He'S A Prince

He'S A Prince
Bab 89



Pernikahan Deo dan Mita tinggal menghitung jam, semua sudah disibukan dengan persiapan acara yang akan berlangsung menjelang siang, MUA kelas dunia sudah datang pagi ini untuk merias Kate.


Mr. dan Mrs. Urdha pun telah tiba subuh tadi, walaupun terlihat cuek dengan pernikahan anaknya tapi orangtua tetaplah orangtua yang akan selalu berada di samping anaknya apalagi di hari pernikahan, hari yang sangat spesial untuk putri semata wayangnya.


Mrs. Urdha menemani Kate saat di rias oleh MUA di temani Mrs. Soe, sahabatnya ketika kuliah dulu dan tentu saja tak ketinggalan Mrs. Ommar pun hadir di sana ikut berbahagia di hari pernikahan anak sahabatnya.


Terdengar riuh tawa obrolan para ibu itu tak jauh berbeda dengan riuh obrolan para gadis tadi malam. Banyak yang mereka obrolkan melepas rindu setelah bertahun-tahun tak berjumpa.


Edel dan Queenzha juga telah bersiap, mereka akan menjadi Bridesmaids di pernikahan Kate. Walaupun mereka baru kenal beberapa bulan ini, mereka sangat dekat bukan hanya karena pasangan mereka berteman tapi karena mereka merasa mempunyai beberapa kesamaan dan enak diajak ngobrol ataupun karena mereka selalu saling mengingatkan ketika salah.


Kate cantik sekali menggunakan gaun pernikahan berwarna putih dengan riasan natural cantik sekali seperti Barbie.


"Kate sayangku," panggil Mrs. Urdha menutup mulut dengan kedua tangannya ketika Kate berbalik.


"Kau sungguh cantik sekali sayang," ucap Mrs. Urdha, air mata haru mengalir tak dapat dia tahan melihat putri satu-satunya memakai gaun pernikahan. "Its, your day baby ... ."


Mrs. Urdha memeluknya erat. "Ayolah mah, jangan seperti ini nanti aku ikut menangis," matanya sudah berkaca-kaca di peluk mamanya.


"Hheeeuummmm ... ," Mrs. Soe dan Mrs. Ommar melihat ibu dan anak berpelukan merasa haru dan mereka juga berangkulan satu sama lain.


Edel dan Queenzha juga terharu melihat mereka berpelukan, sungguh terasa kebahagiaan ibu dan anak di hadapan mereka. Queenzha menyeka air mata dari sudut matanya.


Ayah Kate masuk untuk memberitahukan bahwa saatnya tiba untuk turun. Acara pernikahan mereka diadakan outdoor.


Ayahnya tersenyum terpukau sekaligus haru melihat anaknya dalam balutan gaun pengantin.


"Ayo," ayahnya menggandeng tangan Kate turun ke tempat acara.


Deo memandang Kate dengan sangat lekat, dia ga percaya jika Kate bisa semempesona itu. Deo tersenyum tanpa mengalihkan pandangannya dari Kate ketika Ia duduk di sebelah nya.


Tangan Kate di genggam oleh Deo membuat jantungnya berdebar kencang.


'Ayolah Kate, dia hanya berusaha terlihat mesra. Jangan tergoda!'. batinnya berusaha menenangkan diri.


Ijab kobul pun dimulai, Deo mengucapkannya dengan lancar sepertinya ia telah menghafal semalaman.


Setelah selesai Deo menyematkan cincin pada jari manis gadis di depannya yang kini sudah sah menjadi istrinya, menjadi Mrs. Deo Xiever dan menciumnya.


Gelak tawa seketika terdengar ketika Deo mencium bibir Kate lama, membuat wajah Kate merah seperti tomat masak.


'Ciuman pertamaku, hilang begitu saja,' geram kate dalam hati.


Melihat Deo yang tersenyum puas rasa geramnya semakin menjadi. 'Kurang ajar, liat saja nanti pembalasan ku!'. batinnya.


"Aku tak percaya dia bisa menciumnya dengan mudah" ujar Shahmeer pada teman-teman nya.


"Hei, mereka sudah suami istri!" kata Ronald.


"Ya, aku masih mengira pernikahan ini hanya bohongan. Aku sungguh tak percaya dia bisa dengan mudah beralih hati. Kau sendiri tahu semalam dia maracau seperti apa ketika mabuk."


Ronald jadi teringat kejadian semalam ketika Deo mabuk di pesta bujangnya. dia selalu memanggil satu nama dalam mabuknya. Ya tentu saja siapa lagi kalau bukan Letisya, wanita yang telah lama bersemayam dalam hati Deo.