Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 63



Xin Qian melirik anak-anak anjing di depannya. Faktanya, dia tidak peduli yang mana yang akan dia rawat. Dia memandang Xiao Hei yang paling menyedihkan, dia masih berteriak di sudut karena lapar, jadi Xin Qian berkata kepada Bibi Liu, "Bibi Liu, mengapa kamu tidak memberi ku Xiao Hei saja? Aku akan merawatnya."


"Xiao Hei? Bagus, kamu bisa membawanya kembali, jadi Xiao Hei tidak akan diganggu lagi." Ucap Bibi Liu. Membungkuk untuk mengambilXiao Hei di rumah anjing.


Da Bai melirik Bibi Liu yang mengambil Xiao Hei tanpa banyak reaksi, lalu dia menjilat anak-anak anjing lain yang sedang minum susu.


"..." Xin Qian terdiam. Bagaimana bisa Da Bai tidak


peduli dengan Xiao Hei? Padahal kan itu anaknya.


Bibi Liu memberikan Xiao Hei kepada Xin Qian dan


berkata kepada Xin Qian, "Gadis Qian, maka Xiao Hei ini akan diberikan kepada mu, Kamu bisa membawanya kembali!"


Xin Qian memegang Xiao Hei, tubuh Xiao Hei sedikit lunak, dan ketika sampai di tangan Xin Qian, Xiao Hei menghentikan rengekannya. Sepasang bola mata hitamnya menatap Xin Qian, dengan tampilan yang sangat ramah. Xiao Hei ini tampaknya agak pintar.


Xin Qian langsung jatuh cinta padanya dan menyentuh kepala Xiao Hei, dan berkata padanya, "Xiao Hei anak pintar dan tidak akan menangis, aku akan memberi mu sesuatu yang enak untuk di makan saat aku pulang, Oke?!"


Xiao Hei menggonggongdua kali, seolah menanggapi Xin Qian dan kemudian lidahnya yang kecil dan lembut menjilat tangan Xin Qian.


"Bibi Liu, Xiao Hei sangat pintar!" ucap Xin Qian sambil tersenyum.


"Da Bai pintar, dan Xiao Hei pasti pintar.” Jawab Bibi Liu tersenyum


“Ngomong-ngomong, Bibi Liu, aku ingin memberi Xiao Hei sesuatu untuk dimakan ketika nanti. Bisakah Xiao Hei makan nasi?" Tanya Xin Qian. Dia belum pernah memelihara selama masa hidupnya. Apakah anjing sekecil itu hanya minum susu?


Bibi Liu mengangguk dan berkata, "Tentu saja itu mungkin. Anjing kecil berbeda dengan manusia. Bayi manusia tidak bisa makan nasi selama satu atau dua bulan, tetapi anjing kecil bisa."


Xin Qian menghela nafas lega, “Itu bagus.” Jika tidak, dia tidak tahu harus mendapatkan susu untuk dari mana.


"Gadis Qian, Xiao Hei masih punya beberapa bulan untuk tumbuh. Agak sulit untuk merawat tanpa


induknya.” Ucap Bibi Liu.


"Tidak apa-apa, jangan khawatir. Lagipula, ada Xiao Chen yang akan merawatnya." Jawab Xin Qian


tersenyum.


"Ha ha. Baiklah, semoga Xiao Chen menyukainya." Ucap Bibi Liu


Xin Qian memeluk Xiao Hei dan kembali pulang. Xiao Hei melirik Da Bai induknya dan setelah merengek dua kali, dia berhenti menangis dalam perjalanan kembali. Di tengah jalan, mata hitam Xiao Hei menatap Xin Qian dari waktu ke waktu. Ketika sampai di rumah, Xin Qian memanggil Xiao Chen.


"Xiao Chen, Ibu menangkap seekor anak anjing untuk mu dan membawanya pulang!"


Xiao Chen dibawa oleh Xin  Yang untuk bermain di halaman di sudut rumah. Begitu Xin Qian mengatakan bahwa dia telah menangkap anjing kecil dan kembali, Xiao Chen segera berlari pulang.


"Ibu, di mana anak anjing itu?" Tanya Xiao Chen


Xin Qian menyerahkan anjing kecil di tangannya ke Xiao Chen, "Lihat! Bukankah itu lucu? Namanya Xiao


Hei."


Xiao Chen menatap Xiao Hei di tangan ibunya dan mengetuk. Anak-anak pasti akan menyuka hewan kecil. Xiao Chen langsung jatuh cinta, dan tersenyum cerah di wajah kecilnya.


Xin Qian tersenyum dan berkata, "Tentu saja, ambillah, hati-hati jangan sampai jatuh."


"Hmm!" jawab Xiao Chen senang. Xiao Hei meraih tangan Xiao Chen  tanpa perlawanan, berbaring di tangan kecil Xiao Chen dengan patuh, dan menjilat telapak tangan Xiao Chen  dengan lidah merah mudanya.


Merasa geli ketika di menjilat, Xiao Chen  terkikik. “Ibu, itu menjilat tangan ku,” ucap Xiao Chen  sambil tersenyum.


"Apakah kamu menyukainya Xiao Hei, nak?" Tanya Xin Qian tersenyum


"Suka!" ucap Xiao Chen seraya memeluk Xiao Hei dengan hati-hati, karena takut menyakiti Xiao Hei.


 “Yey~ sekarang ada Xiao Hei di rumah kita.” Ucap


Xiao Chen  memeluk Xiao Hei dengan gembira. "Ibu, Ayo kita buat rumah anjing untuk Xiao Hei."


Xin Qian mengambil baskom kayu yang rusak dengan rumput jerami di dalamnya, dan kemudian meletakkan dua lap yang tidak perlu. “Ini, mulai sekarang ini tempat tidur Xiao Hei. Oke?”


“oke! Ibu, Xiao Hei sepertinya lapar, haruskah kita memberikan sesuatu untuk di makan olehnya?”


Tanya Xiao Chen. Xiao Hei terus menjilati tangan Xiao Chen, tampak lapar.


Di tempat Bibi Liu sebelumnya, Dabai tidak memberi susu untuknya, itu normal untuk lapar sekarang.


"Oke, ibu akan cari sesuatu untuk di makan." Ucap Xin Qian. Lalu dia pergi ke dapur dan mengambil sup ikan tadi siang. Lalu, menambahkan sisa bubur di pagi hari. Xin Qian mencampur sup ikan dengan bubur dan memberikannya ke Xiao Hei.


Sepertinya sup ikan itu enak, Xiao Hei bisa menciumnya. Dia merangkak dan memakan makanan di mangkuk. Dalam waktu singkat, semangkuk sup ikan dan bubur dimakan oleh Xiao Hei. Betapa laparnya anak anjing ini! Setelah Xiao Hei memakan makanan yang di berikan oleh Xin  Qian, ia menjadi lebih dekat dengan Xiao Chen.


Selama sore ini, Xiao Chen dan Xin Yang mengajak anak anjing itu  bermain sementara Xin Qian sibuk dengan hal-hal lain.


Kebun sayur harus disiram dan dipupuk setiap hari. Saat malam menjelang, Xin Qian mulai bersiap untuk memasak lagi. Di malam hari, hidangannya adalah ikan rebus, sup tofu, dan semangkuk sayuran liar. Meskipun hanya ada tiga hidangan, tetapi jumlahnya besar, dan itu cukup untuk memberi makan kedua anak kecil itu. Ada juga Xin


Qian dan adiknya Tianan, mereka jadi 4 orang


Apa yang Xin Qian tidak harapkan adalah Xin  Ping'er dan Liang Jinqiao juga datang pada malam hari. Xin Qian berpikir mereka memiliki sesuatu


ketika mereka datang, tetapi setelah bertanya tentang hal itu, mereka hanya ingin tinggal di sini untuk makan malam.


Keduanya kebetulan ada di sini untuk ikut makan tanpa pemberitahuan sebelumnya, dan Xin Qian hanya memasak untuk 4 orang! Lalu, Xin Qian mendengarkan penjelasan Ibunya tentang sebab dan akibat, dia jadi sulit untuk tidak membiarkan mereka tinggal.


Lagi pula, Liang Jinqiao adalah ibu dari pemilik tubuh asli, dia tidak bisa mengabaikannya kan? Akhirnya, Xin Qian pun mulai memasak satu hidangan lagi karena ada tambahan dua orang.


Untungnya, dia masih mempunyai sisa sayuran yang belum di masak.


 


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗