Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 162



Xin Qian tersenyum mengejek, dia tidak menyangka bahwa wajah paman pertamanya akan setebal ini. Benar-benar konyol! Sepertinya, kebanyakan orang di keluarga Xin ini berkulit tebal!


"Paman pertama, meski aku tidak mengembalikan semua barang itu pada Tuan Mengzi, kamu tetap tidak bisa meminjam uang pada ku. Cukup minta saja pada Kakek dua puluh koin perak. Uang dari hasil menjual ku sebelumnya, seharusnya belum habis secepat itu, kan? " Ucap Xin Qian dengan sarkas.


Di ejek oleh Xin Qian, Xin Wenshi mau tidak mau merasa sedikit malu. Sebelum Xin Wenshi mengatakan sesuatu,


Xin Qian melanjutkan, "Lalu, paman pertama, jika kamu benar-benar makmur di masa depan, maka keluarga mu harus berterima kasih pada ku. Lagi pula, jika bukan karena aku, Sepupu ku itu bahkan tidak akan bisa membaca!”


Xin Wenshi tidak bisa menjawab apa yang di katakan Xin Qian. Tapi… Siapa yang memberitahu Xin Qian semua itu?


Xin Qian tidak memperhatikan Xin Wenshi lagi, dia mengambil sekop di tanah dan memasuki rumah, tetapi Xin Wenshi memanggil Xin Qian lagi. "Gadis Qian, ada satu hal lagi, paman sungguh meminta bantuan mu!"


Xin Qian tidak bermaksud untuk membantu, tetapi dia juga ingin mendengar apa yang di katakan Xin Wenshi, dan melihat betapa memalukannya Xin Wenshi. "Paman pertama, beri tahu aku."


"Aku dengar kamu telah membeli kereta keledai, Gadis Qian, sepupu laki-lakimu dan paman kelima mu akan pergi ke kota besok sore, bisakah kamu memberi mereka tumpangan dengan keledai mu?" Ucap Xin Wenshi buru-buru.


Senyum mencibir Xin Qian semakin dalam. Benar-benar tak tahu malu! "Paman pertama, kamu benar-benar tidak takut mengganggu orang!”


"Hei, gadis Qian, kamu punya keledai di rumah, tidak bisakah kamu membantu keluarga mu sendiri? Kamu tidak perlu meninggalkannya di rumah tanpa bayaran. Sepupu mu sedang dalam kondisi kesehatan yang buruk, dia tidak dapat berjalan kaki untuk pergi ke kota. Tidak ada kereta lain di desa. Aku hanya bisa merepotkan mu. " Ucap Xin Wenshi.


"Paman pertama, keledai itu milik ku, jadi terserah pada ku, kapan aku akan menggunakan keledai kecilku, lagipula aku membelinya dengan uang, jadi aku sangat menghargainya. Ada jarak sejauh belasan mil ke kota, jika ada tiga orang duduk di atasnya, aku takut keledai kecil ku akan sakit!” Ucap Xin Qian dengan kesal.


Xiao Mao tampaknya mendengar suara Xin Qian, seakan memahaminya, dia mengangkat kepalanya dan berteriak dua kali. “Weee~~ wee!!”


"Apa kau dengar itu paman pertama? Bahkan Xiaomao juga setuju dengan ku. Jadi, paman pertama, aku tidak bisa membantu mu." Ucap Xin Qian seraya melambaikan tangannya.


Xin Wenshi tidak berharap Xin Qian akan berbicara begitu buruk padanya, dia merasa bahwa Xin Qian telah banyak berubah. "Hei, gadis Qian, kenapa kamu begitu pelit? Sepupu mu tidak tahan jika harus berjalan, dia pasti akan kelelahan, saat itu terjadi sepupu mu tidak punya energi untuk belajar! Ujian ini sangat penting, sepupu mu akan menjadi pejabat resmi jika dia lulus." Ucap Xin Wenshi membujuk lagi.


"Paman, apa yang kamu bicarakan? Seorang pria yang kelelahan, tidak punya energi untuk belajar? Seberapa banyak energi yang di gunakan untuk mengangkat kuas? Huh! Sepertinya sepupu ku hanyalah sampah selain belajar." Ucap Xin Qian dengan sarkas.


"Kamu ..." Xin Wenshi memandang ke arah Xin Qian dengan marah, "Apa yang kamu bicarakan? Siapa yang kamu bilang sampah? Xin Tianlong akan menjadi pejabat di masa depan, bagaimana dia bisa seperti orang biasa? Jika Kamu tidak ingin memberikan tumpangan, katakan saja, apakah ada keluarga yang seperti mu? Sangat pelit!"


Melihat Xin Wenshi sangat marah padanya, Xin Qian dalam suasana hati yang bahagia, dan berkata, "Paman pertama, dari awal sikap mu tidak benar, jika kamu meminta bantuan ku dengan sopan, aku mungkin akan memberikan tumpangan. Tapi, melihat sikap paman pertama, aku tidak ingin melakukannya!”


"Kamu!! Keterlaluan!” Xin Wenshi melambaikan lengan bajunya dan pergi dengan marah. Datang ke tempat Xin Qian, dia benar-benar tidak mendapatkan manfaat apa pun, tetapi membuatnya marah.


Setelah Xin Qian menyelesaikan pekerjaannya di ladang sayur, dia pergi mengambil rumput hijau, dan memberikannya pada Xiao Mao, "Ayo, makan lah Xiao Mao. Kamu sudah bekerja keras setiap hari, makan lah lebih banyak, agar kau cepat tumbuh besar.”


Xiao Mao tampaknya memahaminya, lidahnya menjulur dan mengambil rumput dari tangan Xin Qian ke dalam mulutnya.


Melihat Xiao Mao sudah selesai makan, Xin Qian menyentuh kepala Xiao Mao dan berkata kepada Xiao Mao, "Xiao Mao sangat pintar!"


"Gukk ~" Xiao Hei memanggil Xin Qian, saat dia melihat interaksi antara Xin Qian dan Xiao Hei.


Xin Qian menunduk, dia bisa melihat kecemburuan di mata Xiao Hei. Xin Qian tersenyum dan mengelus kepala Xiao Hei, "Xiao Hei, kamu cemburu? Bukankah kamu sudah makan banyak pada siang hari? Baiklah, besok aku akan memberi mu sup ikan, bagaimana?”


“Guk! Guk!kk!” Xiao Hei tampaknya mengerti kata-kata Xin Qian, dan menggosok kaki Xin Qian beberapa kali sebelum menghentikan kebisingan.


"Hahaa~ Kalian berdua hewan yang pintar. Mengapa aku merasa bahwa kalian benar-benar mengerti apa yang ku katakan?" Xin Qian merasa terhibur oleh prilaku Xiao Hei dan Xiao Mao. Bukankah hewan peliharaannya benar-benar aneh? Mereka ebih pintar dari pada yang biasanya.


Pada sore hari…


Xin Qian sedang merapikan rumahnya seperti menyapu rumah, dan mencabut rumput liar di halaman. Saat melihat lahan kosong di depan rumahnya, Xin Qian berpikir untuk mencari bunga liar di gunung dan menanamnya di halaman. Itu pasti akan terlihat cantik setelah mekar.


Setelah Xin Wenshi pergi, dia kembali lagi ke rumah Xin Qian, sepertinya dia tidak ingin menyerah. Kali ini, dia tidak datang sendiri, tetapi bersama menantunya, Shen Pan'er.


Shen Pan'er datang sambil menggandeng tangan anaknya, Xin Yangyang di satu tangan dan berjalan dengan santai. Tetapi ketika dia sampai di rumah Xin Qian, Shen Paner tidak segera mengatakan tujuannya untuk meminjam keledainya memberikannya. Sebaliknya, Shen Paner mulai mengobrol dengan Xin Qian.


"Qian, aku sudah lama tidak ke rumah mu. Sekarang, ku rasa rumah mu menjadi lebih baik. Ini sedikit berbeda dari sebelumnya. Kamu pasti merawatnya dengan baik.” Ucap Shen Pan’er tersenyum ringan.


Xin Qian juga tersenyum, dan berkata, "Hari akan berganti, bagaimana bisa rumah ku tetap seperti sebelumnya? Selama kita bekerja keras, hidup pasti akan menjadi lebih baik."


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗