He'S A Prince

He'S A Prince
Bab 35



Malik menemani Sultan ke Jerman untuk kunjungan diplomatik. Dia tiba di Jerman pukul sembilan pagi waktu Jerman disambut langsung oleh kanselir Jerman. Mereka menuju gedung kanselir di tepi sungai Spree.


Begitu selesai, mereka langsung terbang ke Swiss mengunjungi kakak perempuan Malik Yang Mulia Putri Zeera.


"Tadi siang Mr. Ommar dan Mr. Soe dari Indonesia berkunjung," kata Zeera melirik Malik.


"Beliau mengundang kita makan malam di restoran istrinya," lanjutnya.


"Apa kau akan datang?" tanya Malik berusaha menyembunyikan perasaan gundahnya.


"Tentu saja, aku ingin melihat gadis yang akan menjadi iparku," sahut putri Zeera membuat Malik tersedak minum.


"Kau sudah tahu?" tanya Malik pura-pura kaget.


"Tentu saja aku tahu alasan sebenarnya kamu yang menemani ayah bukannya Pangeran Fatih," ujar Putri Zeera.


"Apa kamu serius dengannya, bagaimana dengan Azmy?" lanjutnya.


"Kenapa semua orang bertanya tentang Azmy padaku, aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya!" geram Malik.


"Baguslah, lagian aku kurang setuju jika kamu dengan Azmy. Dia gadis yang terlalu berani," ucap Putri Zeera.


Sultan dan Ibunda Ratu hanya mendengarkan anak-anaknya berdebat, mereka lebih tertarik bermain dengan cucunya.


Sesuai rencana, keluarga Sultan berkunjung ke restoran Mrs. Soe dan Mrs. Ommar. Rombongannya tiba di depan restoran dan para pengawal melakukan protokol melindungi Royal Family. Pintu dibukakan oleh pengawal dan masuklah Sultan beserta istrinya juga Putri Zeera beserta suaminya dan tentu saja Pangeran Malik.


Begitu masuk mereka disambut oleh Mr. dan Mrs. Soe juga Mr. dan Mrs Ommar, tapi rupanya mereka lebih tertarik oleh keributan yang ditimbulkan Darren, Edel, dan Emilly yang sedang bermain semprotan air dan tidak menyadari siapa yang datang.


Ibunda Ratu tersenyum melihat tingkah mereka. Senang melihat keluarga yang sangat dekat satu sama lain. Walaupun usia mereka bukan kanak-kanak lagi.


Malik berniat menghampiri Edel yang sedang mengejar Darren. tapi tiba-tiba mukanya kena semprotan air oleh Edel.


"Maafkan aku, aku tidak sengaja," Edel tanpa sadar menghampirinya dan tak henti meminta maaf, dia tidak menyadari kalau orang yang dihampirinya itu Malik.


"Kenapa kamu senang sekali menyemprotkan air padaku?" gumam Malik membuat Edel tertegun mendengar suara yang telah dikenalnya. Menurunkan tangannya yang sedang melap baju dan memandang pria yang di hadapannya.


"Malik!" seru Edel, Malik tersenyum.


"Kenapa kamu ada di sini?" tanyanya lagi tidak menghiraukan sekitar.


"Ayahmu mengundangku," ujar Malik melirik ke arah keluarga Soe.


"Yang Mulia Pangeran Malik," sapa Emilly sedikit membungkuk memberi hormat.


"Yang Mulia Baginda Sultan, Yang Mulia Ibunda Ratu, Yang Mulia Putri Zeera," sapa Emilly memberi hormat dan di balas senyuman.


"Ah, aku malu sekali," gumam Edel menutup mukanya menyadari keluarga Malik memperhatikannya.


"Hahahaha ... ini hanya keluargaku tak usah malu ada aku," ucap Malik mengusap wajahnya yang masih basah.


"Kenapa kau tidak bilang mau datang membawa keluargamu, bukankah kau sudah berjanji akan berbicara padaku dulu!" bisik Edel ketus.


"Ayo," ajak Malik berjalan menghampiri keluarganya diiringi oleh edel.


"Ini ayahku dan ibuku, kakakku dan kakak iparku." memperkenalkan keluarganya pada Edel dan memberi salam, berjabat tangan, memberi hormat.


Darren bergabung bersama Mr. Soe dan Mr. Ommar juga The Royal Family. Mereka masuk ke sebuah ruangan yang agak lebih luas terdapat kursi dengan meja agak panjang juga sofa. Ya, restorannya dilengkapi dengan sebuah ruangan untuk pertemuan.


Edel dan Emilly membantu Mrs. Soe dan Mrs. Ommar menyediakan jamuan yang telah mereka siapkan.


Katanya makanannya habis, uhmm dasar! pantas restorannya tutup lebih awal padahal hari pertama. umpat Edel dalam hati.


"Anak mama ko fotoan terus, ayo bantuin!" titah Mrs. Ommar.


"Aku mau ngambil banyak foto bareng kak Edel buat di upload ke medsos, nanti kalau udah resmi mana bisa!" ujar Emilly.


"Pasti bisa kalau ketemu," jawab Edel menyerahkan beberapa piring pada karyawan bundanya.


Mereka berkumpul duduk dalam satu meja.


"Saya minta maaf Yang Mulia Baginda, seharusnya saya mengundang anda ke restoran yang lebih bagus dan terima kasih sudah bersedia berkunjung ke pembukaan restoran kami," ujar Mr. Ommar, Mr. Soe masih bergulat dengan hatinya yang belum rela ada lelaki yang meminta anak gadisnya.


"Kalau kalian mengundang kami ke restoran yang paling bagus berarti ini bukan untuk berbicara tentang anak-anak kita tapi berdiplomatik, berbisnis. Saya senang, ini seperti di rumah," ujar sultan hangat.


Mereka makan malam dengan Hidmat, banyak yang mereka perbincangkan.


"Tujuan kami ke sini bukan hanya sekedar memenuhi undangan anda Mr. Ommar dan Mr. Soe," kata kakak ipar Malik tiba-tiba.


"Kami menemani putra kami Malik membicarakan keseriusan hubungannya dengan putri Anda Mr. Soe," timpal Sultan.


"Kami meminta restu anda untuk hubungan mereka, kalau anda setuju," lanjutnya tegas.


"Kami sebagai orangtua akan mengikuti pilihan putri kami jika itu terbaik baginya. Jika dia bahagia dengan pilihannya maka kami akan selalu mendukungnya," ucap Mr. Soe memandang Edel seakan meminta jawaban dari raut mukanya.


Mrs. Soe memegang tangan anaknya untuk memberinya kekuatan.


"Jika nak' Edel setuju kami akan mempersiapkan pertunangan kalian," ujar Sultan.


Edel menatap bundanya lalu menatap Malik yang ada di hadapannya.


"Iya, aku bersedia," ucap Edel mengangguk juga menunduk malu masih tidak menyangka ternyata hari yang ditunggunya adalah hari ini.


"Alhamdulillah," ucap mereka berbarengan.


"Kamu sudah dengar Pangeran Malik, nak' Edel sudah setuju dan tentu keluarganya pun akan merestui kalian," ujar Mr. ommar tersenyum melihat temannya Mr. Soe.


"Jika begitu, kita harus memutuskan kapan waktu yang tepat untuk pertunangan mereka," kata Putri Zeera tersenyum bahagia untuk adik kecilnya.


"Bagaimana jika bulan depan," kata Mrs. Ommar, Edel melirik Malik memandangnya seakan memintanya untuk menolak pendapat Mrs. Ommar.