MEET & ANSWER

MEET & ANSWER
41



"Penyakit kamu masih sama ya meski kita sudah lulus, terus kamu menikah. Halusinasi dimanapun dan kapanpun, Yang tidak berubah itu masih suka cari masalah dengan orang," kata Sana menggelengkan kepalanya.


"Bukan urusan kamu ya!" Kata Ney dengan geram.


"Jujur deh kamu kenal mereka di mana dan dari siapa? Kalau kamu yang kenalan sepertinya mustahil kalau tidak ada orang yang mengenalkan duluan," kata Sana menatap kuku panjangnya.


Ney tidak menjawab, dia mengeluarkan ponsel dan memfoto mereka semua. Akan dia kirimkan pada Alex, ingin tahu seperti apa reaksinya.


Alex saat itu tengah bekerja dengan sangat giat dan sibuk. Tidak ada waktu lagi memperhatikan ponselnya yang terus berdering.


Ya siapa lagi kalau bukan Ney, berbeda dengan saat Rita masih bersamanya. Dia selalu sigap membalas tapi tidak dengan Ney.


Penyakit Alex pun berangsur-angsur pulih, dia rehat sejenak dan tersadar ponselnya berdering.


Notif masuk, dia berharap Rita tapi ternyata Ney yang membuatnya mendengus.


Gara-gara dia buka kembali nomornya membuat Ney banyak chat. Bukan utama baginya karena dia masih berharap Rita memaafkannya dan terbuka lagi.


Namun dia rasa, sudah tidak akan ada lagi kesempatan.


...Lagu Bastille and Marshmellow - Happier...


Alex membaca dan melihat empat foto yang dikirim oleh Ney. Isinya ternyata Rita yang tengah tertawa seru bersama kedua sahabatnya. Alex tersenyum, kini dia tahu kabar terbaru Rita.


"Syukurlah, aku cemas dia kenapa-kenapa karena yang terakhir," gumam Alex menatap Rita dalam foto.


"Thank you"


( Terima kasih )," kata Alex membalas chat dari Ney.


"What for?"


( Untuk apa? )" Tanya Ney tidak mengerti.


"I can see Rita laugh. She deserves to be happy and cheerful again. Don't you like to see her look happy? I know she will be happier if she leaves me and I accept it"


( Aku bisa melihat Rita tertawa. Dia pantas berbahagia dan ceria kembali. Tidakkah kamu senang melihatnya bahagia? Aku tahu dia akan lebih bahagia bila dia meninggalkanku dan aku menerimanya )," balas Alex.


Ah, bukan ini yang Ney mau, bukan itu yang dia harapkan Alex membalas. Dia ingin Alex agak marah, sebal dan kesal melihat Rita bahagia jauh darinya.


Ney yang tadinya semangat, harus menerima dengan lemas. Dia bersandar di palang jalan, tidak menduga Alex pun ikhlas Rita pergi.


"Kok begini sih?" Tanya Ney kecewa.


"Kenapa sih kamu?" Tanya Sana keheranan.


Dia berpikir, "Jadi Alex senang kalau Rita meninggalkannya? Kenapa? Bukannya dia sangat menyukai Rita?" Ney sama sekali tidak mengerti, kenapa semudah itu Alex akhirnya menyerah.


Ney kesal sebenarnya lagi-lagi Alex membela Rita. Ney tidak yakin bila Alex bahagia melihat foto Rita.


Tapi pernyataannya yang menerima keputusan Rita, membuat Ney tidak habis pikir.


"Ada apa sih dengan mereka?" Tanya Ney yang kepo namun tidak ada sarana yang bisa membuatnya mencari tahu.


"Why are you glad Rita left you?"


( Kenapa kamu senang Rita pergi darimu? )" Tanya Ney cari tahu.


Alex penasaran kenapa sepertinya Ney tidak mengerti perasaan Bahagia? Membiarkan Rita sendiri dan membuatnya sibuk, lalu bersenang-senang dengan kedua sahabatnya.


Bagi Alex itu lebih penting toh, Alex melihat Rita tidak kesepian lagi. Lalu kenapa Ney seakan tidak ikhlas?


"Because she deserves happiness. You don't like to see Rita happy?"


( Karena dia pantas berbahagia. Kamu tidak suka lihat dia bahagia? )" Tanya Alex.


Ada maksud tertentu Ney mengirimkan foto itu, mungkin berharap Alex berusaha mendapatkan Rita kembali. Dengan begitu dia memiliki keuntungan dengan kembalinya mereka.


Di sisi lain terdapat keuntungan yang bisa dia peroleh, yah mengaku sebagai sahabat Rita atau Alex.


Tapi kalau mereka putus, bukankah itu harapan Ney? Memang seperti permen nano-nano.


"Of course, I'm happy when she's happy. But don't you guys have chat anymore?"


( Tentu saja, aku senang saat dia bahagia. Tapi apakah kalian memang tidak pernah chat lagi? )" Tanya Ney meyakinkan.


Ternyata memang mereka sudah berakhir, tentu Ney gembira karena dengan begitu dia bisa berbaikan kembali.


Berpikir runtuhnya persahabatan mereka dikarenakan kehadiran Alex, tapi seperti yang Rita jelaskan memang mereka sejak dulu sudah hancur.


Sisi lain yah usaha dia mendekatkan diri dengan Alex terbuang sia-sia untuk keuntungan pribadinya.


Tapi sudahlah yang penting hubungan Rita berakhir.


Meski sudah berakhir nyatanya apa yang dikatakan oleh Sana membuatnya marah.


"There isn't any. I don't want to bother her anymore,"


( Sudah tidak ada. Aku tidak ingin mengganggunya lagi )," balas Alex meski tidak cepat.


Alex menduga tampaknya Ney senang mengetahui dirinya sudah tidak ada kontak dengan Rita.


Tapi kenapa? Dan kalau begitu untuk apa dia masih terus bertanya soal dirinya masih ada kontak atau tidak?


Ney masih meneruskan aktingnya, menurutnya ini tidak bisa diakhiri begitu saja.


Entah ada permainan apa lagi, dia hanya ingin meyakinkan Alex benar-benar menjauhi Rita.


Ney masih belum yakin kalau Alex bisa melupakan Rita. Bagaimanapun caranya, dia harus membuat Alex menjauhi Rita.


"Bother? You don't bother really, Rita is just insensitive,"


( Mengganggu? Kamu sama sekali tidak mengganggu, hanya saja Rita tidak peka )," kata Ney berusaha menjelaskan.


Kalau memang benar jauh, antara senang dan sedih. Kalau putus, artinya tidak akan mendapatkan informasi apapun lagi.


Kegiatan Rita pun akan kembali sibuk dengan pekerjaannya, begitu juga dengan Alex. Dan dia akan aman dengan peringkatnya.


Ney berharap Rita mendapatkan jodohnya yang biasa, berada di bawah peringkatnya bukan dengan Alex atau orang kaya lainnya. Akankah terwujud doa jeleknya?


"No, I keep bothering her,"


( Tidak, aku terus saja mengganggunya )," kata Alex yang masih mempermainkan sesuatu juga.


"So you don't have chat anymore?"


( Jadi benar kalian tidak ada chat lagi? )" Tanya Ney memastikan yang terakhir.


"Why do you keep asking about that?"


( Kenapa kamu terus menanyakan soal itu? )" Tanya Alex mulai merasa aneh.


"It's okay just ask because i feel empty,"


( Tidak apa hanya bertanya karena aku merasa hampa )," balas Ney tanpa berpikir ulang.


Kini Rita benar hanya sendirian dan tidak lama lagi dia bisa kembali dekat dengan Rita.


Sama seperti dulu, dia memaafkan Rita yang mungkin lupa tidak mengajaknya bermain lagi atau mengobrol.


Ney membayangkan kisahnya akan berjalan sama seperti dulu kala.


Masa ini dan masa itu sudah sangat berbeda, penampakan bayangannya masih tertinggal di masa lampau.


Alex yang merasa Ney sangat aneh, menanyakan maksudnya.


"Empty because?"


( Hampa karena? )" Tanya Alex.


Tanpa membaca ulang apa yang dia ketik, Ney keceplosan mengatakan sesuatu.


"Yeah, I can't feel what she's feeling now,"


( Ya, aku tidak bisa merasakan apa yang dia rasakan kini )," kata Ney.


Antara sadar dan tidak sadar, balasannya itu membuat Alex semakin kaget. Akhirnya! Apa yang Alex cari selama ini terbongkar juga.


Mana mungkin Rita membeberkan apa yang di rasakan nya pada Ney? Karena Rita menganggap Ney sebagai Musuh.


Bukan Musuh Abadi ya tapi musuh nyata yang tidak akan pernah Rita mau berteman kembali.


Alex berpikir mana mungkin juga Arnila menceritakan apapun soal Rita kepadanya karena dia sendiri juga, memutuskan pergi jauh dari Ney dan Alex.


Satu-satunya yang bisa ditebak adalah Ney "mengirimkan" sesuatu tidak kasat mata untuk mengawasi Rita.


Sesuatunya itu tentu berhubungan dengan yang mistis. Karena itulah Ney bisa tahu apa yang terjadi pada Rita.


Perasaannya dan bahkan obrolan yang mereka lakukan. Alex meyakini bahwa Rita memang harus menjauhi Ney dan juga Arnila.


Sebenarnya Rita sudah merasa janggal dari awal mereka mengobrol dua tahun lalu, karena Ney nampak tahu apapun.


Yah katanya penerawangan tapi nyatanya dari informasi mistis. Seram...


Untunglah saat itu Rita ikut ruqyah apapun yang menempel atau Antena akhirnya di bumi hanguskan. Karena itulah Ney tidak bisa lagi mencari informasi apapun.


Rita juga mulai banyak mengikuti pengajian dan ruqyah massal. Jadi memang semua yang aneh-aneh terpental secara otomatis.


Bersambung ...