
"Maaf Pangeran, pagi ini artikel tentang anda dan nona Azmy telah tersebar di berbagai media," kata Mr. Husein menyodorkan tabnya pada Malik.
Malik melihat artikel tentangnya. Ini kemarin di cafe. gumamnya dalam hati.
"Kami sudah menutup artikel tersebut, hanya saja ... ," Mr. Husein tidak melanjutkan.
"Hanya apa?" tanya Malik tidak biasanya Mr. Husein tidak melanjutkan kalimatnya.
"Hanya saja nona Azmy memposting foto di media sosial miliknya," lalu menunjukkan foto yang diupload Azmy.
Malik melihat foto tersebut, Azmy tersenyum membelakangi Malik yang sedang menyuapkan makanan ke mulutnya. Dia juga menambahkan emoji 🥰 dalam fotonya. Dalam foto tersebut hanya ada mereka berdua.
Malik hanya mengangguk pelan pada Mr. Husein mengisyaratkan mengerti apa yang harus dia selesaikan. Mr. Husein pun meninggalkan Malik sendirian.
Tak berselang lama Ibunda Ratu masuk ke dalam ruang kerja Malik. Dia melihat anaknya sedang termenung.
"Kenapa kamu termenung seperti itu?" tanya ibunda Ratu menyadarkan Malik.
"Ah, Yang Mulia. tidak ada," sahut Malik.
Ibunda Ratu duduk di samping Malik.
"Nak' ibu tahu apa yang sedang kamu pikirkan, bicaralah baik-baik dengan nak' Azmy. Sekarang kamu tidak sendiri lagi, ada perasaan gadis di sampingmu yang harus kamu jaga," nasehat Ibunda Ratu.
"Nak' keluarga kita sudah bertemu satu sama lain dan sudah memberikan restu pada kamu dan nak' Edel. Jagalah restu kami, tidak ada orangtua yang mampu melihat anak gadisnya disakiti orang yang dia cintai," lanjutnya, Malik mengangguk pelan, dia mengerti apa yang Ibunda Ratu bicarakan pasti berhubungan dengan artikel yang viral pagi ini.
***
Sudah sepuluh hari sejak Azmy memposting fotonya dengan Malik. Sejak itu pula Malik dan Edel semakin dekat. Mereka selalu menyempatkan untuk bertelepon atau video call di pagi dan malam hari bercerita tentang aktivitas yang mereka jalani. Kalau keduanya sibuk, mereka hanya berkirim pesan. Dan tentu saja Malik tahu semua jadwal harian Edel dari Mita.
Seperti pagi ini,
"Tak sabar bertemu denganmu," ujar Malik.
"Lima hari lagi," jawab Edel.
"Emang kamu ga bisa ya kesini di hari Kamis aja?" lanjut Edel.
"Ehm, kangen ya sama aku?" goda Malik.
"Aku ga bilang aku kangen, cuma mau aja kamu ke sini di hari Kamis. Setidaknya akan ada alasan buat jalan-jalan dulu ke Mita kalau ada kamu," ujar Edel tertawa kecil.
"Nanti aku bicara sama dia ngajak kamu jalan," canda Malik.
"Ihh.. kalau ma dia hari ini juga bisa kali," rengeknya.
"Malik mama nanya tuh, katanya nanti kamu nginep sini atau hotel?".
"Emang boleh nginep di rumahmu?" tanya Malik penuh harap.
"Boleh kayanya, kan mama nanya," terang Edel.
"Di rumahmu aja kalau begitu, aku merindukan masakanmu. Senang rasanya tiap hari makan masakanmu," ungkap Malik.
"Malik, hari ini apa jadwalmu padat seperti kemarin?" tanya Edel tidak menggubris perkataan Malik soal makanan.
"Sedikit lebih santai dari kemarin. hari ini aku ada acara biasa, acara militer kerajaan mungkin sampai sore dan kemungkinan ponselku jarang ku lihat terus Nanti malam menggantikan kakakku ke acara perayaan," kata Malik.
"Perayaan?! dengan siapa?" tanya Edel penasaran, dia ingat foto yang ditunjukan Mita yang diunggah Azmy di media sosialnya.
Sejujurnya Edel tahu foto dan artikel yang sempat viral di Negara A dari Mita tapi tidak dia permasalahkan karena dia tahu saat itu bukan hanya dengan Azmy tapi dengan teman-temannya yang lain.
**flashback on**
"Kamu sedang menyetir sendiri ga sama Mr. Husein, memangnya mau kemana?" tanya edel.
"Aku ada janji makan siang dengan teman-teman ku, Mr. Husein tidak mungkin ikut kalau aku berkumpul dengan teman-teman ku," sahut Malik pada Edel.
"Denganku dia selalu ikut?" tanya Edel penasaran.
"Pastilah dia ikut, untuk menjagamu dariku," tawa Malik.
"Kenapa?".
"Mungkin dia takut kamu aku terkam," Malik tertawa mendengar candaannya sendiri.
"Ih, dasar mesum," ketus Edel mengerti maksud perkataan Malik.
"Hanya kamu yang berani bilang aku mesum," ujarnya.
"Malik, apa tak apa jika kita Video call seperti ini? matikan saja dulu nanti kamu bisa menghubungi ku lagi jika sudah sampai," tanyanya.
"Ga apa, aku ingin kamu menemaniku ketika menyetir. Rasanya seperti kamu ada di sampingku," pinta Malik.
"Mulai deh gombalnya!" ketus Edel.
"Sebentar lagi aku sampai, aku parkirkan dulu ya," kata Malik mencari parkiran kosong
"Honey, kamu tidak makan siang di luar?" Malik keluar dari mobilnya sambil masih bervideo call dengan Edel.
Malik telah sampai di dalam cafe dan langsung menghampiri meja yang biasa dia tempati bersama teman-teman nya.
Sudah ada Deo dan Ronald di sana.
"Assalamualaikum bro," sapa Malik.
"Wa'alaikumsalam," sahut mereka kompak, mereka menyadari Malik sedang melakukan video call dengan kekasih nya.
"Honey aku sudah sampai, nanti aku hubungi lagi," ujar Malik.
"Ok, salam buat teman-teman mu," kata Edel yang langsung di jawab, "wa'alaikumsalam" kompak dan melambaikan tangan pada Edel.
**flashback off**
"Ya mungkin denganmu jika kamu di sini, berhubung kamu di sana yang menemaniku Mr. Husein lagi," keluh Malik.
"Oh, ok," jawab Edel singkat.
"Aku lebih senang kamu bersama Mr. Husein My prince," ujar Edel.
"Apa? coba bilang sekali lagi," pinta Malik semangat.
"Bilang yang mana?" tanya Edel.
"Kamu barusan bilang apa?".
"Oh, aku lebih senang kamu bersama Mr. Husein," jawab Edel.
"Terus?".
"Terus apa?" tanya Edel.
"Tadi setelah kamu bilang kalau kamu lebih senang aku dengan Mr. Husein," kata Malik mulai geram.
"Yang mana Malik?!" tanya Edel pura-pura.
"Udahlah ga usah, ga apa-apa," gerutu Malik membuat Edel tertawa terbahak.
"Jangan marah My prince, kamu lucu sekali," kata Edel masih tertawa.
"Ini pertama kalinya kamu panggil aku your prince. Yes, i'm your Prince jangan lupa!" ujar Malik senang.
"Aku mau kamu selalu memanggil ku your prince," pintanya.
"Aku akan memanggilmu pangeran kodok aja ya," canda Edel tertawa.
"Awas ya nanti ketemu!" seru Malik gemas.
"Memangnya kamu mau apa kalau ketemu aku?".
"Aku akan mengajakmu mengurus pernikahan kita," kata Malik mulai serius.
"Ih, dasar," gerutu Edel.
"Malik, kita nikah di Indonesia kan?" tanya Edel.
"Di manapun honey, kalau pun di Indonesia pasti akan di adakan perayaan besar di sini," sahut Malik.
"Kenapa?".
"Kenapa?!, karena suamimu nanti seorang pangeran honey," kata Malik.
"Hahahaha, ko aku baru tau suamiku nanti seorang pangeran?" canda Edel.
"Awas ya, bener-bener nanti aku terkam kamu," ujar Malik tapi Edel malah tertawa tak henti.
"Aku senang mendengar kamu tertawa," lanjutnya.
"Aku sudah sampai. Mau masuk lift, bye My Prince. Assalamualaikum. jangan lupa kirimi aku pesan jika mulai acaramu," pamit Edel.
"Ya, aku mencintaimu Princess Edelweiss Malik Ibrahim, wa'alaikumsalam," sahut Malik menunggu Edel menutup panggilan duluan.
Edel tersenyum sepanjang jalan menuju ruangannya.
"Pagi-pagi dah senyum-senyum sendiri, tar kesambet lho," ledek Mita.
"Biarin, yang penting gw seneng," jawab Edel riang.
"Jadi pengen punya pacar juga gw," ujar Mita tersenyum, dia ikut senang dengan hubungan Edel dan Malik.
"Gw doain secepatnya Lo punya pendamping. tapi ingat, lebih utamakan bantuin gw," sahut Edel tersenyum.
"Ah, sama aja bohong," jawab Mita ketus.
*****
Jangan lupa like nya kawan, terima kasih sudah membaca. 🥰