
Malam itu Shahmeer pulang dengan pikiran yang tak menentu.
"Kakak," Suara gadis yang seharian ini berada dipikirannya membuyarkan lamunan panjangnya. Dia menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah ruang keluarga.
"Kau belum tidur?" tanyanya berjalan menghampiri adiknya yang sedang menonton dan bergabung dengannya.
Azmy menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. "Kakak, apa hari ini kau ke Istana?".
"Tidak," jawabnya singkat.
"Ku kira kamu ikut serta dengan Pangeran Malik di sana," ujarnya.
"Tidak, aku bersama Deo dengan yang lainnya. Kami tidak bisa masuk Istana hari ini, acara dalam hanya untuk kerabat dekat dan tamu negara," terangnya di balas anggukan oleh adiknya.
"Apa kamu senang bertemu dengan teman-temanmu?" ujarnya cemberut.
"Kenapa?" Shahmeer bertanya balik, tidak biasanya Azmy bertanya seperti itu.
"Kemarin aku ada janji bertemu dengan temanku tapi dia tidak datang," keluhnya. "aku sudah menunggunya lama, dia juga tidak bisa dihubungi. Aku khawatir sekali takut terjadi sesuatu dengannya."
"Tak usah khawatir dengannya!" ucap Shahmeer suaranya sedikit meninggi, dia tahu siapa yang dibicarakan adiknya.
"Kenapa aku tak boleh khawatir dengannya. kenapa dari kemarin kakak melarang ku menemuinya, aku juga tidak pernah melarang mu menemui teman-temanmu!" Azmy balas ketus.
"Karena dia ... , sudahlah tak usah dibahas lagi. Apa kau sudah makan?" mengalihkan pembicaraan.
"Sudah, aku sudah makan," jawabnya ketus, dia masih kesal pada kakaknya.
"Baiklah aku masuk duluan, aku lelah sekali," kata Shahmeer pamit.
"Kakak, mengenai kejadian yang menimpa pangeran Fatih dan putri Grizelle, aku sedih sekali mendengarnya. Aku melihatnya iringan jenazahnya di tv, aku menangis tidak percaya jika itu Putri Grizelle. Aku beberapa kali bertemu dengannya dia seorang yang baik," ujarnya polos.
"Aku tak percaya jika ada orang yang jahat dan kejam sekali seperti itu, tega membunuh orang yang baik seperti dia," lanjutnya.
"Ya, dia memang kejam. Berani mengambil nyawa orang seenaknya!" jawab Shahmeer, lalu pergi ke kamarnya meninggalkan adiknya.
***
Waktu begitu cepat berlalu. Sudah dua hari putri Grizelle di makamkan, Pangeran Fatih masih dalam keadaan koma di rumah sakit Dy. Hari ini rencananya akan memindahkan pangeran Fatih ke rumah sakit pusat kota agar dekat dengan Istana.
"Honey, kalau tidak terlalu penting beristirahatlah di kamar," titah Malik.
"Ya, tapi bolehkah aku ke taman. Aku pasti bosan jika terus berada di sini," rengeknya merapikan kemeja yang dipakai Malik.
Malik mengusap puncak kepala Edel, "kau boleh ke taman tapi harus ada orang yang menemanimu."
"Malik, aku bukan anak kecil lagi yang harus selalu ditemani. Aku masih belum mengerti kenapa kamu menambah pengawal buatku meskipun aku berada di istana dan sepertinya semua orang mencemaskanku," rengeknya lagi.
"Honey, Kau tahu sendiri jika kecelakaan itu disengaja dan dalangnya masih belum terungkap," terangnya.
"Tapi kenapa hanya aku yang ditambah jumlah pengawalnya. Bukankah semua anggota keluarga juga harusnya diperketat pengawalannya!" jawabnya ketus. "seakan akulah targetnya selanjutnya!".
deg. Karena kamulah target mereka sebenarnya. batin Malik.
Malik lupa jika Edel seorang yang cerdas, "Honey bukan seperti itu, pengawalan anggota kerajaan memang sedang diperketat apalagi kamu sedang hamil anakku, kumohon ... turutilah, aku tak mau terjadi sesuatu padamu," ujar Malik memeluk istrinya.
"Akan aku usahakan pulang secepatnya begitu selesai memindahkan perawatan Pangeran Fatih. Aku akan menemanimu berjalan-jalan sekitar istana agar kau tidak bosan," rayunya.
Malik mulai memahami ketika Edel mulai menundukkan kepalanya. Mungkin karena sedang hamil Edel menjadi lebih sensitif dari biasanya, dia menjadi lebih sering merajuk jika tidak sesuai keinginannya pun jika Malik sering meninggalkannya untuk bertugas.
Malik mengeratkan pelukannya. "Honey, terimakasih telah bertahan denganku. Maaf jika beberapa hari terakhir ini aku kurang memperhatikanmu, aku benar-benar minta maaf," ucapnya lembut lalu mencium kening istrinya.
"Malik, berhati-hatilah selalu. Sejujurnya beberapa hari ini, perasaanku tak nyaman. Rasanya ada sesuatu yang mengganjal, rasanya ada sesuatu yang aku lupakan tapi ketika aku berusaha mengingatnya malah kepalaku sakit," terangnya.
"Malik aku ingin bertanya sesuatu padamu, tapi nanti sajalah kalau kau sudah pulang."
"Memangnya apa yang ingin kau tanyakan, Honey," Malik tertawa kecil mencubit hidung istrinya lalu menciumnya.
"Tidak, nanti saja."
"Oh ya, kalau kamu bosan kamu bisa ke tempat Putri Syahara bermain dengan Ammar. Dia akan senang kamu bermain ke sana," saran Malik.
"Iya," jawab Edel singkat.
"Kalau begitu aku harus segera berangkat, Mr. Husein pasti sudah menungguku. Oh ya, ayahku sedang melakukan kunjungan keluar negeri ditemani Ibunda Ratu, mereka berangkat tadi sehabis subuh. Aku memberitahumu takut kau mencari Ibuku," terang Malik.
"Bukankah ini masih hari berduka, kenapa Baginda Sultan tetap bekerja?" tanya Edel polos.
"Ya ampun honey, beliau seorang sultan, raja negara A, pemimpin negara Jadi apapun keadaannya harus tetap melaksanakan tugasnya," terangnya lagi.
"Oh, ya baiklah," jawabnya.
"Bolehkah aku mengantarmu sampai depan?" tanyanya.
"Tentu."
Mereka berjalan bergandengan menuju halaman samping kerajaan. Di sana telah ada helikopter besar telah menanti pangeran Malik, yang akan membawanya ke daerah Dy untuk membawa pangeran Fatih kembali ke ibukota lebih tepatnya ke rumah sakit pusat kota.
"Baik-baiklah selama aku tidak ada di sini," ucapnya lalu naik ke helikopter bersama Mr. Husein.
Edel melihat helikopter mulai berputar terbang membawa suaminya pergi. Setelah hilang dari pandangan barulah Dia kembali ke dalam istana ke kamarnya dengan dikawal oleh empat orang pengawal.
Aku merasa seperti sedang berada dalam film action. batinnya.
***
"Ga becus!!!" bentak wanita paruh baya pada seseorang yang sedang dia telepon.
"Cepat bereskan, aku tak mau melihat mereka lagi!" ujarnya lagi dengan marah lalu melempar ponselnya hingga pecah.
Wanita paruh baya itu Aleena Shopia Khurram atau ibu dari Shahmeer dan Azmy Zephyr. Dalam dunia mafia dia dikenal sebagai Shopia Felix Beltran karena kekasihnya Felix Beltran seorang mafia kelas kakap yang bertanggung jawab atas lebih dari 4000 pembunuhan. Mereka mulai berhubungan saat anaknya kakak Shahmeer dibunuh oleh sekelompok Yakuza dan berusaha membalaskan dendam atas pembunuhan anaknya dengan bantuan Felix.
Aleena atau yang dikenal Azmy sebagai Mrs. Shopia kembali ke negara A untuk mengincar Edelweiss, dia menyangka jika Edel telah merebut pangeran Malik dari anaknya Azmy Zephyr.
Mrs. Shopia berjalan ke arah nakas membuka lacinya dan mengambil sebuah ponsel lalu menyalakannya. Banyak notifikasi yang masuk, dia tersenyum membaca pesan-pesan yang masuk. Dia mulai mengetikan pesan untuk membalasnya.
Kemarin aku tidak enak badan jadi ponselnya ku matikan.
Maaf karena tidak mengabarimu.
Mari kita bertemu besok siang di cafe biasa.
Setelah beberapa saat dia menerima balasan pesannya.
Ok
Mrs. shopia mengernyitkan dahinya membaca balasan pesannya yang sangat singkat.
Apa dia marah padaku, ataukah Shahmeer menceritakan semuanya padanya. gumamnya dalam hati.
*****
Terimakasih telah membaca. 🥰🥰🥰🥰🙏
Stay safe everyone. 🤗🤗🥰