
Dengan keadaan mobil yang rusak depan maupun belakang, dia dilarikan ke rumah sakit meskipun dia dalam keadaan sadar hanya luka kecil dan sedikit pusing, kepala belakang juga leher yang terasa sakit karena benturan yang keras ke airbag-nya.
Dia masih dalam pemeriksaan di UGD Rumah Sakit Pusat Pertamina. Seorang dokter muda memeriksanya.
"Luka anda tidak terlalu serius tapi kami tetap harus melakukan pemeriksaan lanjutan jika anda merasa pusing dan sakit di leher anda," terangnya.
Edel hanya mendengarkan dan mengangguk saja menuruti semua yang dikatakan dokter UGD itu. Dia masih syok dengan kejadian yang menimpanya barusan.
"Sayangku, kamu tak apa?" Mrs. Soe menghampirinya yang sedang mengobrol dengan dokter UGD.
"Ga apa-apa bunda, aku baik-baik aja kata dokter hanya luka kecil," ujar Edel.
"Anda wali pasien?" tanya dokter.
"Iya, kami orangtuanya," jawab Mr. Soe.
"Putri anda hanya luka ringan saja tapi kami tetap harus memantaunya apalagi setelah putri anda merasa pusing dan sakit di leher yang kemungkinan putri anda cedera Whiplash dan untuk memastikannya sebaiknya putri anda di rawat untuk melalukan pemeriksaan lanjutan," terangnya.
"Baiklah dokter, lakukan pemeriksaan dan pengobatan hingga dia sehat kembali seperti sediakala," kata Mr. Soe.
Edelweiss menjalani pemeriksaan Computerized tomography (CT) dan Magnetiv resonance imaging (MRI). Setelah selesai pemeriksaan dia dipindahkan ke ruang inap President Suite. Ruangan ini berfasilitas lengkap seperti kau berada di rumah.
"Istirahatlah sayang," ucap Mrs. Soe penuh cinta membenarkan selimut putri kesayangannya yang mulai tertidur. pasti ga nyaman sekali pakai Cervical Collar. pikir Mrs. Soe
"Sayang, ayo kita ke kantin makan. ini sudah pukul dua lebih dan kita belum makan," ajak Mr. Soe yang mulai merasakan perutnya keroncongan.
"Bunda sama ayah makan dulu di kantin," bisiknya pada putri kecilnya yang sudah tidak kecil lagi. Edel hanya mengangguk, rasanya berat sekali untuk membuka mata mungkin pengaruh obat yang mengharuskan dia beristirahat.
Mr. dan Mrs. Soe berjalan keluar ruangan menuju kantin. "Sayang, kamu sudah memberi tahu Malik soal Edel kecelakaan," tanya Mr. Soe pada istrinya.
"Belum, tapi tadi pagi Putri Syahara menelpon menanyakan kabar Edel. Mereka dapat kabar dari utusannya," ujar Mrs. Soe.
"Jagain, tapi ga bisa ngejaga!" ketus Mr. Soe.
"Husss jangan kaya gitu yah, mereka yang tadi pagi langsung hubungi kita, mereka juga yang panggil ambulans!" terang Mrs. Soe.
***
"Terima kasih, Ayah," ucapnya karena Baginda Sultan meminta Malik yang menemaninya ke Indonesia.
Mr. Husein menghampiri Pangeran Malik,
"Maafkan saya yang Mulia mengganggu sarapan Anda," kata Mr. Husein membungkuk hormat.
"Ada apa Mr. Husein?" tanya Malik.
Baginda Sultan telah dibisiki oleh ajudannya bahwa Edel kecelakaan pagi ini.
"Maafkan saya, Nona Edel terlibat kecelakaan beruntun dan sedang dilarikan ke rumah sakit terdekat," kata Mr. Husein membungkuk penuh hormat.
"Apa, Edel kecelakaan?" ulang Malik.
"Iya, tuanku Yang Mulia Pangeran."
Malik menatap keluarganya, Lalu berdiri.
"Maafkan aku ayah, sepertinya aku tidak ikut dengan anda Yang Mulia. Sepertinya saya pergi sekarang ke Indonesia," kata Malik meminta izin.
"Pergilah, kita akan bertemu besok di sana," kata Baginda Sultan memberi izin.
"Terima kasih, Assalamu'alaikum," pamit Malik
"Temanilah dia, mungkin dia butuh teman mengobrol dijalan," titah Mr. Fredrik pada istrinya Putri Syahara, melihat Malik tergesa-gesa.
"Baiklah,kalau begitu saya permisi," pamitnya
Putri Syahara pamit pada keluarganya untuk mempersiapkan keberangkatan nya menemani Malik. Pangeran kecil Ammar tidak diajak, dia akan menyusul besok dengan ayahnya Mr. Fredrik dan keluarga yang lain ke Indonesia.
Setengah jam kemudian, mereka menaiki pesawat jet dari lapangan udara belakang istana yang akan membawa mereka ke Indonesia.
Sepanjang perjalanan Malik terdiam tidak berbicara apapun, pikirannya agak kacau karena dia dan Edel sedang tidak dalam hubungan yang baik. Dia merasa jika dirinyalah yang mengakibatkan kecelakaan itu.
"Kamu baik-baik saja?" tanya kakaknya melihat Malik diam termenung.
"Ya, moodku sedang tidak baik. Rasanya kali ini ... jarak benar-benar memisahkan kami, aku merasa jauh sekali," ujarnya menghirup oksigen dalam-dalam dan menghembuskannya.
Perjalanan kali ini seperti biasa menghabiskan waktu hampir empat jam tapi baginya bagai 24 jam. Keluar dari pesawat telah ada mobil yang menunggunya, dan langsung meluncur ke rumah sakit.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Malik pada Mr. Husein yang duduk di sebelah driver.
"Nona Edel telah masuk ruang inap setelah melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan." sahut Mr. Husein menoleh ke arah belakang dan membungkuk hormat.
"Apa hasilnya sudah keluar?" tanyanya.
"Maafkan kami, kami belum mendapatkan hasilnya Yang Mulia," sahutnya. Malik hanya menganggukan kepalanya pada Mr. Husein lalu memijat kedua pelipisnya.
"Kita akan beristirahat dulu di rest area, kita harus shalat dan makan siang karena aku hanya makan sedikit ketika sarapan tadi," kata Putri Syahara pada adiknya.
Malik tak bisa bilang tidak pada kakaknya, apalagi memang ini sudah masuk waktu Dzuhur. Setelah shalat dan makan siang mereka langsung melanjutkan perjalanannya ke RS Pusat Pertamina.
Mr. dan Mrs. Soe mengobrol menunggu di depan lift yang belum terbuka.
"Sayang, apa kamu memberi tahu Darren kakaknya kecelakaan?" tanya Mr. Soe.
"Aku pikir tidak usah memberitahunya, toh Edel juga tidak apa-apa, kata dokter kan hanya luka ringan. Tidak usah membuat khawatir adiknya yang sedang belajar," sahut Mrs. Soe memperingatkan suaminya agar tidak memberitahu anak lelakinya.
Ya, istri selalu benar. batin Mr. Soe. Dia tersenyum pada istrinya, Mrs. Soe seorang yang bijak lebih bijak daripada suaminya Mr. Soe yang terkadang panik tak jelas ketika anak mereka sakit.
Pintu lift terbuka, suatu kejutan bagi Mr. dan Mrs. Soe melihat Malik dan Putri Syahara yang keluar dari dalam lift.
"Assalamu'alaikum, Bu," ucap Putri Syahara menyapa Mrs. Soe. "bagaimana kabar kalian?" tanyanya lagi sambil memeluk Mrs. Soe.
"Alhamdulillah baik, kami tidak menyangka kalian datang hari ini," kat Mrs. Soe yang masih terkejut melihat mereka.
"Ya, ada yang ingin cepat melihat kekasihnya," bisik Putri Syahara tersenyum melirik Malik.
"Apa Edel baik-baik saja?" tanya Malik tak sabar mengetahui keadaan kekasihnya.
"Alhamdulillah baik, cedera Whiplash ringan," kata Mrs. Soe.
"Kami berencana ke kantin mau makan, kalian sudah makan?" ujar Mr. Soe yang ingat rencana awal mereka dan sudah kelaparan.
"Kalau begitu saya akan ikut kalian," jawab Putri Syahara, "Kamu pergilah ke kamarnya duluan," titahnya pada Malik.
"Baiklah, kalau begitu saya akan duluan melihatnya," ujarnya. "Assalamu'alaikum," pamit Malik pada mereka.
Mr. Husein tidak mengikutinya karena Putri Syahara memintanya untuk ikut bersamanya. kakaknya ingin memberi ruang pada Malik untuk menemui Edel dan mungkin mereka akan berbicara memperbaiki hubungan mereka yang sempat merenggang.
Malik masuk ke kamar Edel tanpa mengetuk pintu, dia tahu Edel sedang tidur karena pengaruh obat dari Mrs. Soe. Malik melihat kekasihnya berbaring di atas tempat tidur, lehernya menggunakan cervical collar. Apa cederanya beneran ringan hingga harus menggunakannya. pikir Malik.
*****
Terimakasih telah membaca 🥰🥰, jangan lupa like, dan komen juga rate nya agar author lebih semangat lagi up nya.. 🙏.