Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 131



Kemudian mereka pun sampai di rumah Xin Qian…


Xin Qian meletakkan keranjang dan mengeluarkan isinya. Dia mengambil ramuan untuk menghentikan pendarahan dan menghilangkan rasa sakit, diaa lalu menggilingnya, dan mulai meletakkannya di kaki dan tangan Chen Erwa. Setelah itu, Xin Qian membalutnya dengan sehelai kain putih.


"Bagaimana, Erwa, apakah lebih baik?" Tanya Xin Qian.


"Ya, jauh lebih baik, terima kasih Bibi Qian." Ucap Chen Erwa.


“Tidak perlu berterima kasih.” Xin Qian menyentuh kepala Chen Erwa.


Xim Qian membiarkan Chen Erwa duduk dan beristirahat, sedangkan Xin Yang menemaninya. Tapi, Xin Qian tidak melihat Xiao Chen, dia tidak tahu kapan anak itu berlari ke rumah.


Xin Qian bangkit, dia membawa sepanci air panas, dan memasuki ruangan. Setelah masuk, dia menemukan Xiao Chen yang menangis di pelukan Mo Lianfeng.


Mo Lianfeng memegang Xiao Chen dan dengan lembut menepuk punggung Xiao Chen dengan satu tangan. Tubuh kecil Xiao Chen tenggelam di lengan Mo Lianfeng, bocah itu merasa sedikit hangat.


Xin Qian buru-buru bertanya, "Xiao Chen, ada apa dengan mu?"


Xin Qian bahkan bisa mendengar isakan kecil Xiao Chen. Anak ini, jika dia ingin menangis, bukankah harusnya dia pergi ke pelukannya untuk menangis? Mengapa dia pergi ke pelukan Mo Lianfeng?


Wajah halus Xiao Chen terangkat, dengan air mata masih menggantung di wajahnya. Melihat penampilan Xiao Chen yang menyedihkan, Xin Qian merasa tertekan.


Mo Lianfeng menjelaskan, "Qianqian, Xiao Chen berkata, dia menginginkan seorang ayah."


"Um..." Xin Qian tertegun, tidak tahu harus berkata apa.


Mo Lianfeng mulai menjelaskan lagi. "Xiao Chen mengatakan pada ku, kalau anak yang lain mengatakan dia adalah anak haram yang tidak memiliki ayah. Jika aku menjadi ayahnya, tidak ada yang akan mengatakan itu lagi."


Xin Qian sedikit malu, "Pangeran Mo, Xiao Chen itu anak kecil, dia tidak mengerti, jadi jangan menganggapnya serius..."


Mo Lianfeng menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak apa-apa, Qianqian. Xiao Chen mengatakan bahwa dia belum pernah melihat ayahnya, dan itu normal jika dia menginginkan seorang ayah. Lagipula..."


"Lagipula apa?" Tanya Xin Qian.


“Lagipula, ku pikir Xiao Chen sangat imut, bisa menjadi ayah Xiao Chen, aku akan sangat bahagia. Jadi, aku tidak keberatan menjadi Ayahnya.” Ucap Mo Lianfeng, dengan senyum di bibirnya.


Melihat senyum di wajah Mo Lianfeng, itu tampaknya memiliki makna yang dalam, Xin Qian sedikit malu melihatnya. Apa maksud pria ini? Dia bersedia menjadi ayah Xiao Chen, berarti, bersedia menikahinya? Apakah ini pengakuan? Xin Qian menggelengkan kepalanya, mungkin dia salah paham, mungkin Mo Lianfeng hanya ingin menjadi Ayah baptis Xiao Chen, dan itu tidak ada hubungannya dengan dirinya sendiri.


Ada begitu banyak wanita cantik di sekitar Mo Lianfeng, tidak mungkin dia bisa masuk. Di kelilingi oleh begitu banyak keindahan, dan dia hanya terlihat sangat biasa, akankah Mo Lianfeng memandamgnya?


"Emm... Pangeran Mo, apakah Kamu bercanda?" Ucap Xin Qian dengan senyum canggung di sudut mulutnya.


"Bercanda? Qianqian, mengapa aku harus bercanda di situasi ini? Aku sangat menyukai Xiao Chen dan menganggap Xiao Chen anak yang sangat baik. Kenapa aku tidak bisa mengenali Xiao Chen sebagai anak baptis?" Mo Lianfeng masih tersenyum.


"Pangeran Mo, apakah kamu seriuz ingin mengenali Xiao Chen sebagai anak baptis?" Xin Qian bertanya dengan ragu.


Identitas seperti apa Mo Lianfeng itu? Jika dia mengenali Xiao Chen sebagai anak baptis, identitas Xiao Chen akan mengikuti Mo Lianfeng!


Melihat kesunyian Xin Qian, Mo Lianfeng berpikir bahwa Xin Qian tidak setuju, jadi dia bertanya lagi, "Apa yang salah, Qianqian? Apakah kamu berpikir tidak pantas bagi Xiao Chen untuk mengenali ku sebagai ayah baptis?"


"Saat Aku membuat keputusan, orang lain tidak dapat melakukan intervensi apa pumn. Selama Qianqian setuju, itu sudah cukup. Jangan khawatir tentang orang lain.” Ucap Mo Lianfeng


Karena Mu Lianfeng berkata demikian, Xin Qian tidak punya alasan untuk menolak. Xiao Chen bersedia, dan Mo Lianfeng juga bersedia.


Xiao Chen menatap Xin Qian penuh harap. Hanya menunggu Xin Qian mengangguk, jika Xin Qian menolak, sepertinya Xiao Chen akan sedih lagi.


"Baiklah, Aku setuju. Xiao Chen memiliki ayah baptis seperti Pangeran Mo adalah berkahnya." Ucap Xin Qian tersenyum.


Sudut bibir Mo Lianfeng sedikit melengkung, "Itu bagus."


"Apakah kalian memerlukan ritual untuk mengenali kerabat?" Tanya Xin Qian. Ritual abad ke-21 berbeda dari dunia kuno. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan di era ini.


"Qianqian, upacara akan di lakukan saat aku kembali ke rumah nanti." Ucap Mo Lianfeng.


"Baiklah." Ucap Xin Qian.


Melihat bahwa Xin Qian dan Mo Lianfeng telah mencapai kesepakatan, tangan lembut Xiao Chen menyeka tetesan air mata di wajahnya, dan memanggil, "Ibu~ Ayah~”


Panggilan Xiao Chen sangat manis, begitu lembut dan menusuk di hati orang yang mendengarnya.


Tapi, tidak tahu mengapa, Xin Qian masih memiliki perasaan aneh. Jika Xiao Chen memanggil Mo Lianfeng sebagai Ayah, saat seseorang mendengarnya, bukankah mereka akan berpikir bahwa Mo Lianfeng adalah lelaki yang tidur dengannya?


"Xiao Chen anak pintar ~" Ucap Mo Lianfeng membelai kepala Xiao Chen.


Di mata Mo Lianfeng, bahkan menunjukkan cinta seorang Ayah. Itu karena Mo Lianfeng merasa bahwa dia sudah menganggap Xiao Chen sebagai putranya sendiri, bukan hanya sebagai putra baptis.


“Sekarang, Xiao Chen tidak akan menjadi anak tanpa ayah! Xiai Chen sangat bahagia,” Ucap Xiao Chen dengan suara lembut, dan ketika matanya yang indah tersenyum, mereka menjadi bulan sabit.


"Ibu, sekarang apakah Paman Feng menjadi Ayah ku. Apakah itu berarti paman Feng juga Suami Ibu? Paman Feng itu tinggi, tampan dan kaya~ Bukankah itu orang yang ibu sukai?” Xiao Chen memandang Xin Qian dengan ekspresi polos.


Mulut Xin Qian sedikit berkedut. Anak ini... apakah mereka memang begitu naif?


"Um... Xiao Chen, Paman Feng adalah ayah baptis mu, kamu bisa memanggilnya ‘Ayah’, tapi dia tidak ada hubungannya dengan Ibu mu, jadi dia bukan Suami Ibu." Ucap Xin Qian buru-buru menjelaskannya, takut Mo Lianfeng salah paham.


Kata-kata Xiao Chen membuat Xin Qian sangat malu. Dia ingin tahu apakah Mo Lianfeng akan menertawakannya dalam hatinya? Dia diam-diam melirik Mo Lianfeng dan menemukan bahwa pria itu tersenyum lebar. Wajah Xin Qian memerah, dan dengan cepat menggerakkan matanya ke arah lain.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗