
...Perkenankanlah aku mencintaimu...
...seperti ini...
...tanpa kekecewaan yang berarti...
...meski tanpa kepastian yang pasti...
...harapan-harapan yang setiap kali...
...dikecewakan kenyataan...
...biarlah dibayar oleh harapan-harapan...
...baru yang menjanjikan...
...Perkenankanlah aku mencintaimu...
...semampuku...
...menyebut-nyebut namamu...
...dalam kesendirian pun lumayan...
...berdiri di depan pintumu tanpa harapan...
...kau membukakannya pun terasa nyaman...
...sekali-kali membayangkan kau memperhatikanku...
...pun cukup memuaskan...
...perkenankanlah aku mencintaimu sebisaku...
...A. Mustofa Bisri...
***
"Dua Minggu lagi aku akan menikah," cetus Deo di hadapan semua teman-temannya membuat semu temannya tertawa terbahak. "kenapa?!".
"Kalo pangeran Malik yang bicara kita akan percaya karena calonnya udah jelas ada, nah kamu ... , hahahaha ... ," Ronald tertawa sulit berhenti.
"Bukannya waktu di Singapore aku perkenalkan calon istriku pada kalian," jawabnya kesal karena ditertawakan, apalagi Ronald yang belum berhenti juga seakan dia sangat menikmati menertawakan temannya.
"Bukannya dia wanita yang kamu bayar buat ditunjukan pada Letisya," ujar Ronald.
"Enak aja, dia benar-benar calon istriku!" ketusnya.
"Bukankah sebulan yang lalu kamu masih mengejar Letisya?" tanya Shahmeer tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, dia tak menyangka jika temannya yang sangat pemilih akan meninggalkannya menikah lebih dulu daripada dia dan yang membuatnya lebih terkejut dia akan menikah dengan gadis yang baru dikenalnya.
"Tenang saja, mulai sekarang akan ku buat dia mengejarku, akan ku pastikan dia menyesal telah menolakku" Deo tertawa.
***flashback on***
"Bagaimana, apa kau setuju menikah denganku," tanya Kate memandang Deo dengan seksama.
"Ya, tapi kau harus ingat ini hanyalah sebatas di atas kertas dan kau harus membantuku mendapatkan kembali kekasihku," tutur Deo tegas.
"Cih, kekasihmu yang mana? bukankah kalian sudah tidak ada hubungan apapun jadi dia bukanlah kekasihmu," ujar Kate dengan nada menghina. "siapkan aja perjanjiannya, dan bawa padaku,"
"Ok, aku akan menyiapkannya. Hanya selama satu tahun," tegasnya lagi, Deo tahu jika Letisya tidak akan tahan melihatnya dengan wanita lain dan itu sudah dia buktikan ketika di acara ulangtahunnya.
"Dan 10% share saham atas namamu akan menjadi milikku, itu jelas harus tertulis dalam perjanjian. Aku takut kamu melupakannya," tersenyum.
***Flashback off***
"Ah, maafkan aku. Aku sudah tahu tentang itu beberapa hari yang lalu," jawabnya santai.
"Beberapa hari yang lalu?, aku baru memberitahumu hari ini!" Deo ikut penasaran dengan jawaban Malik.
"Ya, aku tahu dari kakakku. Dia meminta Kate membuatkan sesuatu untukku, mungkin dia memberitahunya tentang pernikahan kalian pada kakakku," jawabnya mengambil sesendok cake tiramisu dan menyuapkannya ke mulutnya.
"Kate tidak memberitahuku apapun tentang kakakmu, memangnya kamu minta dibuatkan apa? apa untuk cincin pernikahanmu?" Deo semakin penasaran.
"Rahasia ... , Kate ga akan mungkin memberitahumu tentang hal itu. Apalagi itu pesanan dari kakakku, dia pasti menjaga privasi kliennya," jawab Malik.
"Jadi kamu akan menikah di mana?" tanya Shahmeer yang tidak mau mendengar lebih pesanan Malik.
"Antara Turki atau Dubai, masih belum jelas. semua di atur oleh keluargaku dengan keluarganya. Aku hanya harus hadir nanti di hari pernikahan," teman-temannya merasa Deo telah berubah.
Mereka hanya bisa menerka-nerka kenapa Deo bisa berbicara seperti itu, padahal dulu Deo lah yang selalu bilang jika pernikahan adalah sesuatu yang sakral tidak boleh dipermainkan. Tapi mendengar dia berkata seperti tadi rasanya pandangan Deo telah berubah mengenai pernikahan. Mungkin pernikahannya hanya untuk menuruti kemauan keluarganya, pikir teman-temannya.
Pernikahan perjodohan bukan hal yang aneh lagi di kalangan mereka. Menggabungkan perusahaan hanya untuk mempertahankan bisnis atau saham mereka itu sudah banyak terjadi dan menjadi hal yang biasa. Bagi mereka cinta bisa datang setelah menikah kalau pun tidak, tak masalah selama mereka mau hidup bersama dan menghasilkan keturunan yang akan membuat saham mereka naik.
"Kalau begitu tahun ini adalah tahun istimewa buat kalian. kalian akan menikah di tahun ini," Ronald ikut berbahagia dengan kabar Deo yang akan menikah walaupun pernikahannya sangat membuatnya ragu.
"Bukankah kau bilang disuruh secepatnya menikah juga oleh keluargamu?" tanya Shahmeer.
"Ya, tapi sudah ku atasi. Kekasihku sedang mengejar gelar doktor nya, jadi keluargaku setuju pernikahanku menunggu sampai kelulusannya." Jawabnya bangga.
"Aku senang kau berubah, hanya dengan Queenzha seorang," ujar Malik.
"Aku ikut bahagia buat kalian," ucap Shahmeer, sorot matanya terlihat sendu.
"Kau juga harus secepatnya melamar kekasihmu," titah Deo tersenyum memberi semangat pada temannya, Shameer hanya tersenyum.
"Bagaimana kabar Rachel, sudah lama aku tidak melihatmu atau mendengarmu mengeluh tentangnya?"
"Dia baik-baik saja, lagi sibuk pemotretan di dan Australia."
"Belakangan ini kau tidak terlihat baik, apa kamu baik-baik saja?" tanya Deo.
"Ya, aku baik. Ayahku ingin kami pindah ke Eropa dan membantunya mengurus perusahaan dan aku sedang mempertimbangkannya," ungkap Shahmeer.
Mungkin kalau Azmy berjodoh dengan Malik, dia akan langsung menolaknya dan tidak akan pernah mempertimbangkan permintaan ayahnya sehingga dia tidak harus berpikir untuk meninggalkan negara A. Sayangnya Malik lebih memilih wanita lain dibandingkan adiknya terlebih wanita itu adalah Edelweiss, dan dia juga harus mencari dokter untuk memulihkan trauma adik satu-satunya.
"Bukankah dulu kamu selalu menolaknya, kenapa sekarang kamu mempertimbangkannya?"
"Ayahku sudah tidak muda lagi, tahun ini dia sering keluar masuk rumah sakit. Asisten pribadinya selalu menghubungiku, Bagaimanapun dia ayahku dan aku ingin menjaganya, mungkin itu juga akan memberi Efek positif bagiku dan adikku," terang Shahmeer masih menutupi alasan utamanya, Dia merasa tak akan sanggup jika terus melihat Edel bersama Malik ketika mereka sudah menikah nanti.
Mereka tidak bertanya lagi padanya, mereka yakin Shahmeer pasti sudah menimbangnya dengan baik. Mereka lebih memilih menikmati makanan mereka dan sibuk dengan pikiran masing-masing.
***
Seminggu telah berlalu, Malik sangat senang mendengar pernikahan temannya dan itu akan menjadi alasan yang jitu untuk membawa Edel pergi bersama beberapa hari, walaupun tidak mungkin hanya pergi berdua.
Malik telah memberitahu Edel tentang pernikahan Deo dan Kate, dia juga telah meminta izin pada Mr. dan Mrs. Soe untuk membawa Edel ke pernikahan temannya. Mr. dan Mrs. Soe juga diundang ke acara pernikahan Kate karena Mrs. Soe adalah teman semasa kuliah Mrs. Urdha, ibunya Catherine Urdha.
"Seminggu lagi aku akan bertemu denganmu, tapi aku merasa waktu berjalan sangat lambat," gumamnya melihat foto mereka yang dia pajang di kamarnya.
*****
Terima kasih sudah membaca 🥰🥰, jangan lupa like dan komen juga jadikan novelku salah satu bacaan favoritmu ❤️.
kasih rate juga ya ⭐⭐⭐⭐⭐ 😉🙏
Tetap sehat semuanya ... .