He'S A Prince

He'S A Prince
Takut



"Edel sayangku, Sabtu pagi ada yang datang ke sini. Dia memintamu pada kami," ucap Mr. Soe.


"Datang, maksudnya?!" Edel tertegun mendengar ucapan Mr. Soe.


"Apa kamu lagi dekat dengan seseorang dan tidak memberitahu kami?" tanya Mrs. Soe dengan suara yang lembut.


Edel terdiam. Tidak mungkin Malik ke rumahku, dia tidak tahu rumahku. siapa yang ke rumah. begitu pikir Edel


"Kami tidak marah kamu belum cerita, kami hanya terkejut ketika dia datang dan memintamu pada kami. Meminta izin pada kami untuk bersamamu, kami terkejut karena ternyata anak gadisku sudah besar sudah ada laki-laki yang memintanya," ungkap Mr. Soe dengan mata berkaca-kaca.


"Sebenarnya siapa yang datang ayah?" tanya Edel dengan gugup karena tidak mungkin Malik yang datang pikirnya.


"Benarkah kamu tidak tahu?" tanya Mrs. Soe.


"Tidak bunda, memang ada yang mendekatiku tapi kami baru sebulan kenal ketika aku ke Negara A," kata edel bingung.


Mr. dan Mrs. Soe tersenyum mendengar perkataan anak gadisnya barusan, senyum yang tidak bisa dimengerti oleh anak gadisnya.


"Aku belum bercerita tentangnya karena kami baru kenal dan kami tidak dalam hubungan yang sangat dekat," lanjutnya.


"Bunda tahu sayangku," sahut Mrs. Soe.


"Yang datang kemarin adalah mungkin seseorang yang sama dengan yang kamu katakan barusan," lanjutnya membuat anaknya tidak bisa berkata-kata.


"Maksud ... maksud bunda Malik datang ke sini?!" Edel tidak percaya dengan yang di dengarnya.


"Iya, Pangeran Malik datang pagi-pagi kesini," ungkap ayah.


"Dia meminta izin pada ayah untuk mengajakmu berlibur. Dia menceritakan pertemuan kalian ketika di Negara A, dia juga meminta izin untuk mendekatimu dan menjadikanmu istrinya tentu jika kamu juga punya perasaan yang sama dengannya," lanjut Mr. Soe.


"Sesungguhnya ayah kaget ketika tahu yang datang adalah seorang pangeran, anak gadisku sudah besar," memandang Edel dengan haru.


"Maafin Edel ayah, maaf karena tidak bercerita dari awal. Karena aku pikir kami baru kenal dan aku juga ga tau dia serius dan datang ke sini. Maaf," ucap Edel.


"Kami kemarin liburan bersama, awalnya aku hanya tau dia datang karena Mita tidak bercerita memberitahuku dia yang merencanakan liburan kami. Aku malah mengira kami kebetulan bertemu, dia juga tidak bilang apapun tentang datang ke sini," lanjutnya berusaha menceritakan kejadian versinya.


"Ya Pangeran Malik memang memberi tahu kami jika kamu tidak tahu dia akan datang. Dia ingin memberi kejutan untukmu sayang, dia sungguh romantis ya ayah," senyum Mrs. Soe melirik Mr. Soe yang masih berkaca-kaca.


"Ayah kurang suka sama dia, dia terlalu berani. Rasanya seperti dia akan mengambilmu dariku," keluh Mr. Soe dengan terisak-isak, hatinya tidak seperti penampilannya yang gagah.


"Ayolah jangan seperti itu, ayah juga dulu begitu saat memintaku kepada orangtuaku," ejek Mrs. Soe mengingatkan kembali kenangannya yang disambut tawa kecil oleh Mr. Soe.


"Nah sekarang bunda mau nanya sama kamu, kamu suka ga sama Malik?" tanya Mrs. Soe.


Edel terdiam memikirkan kalimat yang bagus yang sesuai dengan yang dia pikirkan. Ini jauh lebih rumit, jauh lebih tegang dari presentasi pertamanya dengan perusahaan lain juga lebih tegang dari pada sidang disertasi dulu.


"Bunda, Ayah ... waktu di Bali dia mengungkapkan perasaannya padaku dia juga bilang dia tidak bisa seperti pasangan lainnya yang bisa bilang pada dunia kalau dia menyukai seseorang, dia terikat dengan aturan dan jika aku mau dengannya, aku juga secara langsung akan terikat aturan itu, aku takut aku tidak bisa," lanjut Edel matanya mulai mengeluarkan semua yang dia rasa.


Mrs. Soe mendekati anak gadisnya memeluknya dengan hangat. Seorang bunda sadar betul apa yang sedang dirasa oleh anaknya tanpa anaknya berbicara sekali pun. Mrs. Soe tahu yang dihadapi oleh anak gadisnya bukanlah aturan biasa kebanyak orang tapi adalah aturan yang mengikat seorang pangeran yang pasti diharapkan menjadi panutan rakyatnya.


"Sayangku, shalat istikharahlah seperti yang bundamu lakukan ketika aku melamarnya. Berdoalah pada Yang Maha Mempunyai Rencana. Allah Maha Tahu apa yang kamu butuhkan bukan apa yang kamu inginkan Dia Maha Tahu yang terbaik buatmu," nasehat Mr. Soe pada edel yang masih memeluk Mrs. soe, dia duduk di samping anaknya membelai rambutnya.


**


"Kenapa dia tidak mengangkat telepon dariku?" gumamnya dan terus mencoba melakukan panggilan dengan ponselnya tapi selalu gagal.


"Pesan juga belum di balas," lanjutnya.


Malik mencoba berulang kali melakukan panggilan telepon tapi tidak diangkat.


"Pangeran sudah waktunya," kata Mr. Husein mengingatkan.


"Baik," jawabnya singkat menyimpan ponsel di kantongnya dan melangkah ke luar ruangan.


Hari ini dia menemani ayahnya atau sultan Negara A mengunjungi peresmian perpustakaan daerah di wilayah timur Dy.


Banyak warga yang antusias mengikuti pembukaan perpustakaan karena akan di resmikan oleh Sultan Negara A, bahkan mereka sudah berkumpul sepanjang tiga kilometer untuk melihat pembukaan tersebut. Lebih antusias lagi karena kabar Pangeran Malik yang akan menemani sang sultan telah menyebar dengan cepat, mereka berbondong-bondong ingin melihat Pangeran Malik.


Pangeran Malik satu mobil dengan Sultan. Sepanjang jalan mereka membicarakan tentang acara yang akan mereka hadiri. Sejak kecil Pangeran Malik sangat antusias jika diajak ke perpustakaan, dia senang membaca. Sebab itu, dialah yang menemani Sultan dalam peresmian perpustakaan baru.


"Terima kasih karena telah mengajakku, Yang Mulia," ucap Pangeran Malik dibalas dengan senyuman.


"Ya, aku melihat kamu sibuk akhir-akhir ini. Jadi aku mencari waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu bersamamu," ungkap Sultan.


"Maafkan aku Yang Mulia jika waktuku tidak cukup untuk menyapamu," sahut Malik.


Sultan tersenyum mendengar perkataan Pangeran Malik. Sedari pangeran Malik kecil, Sultan selalu menyempatkan waktu mengajak Pangeran Malik melakukan berbagai kegiatan, dari berkuda, polo, bermain sepak bola, juga mengunjungi perpustakaan makanya Pangeran Malik menjadi seorang yang multitalenta.


"Aku mendengarmu liburan ke Indonesia," kata Sultan.


"Ah, iya ... aku mengambil liburan dua hari. Maaf tidak meminta izinmu," sahut Malik tertegun.


"Aku juga melihat online news tentangmu, berhati-hatilah dengan paparazi. Mereka melihat setiap gerakanmu," nasihat Sultan.


"Maaf telah membuat anda khawatir," ucap Malik.


Liburan dadakan Pangeran Malik ke Indonesia memang sempat tersebar di berbagai media elektronik di Negara A. Yang menjadi viral adalah tersebarnya foto Pangeran Malik dengan seorang gadis yang diduga sama atau mirip dengan gadis yang bersama Pangeran Malik ketika perayaan Ommarcorp beberapa waktu lalu, tetapi langsung dihentikan, diturunkan oleh pihak Kerajaan.


Untungnya wajah gadis itu diburamkan, jadi sampai saat ini tidak ada yang tahu jika gadis itu adalah Edelweiss Soekandi Wiriatmadja seorang CEO asal Indonesia, kecuali pihak terkait di Kerajaan.