
Pernikahan keluarga kerajaan alias Royal Wedding bukan hanya persatuan antara dua orang dan keluarga mereka. Seringkali momen membahagiakan ini menjadi perhelatan akbar yang menarik perhatian media internasional.
Bukan hanya upacaranya yang megah dan sakral yang menarik perhatian dari pernikahan fairy tale ini adalah busana sang mempelai yang mewah, dekorasi, hingga tamu-tamu yang berasal dari kelas sosial atas.
Istana begitu sibuk hari ini mulai menyiapkan segalanya untuk resepsi pernikahan Pangeran Malik dan Edelweiss. Semua persiapan untuk sang pengantin telah selesai dari gaun dan MUA.
Resepsi ini sebenarnya telah berlangsung sejak Edel menginjakan kakinya di negara A, dimulai dari iring-iringan dari bandara hingga istana. Di lanjutkan di hari berikutnya dengan menyapa para tetua istana dalam beberapa acara, juga pesta-pesta rakyat yang ikut diselenggarakan memeriahkan pernikahan anggota kerajaan.
Puncak Royal wedding akan diselenggarakan di ballroom istana, banyak tamu undangan yang sebagian besar adalah orang-orang penting di dunia. Mulai pejabat dalam negeri hingga bangsawan internasional.
Tidak hanya para pejabat dan orang penting dunia saja yang hadir, para jurnalis pun turut diundang oleh kerajaan. Ada sekitar 130 jurnalis dari seluruh dunia yang akan meliput seluruh rangkaian prosesi pernikahan agung ini.
Kerajaan telah menyediakan ruangan khusus untuk para kru jurnalis meliput rangakaian prosesi pernikahan.
Tinggal beberapa jam lagi acara puncak akan terselenggara. Edel tampak sangat anggun mengenakan gaun berwarna putih berlengan panjang, dengan veil yang sama dengan gaunnya berbrokat sangat elegan.
"Kau cantik sekali my flower," puji Mrs. Ommar menghampiri Edel di ruangan khusus pengantin.
"Terimakasih, Tante." sahutnya.
Edel disediakan ruangan khusus pengantin dekat ballroom agar teman dan keluarganya bisa menyapanya sebelum dia menuju ke ballroom bersama pangeran Malik.
"Assalamu'alaikum," salam seorang wanita bergaun zamrud masuk ke ruangan Edel dan menghampirinya.
"Maaf, aku tidak bisa datang ke pernikahan kalian di Indonesia," ucapnya pada Edel lalu memeluknya.
"Aku terlalu sakit jika melihatnya menikahimu," bisiknya di telinga Edel.
"Jadi nikmatilah rasa sakitmu," balas Edel membuat wanita tadi mengepalkan tangannya.
"Akhirnya princess kita ... ," Queenzha setengah berlari ke arah Edel lalu memeluknya. "Aku bahkan ikut menyambutmu di jalanan bersama orang-orang."
"Sejak kapan kau di sini?" tanya Edel masih berangkulan.
"Aku tidak pulang ke Jerman, aku pulang ke rumah Ronald. Dia pikir itu lebih baik karena waktu pernikahan dengan resepsi di sini sangat dekat hanya dua Minggu, dia takut aku kecapean di jalan," kilahnya.
"Sedang apa kau di sini?" tanyanya melihat Azmy berada dekat Edel.
"Tentu saja aku sedang menyapa pengantin kita dan mengucapkan selamat padanya," ucapnya penuh senyuman.
Dia sungguh psikopat bisa tersenyum seperti itu. batin Edel.
"Kalau begitu aku akan keluar bergabung dengan yang lain, assalamu'alaikum," pamitnya.
"Bagaimana kabarmu kawan?" Queenzha beralih pada Mita yang sedang merapikan makeup nya. "Kau sudah menemukan Pangeranmu?" candanya.
"Belum, tapi akan segera ku temukan," jawab Mita santai. "Kau kapan menikah?" balasnya.
Sebelum Queenzha menjawab, muncul Kate dan Deo.
"Hei, laki-laki dilarang ke sini. Ini tempat pengantin perempuan, sana ke ruangan pangeran aja," usir Queenzha.
"Tuh aku bilang juga apa," ketus Kate tanpa melihat Deo yang terus mengikutinya. "Aku ga tahu dia kenapa, akhir-akhir ini dia terus saja mengikutiku kemanapun aku pergi," ujarnya melirik tajam suaminya.
"Itu karena aku menyukaimu, aku takut terjadi apa-apa dengan calon ibu dari anak-anakku," ujarnya merangkul kate.
"Benarkah ... benarkah kamu hamil?" tanya Mrs. Soe dan Mrs. Ommar yang sedari tadi duduk melihat mereka.
"Congratulation sayang," mereka mendekati Kate dan memeluknya bergantian.
"ak..aku.. ," jawab Kate yang langsung dirangkul Deo.
Gimana aku hamil, di sentuh pun belum. gerutu kate dalam hati.
"Benarkah kamu sedang hamil?" bisik Queenzha penasaran.
Kate hanya menggelengkan kepalanya sebagai tanda jawaban pertanyaan Queenzha.
"Udah, udah ... , sana. Pangeran dan Ronald mungkin sedang menunggumu di ruangan sebelah," gerutu Queenzha mendorong Deo agar keluar dari ruangan.
"Maaf ya Tante, sebenarnya aku belum hamil. Mungkin Deo sudah menginginkan seorang anak, jadi dia bertingkah seperti itu," ucap Kate jujur.
Mrs. Soe dan Mrs. ommar hanya berpandangan dan tersenyum mengerti, "Tak apa sayang, kami mengerti."
Kate mengambil kotak kaca di sudut ruang, di dalamnya terdapat Tiara yang sangat cantik. Dia membawanya dan memakaikannya pada Edel, di bantu oleh desainer dan MUA nya.
"Terimakasih," ucap Edel tersenyum memegang tangan Kate.
"You are welcome," sahut Kate.
Malik masuk ke ruangan Edel, memberitahu jika saatnya tiba masuk ke ballroom. Dia tak henti melirik istrinya yang sangat terlihat berbeda, dia sangat cantik memakai gaun putih dan Tiara bertahtakan berlian di kepalanya.
"Kau cantik sekali, aku ingin sekali membawamu langsung ke kamar bukan ke ballroom," ujar Malik menggoda istrinya.
Edel ingat kejadian 'mandi bersama' pagi hari itu, terjeda oleh panggilan tugas. Sejak saat itu mereka semakin mesra walaupun belum melanjutkan aktivitasnya yang terjeda kemarin. Mereka tidak ingin melakukannya dengan waktu yang terbatas karena kesibukannya.
"Aku tidak ingin ada yang mengganggu seperti kemarin," bisik Edel sambil berjalan bergandengan masuk ke ballroom.
Malik tertawa kecil mendengarnya, "Aku akan membawamu ke villa ku jika perlu, hanya kita berdua," bisiknya. Edel tersenyum mengangguk setuju dengan saran Malik.
"Jujur saja aku malas berjalan di sini," bisik Malik.
"Kenapa?".
"Aku ingin resepsi ini cepat berakhir, dan tidak ada yang menggangu kita lagi," sahutnya dengan wajah tersenyum karena kamera di mana-mana.
"Aku tak akan menolak jika kamu menarikku dan kita kabur dari sini," ujar Edel melirik Malik.
Malik benar-benar tertawa ditutup dengan punggung jari tangannya, dia tak menyangka Edel berani berkata begitu padanya. Dia menyukainya, "Pasti kita jadi pasangan kerajaan pertama yang kabur dari resepsi."
Mereka berada di ruangan yang khusus, dengan dekorasi sangat megah bernuansa perak.
Edel dan Malik duduk di singgasana, Baginda Sultan menyambut mengambil tangan menantunya dan menempelkannya pada tangan putranya sebagai tanda restu dari Baginda dan Ibunda Ratu pun ikut menghampiri mereka memberikan doa untuk mereka di ikuti oleh keluarga kerajaan yang lain, setelah anggota kerajaan barulah keluarga dari mempelai wanita yang mendekat dan memberikan doa untuk mereka sesuai urutan dalam keluarga.
Setelah meminta restu dari keluarga, pasangan pengantin itu meninggalkan aula menuju ke ruangan lain, ballroom lain untuk menyapa para tamu undangan yang telah menanti mereka.
Ballroom istana di dekorasi dengan sangat megah dengan hiasan khusus untuk pernikahan anggota kerajaan, bernuansa putih dan perak, lampu-lampu kristal menjuntai dari atas langit-langit. Ribuan bunga mawar putih dan Edelweiss memenuhi tiap sudut ruang, entah dari mana mereka mendapatkan ribuan tangkai bunga edelweiss bunga yang di lindungi karena habitatnya terbatas.
Mereka banyak mendapat ucapan dan doa dari para tamu undangan yang semuanya para petinggi dunia. Bahkan seperti yang Malik bilang ke Mita, dia pun mengundang pangeran Yordania untuk menghadiri prosesi pernikahannya, tapi sayang tak sempat dikenalkan pada Mita.
***
Sudah hampir pukul sebelas malam ketika Malik menuntun Edel masuk ke ruangannya.
"Mau mandi bersama lagi?" ajaknya. Edel mengikuti Malik masuk ke dalam kamar mandi.
*****
Terimakasih sudah membaca, jangan lupa like nya dan komentar positifmu juga rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dan tambahkan novelku ke daftar favorit novel bacaanmu. 🤗🙏
stay safe everyone ... . 🥰