Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 159



Nyonya Zhu hanya ingin mengintimidasi Zhu Erhu. Lagi pula, jika mereka tidak memberi apa-apa, Zhu Erhu dan Mulan tidak bisa bertahan hidup dengan beberapa anak.


Zhu Erhu mengerutkan keningnya. Mulan juga sedikit khawatir, bagaimana mereka akan hidup jika tidak memiliki apa pun?


Wanita tua Zhu, melihat bahwa Zhu Erhu berhenti berbicara, dia sedikit bangga. Dia tahu bahwa mengatakan itu akan menggertak Zhu Erhu.


Penduduk desa benar-benar tidak tahan lagi, dan mulai melawan ketidakadilan untuk Zhu Erhu, "Hei, wanita tua, Bagaimana Kamu bisa bersikap seperti ini? Tidak peduli seberapa biasnya kamu pada putra kedua mu, dia tetap berhak mendapatkan beberapa properti saat memisahkan keluargaya. Apalagi, Zhu Erhu telah lama bekerja keras untuk keluarga Zhu."


"Itu benar! Menurut aturan, kamu tidak bisa melakukan ini. Nyonya Zhu, kamu sangat keterlaluan! Erhu juga bermarga Zhu, darah daging mu sendiri!”


"Wanita tua Zhu, kami tahu kau bias pada Putra tertua dan putra bungsu mu. Tapi, bukankah putra kedua juga anak mu? Tidak ada seorang Ibu yang tega melakukan ini pada anaknya~”


"..." Ocehan penduduk desa membuat Nyonya Zhu sangat marah. Wanita tua Zhu mengutuk para penonton, "Kalian semua hanya orang luar, jangan ikut campur dalam urusan keluarga Zhu kami. Aku melakukan apa pun yang Aku suka."


"Hehe, Nyonya Zhu, apa yang kamu katakan itu salah? Kita semua di sini hanya menonton pertunjukkan Keluarga Zhu mu. Tapi, aku benar-benar membuka mata ku, melihat sikap mu yang seperti ini, di masa depan, pasti tidak ada orang yang mau menikahi anak atau cucu mu! Bukankah, Anak ketiga mu belum menikah? Cucu mu juga harus menikah di masa depan, kan? Ku sarankan, Jangan terlalu mengacaukan reputasi Keluarga Zhu mu. "


Ketika seseorang mengatakan itu, Nyonya Zhu benar-benar terkejut. Di desa, hal-hal lain tidak penting baginya, tapi reputasi masih sangat penting! Jika reputasi Keluarga Zhu nya hancur, maka akan sangat merepotkan bagi para pria di keluarga Zhu untuk mencari seorang istri!


Wanita tua Zhu mengerutkan kening, di paksa oleh opini publik yang menyudutkannya, sekarang dia harus memberi Zhu Erhu beberapa properti jika dia ingin berpisah.


Zhu Erhu segera berkata, "Ibu, aku tidak ingin terlalu banyak. Beri aku satu kamar untuk keluarga ku, jadi kami masih memiliki tempat tinggal. Ada enam hektar sawah di keluarga Zhu. Beri saja aku satu hektar sawah, dan setengah hektar lahan kering. Lalu, sisanya untuk kakak laki-laki ku dan saudara ketiga. "


Menghitung dengan cara ini, Zhu Erhu tidak meminta banyak. Jika itu orang lain, saat mereka benar-benar membagi keluarga, mereka harus mendapat hak yang sama rata. Tapi, Zhu Erhu memilih mengalah.


"Bibi Zhu, lihatlah betapa sabarnya putra kedua mu. Karena Zhu Erhu tidak meminta banyak, kamu akan memberikannya, kan?"


Nyonya Zhu tidak berbicara, tetapi memandang ke arah Zhu Daniu dan menanyakan pendapat Zhu Daniu. Meskipun permintaan ini kedengarannya tidak ada masalah, Zhu Daniu masih merasa di rugikan, jika dia menghitungnya dengan cermat.


"Saudara kedua, Kamu juga tahu bahwa saudara laki-laki ketiga masih sekolah, dan Keluarga kita harus mendapatkan dua koin perak untuk satu tahun sekolah. Sebelumnya, kita bisa membayar uang itu bersama, tapi jika ada pembagian keluarga. Bisakah kamu ikut membayar setengah?"


Setelah Zhu Daniu selesai berbicara, beberapa penduduk desa mulai memakinya, "Hei, Daniu, betapa piciknya kamu? Apakah kalian pikir, dengan tanah yang sangat sedikit itu, kau ingin Zhu Erhu membayar 1 perak setahun? Tanah yang di minta Zhu Erhu bahkan tidak sampai setengah milik Zhu Daniu!”


“Itu benar! Dengan lahan yang sangat sedikit itu, permintaan Zhu Daniu benar-benar keterlaluan. Terlalu mustahil bagi Zhu Erhu, jila dia harus membayar 1 koin perak per tahun. Jika begini, apa yang akan di makan oleh keluarga putra kedua inii? Tanah? Daniu, apakah Kamu menggertak adik mu sendiri? "


"Ya! Jelas, Daniu ini menggertak keluarga Erhu!"


Jadi seseorang menyarankan, "Aku pikir, Zhu Erhu hanya cukup membantu biaya itu, sebaanyak sepertiga nya. Pilihan ini adalah yang mungkin. Nyonya Zhu, apa yang kau pikirkan?”


"Ini······" Nyonya Zhu masih tidak tahu harus berkata apa. Apalagi, dia tidak bisa menghitung akun-akun ini sendiri. Dia pun memandang ke arah Zhu Daniu.


Zhu Daniu menyimpulkannya, jika Zhu Erhu dapat membayar sepertiga dari pengeluaran saudara ketiga, itu sudah cukup. Orang-orang di desa sedang menyaksikan pemisahan keluarga, jadi dia tidak boleh terlalu memojokkan keluarga Zhu Erhu.


Jadi Zhu Daniu mengangguk dan berkata, "Baiklah. Jika saudara kedua dapat membayar sepertiga dari uang sekolah saudara ketiga, maka itu cukup."


Zhu Erhu tidak langsung menjawab, tetapi pertama-tama menanyakan pendapat Mulan. Satu hektar sawah, setengah hektar lahan kering, dan juga mereka masih harus membayar enam hingga tujuh ratus koin tembaga setiap tahun. Masa depan keluarganya pasti akan sangat sulit. Tapi, itu lebih baik, dari pada mereka harus membayar setengahnya.


Jadi, Mulan pun mengangguk setuju. Dia tidak takut akan kesulitan di masa depan, dia dan Zhu Erhu adalah pekerja keras. Selama mereka berdua tetap bekerja keras, mereka akan bisa hidup dengan baik.


Jika itu di masa lalu, Mulan tidak memiliki kepercayaan diri, tapi sekarang dia bisa pergi ke kota untuk melakukan bisnis dan mendapatkan uang. Yah, dia harus bekerja lebih keras dan menenun keranjang lebih banyak untuk di jual.


"Yah, kakak, ibu, mari kita putuskan begitu. Seekarang, Ibu akan tinggal bersama kakak pertama dan adik ketiga, di masa depan. Keluarga ku akan keluar dari keluarga utama." Ucap Zhu Erhu meyetujui permintaan itu.


"Juga, adik kedua, kamu tetap harus membayar tunjangan untuk Ibu kita setiap tahun, tergantung keinginan mu, tetapi kamu tidak bisa membiarkan saudara lelaki ketiga dan aku menanggungnya kan?” Ucap Zhu Daniu.


"Baiklah.” Jawab Zhu Erhu.


Jadi pemisahan keluarga Zhu di bagi di bawah kesaksian penduduk desa. Xin Qian juga merasa lega karena hasilnya tidak terlalu buruk bagi keluarga Mulan. Selain itu, Mulan dan suaminya telah banyak menderita selama ini, tetapi Mulan cukup beruntung karena dia telah lolos dari genggaman iblis.


Xin Qian tidak lagi khawatir dengan situasi Mulan. Setelah menyaksikan kegembiraan di rumah Zhu, sudah jam sebelas lewat sekarang, dan Xin Qian buru-buru membawa keledainya kembali ke rumah…


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗