Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 173



Xin Qian pulang ke rumahnya sambil membawa ember pupuk yang telah kosong di tangannya. Meskipun dia tidak terciprat sedikit pun oleh kotoran di tubuhnya, tetapi masih ada semacam bau busuk di bajunya! Yah, dia harus segera mandi dan mengganti pakaiannya.


Begitu Xin Qian kembali, Mo Lianfeng menyambutnya dan berkata kepada Xin Qian sambil tersenyum, "Qian Qian, apakah Kamu sudah selesai dengan ‘bisnis besar’ mu?"


Ketika Mo Lianfeng mengatakan itu, Xin Qian memiliki perasaan bersalah yang tidak dapat di jelaskan. Jika Mo Lianfeng tahu tentang apa yang dia lakukan, dia tidak tahu Mo Lianfeng akan berpikir apa tentangnya?


"Yah ... sudah selesai, ada apa?" Tanya Xin Qian tersenyum canggung.


"Tidak apa-apa. Aku hanya merasa bahwa kamu di sana untuk waktu yang lama." Ucap Mo Lianfeng seraya berjalan mendekat ke arah Xin Qian berdiri.


Akan tetapi, saat Mo Lianfeng mendekat, Xin Qian buru-buru mundur, takut bahwa bau busuk di tubuhnya akan tercium oleh Mo Lianfeng!


Ketika dia melihat Xin Qian sengaja menghindarinya, Mo Lianfeng sedikit terkejut, dan ada jejak kesedihan muncul di matanya. Apakah Xin Qian membencinya? Jadi dia ingin menjaga jarak darinya?


“Qian Qian, mengapa kamu menghindar dari ku? Apa… apa aku melakukan kesalahan?” Ucap Mu Lianfeng dengan ekpresi kehilangan.


"Uh ... tidak ... aku tidak menghindari mu, hanya saja…" Xin Qian menjelaskan dengan cepat. Dia takut jika Mo Lianfeng salah paham lagi padanya!


Mo Lianfeng bertanya lagi, "Tapi mengapa Qian Qian menjaga jarak dari ku ? Apa kamu tidak ingin aku bersikap dekat?"


Xin Qian mengerutkan keningnya. Benar saja, orang ini terlalu banyak berpikir negatif! Untuk jadi, Xin Qian berkata, “Pangeran Mo, bukannya aku ingin menghindar dari mu. Hanya saja… aku baru saja dari toilet tadi, jadi tubuh ku berbau busuk sekarang. Aku takut kamu akan menciumnya, lalu jika kamu mendekati ku, bukankah bau busuk ini akan melekat juga pada mu?"


Setelah Xin Qian selesai berbicara, Mo Lianfeng segera tersenyum, dan suasana hatinya yang awalnya tertekan akhirnya membaik. Tapi, saat dia melihat penampilan serius Xin Qian ketika menjelaskan kepadanya, Mo Lianfeng merasa bahwa gadis di depannya sangat lucu. Jadi, dia sengaja melangkah maju dan tiba di hadapan Xin Qian….


Xin Qian sangat kaget, sehingga dia menendang refleks mundur beberapa langkah ke belakang, tapi sayangnya, dia telah mencapai di sudut rumah, dia tidak bisa bergerak sama sekali.


Mo Lianfeng berdiri tepat di hadapan Xin Qian, saat ini jarak antara keduanya hanya satu jari. Kepala Xin Qian berada di bawah dagu Mo Lianfeng. Ada perbedaan besar dari tinggi badan mereka.


Xin Qian yang di sudutkan oleh napas Mo Lianfeng, dia merasa bahwa kepalanya kosong sesaat, dan butuh waktu sampai dia bisa bereaksi. Apa ini? Apakah Mo Lianfeng gila? Apa yang pria ini inginkan? Jarak mereka saat ini begitu dekat! Sekarang, hanya ada dia dan Mo Lianfrng di rumah ini…


Segala macam pikiran muncul di kepala Xin Qian. Tanpa sadar, Xin Qian meraih lengan bajunya, dan mencengkeramnya dengan gugup. Lalu dia tiba-tiba memikirkannya, jika Mo Lianfeng benar-benar melakukan sesuatu padanya, sepertinya dia tidak akan rugi, kan?


"Pa... Pangeran Mo, apa yang ingin kamu lakukan? Jangan impulsif, mari kita bicara dengan hati-hati jika kamu memiliki masalah. Jangan seperti ini..." Ucap Xin Qian dengan suara yang rendah. Wajah dan telinganya sudah semerah tomat! Dia bahkan bisa mencium aroma nafas Mo Lianfeng!


Mo Lianfeng merasa terhibur oleh penampilan imut dari Xin Qian. Mo Lianfeng takut dia akan menakuti Xin Qian, jadi dia menjelaskan dengan lembut, "Qian qian, aku hanya ingim kamu tahu bahwa aku tidak akan membenci mu dalam hal apa pun. Jika kamu bau, itu bukanlah masalah besar. Jadi, jangan terlalu menjauh dari ku. "


Ketika Xin Qian masih linglung dalam pikirannya, tangan Mo Lianfeng menyentuh wajah Xin Qian, dan denga lembut mengelus kulit wajah Xin Qian yang lembut dan hangat. Itu terasa sangat nyaman.


Gerakan tiba-tiba dari Mo Lianfeng sangat mengejutkan Xin Qian. Tapi… Yang aneh adalah dia tidak mengelak sama sekali, dan membiarkan Mo Lianfeng menyentuhnya, sebaliknya dia agak menikmati kelembutan dari Pria itu ...


Suasana antara kedua orang itu tiba-tiba menjadi ambigu. Xin Qian merasa bahwa dirinya sudah gila!


"Qian qian..." Mu Lianfeng berbisik pelan. Dia menatap wajah Xin Qian, lalu bibir Xin Qian, dia merasa bahwa dia memiliki keinginan untuk segera mencium Xin Qian. Tetapi, Dia tahu bahwa dia tidak bisa melakukan itu, karena akalnya masih bisa mengendalikannya.


Setelah menyadari keinginannya, Mo Lianfeng benar-benar terkejut! Kenapa dia bisa memiliki perasaan aneh seperti itu? Dia tidak pernah merasakan apa pun saat berhadapan dengan wanita mana pun, hanya di depan Xin Qian, dia merasa mabuk akan pesona Xin Qian.


Napas Mo Lianfeng berhembus ke wajah Xin Qian, dan itu membuat Xin Qian sedikit geli. Jantungnya saat ini berdetak lebih kencang. Dia merasa canggung, tapi dia di tahan di sudut oleh Mo Lianfeng, jadi dia tidak bisa pergi kemana pun. Pandangan penuh kasih sayang dari Mo Lianfeng membuat Xin Qian entah bagaimana tidak bisa menahannya.


Kenapa Mo Lianfeng menggodanya seperti ini? Dengan wajahnya yang tampan, apakah pria ini tidak takut bahwa dia akan menerkamnya? Bagaimanapun, Xin Qia telah melajang selama dua kehidupan, dan dia juga ingin merasaka rasanya jatuh cinta. Ada seorang lelaki tampan di depannya... jadi dia benar-benar mau mempertimbangkan...


“Ayah, ibu, apa yang kalian lakukan?” Tiba-tiba, Xiao Chen masuk dari luar dan bertanya dengan rasa ingin tahu ketika dia melihat kedua orang itu berdiri di sudut rumah dan mempertahankan postur yang intim.


“Ehem!” Xin Qian batuk dengan canggung, mengingatkan Mo Lianfeng.


Mo Lianfeng segera mundur ke belakang dengan sangat tenang, dan berkata kepada Xiao Chen, "Tidak apa-apa, tadi ada nyamuk yang berputar di kepala ibu mu. Jadi, Ayah membantu untuk membunuhnya!"


Xiao Chen tentu saja percaya, dia mengangguk dan berkata, "Begitu. Terima kasih, Ayah, telah membantu Ibu. Di sini nyamuknya sangat menjengkelkan, mereka sering menggigit lengan Xiao Chen sampai merah-merah! Itu sangat gatal!”


"Ya, jadi kita tidak bisa membiarkan Ibu mu di gigit juga." Ucap Mo Lianfeng tersenyum ringan.


Setelah mendengar kata-kata Mo Lianfeng, Xin Qian diam-diam menggelengkan kepalanya, seperti yang di harapkan, kata-kata ini hanya bisa menipu anak kecil berusia tiga tahun. Jika itu orang lain, siapa yang akan percaya? Tapi, bagaimana bisa pria ini mengatakan kebohongan dengan wajah tenang seperti itu? Tidakkah dia merasa canggung juga?


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗