
Rencana hanya tinggal rencana, Edel dan Malik memutuskan akan menghabiskan waktu tinggal di Bandung, di rumah keluarga Soe. Bukan tanpa alasan mereka memutuskan untuk tinggal tapi karena mereka harus menjaga tubuh mereka agar tidak terlalu kecapean untuk resepsi nanti di negara A.
Mereka di temani beberapa orang yang mengurus rumah jika keluarga Soe tidak di sana juga setidaknya ada 8 orang pengawal yang ditugaskan menjaga mereka.
"Pagi my prince," sapa Edel mencium Malik yang baru membuka matanya, Edel selalu lebih dulu bangun dibanding Malik.
"Pagi honey," mencium kening istrinya yang masih menggunakan mukena.
"Tunggu aku, kita mengaji bareng," ujarnya lalu shalat tahajud.
*
Pagi ini pagi ke tiga setelah mereka menikah, tiap pagi mereka bersepeda atau hanya sekedar berjalan kaki berkeliling perkebunan. Malik sangat senang karena setiap waktu makan istrinyalah yang selalu memasak membuat n4fsu makannya bertambah.
Mereka tidak bepergian ke tempat-tempat wisata hanya di rumah saja, kalau pun bosan mereka akan berkeliling kota Bandung menggunakan sepeda motor agar bisa berduaan saja menikmati waktu.
Terkadang Edel mengajaknya makan di kaki lima atau di tempat makan tongkrongan anak kuliahan sekitar kampus-kampus di daerah Bandung.
"Ibuku menghubungiku tadi saat kau memasak," ungkap Malik.
"Ada apa?" tanya Edel melihat suaminya termenung.
"Beliau menginginkan kita secepatnya ke sana. Kamu harus fitting gaunmu dan ada beberapa hal harus melalui persetujuanku langsung."
"Persetujuan, Contohnya?" tanya Edel mengernyitkan alisnya. Malik hanya tersenyum membuat istrinya mengerucutkan bibirnya.
"Besok lusa kita ke negara A, aku sudah bicara dengan kedua orangtuamu. Mereka juga akan ikut dengan kita untuk mengantarmu sekaligus liburan sampai semua acara resepsi di sana selesai," terang Malik mengacak rambut istrinya.
"Baiklah," jawab Edel dengan suara malasnya.
"Mungkin kita harus segera bersiap ke Jakarta hari ini, setidaknya ada waktu lebih buatmu berkemas barang-barang yang akan di bawa ke negaraku. Sebenarnya kamu bawa badan saja tak jadi masalah karena aku sudah mempersiapkan segalanya buatmu di sana," kata Malik setengah membujuknya agar tersenyum.
Edel hanya terdiam, rasanya sedih ketika teringat akan pergi jauh meninggalkan kedua orangtuamu. Bagaimanapun seorang wanita tetaplah harus mengikuti suaminya kemanapun dia pergi walaupun hatinya masih ingin tinggal dengan orangtuanya. Rasa sedihnya sangat berbeda dengan rasa sedih ketika dia pergi berkuliah di Eropa walaupun sama-sama meninggalkan orangtua dan bahkan lebih jauh jaraknya.
Malik membantu Edel membereskan semua pakaian dan barang mereka berdua. pakaian Malik tak sebanyak pakaian Edel yang membutuhkan dua koper besar dan beberapa totebag untuk barang-barang nya.
"Biar aku yang mandi duluan," pintanya pada Malik dengan wajah sendu.
Malik menarik lengannya dan memeluknya, "Aku tahu kamu sedih dan masih ingin berada di sini di negaramu, di rumahmu. Maafkan aku, tapi kita harus segera ke negaraku untuk memenuhi tugasku," ucapnya mencium kening istrinya.
Edel hanya mengangguk, rasanya susah sekali untuk berkata 'iya', kata-kata nya seakan menghilang di tenggorokan.
***
Pukul 20.00 WIB, mereka sampai di kediaman keluarga Soe di Jakarta. Begitu keluar mobil Edel berdiri diam menatap rumahnya, tempat dia dibesarkan oleh keluarganya, tempat dia pulang setelah melakukan segala aktivitasnya yang membuat dia lelah.
"Ayo," Malik mengambil tangan Edel dan menuntunnya masuk membuyarkan semua lamunannya tadi.
Memasuki rumah yang gelap dan sepi ... ,
"Surprise ... ,"
Edel terkejut mendapat kejutan dari teman-temannya atau tepatnya bawahannya di kantor. Mereka sengaja datang khusus untuk merayakan boss nya yang telah menikah dan akan meninggalkan mereka untuk mengikuti suaminya.
"Kalian di sini," ujar Edel menghampiri mereka, dia senang sekaligus haru melihat mereka semua berkumpul untuknya.
"Alice ... ," sapa Edel memeluknya.
"Selamat ya Bu," ucapnya.
"Terimakasih."
"Pasti Lo yang rencanain ini semua kan," tunjuk Edel pada sahabatnya. Mita hanya tersenyum merentangkan tangannya.
"Ehm ... , kesayanganku." Edel dan Mita berpelukan cukup lama seperti dua orang sahabat yang sudah bertahun-tahun tak bertemu.
"Terimakasih, Lo selalu membuat gw senang," ucap Edel.
"Kamu sudah tahu tentang ini?" tanya Edel pada Malik.
Malik mengangguk, "Mita menghubungiku dan minta tolong membawamu secepatnya ke Jakarta, berhubung besok lusa kita harus pergi jadi ku bilang hari ini aja." Edel memegang tangan Malik menatapnya mesra.
Edel dan Malik menyapa semua orang yang datang malam itu. Mereka berpesta barbeque yang sudah disiapkan Mita dibantu beberapa rekannya.
Mita sudah seperti anggota keluarga bagi keluarga Soe, ketika dia meminta izin pada Mrs. Soe untuk mengadakan acara di rumahnya langsung disetujui olehnya.
"Ciee, yang udah malam pertama?" goda Mita menyenggol temannya.
"Apaan sih!".
"Ko Lo tau gw ganti sprei, Lo tau dari mana?" bisiknya penasaran.
"Jelas gw tau, seluruh dunia tau," selorohnya.
"Maksud Lo," mengernyitkan alis heran.
Mita mengeluarkan ponselnya dari kantong lalu mencari sesuatu dan memberikannya pada Edel.
Edel menerima ponselnya dengan kebingungan. Dia melihat fotonya dan Malik juga dua orang housekeeping yang mengganti sprei tempat tidurnya, ketika di hotel kemarin terpampang di layar ponsel Mita.
Foto itu di share salah seorang housekeeping dengan menambahkan caption, 'Membersihkan kamar pangeran dan istrinya' yang diupload jam empat subuh.
Edel menscroll komentar dibawahnya,
Seger banget muka pangeran setelah ------- 🤭
Suamiku ternyata ada di sana toh, padahal aku sudah menunggunya semalaman😭
Edel mengklik balasan komentar itu,
Suami Lo dari imajinasi Lo?!
Pangeran belah duren 😂
Kenapa twit nya ga di turunkan ya. memalukan, pikir Edel.
"Gw pinjem ponsel Lo dulu ya," izinnya lalu menghampiri Malik yang sedang mengobrol dengan pa Ariq.
"Pa Ariq, aku bawa Malik nya bentar ya," ucapnya.
"Silahkan Bu," sahutnya hormat.
"Ada apa?" tanya Malik setelah agak menjauh dari keramaian.
Edel memberikan ponsel Mita padanya.
Malik melihat foto mereka yang di share, terbahak menertawakannya, dia mulai mengerti kenapa Edel cemberut.
"Ga usah cemberut atau marah, biarkan saja. Kalau pun mereka beranggapan begitu juga tak akan menimbulkan masalah lagian kita sudah menikah dan itu memang malam pertama kita, wajar jika mereka berkomentar seperti itu," terang Malik.
"Tapi aku malu!"
Malik mengacak rambut Edel, "Ini baru permulaan, jangan terlalu dipikirkan. Anggap aja lelucon, kalau kita permasalahkan mereka kan kasian juga, mereka hanya housekeeping yang kebetulan bertemu kita mungkin itu ungkapan rasa senangnya pada kita," mencoba menghibur istrinya yang masih cemberut.
Ya, mungkin aku yang terlalu baper. batin Edel.
Edel mengangguk dan mencoba tersenyum pada Malik.
"Ayo, tak enak jika kita meninggalkan mereka terlalu lama," ajaknya kembali berbaur dengan rekan kerja Edel.
Dua jam lebih mereka berpesta barbeque di halaman rumah keluarga Soe. Pukul setengah sebelas mereka mulai bergantian berpamitan dengan pasangan pengantin baru itu sambil memberikan selamat dan beberapa kado perpisahan.
Mita berpamitan setelah membantu simbok Ratna dan Edel membereskan bekas pesta mereka.
"Ok, gw pulang klo gitu. Gw ga akan ganggu malam kalian lagi," ujarnya mencium pipi Edel dan memeluknya. "Maafin gw ga bisa nganter Lo besok, gw harus pergi ke surabaya besok pagi ma Alice," ucapnya masih memeluk Edel.
"Makasi ya dah mau gantiin posisi gw dulu, maafin gw suka ngerepotin Lo, gw pasti kangen banget sama Lo yang selalu nemenin gw kemanapun gw pergi, bahkan saat gw uring-uringan," ucap Edel menyeka air matanya yang merembes disudut mata.
"Gw ga masalahin semuanya selama gw dibayar full plus bonus yang banyak. Gw juga pasti rinduin Lo yang selalu nyusahin gw dan buat gw nunggu," sahut Mita.
Mereka berpelukan lama menumpahkan semua perasaan mereka.
"Gw pamit ya. Hei pangeran jaga Edel baik-baik kalo engak gw pasti langsung terbang kesana bikin perhitungan sama Lo," ucapnya, tak ada takut-takut nya berbicara tak sopan dengan Malik.
"Tentu," Malik tersenyum.
Edel menemani Mita keluar dan melihatnya sampai mobilnya menghilang di kegelapan malam.
"Gw pasti rinduin Lo, terimakasih," gumamnya.
*****
Terimakasih sudah membaca, jangan lupa like nya dan komentar positifmu juga rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dan tambahkan novelku ke daftar favorit novel bacaanmu. 🤗🙏
Stay safe everyone ... . 🥰