
"Yang Mulia," Mr. Khalid memberikan tab kepadanya.
Baginda Sultan segera melihat berita terkini yang sedang viral dari tab tersebut, dia menscrollnya perlahan. Terlihat lelah di wajahnya, dia menarik nafas panjang.
"Biarkan saja, biarkan dia bermain. Mungkin ini akan sedikit membuatmu sibuk tapi biarkan saja. Masyarakat sudah pandai dan mereka tahu dan tidak akan goyah mendukung Malik menggantikan posisi Fatih," terang Baginda Sultan dengan tegas pada Mr. Khalid.
"Baik, Yang Mulia," sahutnya menunduk dan berpamitan undur diri.
Baginda Sultan tersenyum, dia tahu jika masalah ini akan datang menghampiri keluarganya dan memang benar dia akhirnya datang mencoba menggelitik kekuasaannya di negara A.
Mrs. Jihan adalah wanita cantik dan berprestasi yang merupakan cinta pertama pangeran Fatih. Mereka mulai dekat sejak sekolah di senior high school, mereka juga masuk ke perguruan tinggi yang sama di California University.
Keluarga pangeran Fatih memang sudah mengetahui mereka menjalin hubungan lebih dari sekedar teman sejak masuk ke California University. Pangeran Fatih juga sempat membawanya bertemu dengan keluarganya di istana, namun Baginda Sultan menolaknya.
Bukan tanpa sebab Baginda langsung menolak kehadiran Mrs. Jihan. Sejak Baginda tahu hubungan mereka, dia memerintahkan untuk mencari tahu semua tentang gadis yang sedang dekat dengan anaknya itu.
Baginda tahu jika Jihan bukanlah seorang wanita yang terbelakang malah bisa dibilang dia seorang yang cerdas. Tetapi yang membuatnya tidak setuju karena Baginda pernah memergokinya sedang berada di hotel mewah bersama dengan seorang pria muda masih dari kalangan jetset.
Baginda meminta Mr. Khalid mencari tahu tentang hubungannya dengan pria tersebut. Fotonya sedang bermesraan dengan beberapa pria pun sampai kepadanya. Itulah alasan Baginda kenapa dia menolak dengan tegas anaknya Fatih berhubungan dengan Jihan.
"Sekarang dia mempermainkanmu, suatu hari nanti bisa saja dia melakukannya lagi, bermain di belakangmu!" seru Baginda pada anak sulungnya.
Hari ini, Jihan nekat membuat postingan dengan mengunggah beberapa foto yang secara langsung memberitahukan pada dunia jika dia adalah cinta pertamanya pangeran Fatih dan mempunyai anak dari hubungannya dengan Fatih.
Foto-foto yang di unggah seketika menjadi viral di negara A, foto tentang bagaimana kedekatan mereka dari high school hingga bangku perkuliahan, tentang liburan terakhir mereka di Eropa, tentang bagaimana dia melewati masa kehamilan hingga melahirkan dalam kesendirian begitupun saat dia mengasuh anak semata wayangnya yang kini telah tumbuh.
Foto-foto tersebut telah dibagikan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Banyak yang mengomentari postingan tersebut dengan rasa kasian dan menyemangatinya. Banyak juga yang berkomentar nyinyir jika dia hanya ingin mencari sensasi dan tidak percaya jika anak yang di unggah ya merupakan anak pangeran negara A yang telah meninggal hampir 2 Minggu yang lalu.
Masyarakat yang masih belum move on dari pangeran Fatih yang telah meninggal mempertanyakan dan meminta pihak kerajaan untuk mengkonfirmasi informasi tersebut.
***
"Yang Mulia Pangeran," Mr. Husein membisikan sesuatu di telinganya.
Malik segera mengambil ponselnya dan melihat kabar yang sedang viral di negaranya.
"Dia benar-benar seorang wanita yang berani," ujarnya menscroll layar ponsel yang dipegangnya.
"Ada apa?" tanya Edel melihat raut wajah Malik yang nampak sedang berpikir.
"Tidak ada apa-apa," jawabnya, dia tidak mau membuat istrinya cemas Untuk sesuatu yang tidak penting menurutnya.
Malik dan Edel baru selesai melaksanakan shalat asar di Masjid Agung Sheikh Zayed yang juga merupakan tempat wisata paling populer di Abu Dhabi.
Arsitektur bangunannya gabungan dari desain Mameluke, Ottoman dan Fatimiyah. Bagian interior dan eksterior masjid dilapisi marmer dengan ukiran yang rumit, menggunakan ubin mosaik, dan kaca yang menjadikannya tampak spektakuler.
Mampu menampung 40.000 jamaah, masjid yang mulai dibuka pada tahun 2007 tersebut didedikasikan untuk mendiang Sheikh Zayed bin Sultan al-Nahyan. Masjid ini terbuka untuk umum.
Wisatawan yang ingin menyusuri area masjid disarankan untuk mengikuti tur. Jadi, selain Masjid Agung Sheikh Zayed, mereka juga berkesempatan mengunjungi pasar tradisional, pelabuhan nelayan Al Mina dan desa-desa kecil di Abu Dhabi, tapi sayang Malik tidak mengizinkan Edel mengikuti tur tersebut karena berbagai alasan.
"Nanti akan aku jadwalkan berlibur lagi ke sini dan aku janji akan mengizinkan mengikutinya. Sekarang aku belum bisa memberimu izin karena kita harus segera pergi," jawab Malik.
Edel mengikuti Malik berjalan ke arah mobil mereka. Sangat disayangkan dia belum bisa berkeliling. Edel menekuk wajahnya pertanda merajuk.
Malik merangkul istrinya, dia tahu jika istrinya sedang bad mood karena tidak diizinkan mengikuti tur.
Hari sudah menjelang sore ketika mereka sampai di sebuah taman.
"Kenapa kita ke sini?" tanya Edel ketika turun dari mobil.
"Ayo," ajak Malik tanpa menjawab pertanyaan Edel.
"Aku ingin mengajakmu berjalan kaki di sini," ungkap Malik menatap Edel yang termangu dengan keindahan taman Umm Al Emarat Park.
Taman Umm Al Emarat, sebelumnya dikenal sebagai Taman Mushrif adalah taman kota di Abu Dhabi, di Uni Emirat Arab, berlokasi sentral di Jalan 15 antara Jalan Bandara dan Jalan Karamah.
Taman ini menjadi salah satu taman terbesar dan tertua di Abu Dhabi yang dibangun sejak 1982 sebagai taman untuk wanita dan anak-anak.
Taman ini mempunyai berbagai macam fasilitas seperti Shade House, Kebun Botani, Penangkaran Hewan, Halaman Rumput yang luas, Amphitheatre, serta Children’s Garden and Evening Garden.
Selain itu, lebih dari 200 pohon dari taman tua ini telah disematkan pada ruang asli ditambah dengan tambahan rekreasi yang unik dan berkualitas.
Malik menggenggam tangan Edel mengajaknya berjalan kaki menyusuri taman.
Hari sudah hampir magrib lampu-lampu telah dinyalakan menambah keindahan taman tersebut.
Mereka berjalan dalam diam, menikmati keindahan taman Umm Al Emarat.
"Terimakasih, sudah mengajakku berjalan ke sini," ucap Edel akhirnya.
"Aku ingin mengajakmu berjalan menikmati hari ini karena setelah kita kembali mungkin akan sulit menemukan waktu berlibur hanya berdua seperti ini," ungkap Malik.
"Aku tidak akan pernah bosan mengatakan aku sangat bersyukur kamu yang menjadi istriku, mendampingiku melewati semuanya. Jangan pernah bosan bersamaku, setelah acara suksesi nanti kita akan lebih sibuk lagi. Maafkan aku, karena aku kau terikat begitu banyak peraturan yang terkadang tidak masuk akal," ucap Malik menghadap Edel menggenggam kedua tangannya.
"Kedepannya, mungkin akan banyak sekali rintangan yang akan kita hadapi entah itu dari dalam maupun luar istana. Aku berharap kamu akan selalu mendampingiku berada di sisiku," Malik meneteskan air matanya.
Acara suksesi atau pengalihan tahta kerajaan yang semula di emban sang kakak dan sekarang akan alihkan padanya tidaklah membuat seorang Malik merasa senang, justru sebaliknya. Namun apalah daya, dia harus turut pada aturan kerajaannya yang hanya anak laki-laki lah yang bisa mengambil tahta.
"Malik, aku lapar," ujar Edel dengan wajah memelas.
*****
Terimakasih sudah mampir membaca. Jangan lupa kasih like, komen dan vote juga hadiah buat author biar tambah semangat.
Stay safe everyone. 🥰