
Perbedaan waktu beberapa jam antara negara Indonesia dan Negara A terkadang membuat Edel terkejut dengan pemberitaan, walaupun dia telah tahu hari ini akan ada pengumuman resmi dari Istana Negara A terkait pertunangan dan rencana pernikahannya.
Pengumuman resmi pertunangan mereka diumumkan oleh juru bicara pihak Istana tempat tinggal Pangeran Malik pada pukul 10 waktu Negara A, sedangkan di Indonesia masih pukul 8 waktu Indonesia barat.
Pagi ini Edel sudah diperbolehkan pulang, Mr. Soe telah datang pagi-pagi untuk mengurus administrasi kepulangan Edel dengan pihak rumah sakit.
Utusan Negara A dan Mr. Husein juga telah datang memberitahukan jika pengumuman itu akan di laksanakan pukul 10 waktu Negara A dan mereka di minta bersiap untuk photocall setelah pengumuman pertunangan mereka diumumkan.
Photocall sendiri adalah sebuah tradisi beberapa kerajaan di dunia setelah pengumuman pertunangan salah satu anggota kerajaan pada publik, biasanya mereka akan tampil berdua untuk pertama kalinya secara resmi selama beberapa menit dengan menunjukan cincin pertunangan mereka.
Karena Edel masih berada di rumah sakit jadi tentu saja Photocall akan di laksanakan di sana dengan bantuan pihak rumah sakit.
"Apa tidak bisa jika Photocall dilaksanakan di rumahku saja toh aku juga akan pulang sebentar lagi, rasanya aneh jika dilakukan di rumah sakit. Mungkin kamu pangeran pertama di dunia ini yang melakukan Photocall di rumah sakit gara-gara aku dirawat di sini," tanya Edel menggerutu.
"Bukankah ini unik, dan sejarah akan mencatatnya jika aku pangeran pertama yang Photocall di rumah sakit seperti katamu," jawab Malik tertawa kecil.
"Maafkan aku, harusnya kemarin aku lebih berhati-hati jadi ga akan terjadi kecelakaan itu," lirihnya menunduk.
Malik menghampiri kekasihnya dan duduk di sampingnya di sofa. "Hey, Allah yang menakdirkan kecelakaan itu terjadi. Bukan salah siapapun kecelakaan kemarin terjadi itu sudah takdir lagian aku sudah dapat konfirmasi dari pihak kepolisian jika driver mobil di depanmu dalam keadaan mengantuk dan dia mengebut di jalanan. Sudahlah, ayo tersenyum."
"Benar kata Malik, jangan suka menyalahkan diri sendiri. Bersyukurlah tidak terjadi cedera parah padamu sayang hanya cedera ringan saja," timpal Mrs. Soe mengusap-usap punggung putrinya.
"Kenapa aku harus di rias, bukankah lebih bagus jika menunjukan wajahku yang baru sembuh," ujar Edel. Mrs. Soe menarik nafas panjang dan menghembuskan lewat mulutnya.
"Sayang, kamu hanya pakai sedikit riasan natural agar wajahmu terlihat lebih segar tidak terlalu kelihatan pucat," sahut Mrs. Soe.
"Pikirkanlah juga imagemu dan Malik," bisiknya.
"Baiklah, Bu." kata Edel menggigit bibirnya dan meremas kedua tangannya.
Mrs. Soe tahu perasaan putri nya yang sedang tidak menentu dag-dig-dug karena pengumuman ini.
"Yang Mulia," kata Mr. Husein memberikan tab kepada Malik.
Dilihatnya tab tersebut, seorang juru bicara kerajaan sedang bersiap akan berbicara mengumumkan tentang pertunangannya.
Akhirnya ... . Batin Malik.
...YANG MULIA PANGERAN MALIK IBRAHIM DAN NONA EDELWEISS SOEKANDI WIRIATMADJA BERTUNANGAN DAN AKAN SEGERA MELAKSANAKAN PERNIKAHAN....
Yang Mulia Baginda Sultan Dengan Senang Hati Mengumumkan Pertunangan pangeran Malik Ibrahim dengan Nona Edelweiss Soekandi Wiriatmadja.
Pernikahan akan berlangsung pada bulan Desember. Detail lebih lanjut tentang hari pernikahan akan diumumkan pada waktunya.
Pangeran Malik dan Nona Edelweiss telah bertunangan di bulan Juli. Pangeran Malik telah memberi tahu Yang Mulia Baginda Sultan dan anggota keluarga dekat lainnya. Pangeran Malik juga telah meminta dan mendapatkan restu dari Orang tua Nona Edelweis.
"Alhamdulillah," ucap semua orang di ruangan ketika juru bicara telah selesai mengumumkan nya.
Malik menghembuskan nafas lega. Siapapun pasti akan tegang jika menghadapi hal serupa, hanya saja Malik sudah terbiasa menyembunyikan ketegangannya kecuali saat mendengar Edel kecelakaan. 🤭
Mr. Husein meminta Malik dan Edel bersiap untuk berangkat. Mereka akan melakukan Photocall di halaman depan rumah sakit, sebelum masuk ke dalam mobil dan pulang ke rumah Edel setelahnya karena wartawan sudah banyak yang berkumpul di halaman RSPP.
Edel bisa saja di jemput mobil di tempat parkir khusus dokter tapi semenjak mereka tahu Pangeran Malik menemani kekasihnya yang sedang di rawat jalanan keluar parkirannya penuh. Ada lebih dari sepuluh mobil berukuran besar Satellite News Gathering (SNG) milik stasiun tv yang memakan banyak tempat, ditambah mobil milik para keluarga pasien dan tamunya yang menengok karena kebetulan rumah sakit lagi penuh pasien. Bisa juga dia pulang dengan helikopter karena diatas gedung RSPP terdapat landasan untuk helikopter tapi tidak mereka lakukan.
Semua barang Edel yang dipakai selama di rumah sakit telah dimasukan ke dalam travel bag dan dibawa oleh bodyguard Malik ke mobil. Mereka keluar kamar beriringan, Mr. Soe berjalan berdampingan dengan calon mantunya di iringi oleh Edel dan Mrs. Soe.
"Nona, bolehkah kami berfoto dengan anda," kata seorang perawat yang dulu pernah membantu Edel ke toliet. Mereka sudah tahu jika kekasih gadis yang dirawatnya adalah seorang pangeran Negara A.
Edel memandang Mrs. Soe yang mengangguk. Mereka pun menghentikan langkahnya untuk berfoto dahulu dengan para perawat bahkan dokter Sarah pun ikut berfoto dengan mereka, tak ketinggalan kepala rumah sakit pun ikut berfoto dan akan mengantarkan Edel hingga ke depan rumah sakit.
Keluar dari lift banyak perawat dan keluarga pasien yang sengaja menunggu mereka di depan lobi rumah sakit hingga mereka meminta bantuan khusus dari keamanan sekaligus dari kepolisian terdekat.
Mr. dan Mrs. Soe berjalan terlebih dahulu bergandengan. Mr. Husein mempersilahkan Edel mengaitkan tangannya di lengan Malik, mereka berjalan bergandengan keluar dari rumah sakit. Para wartawan telah siap dengan kamera, microphone dan alat perekam mereka masing.
"Apa kamu gugup?" bisik Malik memegang tangan Edel yang di kaitkan ke lengannya. Edel hanya tersenyum menggigit bibirnya.
"Kau tampak lebih menggemaskan jika menggigit bibir seperti itu," bisiknya lagi.
Edel melepaskan gandengannya. Para wartawan mengambil banyak foto mereka, Edel mengedipkan mata nya silau, dia tidak terbiasa dengan lampu sorot kamera.
"Terima kasih sudah datang, perkenalkan Ini adalah Edelweiss Soekandi Wiriatmadja, tunanganku, calon istriku," ucap Malik merangkul punggung Edel.
"Bagaimana kabar anda nona?" tanya seorang wartawan.
"Alhamdulillah baik, terimakasih," ucap Edel tersenyum.
Hanya satu menit mereka melakukan Photocall karena mengingat Edel yang masih dalam masa pemulihan. Mr. Husein mempersilahkan Pangeran Malik dan Edel masuk ke dalam mobil yang telah menunggu mereka. Mr. dan Mrs. Soe telah masuk terlebih dahulu ke dalam mobil yang lain.
Mobil mereka melaju pelan karena jalanan keluar rumah sakit penuh dengan orang-orang yang ingin melihat langsung Pangeran Malik dan Edel.
"Terima kasih," ucap Malik mencium punggung tangan kekasihnya. Edel hanya mengangguk tersenyum.
Edel melihat keluar, banyak paparazi yang mengikutinya menggunakan mobil ataupun motor mengambil gambar mereka.
"Tanganmu dingin sekali," Malik merasakan tangan Edel yang dingin sejak dari tadi di kamar.
"Maafkan aku, aku belum terbiasa dengan semuanya."
"Tak apa, nanti kau akan terbiasa. Terima kasih sudah mau bertahan denganku," Malik bersyukur Edellah gadis yang menjadi tunangannya dan akan menikah dengannya.
*****
Terima kasih sudah membaca 🥰🙏, jangan lupa like dan tulislah komentarmu yang membangun juga rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dan jadikan novelku salah satu novel favorit ❤️ bacaanmu.
Jangan lupa jaga kesehatan. Ingat 5M ... .
🤗