He'S A Prince

He'S A Prince
Bab 69



"Bangun sayang, udah jam enam," kata Mrs. Soe membangunkan putrinya yang masih terlelap karena mereka kembali ke kamar hampir pukul satu dini hari.


"Kepalaku agak berat," sahut Edel matanya masih terpejam.


"Tentu saja, semalam kamu pulang dini hari," ujar Mrs. Soe.


"Bolehkah aku tidur lagi sebentar lagi saja," ucap Edel, matanya benar-benar tidak bisa dibuka saking ngantuknya.


"Tidak, anak gadis ga boleh tidur sampai siang," tegas Mrs. Soe.


"Baiklah," Edel mencoba membukakan matanya tapi gagal, setelah beberapa lama akhirnya dilihatnya hari sudah terang dan ada buket bunga di atas meja.


"Bunda beliin aku bunga?" tanya Edel menunjuk buket bunga di atas meja tapi Mrs. Soe menggelengkan kepalanya.


"Malik?".


"Iyalah siapa lagi, cepat bangunlah cuci mukamu," ujar Mrs. Soe.


Edel tersenyum lalu berjalan sempoyongan ke kamar mandi, kepalanya agak berat mungkin karena dia hanya tidur kurang dari lima jam.


Edel keluar kamar mandi masih menggunakan dress tidurnya, menghampiri buket bunga. mengambilnya lalu menciumnya sambil tersenyum malu-malu inget kejadian semalam saat dia di peluk Malik di depan semua orang.


"Malu sekali," gumamnya sambil duduk di tempat tidur mengipas-ngipas wajahnya dengan kedua tangannya, lalu tertawa kecil.


tok ... tok ... tok ... .


"Ya masuk aja," kata Edel.


"Honey, ayo sarapan," ajaknya, "yang lain sarapan di kolam renang, kau mau ke sana?" lanjutnya.


"Ok," sahutnya. dia bangun mengikuti Malik ke kolam renang.


Kolam renang ini berada di atas gedung Hotel Marina Bay Sands. Infinity Pool mempunyai desain nya fantastis. Dari atas sini kita dapat merasakan indahnya dunia dengan berenang di ketinggian dengan panorama gedung-gedung bertingkat di Singapore.


Kolam renang yang memiliki kedalaman 1,2 Meter ini didesain terbuka dan berada di tepi bangunan Hotel Marina Bay Sands agar dapat dinikmati oleh pengunjungnya dengan pemandangan langit dan Kota Singapore tapi hanya Hanya tamu-tamu yang menginap di Hotel Marina Bay Sands saja yang boleh berenang. Tamu Marina Bay Sands akan diberikan kunci kamar, kartu/gelang. Gelang ini adalah akses kita untuk menikmati Sky Park dan Infinity Pool.


"Assalamualaikum," salam Malik dan Edel ketika bergabung dengan keluarganya.


"Tante, ayo berenang," ajak Ammar dari kolam renang. Edel hanya tersenyum lalu duduk di tepian.


"Ga ah dingin," sahut Edel kemudian.


"Takut ya ... ," ledeknya.


"Hahaha ... ," Edel tertawa mendengar ledekan Ammar padanya.


"Ayo makan dulu," kata Mrs. Soe pada anaknya.


Edel menghampiri mereka lalu duduk dekat Mrs. Soe. Dia melihat meja di penuhi berbagai macam menu makanan.


"Dek' nanti kita shoping yu, kita-kita aja. iya kan Bun," ajak Putri Syahara.


"Boleh banget," sahut Mrs. Soe. Edel berbalik menatap Malik.


"Pangeran Malik ga usah ikut. Kita aja perempuan yang shoping, kalau ngajak para lelaki ga akan fokus yang ada tar pada ngomel pegel lah, lama lah, nanya tiap setengah jam 'udah belum shopingnya?'. Jadi ya kita aja," tutur Putri Syahara ditertawakan oleh suaminya Mr. Fredrik.


"Maafkan aku sayang, tapi memang kita bisanya kalau belanja langsung beli yang kita mau." jawab Mr. Fredrik tak henti tertawa menertawakan dirinya sendiri.


"Hari ini aku ada janji bertemu teman di cafe dekat sini, kalau kamu mau shoping ya ga apa-apa nanti aku jemput pulangnya," kata Malik memegang tangan Edel mesra dan mendapat deheman dari Mr. Soe. "Ekhemmm ... !".


"Terus ayah gimana?" tanya Mr. Soe.


"Kita jalan-jalan aja ke museum atau taman di bawah, sekalian mengajak Ammar jalan sambil belajar," ajak Mr. Fredrik pada Mr. Soe.


"Ya, boleh juga," kata Mr. Soe setuju.


"Kalau gitu nanti kita pergi jam sepuluhan ya," kata Putri Syahara bersemangat.


Drrrttt.. drrttt.. ponsel Malik bergetar di atas meja, tanda pesan masuk.


Deo : Tadinya mau ku kirim private, tapi lebih baik di sini aja biar semua lihat 🤭


Malik melihat Deo mengirim foto dirinya dan Edel sedang bergandengan sembari memegang kembang api di grup chat.


Ronald: Bro, fotoku kirim private ya.


Malik tersenyum membaca pesan grup nya. Dia memandang fotonya lama hingga tersadar ketika Edel menepuk lengannya.


"Siapa?" tanya Edel melihat Malik senyum-senyum terus.


"Ini semalam ya, tolong kirim ke aku ya," pinta nya.


***


Pukul sepuluh waktu Singapore, mereka telah bersiap berangkat melakukan agenda yang disepakati.


"Pangeran mama, mama mau jalan dengan Tante dan nenek Soe. Kamu jagain Dady dan kakek Soe ya, ingat jangan jauh-jauh dari Dady dan kakek," nasehat putri Soe pada anak semata wayangnya.


"Tenang mamaku, aku akan menjaga Dady dan kakek Soe, mama bersenang-senang lah jangan khawatir," ujar Pangeran kecil Ammar menepuk dadanya.


"Kalian mau aku antar?" tanya Malik.


"Ga usah lagian kita juga shoping di bawah ko," kata Edel tersenyum.


"Baiklah, ayo berangkat."


"Ayo Pangeran biar kakek gendong," pinta Mr. Soe.


"Apa tak apa kamu menggendong nya?" tanya Putri Syahara.


"Tak apa, aku senang," sahut Mr. Soe.


"Kamu janjian di mana?" tanya Edel saat memasuki lift.


"Club' 55."


"Ok honey, have fun," ucapnya.


"Ya, kamu juga hati-hati," kata Edel.


"Hati-hati?" tanyanya penasaran.


"Hati-hati, ga boleh keganjenan. Ingat ... ," kata Edel sambil menunjukan cincin di jari manisnya. Malik tertawa terbahak mendengar perkataan Edel.


"Siap My flower," katanya. Mereka bersitatap mesra sebelum lift menutup menghilangkan sosoknya.


***


Edel mengikuti Mrs. Soe dan Putri Syahara berkeliling mall yang dipenuhi toko-toko dari brand-brand terkenal dunia. Arsitektur mall ini sangat modern dengan kanal menyerupai sungai buatan di lantai dasar dengan perahu kayunya.


Mereka memasuki salah satu toko tas dan sepatu branded, Mrs. Soe dan Putri Syahara ternyata memiliki banyak kesamaan ketika berbelanja dan memilih barang.


"Kenapa tidak ikut memilih, pilihlah mungkim ada yang kau suka," kata Mrs. Soe.


"Tidak, aku sedang tidak berselera untuk belanja," ucapnya. Ngapain beli, nanti juga aku bisa pinjam punya bunda, pikirnya.


"cobalah ini," titah Mrs. Soe menyerahkan gaun pada anaknya.


"bagaimana?" kata Edel menunjukan baju yang telah di pakainya sesuai titah.


"ya, not bad," ucapnya. "coba yang ini," titahnya lagi.


Edel masuk ke ruang ganti lalu mengganti dengan baju yang baru. "Aku foto dulu ah" gumamnya mengeluarkan ponselnya lalu memotret dirinya yang terpantul di cermin.


Ia mengirim fotonya ke Malik.


Aku jatuh cinta lagi padamu, pesan dari malik


Tiga jam lebih mereka berbelanja, tapi tidak semua toko bisa mereka kunjungi karena sangat banyak sekali Beratus-ratus toko.


Mereka masing-masing menenteng banyak tas belanjaannya.


"Ayo kembali," ajak putri Syahara setelah menghabiskan makan siangnya.


"Apa Pangeran Ammar sudah pulang?" tanya Mrs. Soe.


"Belum, mereka sedang di museum. Ammar senang diajak ke sana dan tidak mau pulang," ujar Putri Syahara.


"Apa kita harus menyusul mereka?" tanya Edel.


"Engak usah kayanya, nanti juga mereka akan pulang'" ucap Putri sambil mengetikan pesan buat suaminya agar tidak lupa makan siang.


*****


Terima kasih sudah membaca. jangan lupa like, coment, jadikan novelku favoritmu ❤️.


Jangan lupa juga kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dan hadiahnya agar author semakin semangat update nya.. haturnuhun 🙏🥰