
Waktu serasa berjalan cepat bagi yang sibuk mengerjakan sesuatu. Edel semakin tegang menghadapi pernikahannya yang semakin dekat. Bukan tanpa sebab dia lebih tegang dari calon pengantin kebanyakan, karena pernikahannya akan menjadi pernikahan yang ditunggu banyak orang di seluruh dunia.
Wartawan sudah hilir mudik datang ke rumahnya atau pun ke kantornya mencari informasi menarik tentang pernikahannya atau tentang keseharian Edel untuk dijadikan tagline setiap harinya. Benar kata Malik, dia hampir kehilangan privasinya di tempat umum. Kemanapun dia pergi selalu dikerumuni banyak orang yang ingin berfoto bersamanya ataupun hanya untuk melihatnya, dia merasa sudah melebihi dari seorang selebriti.
Pengawalan dari kerajaan untuk Edel dan keluarganya semakin ketat untuk melindungi calon mantu negaranya. Mereka tak ingin terjadi sesuatu yang membuat calon mantunya dalam bahaya.
Seminggu sebelum pernikahan, keluarga Edel sudah berada di Bandung karena acara akan dilaksanakan di sana. tak ada acara pingitan seperti yang lain karena jarak mereka aja sudah jauh tak perlu ada pingitan toh mereka tak mungkin bertemu dan kesibukan mereka yang berkejaran dengan waktu yang semakin mepet membuat mereka otomatis tidak berhubungan bahkan telepon pun tidak.
Sejak Edel di Bandung fokus untuk pernikahannya, semua kerjaannya, proyeknya dihandle oleh Mita dan wakilnya Pak Ariq.
Prosesi sebelum pernikahan sudah dimulai dari mengadakan pengajian. Siang ini keluarga Soe mengadakan pengajian di rumahnya yang berada di kawasan Bandung. Sebenarnya pengajian tidak termasuk kewajiban, mereka mengadakan pengajian untuk bersilaturahim dengan semua keluarga besarnya dan masyarakat sekitar, meminta doa terbaik mereka untuk putri tercintanya yang akan menikah.
Wartawan? oh tak usah di tanya, mereka sudah berada di sana sejak keluarga Soe ... bahkan sebelum keluarga Soe berada di Bandung.
Satu persatu kerabat dari keluarga besar Soe datang, begitupun dengan teman dan tetangga mereka. Acara pengajian dilakukan di pagi hari menjelang siang dan di akhir pekan agar semua kerabat diharapkan bisa hadir dan tidak mengganggu aktivitas pekerjaan mereka.
Mita dan Kate telah berada di kamar bersama Edel untuk menemani sang calon mempelai. Mereka sudah dalam busana berhijab.
"Jangan gugup, tenang aja ini baru permulaan," ujar Mita yang melihat Edel meremas kedua tangannya dan menggigit bibirnya.
"Tenangkan dulu dirimu, sebentar lagi kita akan turun," timpal Kate yang baru masuk ke dalam kamar mengambilkan cemilan untuk mereka, dia merasa akan sulit untuk makan ketika acara berlangsung nanti.
Mrs. Soe masuk untuk memberitahu dan membawa putrinya turun ikut pengajian.
Seluruh ruangan sudah penuh oleh jamaah yang ikut pengajian. mereka membacakan Yassin dan memohon pada Yang Maha Mempunyai rencana agar rencana mereka dilancarkan tanpa ada halangan apapun.
Setelah acara mengaji tibalah saatnya acara sungkeman atau sang calon mempelai meminta doa restu pada orangtuanya. momen ini adalah yang paling ditunggu-tunggu dan penuh haru.
Edel bersimpuh di hadapan kedua orangtuanya.
"Bunda, ayah ... .Perkenankanlah aku bersimpuh menghaturkan sembah bakti Serta terimakasihku yang setulus-tulusnya keharibaan bunda dan ayah yang terkasih."
"Bunda, ayah ..., tidak ada kata serta kalimat yang pantas yang dapat melukiskan rasa terimakasihku kepada bunda dan ayah, karena selama ini ayah dan bunda telah merawat, membesarkan ku, mendidikku sejak dalam kandungan sampai dewasa sekarang."
"Ayah bunda, tahun demi tahun engkau terus mendidik penuh cinta hingga akhirnya hari ini pun tiba. Hari aku akan melangkah menjadi seorang yang mandiri dalam ikatan pernikahan," Edel sesegukan menangis, dia ingat dengan jelas bagaimana kedua orangtuanya mendidiknya menjadi seorang yang sekarang.
"Ayah, Bunda ... . Dari hati terdalam aku memohon maaf jika selama ini banyak hal yang membuat ayah dan Bunda sakit. Bukakanlah pintu maaf agar aku dan pasanganku kelak dapat melangkah dengan penuh kebahagiaan. Lembaran baru akan segera kami ukir, untaian terimakasih tak mampu kami sampaikan dengan banyaknya hal yang telah engkau berikan. Kehidupan baru akan segera ku tapaki, doakan kami agar menjadi pasangan yang senantiasa dilimpahkan keberkahan agar bisa menggapai pernikahan yang bahagia seperti yang engkau berdua bangun," Mr. Soe membelai kepala anaknya yang berhijab yang sedang bersimpuh di hadapannya. Mrs. Soe tak dapat menahan air matanya melihat anaknya telah dewasa dan dalam hitungan hari akan segera menikah dan meninggalkan mereka untuk ikut bersama suaminya.
"Ayah ... . Sejak lahir hingga dewasa, engkaulah sosok terdepan dalam mendidik, engkau yang selalu menjadi teladan bagi keluarga. Aku akan melangkah dalam kehidupan baru dan bersiap untuk mengaplikasikan semua yang telah engkau ajarkan," Mr. Soe memeluk Edel, dia meneteskan air mata harunya.
"Ayah, Bunda ... . Terimakasih untuk semuanya, doakan pernikahan kami nanti agar menjadi pasangan sakinah, mawadah warahmah," Mr. dan Mrs. Soe memeluk Edel dengan haru seakan mereka ga rela melepas anak perempuan satu-satunya.
Semua orang yang hadir di sana meneteskan air mata haru melihat seorang anak bersimpuh di hadapan orangtuanya meminta doa restu dan keridhoan mereka untuk menikahkannya dengan seorang pria pilahannya.
Kate terharu melihat mereka, dia berangkulan dengan Mita, "Dua bulan lalu aku menikah tapi tidak melakukan hal seperti itu, aku merindukan orangtuaku," ujarnya ikut sesegukan menangis haru menyeka air mata yang terus keluar dari sudut matanya.
Seorang pria yang sangat tampan berhidung mancung dan berbadan tegap dengan perlahan mendekati mereka.
"Ku kira kau merindukan suamimu," cetus Mita tersenyum mengusap punggung Kate.
"Suamiku?, hahahaha ... , ya mungkin aku juga merindukannya." ungkap Kate mengingat betapa menyebalkannya suaminya. Dia bahkan tak menghubungiku selama aku di sini dan mungkin sedang asik bersama wanita lain. gerutunya dalam hati.
"Aku juga merindukan mu sayang," ucap pria yang tadi diam-diam mendekati mereka.
Deg, Kate tertegun mendengar suara pria tersebut. Suara pria yang sangat dikenalnya.
*****
Maafkan aku kawan, baru bisa up hari ini. Kemarin sibuk sekali karena pindahan rumah baru 😎. Rencana mau up malem tapi ternyata pindahan rumah itu sangat melelahkan😔 walaupun tidak ikut mengangkut barang-barang tapi tetap melelahkan hingga sehabis isya pun tertidur. 🤭🤭🤭
Terimakasih sudah membaca, jangan lupa like nya dan komentar positifmu juga rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dan tambahkan novelku ke daftar favorit novel bacaanmu. 🤗🙏
stay safe everyone ... . 🥰