
Beberapa wartawan terlihat berada di lobi Rumah Sakit Pusat Pertamina, mereka berusaha mengetahui informasi kamar gadis yang dikunjungi Pangeran Malik. Rumor tentang kekasih Pangeran Malik yang seorang gadis Indonesia telah tersebar di media sosial beberapa bulan yang lalu, dan teka-teki itu baru mulai terang sebulan terakhir sejak Edel menemani Ibunda Ratu menghadiri acara 'Perempuan Kini'.
Mobil Malik masuk ke parkiran RSPP.
"Yang Mulia, ada wartawan di lobi RS," kata Mr. Husein.
"Bagaimana Edel?".
"Mereka tidak memberitahukan kamar nona Edel dan pengawal masih berada di sana tuanku," jawab Mr. Husein membungkuk hormat, Malik mengangguk mengerti.
"Turunkan aku di sini, biar aku berjalan kaki saja dari sini agar tidak memancing mereka. Kalian beristirahat lah dan besok jemput aku pagi-pagi," titah Malik.
"Baiklah Yang Mulia. Semoga Allah selalu melindungimu Tuanku," kata Mr. Husein.
Untunglah Malik tadi sempat berganti pakaian dengan baju casual dan menggunakan topi masuk ke dalam rumah sakit, bersembunyi diantara rombongan ibu-ibu yang mungkin akan menengok kerabatnya. Dia melihat beberapa orang mondar mandir di lobi juga ada yang sedang mengobrol dengan satpam sambil memegang kameranya.
Malik menyelinap masuk ke lift, seperti seorang tentara yang menyelinap hendak membebaskan tawanan. 😂
Sampai di depan pintu para pengawal membungkuk hormat padanya dan membukakan pintu untuknya. Terlihat Mr. dan Mrs. Soe sedang makan di meja makan dan Edel ditemani Mita sedang sibuk dengan dokumen perusahaannya. mereka semua menoleh ke pintu yang terbuka dan melihat Malik, lalu melanjutkan aktifitas mereka masing-masing.
"Assalamualaikum," salam Malik.
"Wa'alaikumsalam," sahut mereka.
"Sudah makan?" tanya Mrs. Soe pada calon mantunya.
"Belum," sahut Malik menghampiri Mr. dan Mrs. Soe lalu duduk bergabung dengan mereka. "aku bawa makanan, tadi mampir di restoran dekat hotel."
Malik membuka tempat makanan yang dia bawa menyodorkannya ke tengah meja agar berkumpul dengan tempat makanan yang lain.
"Kamu sudah makan?" tanya Malik pada Edel.
"Ya," jawabnya singkat, dia fokus pada pekerjaannya.
"Bagaimana kabar keluargamu?" tanya Mrs. Soe.
"Alhamdulillah baik, beliau mengirim salam untuk kalian dan meminta maaf belum bisa datang menjenguk ke sini," sahut Malik.
"Ya, mereka pasti cape dengan semua aktifitas nya hari ini. Kami melihatnya," kata Mr. Soe menunjuk tv.
Edel telah menandatangani semua dokumen yang Mita bawa, mereka masih membicarakan pekerjaannya di kantor. Mr. dan Mrs. Soe telah selesai juga makan malam, tinggal Malik yang masih menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Istirahatlah, jangan membicarakan pekerjaan terus tak akan ada selesainya jika terus dibicarakan," kata Mr. Soe.
Memang betul kata Mr. Soe, jika berbicara tentang pekerjaan tidak akan ada habisnya. Ketika kau selesai satu pekerjaan, pekerjaan yang lain datang untuk dikerjakan begitu seterusnya.
"Mungkin dengan kecelakaan ini, Allah menyuruhmu untuk beristirahat. jadi istirahatlah, biar Mita dan yang lain mengurus semuanya!" seru Mr. Soe.
"Baiklah, Ayah," ucap Edel melirik Mita. Malik yang mendengarkan Omelan Mr. Soe tersenyum sambil menyuapkan kembali makanannya, dia senang Mr. Soe mengomeli anaknya yang terlalu banyak berpikir tentang pekerjaan sedangkan ia masih dalam perawatan.
Malam ini pun Malik yang menemani Edel di rumah sakit, dan pagi-pagi dia telah bersiap untuk menemani ayahnya yang masih dalam kunjungan diplomatik sampai tengah hari. disela pidatonya presiden berkata jika Sekarang mereka tidak hanya sebagai teman tapi juga sebagai bagian keluarga.
***
Putri Syahara datang terlebih dahulu ke rumah sakit sebelum Dzuhur di temani Mr. Fredrik dan Pangeran Fatih juga istrinya Putri Grizelle. Mereka tiba di Indonesia tadi pagi pukul 9 dan di jemput langsung oleh Putri Syahara.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya putri Grizelle duduk di kursi samping Edel.
"Alhamdulillah sudah jauh lebih baik," ungkapnya. "Terima kasih kalian sudah datang jauh-jauh kemari untuk menengokku."
"Ya, memang kami sudah menjadwalkan akan datang hari ini sejak sebulan yang lalu. Hanya saja tadinya bukan menjadwalkan datang ke rumah sakit," ujar Putri Syahara tersenyum.
"Maksudnya?"
"Kau akan segera tahu nanti."
"Kau sendirian di sini?" tanyanya lagi.
"Bunda sama ayah lagi ke kantin makan siang sekalian shalat Dzuhur."
"Kamu mau makan, makananmu sudah ada di sini," kata Putri Syahara.
Mereka semua tertawa mendengar perkataan Edel, mereka mengerti dan tahu betul bagaimana rasanya memakan makanan yang sangat sehat atau rasanya hambar tidak memakai penyedap.
Setengah jam kemudian, pintu terbuka dan masuklah Mr. dan Mrs. Soe.
"Hai, assalamualaikum," sapa Mrs. Soe tidak menyangka saudara-saudara Malik sudah berada di kamar rawat Edel.
"Wa'alaikumsalam," sahut mereka kompak dan menyalami Mr. dan Mrs. Soe.
"Ini Putri Grizelle dan Pangeran Fatih, kakak tertua sekaligus Pangeran Mahkota kami," kata Putri Syahara memperkenalkan kakaknya.
"Senang bisa bertemu dengan anda," ujar Putri Grizelle.
Mr. Soe berbincang dengan Mr. Fredrik dan Pangeran Fatih di sofa tamu, sedangkan para perempuan duduk berkumpul dekat tempat tidur Edel.
"Terima kasih kalian sudah mau datang ke sini," ucap Mrs. Soe. Putri Syahara dan Putri Grizelle hanya tersenyum.
"Maaf, aku harus ke bawah dulu," kata Mrs. Soe setelah melihat pesan di ponselnya. "sayang bunda ke bawah dulu ya, ada yang sedang menunggu bunda di sana."
Mrs. Soe melangkah keluar kamar di ikuti Mr. Soe. 15 menit kemudian mereka datang dengan beberapa orang yang menenteng totebag besar lalu meletakkannya di meja dan kursi makan.
"Terima kasih," ucap Mrs. Soe.
"Bunda apa itu, banyak banget. Siapa mereka?" tanya Edel penasaran.
"Oh, mereka dari catering dan toko kue langganan bunda, mengantar makanan," terang Mrs. Soe.
Putri Syahara dan Putri Grizelle membantu Mrs. Soe menata makanan di meja makan dan meja depan sofa tamu.
"Ini lezat," kata Putri Grizelle mencicipi cake. "cobalah," lanjutnya menyuapi suaminya Pangeran Fatih yang mengangguk setuju.
"Anda pandai sekali memilih tempat cake Bu, ini enak sekali," puji Putri Syahara.
"Ya, tempat kue ini memang sudah terkenal enak dan cake nya juga selalu berbeda tiap hari kecuali kalau kita memesan," terang Mrs. Soe.
Mereka asik mengobrol sambil menikmati berbagai macam cake dan cemilan tradisional. Mereka tertawa melihat Pangeran Ammar duduk di tempat tidur samping Edel yang blepotan memakan cake tiramisu, dan mencoba menyuapi Edel.
"Ayo cuci dulu tangan dan mulutmu," titah ayahnya Mr. Fredrik. Dia pun menurut turun sendiri dari tempat tidur dan menuju wastafel dan mencuci tangannya dibantu Pangeran Fatih.
Clek ... .
Mereka menoleh ke arah pintu yang terbuka dibukakan pengawal dan masuklah Pangeran Malik beserta Baginda Sultan dan Ibunda Ratu.
"Assalamualaikum," mereka mengucap salam ketika masuk ruangan President Suite.
"Wa'alaikumsalam," sahut mereka serentak.
Mr. dan Mrs. Soe berdiri menyambut calon besan mereka bersalaman cipika-cipiki, lalu menanyakan kabar masing-masing. Malik mendekati Edel dan berdiri di samping tempat tidurnya.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Ibunda Ratu menghampiri Edel yang bersandar di tempat tidur.
"Alhamdulillah sudah jauh lebih baik," sahutnya. "Bagaimana kabar ibu, terima kasih sudah datang."
Ibunda ratu duduk di tempat duduk samping Edel dan Baginda Sultan berdiri di sampingnya.
"Kapan cervical collar mu di buka?" tanya Malik yang baru sadar edel sudah tidak memakainya lagi padahal tadi pagi dia masih menggunakan nya.
"Tadi pagi dilepas, kata dokter sudah mendingan jadi lebih baik dilepas," ujar Edel.
"Apa sudah tidak terasa sakit lagi lehermu?" tanyanya lagi.
"Iya masih sedikit kalau nengok tiba-tiba," jawab Edel.
Keluarga Malik berkumpul di ruangan rawat Edel, kurang Putri Zeera dan keluarga kecilnya yang tidak bisa hadir karena terlalu jauh. Sesuai rencana awal mereka berkunjung untuk membicarakan pernikahan Pangeran Malik dan Edelweiss.
"Kami ke sini untuk membicarakan tentang pernikahan Pangeran Malik dengan Edelweiss," kata Pangeran Fatih mewakili ayahnya.
"Pernikahan?!" Edel sedikit terkejut karena memang tidak ada yang memberitahunya tentang pertemuan dua keluarga ini.