He'S A Prince

He'S A Prince
Bab 114



Edel menggusur Malik setelah shalat subuh untuk bermain di pantai, walaupun malamnya mereka habis berolahraga panas tapi yang kedua tidaklah melelahkan seperti yang pertama dan Malik juga memberi istirahat yang cukup untuk istrinya.


"Malik bukankah katamu kau seorang lulusan Militer Academy, bisakah kau menggendongku sambil berlari. Aku pernah melihatnya di tv," ujar Edel.


"Kau meremehkan aku honey, akan aku tunjukan sekuat apa aku ini," jawabnya penuh percaya diri.


Malik berjongkok di hadapan Edel dan menyuruhnya untuk naik ke pundaknya. "Ayo, aku sudah seminggu tidak berolahraga."


"Kau mau apa my prince, aku hanya bercanda," ujar Edel.


"Naik saja, kita akan berlari kecil sepanjang pantai ini. Percayalah padaku, tidak akan ku biarkan kamu terjatuh," kata Malik tersenyum.


"Apa kamu masih kesakitan dan tidak nyaman di bawah sana?" lanjutnya.


"Tinggal sedikit rasa tak nyaman, tapi aku baik-baik aja," jawabnya.


"Naiklah," titah Malik.


Edel pelan-pelan naik ke pundak Malik. Malik pun mulai berdiri, Edel mengaitkan kakinya pada lengan Malik agar tidak terjatuh.


Malik mulai berjalan pelan, cepat lalu berlari santai. Edel berpegangan sambil tertawa kecil, bangga pada suaminya yang bisa menggendongnya sambil berlari.


Dari kejauhan para pengawal melihat pangeran mereka yang sedang berlari dengan Edel di atas pundaknya. mereka mengambil fotonya dan mengirimkan pada Mr. Husein.


Keluarga kerajaan sangat senang ketika melihat foto yang dikirimkan kembali oleh Mr. Husein pada asisten Ibunda Ratu. Mereka ikut bahagia melihat Pangeran mereka dapat tertawa lepas bersama istrinya.


Pasangan muda itu kembali ke villa setelah merasa matahari cukup panas menyengat kulit mereka.


"Malik, apa kita akan langsung ke istana?" raut muka Edel seakan meminta tambahan hari untuk berlibur.


"Iya, honey," jawab Malik menyandarkan kepalanya di bahu Edel. "Kita bisa pulang besok pagi jika kau mau," sarannya.


"Malik, kalau sore ini kita pulang bisakah kita menginap di apartemenmu saja. Aku merasa malas masuk istana, maaf ... ," pintanya.


"Tentu honey, jika itu yang kamu mau kita akan ke apartemen dan besok pagi kita baru pulang ke istana."


"Terimakasih my prince," ucapnya mengelus dagu Malik yang terasa geli di telapak tangannya.


"Malik, kapan-kapan kita ajak teman-teman mu kumpul yuu. Ah, aku merindukan Mita, biasanya dia selalu mengajakku jalan," rengek Edel beralasan karena biasanya bukanlah Mita yang mengajak jalan tapi Edellah yang selalu mengajak Mita jalan walaupun itu hari libur.


"Kesepian? bukankah ada aku di sampingmu, kenapa kamu merasa kesepian," Malik menengadah melihat wajah istrinya yang cemberut.


"Entahlah, mungkin karena biasanya aku berlibur dengannya. Kau ingat terakhir kali kita ke pantai, bukankah kita berlibur dengan Mita. Aku bahkan berjanji mengajaknya bermain air di Bali."


Malik mendengarkan dengan setia keluhan istrinya, dia tahu Edel kesepian di negara yang masih asing baginya, walaupun ada dia di sampingnya.


"Nanti kalau ada waktu luang kita akan pulang ke Indonesia dan berlibur beberapa hari di sana. Maafkan aku karena sekarang kita belum bisa keluar jauh," Malik memeluk Edel menenangkan istrinya yang mungkin sedang galau merindukan negaranya.


***


Sesuai rencana, setelah shalat asar mereka akan pulang ke ibukota tapi tidak ke istana melainkan ke apartemen Malik.


"Bukankah waktu kita ke sini menggunakan mobil, kenapa harus naik helikopter untuk pulang?!" seru Edel.


"Biar cepat sampai," ujarnya santai.


"Biarkan saja, nanti Mr. Husein akan memerintahkan seseorang mengambilnya."


Edel melihat helikopternya lebih besar dibanding helikopter yang terakhir kali dia naiki.


"Ini lebih besar dibanding yang kemarin," ujarnya.


"Ya, karena kita tidak akan berdua. Ada empat orang yang akan ikut untuk mengawal kita," jawab Malik menunjukan dengan melirik para pengawalnya.


Edel hanya mengangguk mengiyakan perkataan Malik.


Mereka menempuh perjalanan selama 40 menit dan sampailah di atap sebuah hotel bintang lima.


"Ko kita ke sini?" tanya Edel yang baru pertama kali landing di atap hotel tersebut.


"Kau bilang ingin ke apartemenku, di sini lah kita honey," sahut Malik memegang tangan Edel.


"Biarkan saja kopernya di sana. Nanti mereka akan membawanya ke istana," kata Malik.


"Pakaian kita?".


"Buat apa, bukankah nanti juga di lepas," bisiknya di telinga Edel yang membuat istrinya bergidik geli.


Edel mencubit pinggang Malik yang merasa jika Malik semakin pintar saja menggodanya. Dia berjalan sambil tersenyum malu mengartikan perkataan Malik.


"Dasar mesum," lirih Edel.


Malik tersenyum, "Dengan istri sendiri apa salahnya?" godanya lagi, Malik mengeratkan rangkulan pada Edel.


Edel mengedarkan pandangan keseluruh ruang apartemen Malik. matanya tertuju pada foto pernikahannya dengan Malik yang berukuran besar terpajang di dinding apartemen.


"Kapan foto ini di pajang di sini?" tanya Edel karena dia pun baru melihat foto itu.


"Beberapa hari yang lalu. Aku meminta seseorang untuk memajangnya di apartemen kita, Kalau kau mau kita juga bisa memintanya lagi untuk membawanya ke kamar kita di istana atau di manapun kamu mau memajangnya," terangnya memeluk Edel dari belakang, Malik mencium leher jenjang Edel.


"Sebentar lagi masuk waktu magrib," Edel mengingatkan Malik yang mulai candu dengan tubuhnya.


"Ya aku tau," ujarnya. "Aku suka wangi tubuhmu."


Edel mencubit hidung Malik gemas, "Apa kau mau mandi?"


"Bukankah kamu bilang sebentar lagi waktu magrib, kenapa mengajakku mandi?!" cetusnya.


"Aku ga mengajakmu mandi bersama. Aku bertanya padamu, apa kamu mau mandi? bukankah tadi di Plume kamu bilang akan mandi di apartemen saja, jadi mandilah sekarang," seru Edel.


"Aku kira kamu mengajakku mandi," lirihnya cemberut berlalu masuk ke kamar mandi, ditertawakan oleh istrinya.


Edel melihat foto-foto berbingkai yang terpajang berderet di atas bupet. Banyak foto mereka berdua yang terpajang di sana, bahkan foto saat mereka ikut menari di Bali beberapa bulan lalu sebelum mereka bertunangan pun ada.


*****


Terimakasih sudah membaca, jangan lupa like nya dan komentar positifmu juga rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dan tambahkan novelku ke daftar favorit novel bacaanmu. 🤗🙏


stay safe everyone ... . 🥰