
Melihat kekhawatiran Bibi Liu, Xin Qian menghibur, "Tidak apa-apa, Bibi Liu, orang itu tidak akan melakukan apa pun kepada ku. Aku tidak melakukan apa-apa padanya, jadi dia tidak bisa melanggar hukum Kerajaan Zhou dan membahayakan ku, kan?"
Bibi Liu menghela nafas, "Gadis Qian, aku tahu itu. Akan tetapi, kita seharusnya tidak tersinggung orang dengan status tinggi seperti itu. Jika mereka ingin menyakiti orang biasa seperti kita, itu adalah masalah mudah untuk mereka! Sebagai orang biasa, bagaimana bisa kita melawan?"
"Tidak ada gunanya khawatir sekarang. Cukup ikuti arus." Ucap Xin Qian tersenyum ringan. Dia tidak pernah takut pada siapa pun. Jika ada orang yang menyinggungnya, dia juga tidak akan membiarkan mereka lolos begitu saja!
"Hei, kau benar.” Ucap Bibi Liu menghela nafas.
Xin Qian mengantarkan Paman Liu ke rumah sakit. Di perkirakan perawatannya akan memakan waktu beberapa hari di kota Yangcheng. Lagi pula, penyakit Paman Liu sudah parah karena tertunda, iti tidak dapat di sembuhkan sekaligus. Untungnya, sekarang Xin Qian dapat mengirim daging katak setiap hari. Jadi, setiap hari dia menerima penghasilan yang cukup untuk kedua keluarga. Jadi, biaya pengobatan Paman Liu tidak terlalu membuat Bibi Liu khawatir.
Setelah Xin Qian selesai mengirim daging katak ke restoran Fulin. Xin Qian kembali ke desa pada pukul sepuluh pagi.
Saat ini, Xin Qian bersiap untuk memasak daging babi yang dia beli di kota. Dia memasak agak banyak kali ini, karena janjinya pada Xiao Mao, jadi dia harus memberikan 1 porsi untuk Xiao Mao. Xin Qian menumis daging babi itu di campur dengan bawang bombai. Daging babi itu di potong tipis, di bumbui dengan bawang putih tumbuk, di tambah dengan taburan lada hitam, itu membuat aroma dan rasanya sangat lezat. Kemudian, Xin Qian juga memasak sup tahu dan kubis yang dia petik di kebun miliknya.
Setelah selesai memasak, Xin Qian langsung memberikan sepiring daging babi tumis ke gudang kayu, tempat Xiao Mao tinggal.
Melihat "eksentrisitas" Xin Qian, Xiao Hei sangat marah dan cemburu, dia tidak mau keluar untuk makan di bawah meja. Saat Xin Qian juga membawakan daging ke hadapan Xiao Hei, Xiao Hei bahkan tidak menciumnya. Dia hanya memberi Xin Qian pantatnya yang dingin.
Xin Qian merasalelah, dia harus membujuk Xiao Mao setiap kali pergi, dan sekarang Xiao Hei juga perlu di bujuk! Kenapa dia memelihara dua binatang kecil yang pemarah!
Xin Qian terus membujuk Xiao Hei. Melihat Xiao Hei akhirnya melirik dirinya, Xin Qian menghela nafas, "Tampaknya hanya ada satu anak yang akan lahir di masa depan."
“Mengapa Nona Qian mengatakan ini?” Mo Lianfeng yang mendengar itu, langsung menghentikan gerakan sumpitnya dan bertanya sambil memandang ke arah Xin Qian.
"Lihatlah, dua binatang kecil ini sangat pemarah dan selalu cemburu. Jika yang satu ku perlakukan baik, yang lain akan tidak bahagia. Ku pikir melahirkan satu anak saja sudah cukup, jadi tidak ada yang namanya pilih kasih atau eksentrisitas. " Ucap Xin Qian drngan kesal.
"Em.... Qian Qian, maksud mu, di masa depan kamu hanya ingin memiliki Xiao Chen sebagai anak mu? Dan kamu tidak ingin memiliki anak yang lain?" tanya Mo Lianfeng dengan wajah serius.
Xin Qian mengangguk, "Ya. Bagaimanapun, Xiao Chen ku sangat imut dan masuk akal. Jadi, aku akan memberikan cinta ku pada Xiao Chen seutuhnya. Dengan begitu, Xiao Chen tidak akan cemburu pada adik lelaki atau perempuannya di masa depan."
Meskipun ucapan Xin Qian masuk akal, itu adalah pertama kalinya Mo Lianfeng mendengar pernyataan seperti itu. Di era ini, tidak ada wanita yang memiliki satu orang anak, terutama keluarga kaya yang memiliki banyak istri dan selir. Jadi, mereka memiliki lebih banyak keturunan.
Tapi, tidak tahu mengapa, Mo Lianfeng merasa sedikit sedih. Jika Xin Qian tidak ingin punya anak lagi, jika suatu hari dia menikahinya, akankah mereka punya anak?
Melihat Mo Lianfeng yang linglung, Xin Qian berpikir ada sesuatu yang salah, jadi dia bertanya, "Pangeran Mo, ada apa? Bukankah kamu juga berpikir bahwa aku benar?"
Xin Qian mendengarkan dengan baik dan terdiam beberapa saat, sepertinya apa yang di katakan Mo Lianfeng juga masuk akal.
Xiao Chen, yang sedang makan di atas meja, menghentikan tangannya, matanya yang indah menyipit dalam bentuk bulan sabit, dia tersenyum polos ke arah Xin Qian, "Ibu, Xiao Chen juga menginginkan adik, bisa laki-laki atau perempuan, Xiao Chen suka semuanya. Jika Xiao Chen punya sudara, Xiao Chen bisa bermain dengan mereka setiap hari! Ibu, jika kamu melahirkan adik untuk ku, Xiao Chen tidak akan cemburu. "
Saat Xin Qian melihat Xiao Chen berbicara dengan semangat. Sebelum dia bisa mengatakan apa-apa, Xiao Chen bertanya dengan wajah polosnya, "Ibu, kapan kamu bisa memberi Xiao Chen adik laki-laki dan perempuan?"
"Ini·······" Xin Qian bingung harus menjawab apa.
Anak ini, apakah dia berpikir bahwa seorang anak dapat di lahirkan begitu saja? Hal itu juga membutuhkan kerja sama seorang pria. Lagi pula, melahirkan adalah masalah dua orang. Masalahnya adalah, Xin Qian tidak memiliki Suami sekarang...
Xin Qian tidak tahu bagaimana menjelaskan ini kepada Xiao Chen. Setelah memikirkannya, dia berkata kepada anaknya, "Xiao Chen, Ibu tidak bisa memberi mu adik untuk saat ini, karena Ibu tidak tidur dengan Pria."
"Ibu, bukka kah kamu tidur dengan ayah setiap hari? Lalu, apakah Ibu sudah memiliki adik ku di perut Ibu??” Saat Xiao Chen bicara, dia berlari ke arah Xin Qian dan menyentuh perut Xin Qian.
"Uh... Xiao Chen…" Xin Qian tertegun.
"Uhuk!” Mo Lianfeng yang sedang minum sup langsung tersedak saat mendengar Xiao Chen mengatakan itu! Dia batuk dengan kuat dan menatap Xin Qian dengan canggung.
Xin Qian tersenyum canggung pada Mo Lianfeng. Mereka berdua jelas tidak melakukan apa-apa, tapi dari ucapan Xiao Chen, mereka sepertinya punya sesuatu!
Xin Qian menjelaska oada Xiao Chen dengan kata-kata yang mudah di mengerti, "Xiao Chen, Ibu tidak menikah dengan ayah mu. Dia bukan Suami Ibu. Jadi tidak mungkin ada bayi di perut Ibu. Jangan bicara omong kosong ini di luar. Lebih baik, Xiao Chen tidak membicarakan tentang Ayah mu yang tinggal di rumah kita. Jangan sampai mereka salah paham.”
Xiao Chen mengangguk tanpa mengerti, "Oke, Ibu, Xiao Chen tahu. Tapi Ibu… jika Ibu ingin membuat bayi dengan ayah, Xiao Chen bisa pergi ke rumah nenek dan kakek untuk tidur di malam hari."
"········" Xin Qian tertegun. Bagaimana bisa anak ini memikirkan solusi seperti itu?!?
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗