
Sesuai rencananya setelah bertemu Putri Syahara dia akan langsung ke kantor Deo,
Aku sudah selesai, sekarang sedang dalam perjalanan ke kantormu. pesan Kate pada Deo.
Datanglah, aku sedang rapat, sebentar lagi selesai. Tunggu di ruangan ku jika aku masih rapat. Deo membalas pesan istrinya.
Kate tersenyum membaca pesan Deo. Sebelumnya dia mampir membeli makanan untuk makan siang mereka berdua.
Ketika sampai di kantor semua karyawan memberi salam padanya. Mereka tahu jika Kate adalah istri Deo, wakil CEO perusahaan tempat mereka bekerja.
"Halo Andrea, apa Deo sudah selesai rapatnya?" tanya pada asisten suaminya ketika mereka berpapasan saat keluar dari lift.
"Dia ada di ruangannya nona," sahutnya lalu pamit.
Kate melihat jam tangannya sudah pukul 11 lebih beberapa menit, dia sedikit mempercepat langkahnya.
"Halo nona Kate, apa kabar?" sapa Masumi sekertaris barunya Deo yang keturunan Jepang.
"Baik, Deo ada di ruangannya kan," ujar Kate berjalan ke arah pintu ruangan Deo.
"Tapi, nona ... ," belum sempat Masumi melanjutkan bicaranya, Kate telah membuka pintu ruangan Deo dan terkejut melihat suaminya sedang di peluk oleh seorang wanita. Wanita yang di kenalnya saat ulang tahun suaminya di Singapore beberapa bulan lalu.
"Hubby ... ," Rasa sakit yang menusuk dan sulit dia artikan hadir di relung hatinya.
"Sayang ... ," Deo terkejut dan melepaskan pelukan Letisya, dia tak menyangka Kate sudah sampai dan melihatnya di peluk oleh Letisya.
"Sayang, kau sudah sampai?" ujarnya menghampiri istrinya.
Deo memeluk istrinya yang diam mematung melihatnya dipeluk Letisya. Kate pun tersadar dengan yang terjadi, dia membalas pelukan Deo dan tersenyum.
Dasar es batu habis peluk dia, sekarang masih berani peluk aku. pikir Kate.
Deo dan Kate sengaja berpelukan lama untuk membuat Letisya cemburu dan menyesal telah meninggalkan Deo. Letisya yang melihat mereka berpelukan mesra serta tersenyum bahagia mengepalkan tangannya geram.
"Hubby, maafkan aku mengganggumu. Aku tak tahu jika kau sedang ada tamu," ujarnya berusaha terdengar biasa.
"Tak apa," ujar Deo. "Kalian tentu sudah saling mengenalkan." lanjutnya menggenggam tangan istrinya dan membawanya menghampiri Letisya.
"Halo, apa kabar?" sapa Kate dengan wajah tersenyum, dia melihat raut wajah Letisya yang cemberut menahan kesal.
"Baik," jawabnya. "Deo tadinya aku mau mengajakmu makan siang, ada yang ingin kubicarakan denganmu tapi sepertinya kau sedang sibuk," ketusnya berharap Deo memilih makan siang dengannya.
"Ah ... , ya ... ," ucap Deo tangannya merangkul istrinya.
"Kalau begitu, aku akan kembali lagi nanti," pamitnya lalu keluar dari ruangan Deo. Dia sangat berharap Deo mengejarnya.
"Letisya," panggil Deo saat dia sedang menunggu lift. Letisya tersenyum senang harapannya terkabul, dia tahu Deo masih mencintainya.
"Deo," ucapnya melihat mantan kekasihnya menghampiri.
"Sepertinya ini kunci mobilmu, tadi terjatuh di ruangan ku," memberikan kunci mobil padanya.
"Ah, iya ini kunciku. Terimakasih," ucapnya menerima kunci yang Deo kasih. "De ... ,"
Letisya hendak mengobrol dengannya tapi Deo langsung meninggalkannya sendirian di depan lift, hatinya begitu sakit melihat kepergiannya.
*
*
"Kau sudah memberikannya?" tanya Kate melihat suaminya masuk ruangan.
"Ya," jawabnya singkat. dia sangat senang Kate datang di saat ada Letisya, dia senang membuat mantannya cemburu melihatnya bersama istrinya.
"Aku bawakan makanan, kita makan dulu sebelum berangkat," Kate menyiapkan makanan mereka di atas meja.
"Simpan saja, kita berangkat sekarang," ujar Deo kembali dingin.
"Tapi aku lapar," rengek kate mulai kesal dengan sikap suaminya.
"Bawa saja makan di jalan, hari ini aku ada meeting penting."
"Baiklah," Kate membereskan kembali makanan mereka dengan bibir mengerucut. Dia tak ingin berdebat dengan suaminya.
Bukankah hari ini tak ada meeting lagi. Pikir Kate.
Selama perjalanan ke bandara, Kate di buat kesal olehnya. Bagaimana tidak, Deo menjalankan mobilnya seperti sedang balapan F1 saja.
"Pelankan mobilmu," teriak Kate.
"Aku sedang buru-buru. Ini mobil sports, sayang kalau kecepatannya hanya digunakan sebatas mobil biasa," jawabnya dingin.
"Memangnya kau mau kemana? aku tahu jadwalmu, Andrea bilang padaku jika kau mengosongkan jadwalmu hari ini buat mengantarku!" geram kate memegang pegangan tangan atas pintu.
"Ck, kau memata-matai ku lewatnya?!" desis Deo.
Kate memandang Deo geram, ini bukan pertama kalinya dia menanyakan jadwalnya pada Andrea dan Deo pun selalu bertanya jadwalnya pada asisten pribadi Kate.
"Apa kau mau bertemu Letisya?" tanya Kate tiba-tiba.
Deo tidak menjawab pertanyaan Kate, dia hanya menambah kecepatan mobilnya membuat Kate bertambah geram padanya.
"Apa kau sudah gila?! pelankan mobilmu! aku tak mau mati denganmu!!!" teriak Kate.
Mereka sampai di bandara jauh lebih cepat. Kate turun sempoyongan dari mobil, dia merasa mual. Deo menurunkan koper Kate dari mobilnya.
"Maaf aku hanya bisa mengantarmu sampai sini, hati-hati di jalan," ujarnya langsung masuk ke mobil dan menjalankannya meninggalkan Kate sendirian di depan pintu masuk terminal keberangkatan di bandara Negara A.
"Sabarlah, sabarlah. Lama-lama aku bisa terkena stroke jika terus bersamanya. Dasar kamu br3ngs3k!" umpatnya, Kate menarik nafas dalam dan mengeluarkannya lewat mulut berusaha menenangkan hatinya yang geram dan badannya yang masih bergetar.
Kate masuk ke bandara, dia meninggalkan negara A dengan rasa kesal pada suaminya dan dengan menahan air mata yang hendak mengalir dari sudut matanya.
*****
Terimakasih sudah membaca, jangan lupa like nya dan komentar positifmu juga rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dan tambahkan novelku ke daftar favorit novel bacaanmu. 🤗🙏
stay safe everyone ... . 🥰