
Seorang wanita paruh baya berseru, dengan nada memohon, “Lizheng! Kami tahu kami salah, kami tidak akan melakukannya lagi, jadi jangan usir kami dari desa. Keluarga ku tidak tahu apa-apa, jika aku di usir bagaimana anak-anak ku akan hidup! Tolong jangan usir aku.”
“Ya Lizheng, kami tahu kesalahan kami. Jangan hukum kami!”
"·······"
Beberapa wanita saling meneriakkan permohonannya, membuat Lizheng Liu Fugui bingung. Dia menatap Xin Qian dan berkata dengan serius, "Gadis Qian, mereka sudah mengakui kesalahannya, bisakah kamu memaafkan mereka atas apa yang terjadi hari ini?”
“Memaafkan? Hehee aku tidak mendengar sama sekali, bahwa ada yang meminta maaf pada ku, atau pendengaran ku yang salah?” ucap Xin Qian tertawa ringan. Dia tidak melakukan kesalahan, tapi dia telah di intimidasi oleh para wanita yang iri hati ini tanpa sebab! Tentu saja dia tidak akan memaafkan mereka dengan mudah!
Sebelum Xin Qian mengatakan sesuatu, para wanita itu melompat dan berkata, "Bagaimana ini bisa dilakukan, Lizheng, dia sungguh gadis yang berhati sempit!”
Xin Qian menyeringai dan berkata, “Berhati sempit? Baiklah, kalau begitu aku menjadi satu! Lizheng, aku tahu kamu selallu bersikap adil dan tidak pilih kasih, dan sudah terbukti bahwa aku adalah korban di sini. Jadi, tolong Lizheng memberi kompensasi yang layak untuk ku!”
Para wanita itu langsung terdiam dan menatap ke arah Lizheng dengan tatapan panas.
Lizheng Liu Fugui yang menjadi pusat perhatian merasa sakit kepala, setelah berpikir sejenak, dia menghela nafas dan berkata, “Huh.. begini saja. Kalian semua adalah pelaku yang bersalah, karena Xin Qian selaku sebagai korban merasa telah di rugikan. Kalian semua harus memberinya kompensasi sebanyak 20 koin tembaga per orang, jika kalian tidak mau membayarnya, maka aku hanya bisa mengusir orang tersebut!”
“Tidak! Lizheng, kau sangat pilih kasih! Darimana kami mendapat uang sebanyak itu? Itu adalah biaya makan 2 hari di keluarga!” teriak wanita paruh baya.
"Itu benar, Lizheng, kamu sengaja menunjukkan pilih kasih seperti ini. Kita lah yang menderita sampai jadi berantakan begini.”
Lizheng Liu Fugui mulai kesal, dan berkata dengan tegas, “Itu adalah buah dari prilaku kalian sendiri, bahkan langit membenci kalian! Sekarang, terserah pada kalian, apakah kalian mau membayar kompensasi pada Xin Qian, atau kalian memilih di usir, pilih salah satu!”
Para wanita itu terdiam, mereka tidak berani memilih pilihan kedua, jadi mereka hanya bisa menanggung kehilangan sejumlah uang simpanan mereka!
Lizheng Liu Fugui memandang Xin Qian. Dan berkata, "Gadis Qian, sepertinya mereka semua memilih untuk membayar sejumlan uang, kamu bisa kembali dulu, dan aku akan membantu mu mengumpulkan uang kompensasi itu.”
Xin Qian adalah seorang Ibu tunggal, dengan kehidupan yang sulit di desa, dan para tetangga juga tahu itu. Itu sebabnya Lizheng Liu Fugui memilih kompensasi menjadi bentuk uang.
Xin Qian merasa agak aneh. Tatapan mata Lizheng Liu Fugui padanya agak mirip dengan tatapan rasa bersalah pada Xin Baoshan. Melihat ini, dia merasa bahwa kedua orang ini, jelas telah melakukan sesuatu yang salah padanya, dan merasa kasihan padanya!
Xin Qian ingat apa yang di katakan Xim Tianan hari itu, dan sekarang tampaknya itu benar! Lizheng Liu Fugui juga berpartisipasi dalam masalah kehamilannya sebelum menikah!
Xin Qian memandang Liu Fugui, awalnya dia bingung kenapa Lizheng ini membantunya sampai seperti ini, sekarang dia tahu kenapa Lizheng bersikap seperti ini. Jadi, karena ini adalah keuntungan untuk nya jadi kenapa dia harus menolak?
20 koin tembaga di kalikan jumlah para wanita itu ada 9 orang, bukankah dia akan mendapatkan uang sebanyak 180 koin tembaga secara cuma-cuma? Haha
Xin Qian menatap Lizheng dengan seringaian di wajahnya, tatapan seakan menyelidiki pria tua itu, dan berkata, “Baiklah. Tolong bantuan mu Lizheng. Aku akan pergi dulu.”
Setelah melihat Xin Qian telah pergi menjauh, Lizheng Liu Fugui menghela nafas dan menatap para wanita yang masih duduk di tanah, lalu berkata dengan dingin, “Sekarang, kalian juga pulangnya ke rumah masing-masing. Aku akan memberi kalian waktu sehari, dalam sehari kalian harus membayar uang kompensasi itu kepada ku.”
“Ya, ya, Lizheng. Bagaimana kami bisa membayarnya!”
Lizheng Liu Fugui memandang para wnaita ini dengan marah, dan berkata, “Terserah! Kalian bisa menukarnya dengan barang yang setara! Intinya kalian harus membayar uanh kompensasi sebanyak 20 koin tembaga per orang! Sekarang bubar!”
Mendengar suara Lizheng yang meninggi, semua orang mau tidak mau pun mulai bubar. Para wanita itu semakin membenci Xin Qian, dan berjanji akan membalasnya suatu haru nanti!
Saat Liu Fugui melihat semua orang telah pergi, dia menatap ke arah Xin Qian pergi. Dia merasa ada yang aneh, saat dia melihat cara Xin Qian menatapnya sebelum pergi...
Lizheng Liu Fugui merasa bahwa gadis itu sedang memperingatkannya! Hati Liu Fugui bergetar setiap dia memikirkan kejadian itu tiga tahun lalu! Xin Qian seharusnya tidak menceritakan kejadian itu ke orang lain, kan?
Jika Xin Qian benar-benar mengatakannya, Lizheng Liu Fugui mulai merasa takut bahwa mereka tidak akan bisa menyembunyikan masalah ini terlalu lama. Setelah melakukan hal semacam itu, bagaimana bisa orang-orang di desa tetap percaya padanya di masa depan? Tentu saja, dia selalu merasa kasihan pada Xin Qian tentang masalah ini.
Menghela nafas, Liu Fugui berjalan menuju rumah, sosoknya yang ramping tampak tak berdaya...
Xin Qian kembali ke rumah, dan hari sudah mulai gelap...
Melihat bahwa Ibunya telah kembali, Xiao Chen segera berlari ke arah Ibunya, dia menatap Xin Qian dan berkata, "Ibu, mengapa kamu kembali begitu lama? Ketika nenek memanggil paman Yang’er untuk pulang, Xiao Chen sendirian di rumah."
Xin Qian menyentuh wajah kecil anaknya dan memandangnya dengan sedih. Dan berkata, "Ibu telah tertunda oleh sesuatu, maaf ya Xiao Chen. Apakah kamu takut di rumah sendirian?"
Xiao Chen menggelengkan kepalanya, tersenyum bangga dan berkata, "Ibu, saat langit tiba-tiba mulai gelap Xiao Chen masuk ke rumah, Xiao Chen tidak takut sendirian karena Xiao Hei ada bersama Xiao Chen!"
Xin Qian menatap ke arah Xiao Hei di tanah, anjing hitam itu benar-benar menjilat tangan Xiao Chen. Terlihat sangat kecil dan sangat lucu. Setelah di pelihara selama beberapa hari di rumah Xin Qian, Xiao Hei tidak sekurus sebelumnya, bahkan dia mulai terlihat bulat.
Semua itu terjadi karena, jika mereka punya sesuatu yang lezat, mereka akan selalu memberikannya juga pada Xiao Hei. Dalam beberapa hari terakhir, Xin Qian sering membeli daging, dan memasak daging babi rebus dengan kaldu dan nasi, yang rasanya sangat enak. Dan Xiao Hei juga ikut memakannya.
Meskipun tubuh Xiao Hei kecil, nafsu makannya tidak kecil, dan dia bisa makan semangkuk nasi penuh. Sekarang Xiao Hei telah tumbuh menjadi makhluk kecil berbulu. Setelah menghabiskan begitu banyak waktu dengan Xin Qian dan Xiao Chen, Xiao Hei menjadi lebih terikat pada mereka.
Lalu, Xiao Chen juga sangat menyukai Xiao Hei. Begitu dia senggang, Xiao Chen pasti suka memegang dan mengelus bulu Xiao Hei. Jika bukan karena di larang Xin Qian, Xiao Chen pasti akan membawa Xiao Hei tidur bersama!
zzz zzzz zzzz zzz zzzz zzz zzz zzz zzzz zzz zzzz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗