Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 210



Mendengar kata-kata Xin Pinger, Xin Hui memutar matanya dengan jijik, lalu berkata, "Hei, Xin Ping'er, kamu harusnya sedikit sadar diri. Kamu sangat jelek, jangankan Pangeran, bahkan pria di desa akan muntah ketika mereka melihat wajah mu. Aku tidak menyangka bahwa kamu begitu percaya diri berdiri di hadapan Pangeran. Aku hanya mengingatkan mu, jangan sampai kamu membuat Pangeran muak karena wajah mu itu! Bagaimana pun, kita berdua jauh berbeda, aku terlihat sangat cantik tapi kamu ... "


Saat mengatakan itu Xin Hui menyentuh wajahnya. Wajah ini adalah hal yang paling membuatnya puas. Wanita yang memiliki wajah cantik memiliki modal, jadi dia yakin bahwa dia bisa menangkap pria kaya.


"Bibi Hui, bagaimana kamu bisa mengatakan itu pada ku..." Ucap Xin Ping'er mengeluh sedih.


Xin Hui tidak mengatakan apa-apa lagi. Tiba-tiba, Xin Linger ingat bagaimana Liu San memeluknya sebelum melihat wajahnya seperti ini. Apakah dia tidak di takdirkan tidak bisa menikah? Apakah itu salahnya karena di lahirkan jelek?


"Aku tidak salah, Xin Ping'er, Kamu memang gadis paling jelek di desa kami. Yah, mungkin yang kedua adalah Jinhua dan ketiga Feng Yu.” Ucal Xin Hui dengan langsung, tanpa mempertimbangkan perasaan Xin Ping'er.


Xin Ping'er bahkan jadi lebih sedih. Xin Hui ini, apakah tidak cukup mengatakan bahwa dia jelek? Tetapi, dia juga mendefinisikannya sebagai gadis jelek pertama di desa! Bagaimana dia bisa menerimanya?


Xin Pinger bergumam, "Bibi, kenapa bisa aku jadi yang paling jelek di desa? Semua orang tahu, bahwa Jinhua adalah yang paling jelek di desa!"


Xin Hui mengingat penampilan Jinhua di benaknya, wanita itu benar-benar gemuk dan kuat, dan yang paling penting adalah bintik-bintik di wajahnya yang menjijikkan! Xin Hui mengerutkan kening dan berkata, "Maka kamu adalah yang terburuk kedua di desa kami, dan Jinhua adalah yang pertama."


Jelas evaluasi ini tidak baik, tetapi Xin Pinger merasa dia sedikit senang setelah mendengarnya. Dan berkata sambil tersenyum, "Bibi, aku benar kan? Aku bukan yang paling jelek di desa,"


“….” Xin Hui mendengus jijik di dalam hatinya. Jadi apa? Kau masih jelek!


"Bibi, kamu harus ingat bahwa Jinhua adalah yang paling jelek di desa kita, tetapi meski begitu dia masih bisa menikah, dan aku pasti akan bisa menikah di masa depan!" Ucap Xin Ping'er mulai menghibur dirinya sendiri. Dia tidak mungkin menjadi perawan tua seumur hidupnya! Jadi, dia pasti bisa menikah, kan? Jika dia tidak bisa menikah, bukanlah dia akan di tertawakan sampai mati?


"Haha, Xin Ping'er, kamu benar-benar lucu. Meski Jinhua menikah, apa kamu tidak melihat pria seperti apa yang dia nikahi? Jika kamu mau menikah dengan pria seperti itu, kamu bisa melakukannya, tapi pria itu mungkin bodoh atau lumpuh! Haha Yah, selama kamu masih dapat menerima hadiah mahar dari orang lain, itu tidak buruk! Bagaimana kalau aku meminta Ibu ku untuk memperkenalkan kamu pada calon suami yang pas? "


"Tidak! Aku tidak ingin menikah dengan orang bodoh atau lumpuh!" teriak Xin Pinger buru-buru.


"Lalu pria seperti apa yang ingin kamu nikahi? Seperti Pangeran?" Tanya Xin Hui dengan jijik.


“….” Ketika Xin Hui bertanya begitu, Xin Ping'er tidak mengatakan apa-apa, dia memang benar ingin menikah dengan pria seperti Pangeran. Wanita mana yang tidak ingin menikah dengan pria kaya dan tampan? Dia pun sama!


"Xin Ping'er, kamu harus berhenti bermimpi! Jika Pangeran mau dengan mu, maka aku hanya bisa mengatakan bahwa dia benar-benar buta! Oke, jangan membicarakan ini lagi, ayo pergi!" Ucap Xin Hui dengan kesal. Dia tidak tahu mengapa Xin Pinger ini tidak sadar bahwa penampilannya itu begitu mengerikan! Tapi, Xin Pinger ingin menikahi pria kaya dan tampan seperti Pangeran? Ck ck, omong kosong!


"Okee ..." Xin Ping'er menjawab dengan lemah, dia hanya merasa bahwa wajahnya ini adalah kebencian selama bertahun-tahun! Dia juga ingin menjadi cantik! Tapi, siapa yang bisa dia salahkan karena terlahir seperti ini? Xin Pinger menyentuh wajahnya sendiri, dia memikirkan bagaimana cara untuk membuat wajah ini cantik?


Di rumah Xin Qian….


“Gadis Qian!” Panggil Bibi Liu. Setelah beberapa hari perawatan di kota, kondisi Paman Liu hampir membaik, dan ia sudah di rawat di rumah akhir-akhir ini.


Mendengar suara Bibi Liu memanggilnya, Xin Qian keluar dan melihat Bibi Liu yang datang bersama Xiao Mao. Xin Qian tiba-tiba terkejut. Apa ini? Kenapa Xiao Mao yang hilang datang bersama Bibi Liu??


"Bibi Liu, bukankah Xiao Mao kabur dan menghilang? Bagaimana ..." Tanya Xin Qian bingung dan terkejut.


Bibi Liu tersenyum dan berkata, "Hari itu, Xiao Mao memang melarikan diri, tetapi dia tidak berkeliaran di sembarang tempat, dia saat itu datang ke rumah ku. Shanzi tahu apa yang terjadi di rumah mu, jadi dia mengikat Xiao Mao di kaandang sapi ku, dan menunggu kamu kembali. Aku memang meminta keluarga ku untuk tetap diam demi keamanannya, jadi tidak ada orang lain yang tahu bahwa keledai kecil mu berada di rumah ku. Lalu, aku mendengar bahwa kamu telah kembali, jadi aku mengirim Xiao Mao kepada mu. "


Setelah mendengarkan penjelasan Bibi Liu, Xin Qian akhirnya mengerti. Sekarang, tidak hanya dia merasa bersyukur, tetapi dia juga merasa sangat aneh. Xiao Mao nya ini, dia hanya binatang, tetapi mengapa dia sangat pintar. Dia tidak lari ke tempat lain, justru datang ke rumah Bibi Liu? Apakah Xiao Mao tahu bahwa Bibi Liu orang yang baik dan rumahnya adalah tempat teraman baginya? Ini terlalu aneh!


"Bibi Liu, terima kasih banyak telah menjaganya untuk ku. Syukurlah, Xiao Mao bersama Bibi, aku pikir Xiao Mao hilang," Ucap Xin Qian penuh rasa terima kasih. Xin Qian takut bahwa binatang kecil yang begitu halus tidak akan bisa membelinya dengan uang lebih banyak.


"Tidak perlu berterima kasih, ini adalah Xiao Mao milik mu yang pintar. Haha, aku mendengar bahwa Xiao Mao melakukan hal yang menakjubkan pada nenek mu? Waanita tua itu pantas mendapatkannya!” Ucap Bibi Liu tertawa puas.


“….” Xin Qian bertanya-tanya apa maksud bibi Liu? Hal yang menakjubkan apa, yang di lakukan oleh Xiao Mao?


Melihat bahwa Xin Qian penasaran, dia mungkin tidak tahu insiden Xiao Mao menindas Huo Chunhua, jadi Bibi Liu memberi tahu Xin Qian semuanya yang terjadi saat itu.


“Hahaha! Apakah itu sungguh terjadi?” Ketika Xin Qian mendengarnya, dia tidak bisa menahan tawa. Xiao Mao nya sebenarnya berani mengintimidasi Huo Chunhua sampai seperti itu!


Xin Qian mengelus kepala Xiao Mao, dan memujinya, "Xiao Mao, aku tidak berharap kamu begitu pintar. Kamu telah melakukannya dengan baik! Aku akan memasak daging untuk mu nanti."


Saat Xiao Mao mendengar pujian dari Xin Qian, Xiao Mao mengangkat kepalanya dengan bangga. “Weee~”


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗