Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 229



Xin Qian mencibir dan berkata kepada Xin Wenhua, "Ayah, karena paman pertama dan paman kedua sangat antusias, biarkan mereka membantu!"


Saat Xin Qian berbicara, licik berkedip di matanya. Xin Wenhua tertegun, bertanya-tanya apa maksud Xin Qian dengan mengatakan ini.


"Paman pertama da paman kedua mengambil inisiatif untuk membantu. Itu karena mereka menganggap persaudaraan mereka dengan Ayah. Jika Ayah menolak, itu akan menjadi salah Ayah," Ucap Xin Qian lagi.


Xin Wenshi dan Xin Wenshui buru-buru mengangguk, "Ya, gadis Qian benar. Kakak ketiga, kami berdua meembantu mu sebagai saudara, jika Kamu menolak untuk membantu antara saudara. Itu berarti kamu tidak memperlakukan kami sebagai saudara."


“….” Xin Wenhua tidak tahu harus berkata apa, pikirannya terganggu oleh kata-kata Xin Qian.


Xin Qian sangat tenang dan menyeringai licik di sudut mulutnya, "Ya, ayah, paman pertama da paman kedua dengan sukarela memberilan bantuan, tidak ada arti lain, jadi Ayah tidak perlu menolak mereka seperti ini."


"Kalau begitu... kita biarkan paman pertama dan paman kedua mu ikut membantu?" Xin Wenhua bertanya dengan tidak percaya, daan bertanya untuk mengkonfirmasi kepada Xin Qian.


"Biarkan paman pertama dan paman kedua membantu. Tapi, aku tidak akan memasak banyak nanti, jadi aku tidak bisa mengundanh kalian berdua untuk makan malam. Yah, aku percaya paman pertama dan paman kedua pasti tidak akan keberatan. Lagi pula, kalian berdua berniat membantu Ayah ku karena persaudaraan, kan? "


Setelah Xin Qian selesai mengatakan kalimat ini, wajah Xin Wenshi dan Xin Wenshui tiba-tiba menjadi hitam. Apa yang di katakan gadis ini!? Dia mempermainkan mereka! Mereka membantu agar bisa ikut makan daging, dan sekarang Sanfang bahkan tidak memberi mereka makanan, jadi bukankah mereka hanya akan membuang tenaga dengan sia-sia??


"Gadis Qian, kamu tidak bisa mengatakan itu. Kamu mengundang paman keempat dan sepupu kedua mu untuk ikut makan, mengapa kamu tidak bisa memasak lago dua porsi piring untuk kami? Tidak peduli seberapa sedikit makanannya, tidak mungkin kurang bagi kita berdua, kan?" Ucap Xin Wenshi


“Itu benar. Gadis Qian, jangan terlalu pelit pad paman mu.” Ucap Xin Wenshui jelas cemas.


"Paman pertama dan paman kedua, itu benar-benar tidak cukup. Aku hanya membeli sedikit daging kali ini, jadi aku tidak bisa mengundang kalian untuk makan. Mungkinkah paman pertama dan paman kedua dari awal mengincar ini?" Ucap Xin Qian menyeringai.


"Hei, gadis Qian, apakah Kamu sengaja melakukan ini pada kami?! Mengapa kami harus bekerja keras untuk Kamu, jika kamu tidak memberi kami makanan?!" Xin Wenshui berkata dengan marah.


“….” Senyum di sudut mulut Xin Qian menjadi lebih dingin. Orang ini tanpa malu berbicara langsung. Tak tahu malu! Kenapa ada orang seperti itu! Ada begitu banyak orang aneh di Keluarga Xin!


Menghadapi pertanyaan Xin Wenshui, Xin Qian menjawab dengan santai. "Paman kedua, kamu tidak bisa mengatakan itu. Itu adalah niat mu dan paman pertama untuk membantu ayah ku dengan sukarela. Namun, aku hanya akan mengundang orang yang pantas untuk makan. Jika aku tidak mengundang kalian, itu adalah salah kalian karena perhitungan. Jadi, jangan salah kan aku karena pilih kasih.”


"Kamu! Hati mu sangat buruk! Di mana paman pertama mu dan aku menyinggung mu? Kenapa kami tidak bisa ikut makan!" Xin Wenshui sedikit tidak mau menyerah, apalagi untuk makan daging.


Keluarga Xin sudah lama tidak memasak daging, jadi dia merasa sangat tidak nyaman. Akan baik-baik saja jika Xin Qian tidak menyebutkan tentang makan daging, tetapi Xin Qian mengatakannya hari ini, jadi Xin Wenshui merasa ada cacing serakah yang bersembunyi di perutnya. Jika dia tidak makan daging, dia akan merasa buruk hari ini!


Xin Qian hanya menganggap perkataan Xin Wenshui itu konyol! Berbicara tentang hati yang buruk, bukankah Keluarga Xin ini lebih buruk darinya?


"Paman-Paman, kamu salah jika mengatakan itu. Aku tidak berhati buruk, aku hanya mengundang orang jika suasana hati ku bagus, tapi melihat wajah kalian saja membuat mood ku memburuk. Apalagi, Semua orang tahu bahwa kalian memiliki perut yang besar dan makan banyak. Satu orang bisa makan lebih dari dua porsi, jika aku membiarkan kalian datang dan makan. Yang lain pasti tidak akan kebagian!” Xin Qian menusuk tanpa ampun, dan Xin Wenshi dan Xin Wenshui merasa malu sekarang.


"Kamu gadis sialan! Aku akan bertanya lagi, bisakah kami membantu?" Ucap Xin Wenshi dengan marah.


"Tidak ada gunanya membantu, hanya bekerja tanpa hasil! Huh! Dia pasti benar-benar berpikir bahwa kita jarang makan makanan itu! Adik kedua, ayo pergi!” Ucap Xin Wenshi berbalik pergi dengan marah.


"..." Xin Wenshui pun mengikuti di belakangnya.


Xin Qian tersenyum puas, yang terbaik adalah tidak membiarkan orang seperti itu untuk membantu, mereka ppasti benar-benar berpikir bahwa dia akan memohon bantuan mereka!


Xin Wenhua menggelengkan kepalanya diam-diam, dia tahu hasilnya akan seperti ini, tapi untungnya kakak pertama dan keduanya tidak menyakiti Xin Qian karena marah. Meskipun agak sulit untuk membangun dapur dan kompor, dengan empat atau lima orang sudah dapat menyelesaikannya dengan cepat.


Setelah menyelesakkan masalah sapur, Xin Qian pulang lebih dulu dan menemui Mu Lan…


Mu Lan sedang bekerja di halaman, tetapi dia tidak banyak campur tangan, dan memerintahkan Er Huaer untuk melakukannya. Meskipun Er Huaer masih kecil, dia terampil dalam bekerja.


Di depannya ada baskom kayu dengan beberapa pakaian kecil di dalamnya, yang di rendam di dalam air. Ketika Er Huaer mengambilnya dan menggosoknya di tangannya, Mu Lan berkata, "Er Huaer, tuangkan cairan sabun padanya, sehingga kamu bisa menggosoknya dengan bersih."


"Mengerti, ibu!" Saat berbicara, Erhua mengambil cairan sabun dan mengoleskannya di area yang ternoda.


Lagipula, tenaga anak kecil itu kurang kuat, dan agak sulit untuk baginya untuk menggosok pakaian sampai bersih jadi dia butuh sabun. Tapi Erhua tidak mengeluh, dan tetap menuruti perintah Mu Lan.


"Kakak Mu Lan!" Xin Qian memanggil ketika dia memasuki halaman.


“Qian’er, kami di sini? Ayo, sini duduk.” Mu Lan juga sangat senang melihat Xin Qian. Dia segera memindahkan bangku untuk membiarkan Xin Qian duduk.


Xin Qian memandang Er Huaer dan memujinya, "Er Huaer benar-benar rajin dan pintar. Kamu bahkan telah membantu Ibu berkerja."


Mu Lan tersenyum pahit, dan berkata, "Aku tidak akan membiarkan Erhua bekerja jika aku bisa. Aku tidak sengaja melukai tangan ku karena menenun keranjang bambu kemarin, dan sekarang lukanya masih terbuka, sakit sekali jika aku menyentuh air. Jadi, Er Huaer harus melakukan pekerjaan yang menggunakan air. "


Er Huaer yang mendengarnya, tangan kecilnya berhenti, dan tersenyum pada Mu Lan, "Ibu, aku baik-baik saja, aku tidak lelah!"


Melihat anak kecil itu begitu baik, Xin Qian juga senang untuk Mu Lan. Tidak masalah jika hari-hari sedikit sulir, tetapi keharmonisan keluarga itu adalah kebahagiaan. Memiliki seorang anak yang pintar, tentu saja dia tidak perlu terlalu khawatir tentang Mu Lan. Untuk saat ini, Xin Qian hanya ingin menghasilkan banyak uang.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗