perduli meskipun semua pernyataannya tidak mendapatkan balasan dari Ney.


Hanya Alex ingin dia jujurlah dalam hidupnya soal ketidaksukaannya pada Rita. Bukan yang senang disakiti, karena itu sikap yang tidak normal.


Siapakah manusia yang senang disakiti setelahnya menyumpahi orang tersebut?


Kalau Ney masih terus melakukan kebiasaannya, maka memang tidak salah dirinyalah yang akan selalu sendirian.


Di rasa Alex sudah berhenti ceramah, kini Ney mulai membalas. Dia sudah jenuh juga harus terus membaca hal yang tidak enak dia lihat.


"Jadi apa sih yang kamu mau bilang? Panjang sekali sih. Ketularan kebiasaannya Rita ya," balas Ney sebal.


Alex membaca dan melihat ketikannya yang panjang kemudian tertawa. Tampaknya dia memang ketularan hobi Rita.


Entah kenapa Alex terlihat merindukan Rita. Di saat begini biasanya Rita selalu membuat kalimat konyol.


Mengejeknya dan menyumpahinya dengan kebiasaan yang sama seperti dirinya. Lalu bagaimana dengan Rita sendiri?


Kebiasaan apakah yang masuk ke perilakunya setelah lama mengenal Alex? Galaknya berlipat sih hahaha!


"Yang mau aku utarakan adalah sekarang kesempatan kamu untuk berhenti mengganggunya dan menyingkir lah dari hidupnya," kata Alex.


"Menyingkir? Memangnya aku ini kenapa buat dia? Dasar Alex menyebalkan!" Kata Ney dengan geram.


"Hei, kamu tidak akan belanja? Fokus sekali sih dengan masalah kamu," kata Sana melengos pergi.


Ney cemberut mendengarnya, dia tidak bisa melepaskan obrolannya dengan Alex. Ya masih belum selesai. Ney sudah pernah mengatakan ketidaksukaannya pada Rita.


Dan memang Rita tidak pernah lagi mendatanginya bahkan sudah melupakannya, menganggapnya Hantu.


Kini sosok Alex berikutnya yang akan terjadi pengikisan dalam hati Rita. Dia sudah terlalu lelah dengan Alex yang banyak berkelit-kelit.


"Karena bagaimanapun usaha kamu menjatuhkannya atau membuatnya malu di depan orang banyak, kamulah yang akan terus sengsara," kata Alex.


Ney termenung. Sengsara? Dia? "Aku hidup senang kok yang mananya sengsara? Heran nih orang," kata Ney.


"Kamu sengsara kan benar. Buktinya kamu mengejar orang-orang yang menolak kehadiranmu. Mengejar orang yang sudah kamu sakiti dengan kata-kata," kata Sana memberikan minum.


"Aku tidak begitu menderita ya hidup aku sudah enak," kata Ney.


"Lalu kenapa kamu masih mengejar orang yang bukan urusan kamu? Aku saja tidak pernah ya mengejar orang yang tidak menyukai aku. Aku adalah orang yang bahagia," kata Sana tertawa dan pergi lagi.


Ney menatap temannya itu, tidak mengejar tanda dia bahagia? Dia mengejar karena ingin bisa dekat dengan siapapun.


Tapi kenapa malah jadinya seperti ini? Bahkan dengan Rita, dia bingung salahnya dimana?


Bersambung ...