
Edel telah sampai di Bandara Internasional Atatürk sore hari waktu Turki, dia sangat lelah setelah melakukan penerbangan nonstop selama hampir 12 jam.
Perbedaan waktu membuat Edel serasa memasuki lorong waktu, di Indonesia lebih cepat empat jam di bandingkan Turki.
Malik membawa Edel ke hotel yang telah di bookingnya. Mereka menyewa tiga kamar di hotel yang sama dengan tempat pernikahan Deo dan Kate.
Mr. dan Mrs. Soe beristirahat di kamarnya, mereka kelelahan hingga makan malam pun diantar ke kamarnya. berbeda dengan sepasang muda mudi yang sedang merajut kasih, mereka menikmati makan malam di luar dengan teman-teman Malik.
"Jangan lupa nanti malam," ujar Deo pada Ronald dan Malik.
"Ya, kami tidak lupa. Tenang saja," jawab Ronald dengan senyum penuh misteri.
"Nanti malam ada acara apa?" tanya Queenzha.
"Pesta bujang, besok dia akan menikah dan nanti malam kita akan berpesta."
"Oh," sahut Queenzha dan Edel bersamaan.
"Mana ibumu?" tanya Queenzha.
"Di kamar, mereka kelelahan," sahut Edel.
"Kau mau lihat Kate?, tadi aku menghubunginya, dia menyuruh kita ke tempatnya menemaninya," Queenzha seorang yang cepat akrab dengan orang lain.
"Ya tentu, aku ikut berdebar dengan pernikahannya."
***
Pukul 8 waktu Turki, para lelaki telah berkumpul di sebuah kamar club' yang di sewa Deo khusus untuk pesta bujangnya. tidak hanya Ronald dan Malik tapi Shahmeer, Farhan dan Mike juga datang.
Malik merasa canggung melihat Shahmeer karena teringat cerita kekasihnya juga cerita sahabatnya yang sama tentang stasiun. Malik ingin sekali bertanya tentang siapa wanita stasiun yang dulu diceritakan Shahmeer, tapi dia urungkan karena dia merasa tak sanggup mendengar jika perempuan itu adalah kekasihnya.
Di tempat lain, di kamar hotel para gadis asik makan dessert yang diantarkan pihak hotel ke kamar Kate.
"Bagaimana kamu bisa menerima Deo? bukankah kalian baru kenal?" tanya Queenzha penasaran.
"Bukannya kamu dan Ronald juga begitu," celetuk Edel.
"Hahahaha ... , ya setidaknya aku dan dia tidak melalui perjodohan. tapi ini ... ," Queenzha mengedikan bahunya. "entahlah."
"Tentu saja aku terima dia, perjodohan dalam bisnis berarti menaikan saham. Jika aku menikah dengannya berarti aku akan mendapatkan 10% saham Deo dan dialihkan atas namaku, apalagi jika aku punya anak darinya saham yang diberikan tentu akan lebih besar lagi."
"Pernikahan itu sakral Kate, apa itu berarti kamu mempermainkan pernikahan jika menggunakannya sebagai bisnis," ujar Queenzha.
"Aku tahu, makanya aku akan membuat Deo jatuh cinta padaku," ucapnya penuh keyakinan.
"Apa kalian mengenal mantannya Letisya?" lanjutnya.
"Aku tidak tahu dan tidak pernah bertemu dengannya, kau?" Queenzha melirik Edel.
"Aku juga tidak tahu, aku pernah mendengar jika Deo masih mengejarnya tapi hanya sampai di sana, Malik juga tak pernah membicarakan teman-teman nya."
"Aku bertemu dengannya saat acara di Singapura kemaren, dia datang dan yang paling lucu tuh saat Deo ngenalin aku ma dia dan dia langsung bengong dong saat dia tahu aku tunangannya. Raut wajahnya langsung berubah, hahahaha ... ," Kate tertawa puas, tapi Queenzha dapat melihat dalam manik matanya ada kesedihan yang berusaha ditutupi dengan tawa.
"Apa dia datang sendiri?, kalau aku jadi dia, aku ga kan mau datang ke sana. Buat apa, toh udah jadi mantan kan!" ketus Queenzha.
"Ya, aku juga ga akan mau datang, kecuali kalau aku dah punya pasangan lagi akan ku ajak dia pergi ke pesta yang diadakan mantan." timpal Edel.
"Emang kamu punya mantan?" Queenzha tertawa mendengar Edel karena yang dia tahu Edel tidak pernah dekat dengan lelaki manapun kecuali Malik.
"Oh ya, aku masih penasaran dengan gadis yang ngedeketin pangeran Malik waktu di villa itu, kau ingat?" tanyanya pada Edel.
"Maksudmu Azmy?" tanya Edel kaget. "kenapa?".
"Ya, aku tanya sedikit tentangnya ke Ronald dan dia bilang Azmy memang dekat dengan Malik karena dia adik Shahmeer, dia juga bilang Azmy berharap lebih dengannya dan dia malah sempat mengira jika mereka berpacaran," ujar Queenzha. "Lalu saat mereka nge gym bareng malik sedang video call denganmu dan mengenalkanmu pada mereka."
"Ya aku ingat, saat pertama kali Malik mengenalkanku pada teman-temannya," timpal Edel.
"Apa kau tahu jika saat itu Malik dan Shahmeer sempat berkelahi?".
"Tidak Malik tidak pernah cerita soal itu," jawab Edel.
"Berkelahi kenapa?" tanya Kate yang sedari tadi setia mendengarkan.
"Shahmeer mengira Malik berpacaran denganmu dan mencampakan adiknya, kata Ronald wajah mereka lebam," ungkap Queenzha menggerakkan tangannya mengekspresikan apa yang dia ceritakan.
Itu sudah lama sekali, kenapa aku tidak ingat hari itu ya. Adakah yang aku lewatkan. pikirnya.
"Sekitar dua atau tiga bulan yang lalu juga Ronald menemani Shahmeer yang mabuk-mabukan, kata Ronald dia sudah lama sekali tidak minum minuman beralkohol tapi saat itu dia minum berbotol-botol sampai tepar dan Ronald lah yang membawanya ke apartemennya. Aku tahu karena saat itu aku menghubunginya dan dia bilang dia sibuk ngurus temannya!".
"Pasti ada alasan kuat kenapa dia minum lagi," terang Kate.
"Tentu saja ada, dalam tidurnya dia ngigau seorang wanita. Mungkin dia sedang berantem dengan pacarnya yang model itu!" ketus Queenzha, dia sebal karena Rachel pernah mengganggu nya saat dia bermesraan dengan Ronald di villa.
"Aku sudah lama tak bertemu dengannya, bahkan saat di Singapore pun dia ga datang," ujar Edel.
"Ya, dia sedang pemotretan dia Australia selama beberapa bulan."
"Entahlah, menurutku itu hanya sebuah alasan saja mungkin dia sugar Daddy!" kata Queenzha yang masih terlihat sebal dari nada bicaranya.
"Sugar Daddy?, tak mungkin dia kan punya Shahmeer seorang penerus real estate ternama di dunia. Kurang apa coba Shahmeer kan yaa ... ," Kate tak percaya dengan penuturan Queenzha. Kate sedikit tahu tentang keluarganya, karena perusahaan Zephyr sering memesan perhiasan untuk hadiah kepadanya.
"Aku juga sempet ngedenger tentang ibunya yang kabur dengan selingkuhannya, " sepertinya Queenzha tahu segala hal yang berhubungan dengan pacarnya.
"Ya itu sudah menjadi rahasia publik," ujar Kate.
"Oh ya, kenapa ibumu tidak di sini menemanimu? bukankah ini malam terakhirmu, besok kau sudah menjadi Mrs. Deo Xiever?".
"Orangtuaku baru akan tiba di sini besok pagi , lagian bisnis lebih penting di matanya daripada anaknya," ujar Kate santai.
"Terkadang orang kaya susah di mengerti," cetus Queenzha.
"Sudah pukul sebelas, apa kamu tidak di cari ibumu?, aku akan menginap di sini malam ini, boleh kan?, Ronald pasti pulang subuh, aku tak mau sendirian!" terangnya pada Kate.
"Tentu, apa kau mau menemaniku juga agar aku tak kesepian?".
"Ya aku juga akan menemanimu, lagian aku sudah bicara pada bunda aku akan menemanimu malam ini," ujar Edel.
Mereka asik bercerita dan bergurau membahas banyak hal hingga tak terasa sudah lewat tengah malam. Mereka tidur di satu tempat tidur dengan ukuran king size.
Mereka mengistirahatkan badan mereka yang kelelahan untu menyambut hari esok yang penuh dengan kejutan.
*****
Terimakasih sudah membaca, jangan lupa like nya dan komentar positifmu juga rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dan tambahkan novelku ke daftar favorit novel bacaanmu. 🤗🙏
stay safe everyone ... . 🥰