Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 86



Setelah kembali dari rumah keluarga besar Xin, Xin Qian dalam suasana hati yang baik.


Meskipun dia telah mengalami hal-hal aneh, pemisahan rumah tangganya adalah awal yang baik.


Jika rumah tangganya pisah, segala sesuatu tentang dia tidak akan ada lagi hubungannya dengan keluarga Xin yang lama. Dia juga bisa menabung sebanyak-banyaknya dan membangun rumah yang besar sendiri.


Xin Qian kembali ke rumahnya, merawat kebun sayur di sore hari, memberi pupuk, dan menyiramkan air. Beberapa kecambah sudah muncul dari biji yang di tanam.


Xin Qian pergi ke kaki gunung. Tidak ada sayuran di rumah, jadi dia hanya bisa mendapatkan sayuran liar untuk di makan. Untungnya, di musim semi, ada lebih banyak sayuran liar.


Xin Qian mencari sebentar, dan sayuran liar yang dia ambil, sudah memenuhi setengah keranjang. Ketika dia hendak kembali, dia menemukan sosok wanita berbaju merah dan sosok pria jubah abu-abu di bawah hutan.


Xin Qian sepertinya mendengar teriakan dari mereka. Apakah ada sesuatu yang terjadi? Merasa ingin tahu, jadi, dia berjalan ke arah suara.


Ketika Xin Qian sampai di dekatnya, dia melihat bahwa sosok wanita itu adalah Xiao Hong yang mengenakan pakaian merah, dan orang yang mengenakan pakaian abu-abu adalah Liu San, orang mesum yang mengintip di rumah mandi Xin Qian sebelumnya. Dia melihat Liu San berdiri di depan Xiao Hong, dengan senyum mesum di wajahnya.


"Adik Xiao Hong, kamu sangat cantik. Tidak ada wanita di seluruh desa yang secantik kamu!” ucap Liu San menyeringai.


“Liu San, apa yang ingin kamu lakukan?” ucap Xiao Hong memandang Liu San dengan ngeri. Di rumah, dia sudah banyak mendengar gosip tentang Liu San ini, dia sangat mesum. Sudah banyak gadis tak berdosa di desa yang telah di lecehkan olehnya.


Liu San tersenyum mesum, "Apa yang ingin ku lakukan? Adik Xiao Hong, aku hanya ingin bermain dengan mu!"


Xiao Hong tidak bodoh, dia tahu apa yang di maksud Liu San dengan bermain, dan melangkah mundur dengan ngeri. "Liu San ... apa yang ingin kamu mainkan, tidak ada yang menyenangkan. Jangan mendekat!"


Liu San meraih Xiao Hong, "Adik Xiao Hong, lihatlah diri mu, bukankah aku hanya ingin bermain dengan mu? Kenapa kamu sangat gugup? Bermainlah dengan ku, aku berjanji akan membuat mu merasa nyaman..."


Melihat senyum mesum di sudut mulut Liu San, Xiao Hong hampir menangis dengan cemas.


Jika dia di nodai oleh Liu San, bagaimana dia akan menikah di masa depan!


"Liu San, tidak, tidak, tidak, Kakak Liu, aku memohon pada mu, biarkan aku pergi, oke? Aku akan memberi mu apa pun yang kamu inginkan, selama kamu membiarkan ku pergi!" ucap Xiao Hong ketakutan, tubuhnya gemetar.


Liu San menggelengkan kepalanya, "Adik Xiao Hong… Apa maksudmu dengan itu? Tidak ada orang di sini, karena itu tidak ada yang bisa menolong mu, ayo kita…"


Ketika Liu San berbicara, dia tiba-tiba menerjang ke arah Xiao Hong dan membawanya ke dalam pelukannya.


“Ahh!” Xiao Hong menjerit, hampir pingsan.


Saat ini, Liu San ingin segera meletakkan mulutnya ke leher Xiao Hong. Bagaimanapun, Xiao Hong hanyalah seorang wanita, dan kekuatannya tidak bisa menang melawan Liu San, jadi Xiao Hong hanya bisa berjuang keras tapi sama sekali tidak bisa lepas dari pelukannya.


Xin Qian menatap tingkah laku pria bejat itu, dia merasa sangat marah sebagai sesama wanita, dia ingin melangkah keluar dan memukuli pria mesum itu, tapi dia berhenti, dia ingat bagaimana cara Xiao Hong ini menjebaknya di sungai. Xiao Hong ini bukan gadis biasa, dia berhati ular, dan selicik rubah. Jika dia membantunya sekarang, dia tidak tahu apakah Xiao Hong ini akan membalas niat baik nya.


Liu San ini benar-benar bajingan mesum, mau berapa banyak dia mau melecehkan para wanita di desa, pria yang menjijikkan seperti itu harus benar-benar di kebiri.


Bagaimanapun, Xin Qian bukan orang suci, dia membenci manusia yang licik dan pendendam. Xiao Hong telah meenjebaknya sebelumnya, dan dia harus membayarnya untuk itu. Setelah memikirkannya, Xin Qian berbalik perlahan dan pergi. Lebih baik dia tidak ikut camput urusan oraang lain, kejadian pencopet di kota sudah memberinya pelajaran yang cukup. Orang yang kita tolong, belum tentu mengucapkan terima kasih setelahnya!


Pagi hari berikutnya, Xin Qian pergi ke Yangcheng dengan keranjang di punggungnya.


Kali ini, ada paman kelimanya, Xin Bai yang juga bernuat pergi ke kota untuk membeli kertas dan tinta. Harga kertas dan tinta itu tidak murah.


Xin Bai melihat ke arah Xin Qian dan tersenyum cukup sopan. "Apakah Qian’er juga pergi ke Yangcheng?"


Xin Qian tersenyum ringan, dan berkata, “Ya, mengapa paman ke kota? Ingin membeli sesuatu?”


"Ya, aku ingin membeli kertas dan tinta untuk melukis kaligrafi. Seharusnya aku membelinya sebelum pulang ke rumah Keluarga Xin, tapi aku lupa. Karena, waktu liburan masih cukup lama, jadi aku harus membelinya sekarang." Ucap Xin Bai menjelaskan.


"Ternyata begitu. Paman pasti sangat sibuk.” Ucap Xin Qian mengangguk, dia merasa bahwa percakapan dengan Xin Bai sangat santai, suara pamannya juga lembut saat dia mulai berbicara, Xin Qian merasa teemperamen paman kelimanya itu seperti angin musim semi.


Xin Qian merasa dia memiliki perasaan yang akrab dengan Xin Bai.


Selain mengobrol ringan, Xin Bai juga bertanya tentang kondisi hidup Xin Qian. Xin Bai ingin memberikan sejumlah uang untuk membantu keponakannya iti, tetapi Xin Qian menolak.


Meskipun Xin Bai telah bekerja sambilan, dia masih perlu membeli beberapa buku untuk mengajar anak-anak, juga biaya pena, tinta, kertas, dan batu tinta relatif mahal. Karena itu, Xin Qian tidak mungkin menerima uang Xin Bai, tetapi dia menerima niat baik paman kelimanya ini.


Mungkin karena usia Xin Bai tidak jauh lebih tua dari Xin Qian, hanya berneda 6 tahun, atau mungkin karena Xin Bai adalah seorang sarjana, Xin Qian dan Xin Bai terus berbicara sangat spekulatif dan tertawa sepanjang jalan. dia pikir Xin Bai adalah seorang sarjana yang kaku, tetapi Xin Bai pandai menceritakan beberapa lelucon dari waktu ke waktu. Xin Qian benar-benar menyukai paman kelima ini.


Para wanita di kereta semua tertarik pada Xin Bai, lagipula, Xin Bai adalah orang yang berbakat, dia juga pintar mengajar anak-anak saat di kota. Pria sopan sepertinya sangat jarang terlihay di pedesaan.


"Bai’er, mengapa kamu masih belum menikah di usia mu? Apa ibu mu tidak membantu mu menemukan calon pengantin? Atau, bagaimana jika bibi ini mengenalkan mu pada keponakan ku? Keponakan bibi adalah berusia 17 tahun sekarang dan terlihat cukup cantik, dia juga rajin…” ucap seorang wanita paruh baya di kereta.


"Xin Bai, keluarga ku juga memiliki kerabat. Keponakan ku berusia 16 tahun ini. Meskipun dia sedikit lebih muda dari mu, itu tidak masalah. Aku akan mengenalkan mu nanti, selama kau menginginkannya." Ucap wanita lainnya.


"..." Menghadapi antusiasme para wanita ini, Xin Bai sedikit malu dan merasa tidak nyaman. Dia hanya bisa tersenyum pada para wanita itu dan berkata, "Um, terima kasih bibi atas perhatian kalian. Aku masih belum berencana untuk menikah."


"Xin Bai, bukan karena bibi ini berniat jahat, tapi lihat diri mu, kau sudah sangat tua, di kerajaan kita, usia seperti mu sudah memiliki istri dan seorang anak. Tidak baik menjadi bujangan tua dan menunda jodoh mu.” Ucap seorang wanita tua.


"Ya, kalau tidak, akan sulit untuk mendapatkan gadis yang baik pada usia mu sekarang."


“…..” Xin Qian yang duduk di samping, merasa simpati untuk paman kelimanya. Xin Qian merasa bahwa para bibi ini sangat ingin mendesak pernikahan pada paman kelimanya. Jika ini dia, dia tidak akan tahan.


zzzzzzzzzzzzzzzzz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗