He'S A Prince

He'S A Prince
Bab 78



Terbiasa bangun sebelum subuh akan membuatmu tetap terbangun meskipun tanpa bunyi alarm. Begitupun dengan Edelweiss dia terbangun pukul setengah empat subuh, dia ingin ke toilet tapi tak tega jika harus membangunkan Malik. Cervical collar membuatnya tidak bebas bergerak dan kesulitan untuk bangun.


Akhirnya dia menekan tombol untuk memanggil perawat untuk membantunya bangun dan ke toilet, perawat ikut masuk ke dalam toilet membantunya.


Sementara Edel di toilet, Malik terbangun dan terkaget melihat tempat tidur Edel yang sudah kosong. Dia setengah berlari ke arah toilet.


"Honey, kamu di dalam?" tanyanya. Dia tidak mau mencoba membuka pintu kamar mandi teringat saat di Singapore melihat sekilas tubuh Edel yang polos, ya ... walaupun terhalang kaca yang berembun, tetap saja bayangan tubuhnya tidak pernah hilang dari ingatannya.


"Iya," kata Edel sedikit berteriak. Malik sedikit lega dan menunggunya berdiri di samping pintu toilet.


Edel keluar ditemani perawat yang kaget melihat Malik berdiri di samping pintu toilet. "Kau mau ke toilet, maaf lama," ujar Edel.


"Kenapa kau tak bangunkan aku?" tanya Malik membopong Edel dan berterimakasih pada perawat telah membantunya.


"Kau tidur, aku ga mau mengganggumu kamu pasti kecapean kemarin," ujarnya beralasan. Dia tak mungkin minta tolong Malik membantunya masuk ke dalam toilet. 🤭


Pukul enam Malik telah siap dengan jas nya karena sesuai rencana awal hari ini dia harus menemani ayahnya. Edel memperhatikan kekasihnya telah siap berangkat.


"Kau mau kemana sepagi ini, apa kamu harus pulang secepat ini?" tanyanya cemberut.


Malik lupa memberitahu Edel tentang hari ini, dia menghampiri Edel dan duduk di tempat tidur mengambil tangan kekasihnya dan menggenggamnya.


"Sebenarnya hari ini ada kunjungan diplomasi Negara kami ke sini dan aku yang menemani ayahku. kemungkinan ayahku akan tiba pukul 10 pagi ini, jadi aku harus berangkat pagi ke bandara untuk bergabung dengannya. Maaf aku lupa memberitahumu," terangnya.


"Jadi hari ini memang kamu mau ke sini?" tanya Edel.


"Ya, tadinya aku mau membuat kejutan untukmu tapi malah aku yang terkejut mendengar kabarmu yang kecelakaan kemarin," ujar Malik membelai rambut Edel.


Apa karena itu kemarin pagi bunda sibuk. pikir Edel teringat Mrs. Soe berbicara dengan simbok .


"Sarapanlah dulu sebelum berangkat," titah Edel.


Pintu kamar Edel terbuka, Putri Syahara dan Mrs. Soe masuk menghampiri mereka. "Assalamu'alaikum," mereka memberi salam ketika masuk. Mrs. Soe meletakan totebag di meja depan sofa.


"Wa'alaikumsalam," sahutnya.


"Sarapan lah dulu, aku membawakan makanan untuk kalian," terangnya. Edel tersenyum mendengar bundanya membawakan sarapan untuknya dan Malik.


"Sarapan dulu gih, bunda dah bawain tuh," kata Edel pada Malik.


"Ya, ayo cepat sarapan dulu. kita harus segera berangkat," ujar Putri Syahara.


"Apa kau sudah sarapan?" tanya Malik pada kakaknya.


"Kami juga mau sarapan di sini, makanya sengaja bawa makanan banyak," ujarnya tersenyum melirik Mrs. Soe.


Malik menghampiri Mrs. Soe yang sedang menata makanan di meja makan, dia mengambil piring dan mengisinya dengan banyak makanan.


"Biar aku yang menyuapinya," pinta Malik pada Mrs. Soe, dan di balas anggukan.


"Aku suapi," kata Malik pada Edel, dia duduk di tempat tidur.


"Kamu aja duluan yang makan," kata Edel.


"Ini kebanyakan jika hanya untukku," sahut Malik mulai menyuapi Edel. Dia tersenyum karena tahu Malik pasti menyuapinya makan sepiring berdua dengannya, dia hanya berpura-pura saja bertanya. Rasanya terhampar kebun bunga yang sangat luas di hati edel.


"Aku berangkat ya," pamitnya pada kekasihnya dan calon ibu mertuanya.


"Wa'alaikumsalam," sahut mereka melihat kedua kakak-beradik itu pergi keluar kamar dan ditutup oleh pengawal mereka.


Malik menyuruh beberapa pengawal untuk menjaga kamar Edel. Padahal ini Rumah Sakit Pusat Pertamina ruangan President Suite juga yang keamanannya jauh lebih tinggi dari pada ruangan yang lain. Tapi Malik tetap bersikukuh menempatkan pengawal di sana.


***


Mereka telah sampai di Bandara Internasional Soekarno Hatta menunggu pesawat yang membawa keluarganya datang.


Putri Syahara sedang bertelepon dengan suaminya sedangkan Malik video call dengan Edel lewat ponsel Mrs. Soe.


"Apa Mr. Fredrik tidak jadi ikut, bagaimana dengan Ammar?" tanya Malik yang penasaran karena kakaknya baru saja mengobrol lewat telepon dengan suaminya.


"Tidak, dia akan datang besok. Hari ini ada pertemuan yang tidak bisa ditinggalkan," terang Putri Syahara.


"Oh," sahut Malik.


Mr. Husein menghampiri mereka memberitahukan jika pesawat Royal Negara A akan segera landing. Malik dan Putri Syahara pun bergegas mengikuti Mr. Husein.


Setengah jam kemudian terlihat Baginda Sultan dan Ibunda Ratu turun dari pesawat disambut oleh beberapa pejabat Negara Indonesia. Banyak awak media yang mengabadikan moment tersebut.


Awak media sepertinya lebih antusias mengabadikan foto seorang anak yang di gendong oleh Baginda Sultan. Ya, dialah Pangeran kecil Ammar ikut dalam rombongan Negara A untuk kunjungan diplomasi.


Pangeran Malik dan Putri Syahara telah berada di dalam mobil terlebih dahulu menunggu orangtua mereka. Mereka menunggu di dalam karena di luar banyak awak media, mereka tidak ingin membuat para wartawan penasaran dengan mereka yang datang terlebih dahulu.


"Assalamualaikum," Malik dan Putri Syahara memberi salam pada orangtuanya.


"Wa'alaikumsalam," sahut Baginda Sultan dan Ibunda Ratu. Mereka menggunakan mobil Rolls-Royce yang cukup untuk 6 orang.


"Bagaimana kabar kalian?" tanya Baginda Sultan setelah mobil mulai melaju.


"Alhamdulillah kami baik-baik saja di sini," sahut Putri Syahara sambil memangku anaknya, di merindukannya walaupun baru sehari tidak bertemu.


"Bagaimana kabar nak' Edel, apa kata dokternya?" tanya Ibunda Ratu.


"Alhamdulillah dia hanya cedera Whiplash ringan dan akan segera membaik, terima kasih telah mengkhawatirkan nya," ucap Malik.


Mereka menuju Istana Negara yang berada di Jalan Veteran Jakarta Pusat. Selama kunjungan Malik menyempatkan diri mengirim pesan ataupun video call dengan Edel walaupun sebentar.


Pukul lima sore rombongan the Royal tiba di hotel tempat mereka akan menginap. Malik segera berpamitan dengan keluarganya untuk menemani Edel di rumah sakit, dia tidak mengizinkan orangtuanya menengok calon mantunya terlebih dahulu mengingat perjalanan jauh yang harus mereka tempuh tadi pagi dan jadwal mereka yang sangat padat hari ini.


"Beristirahatlah dahulu, Edel dan keluarganya pasti mengerti kalian tidak langsung menengoknya hari ini," ujarnya.


"Baiklah, sampaikan salam kami untuknya," kata Baginda Sultan pada anak lelakinya.


"Baiklah ayah, beristirahat. Kalian pasti cape seharian ini," kata Malik. "assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam," sahut Baginda Sultan dan Ibunda Ratu. Putri Syahara sudah berada di kamarnya menidurkan Pangeran Ammar yang kecapean.


Bukan wartawan Indonesia namanya jika tidak tahu dengan Pangeran Malik yang datang terlebih dahulu ke Indonesia, mereka mengulik semua tentang pangeran muda itu. Bahkan mereka pun sudah punya rekaman CCTV yang memperlihatkan Malik berada di minimarket dekat RSPP semalam dan menjadi viral sesaat setelah diunduh oleh salah satu dari mereka.


*****


Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa like, kasih komentarmu yang membangun, juga lima rate ⭐ dan jadikan novel pertamaku masuk daftar favorit bacaanmu.


Terima kasih 🥰🤗.