He'S A Prince

He'S A Prince
Bab 141



Kabar melahirkannya istri pangeran Malik telah tersebar di seluruh dunia. Mereka mendapat ucapan selamat tidak hanya dari masyarakat dan tokoh publik di negara A tetapi juga dari para tokoh publik dunia.


Edel telah dipindahkan ke ruang perawatan bersama dengan pangeran kecilnya dan hanya menerima kunjungan dari keluarga atas perintah Malik karena mengingat istrinya harus cukup beristirahat setelah perjuangannya yang sangat luar biasa untuk melahirkan sang buah hati mereka.


Edel telah bangun dari tidurnya, dia sedang berusaha belajar memberikan asi di bantu oleh perawat dan Mrs. Soe.


Ibunda ratu pun telah berada di sana untuk menengok cucu barunya ditemani Putri Syahara.


"Selamat sayang, terimakasih kamu telah berjuang melahirkan cucu buatku. Dia tampan sekali," ucap Ibunda ratu berdiri di samping tempat tidur Edel.


Edel tersenyum mendapat ucapan darinya, dia bersyukur dapat melewati semuanya bersama orang-orang yang menyayanginya.


"Pangeran, bukankah besok kamu akan ke Jepang beberapa hari?" tanya Putri Syahara.


"Iya, besok aku akan pergi. Tolong jaga Edel dan anak kami selama aku tidak ada, Rasanya sulit membayangkan meninggalkannya sekarang," ujar Malik menatap istrinya yang sedang memberi ASI.


"Pergilah, penuhi tanggung jawabmu. Aku baik-baik saja, lagian banyak yang menemaniku di sini," sahut Edel tersenyum.


"Ya, jangan khawatir dia ada bersama kami," timpal Mrs. Soe membelai rambut anaknya.


"Ayahnya akan datang besok pagi," lanjutnya.


"Pangeran, bukankah malam ini ada acara yang harus kamu hadiri bersama Baginda?".


"Astaghfirullah, aku lupa. Mr. Husein pun tak mengingatkan ku!" seru Malik langsung mengeluarkan ponselnya dan hendak menghubungi Mr. Husein tapi disambut gelak tawa oleh kakaknya Putri Syahara.


Mereka sontak memandang Putri Syahara yang menertawakan tingkah Malik.


"Kamu lucu sekali pangeran, tentu saja Mr. Husein tidak akan mengingatkanmu karena beliau mengerti jika Edel baru saja melahirkan dan pasti kamu ingin menemani istrimu," ujar Putri Syahara.


"Benar, temanilah Edel dahulu. Lagipula Baginda pun berpesan agar pangeran tidak perlu menemaninya malam ini, Baginda akan mampir ke sini setelah acara selesai," ucap Ibunda ratu tersenyum.


Malik yang masih memegang ponselnya hanya mengangguk pelan dan meletakan ponselnya di nakas dekat tempat tidur.


"Dia tertidur tapi masih tidak mau melepaskannya, kuat sekali minumnya," ujar Edel tertawa kecil, takjub melihat anaknya menyedot ASI dengan kencang.


"Itu berarti dia tidak mau kalah dengan ayahnya, benarkan pangeran?" canda Ibunda ratu yang disambut tawa oleh Mrs. Soe dan Putri Syahara.


Beliau seorang ratu tapi candaannya ... . batin Mrs. Soe yang masih tak percaya besannya yang seorang ratu dapat berkata seperti itu.


Edel tersenyum, wajahnya langsung berubah merona merah karena candaan Ibunda Ratu berbeda dengan Malik yang terlihat bangga dengan anaknya.


Pukul sepuluh lebih, Baginda Raja tiba di kamar tempat Edel dirawat. Beliau langsung melihat cucunya dari pangeran Malik.


"Cucuku," ucap Baginda begitu melihat cucunya yang tengah tertidur nyenyak di box bayi.


Akhirnya aku mempunyai seorang penerus. gumamnya dalam hati.


Baginda Sultan memang sudah mempunyai cucu laki-laki dari Putri Zeera dan Putri


Syahara, namun tahta kerajaan diturunkan hanya kepada anak laki-laki.


"Aku ingin menggendongnya, tetapi dia sedang tidur dan terlihat pulas sekali," ujar Baginda.


"Dia baru saja ditidurkan di boxnya, dia pulas setelah perutnya kenyang. Anda dapat menggendongnya kapan saja anda mau ketika dia sedang terbangun," sahut Ibunda Ratu mengerti akan keinginan suaminya.


"Pangeran, apakah besok jadi berangkat ke Jepang?" tanya Baginda Sultan.


"Tentu, namun sepertinya saya tidak dapat berangkat sesuai jadwal. Saya ingin menemani Edel pulang ke istana," sahut Malik.


"Ya, tidak masalah. Itu lebih baik, semua pasti mengerti," ujar Baginda.


Malik dan Baginda duduk di sofa membahas mengenai konferensi yang akan Malik hadiri di Jepang. sedangkan Ibunda ratu dan yang lainnya masih duduk di dekat tempat tidur Edel.


"Sudah hampir tengah malam, sebaiknya kita jangan menganggu lagi mereka," ucap Baginda pada istrinya.


"Baiklah, mari kita pulang," sahut Ibunda.


"Baiklah," jawab Mrs. Soe.


"Kami pamit, assalamu'alaikum," ucap Baginda.


"Tak usah membangunkan Edel, kasian dia baru tertidur. Dia pasti kelelahan setelah melahirkan," ucap Ibunda Ratu yang melihat Malik akan membangunkan istrinya.


"Bunda pamit ya, jagain Edel dan cucu bunda," ujar Mrs. Soe.


Malik masuk ke kamar mandi setelah mereka semua pulang, dia ingin membersihkan badannya yang lengket sebelum tidur.


"Anakku," ucapnya melihat bayi laki-laki yang sedang tertidur, dia mengusap lembut pipi anaknya.


Setelah puas melihat anaknya dia beralih ke istrinya yang juga tertidur pulas, dia mencium kening Edel lembut.


"Terimakasih," gumamnya lirih mengelus rambut istrinya.


Malik bersiap hendak tidur namun begitu dia merebahkan badannya, suara tangis bayi membuatnya harus mengurungkan niatnya. Malik segera melihat anaknya yang bangun dan mencoba menggendongnya.


"Sini berikan padaku, mungkin dia lapar lagi," ujar Edel yang sudah dalam posisi duduk.


Malik memberikan anaknya pada Edel, dia langsung memberikan asi untuk bayinya.


"Ternyata benar dia lapar," ujar Malik duduk di samping Edel dan tersenyum senang melihat anaknya mengisap asinya dengan lahap.


"Hey my boy, minumlah pelan-pelan. Apa karena kamu takut asinya diambil oleh Daddy?" canda Malik.


"My boy, tenang saja mommy akan melindungimu. Ini asi hanya untukmu jadi minumlah tidak ada yang akan mengambilnya darimu termasuk daddymu," ujar Edel menatap wajah anaknya.


"Mommy, bolehkah yang satu lagi buat Daddy?" goda Malik.


Edel tertawa kecil, "Masih aja minta jatah, inget ini buat anaknya!".


"Tak sabar menunggu masa nifas mu selesai," kata Malik tiba-tiba membuat Edel mengernyitkan dahinya.


"Baru juga mulai!" serunya.


"Tapi aku sudah merindukanmu," rengeknya.


"Sabarlah!".


"Honey, beneran tak apa-apa jika besok aku berangkat ke Jepang?".


"Tak apa, memang kenapa?" tanya Edel penasaran.


"Aku takut kamu berpikir aku jahat meninggalkanmu sendirian sehari setelah kamu melahirkan," terang Malik.


"Aku tidak sendirian ko, tenang saja tidak usah khawatir berlebihan. Ada bunda, Ibunda Ratu juga Putri Syahara yang menemaniku, dan juga baby sitter yang akan membantuku mengurus bayi kita," ungkap Edel.


"Tetap saja aku merasa tidak enak padamu," ujar Malik.


"Malik, tidak usah merasa seperti itu. Aku bersyukur kamu ada mendampingiku saat aku melahirkan dan aku tidak marah ataupun kesal besok kamu berangkat ke Jepang karena itu sudah menjadi tugasmu tanggung jawabmu bukan hanya untuk kita tapi untuk rakyatmu," terang Edel mengusap lembut pipi Malik.


***


Kerajaan telah mengeluarkan pengumuman resmi mengenai kelahiran anak pertama pangeran Malik. Seluruh televisi di negara A menyiarkan berita tentang kelahiran pangeran kecil yang mungkin nanti akan menjadi sebagai penerus tahta di negara A.


Kelahirannya itu tidak hanya memberi kebahagiaan bagi seluruh keluarga kerajaan juga masyarakat negara A tapi juga membuat para tetua kerajaan mendesak pencopotan pangeran Fatih yang belum juga terbangun dan tidak tahu kapan dia akan bangun dari komanya sebagai Putra Mahkota dan mereka mendesak untuk menobatkan pangeran Malik menggantikannya.


Akhirnya hal yang ditakutkan pun terjadi. gumam Baginda Sultan dalam hati.


*****


Terimakasih sudah membaca. 🙏


Stay safe everyone. 🥰🥰🥰