Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 195



Dalam masyarakat feodal kuno, adalah normal bagi seorang pria untuk memiliki tiga istri dan empat selir. Seseorang yang memiliki status mulia seperti Mo Lianfeng, pasti tidak bisa hanya memiliki satu wanita dalam hidupnya.


Tapi, Xin Qian adalah wanita abad ke-21, dia tentu saja, tidak bisa berbagi suaminya dengan wanita lain! Bahkan jika dia sangat menyukai Mo Lianfeng, jika Mo Lianfeng memiliki tiga istri dan empat selir, Xin Qian akan menjauh darinya tanpa syarat.


"Qian Qian, aku bisa melakukannya. Kau tahu, dalam 25 tahum hidup ku, aku tidak pernah tertarik pada seorang wanita mana pun. Hanya pada mu, aku merasakan perasaan suka ini, jadi aku berjanji bahwa hanya kamu wanita yang akan aku nikahi sebagai Istri ku.." Ucap Mo Lianfeng tanpa ragu.


Lagipula, kecuali Xin Qian, Mo Lianfeng merasa bahwa tidak ada wanita yang bisa membuatnya merasa istimewa dan masuk ke dalam hatinya. Xin Qian adalah wanita pertama yang menarik minatnya dan berhasil mengisi hatinya.


Hanya saja…. Mo Lianfeng sangat menyesali satu hal, yaitu kesuciannya sudah hilang 3 tahun lalu… jika saja dia bisa bertemu dengan Xin Qian tiga tahun lalu… apakah mereka akan hidup bahagia?


"Lalu pernikahan kita, tunggu sampai kamu selesai menangani semuanya." Xin Qian tidak tahu bagaimana menghadapi Mo Lianfeng untuk sementara waktu. Setelah ini, apakah hubungan mereka berubah drastis?


"Yah, percayalah pada ku, Qian Qian..." Tangan Mo Lianfeng menyentuh dan mengelus wajah Xin Qian dengan jarinya, dia menatap penampilan kuyu Xin Qian dan merasa sedikit tertekan.


"Mulai sekarang, panggil aku Afeng, atau Kakak Feng. Setelah kita menikah, panggil aku Suami," Ucap Mo Lianfeng mendesak.


Xin Qian merasa bahwa memanggil Mo Lianfeng dengan intim, terlalu cepat baginya, tapi melihat mata serius pria itu, dia tidak tega menolaknya. Apa dia harus memanggilnya Afeng? Atau Kakak Feng?


Huh… Xin Qian merasa bahwa dia tidak bisa mengatakan apa-apa. Lebih baik memanggil Pangeran Mo seperti biasa. Akan tetapi, rasanya terlalu aneh untuk memanggilnya Pangeran Mo saat hubungan mereka berubah…


"Hmm..." Xin Qian merespons dengan lembut.


Kereta bergoyang dan akhirnya tiba di Mansion Pangeran, dan berhenti di depan Gerbang Mansion….


Xin Qian juga pertama kalinya dia melihat kediaman meeah milik bangsawan dalam hidup ini. Seluruh halaman di Mansion ini sangat besar, Xin Qian pikir itu adalah rumah terbesar di Kota Yangcheng, dan halamannya saja mirip dengan taman kota yang di lihat Xin Qian di abad ke-21.


Gerbang Mansion Pangeran berwarna merah terang dan sangat tinggi. Ada sepasang singa di sisi pintu, itu terlihat perkasa dan megah. Hanya dengan melihat Momentum gerbang ini, Xin Qian tahu bahwa ini bukan rumah orang biasa.


"Qian Qian, biarkan aku membantu mu," Ucap Mo Lianfeng, dengan penuh kasih membantu Xin Qian turun dari kereta.


"Huh.. Mansion mu begitu besar~" Xin Qian menghela nafas.


Mo Lianfeng tersenyum ringan dan berkata, "Masuklah dengan cepat."


"Baiklah." Jawab Xin Qian mengangguk.


Ketika mereka berdua memasuki pintu dan berjalan ke aula, mereka melihat Helian Ming melangkah maju ke arah mereka.


"Afeng, aku dengar kamu telah kembali, jadi aku bergegas mencari mu. Hei, sudah berapa hari kamu menghilang, aku benar-benar cemas. Ku pikir sesuatu terjadi pada mu. Aku mencari ke mana-mana, tapi aku tidak bisa menemukan mu. Kenapa kamu menghilang tiba-tiba, bahkan tidak ada berita dari mu juga? "Helian Ming mengerutkan kening ketika dia terus mengomel pada Mo Lianfeng, itu karena dia benar-benar khawatir tentang situasi Mo Lianfeng.


Sebenarnya, itu bukan hanya Helian Ming yang khawatir. Selama periode waktu ini, semua orang di Mansion Pangeran bertanya tentang berita Mo Lianfeng. Mereka juga tidak menemukan Mo Lianfeng setelah waktu yang lama, jadi mereka sudah melaporkan masalah ini ke ibukota. Tapi, tiba-tiba kembali ke Mansion Pangeran!


"Kau ini ..." Helian Ming sedikit marah ketika dia melihat bahwa reaksi Mo Lianfeng sangat tenang. Padahal, dia sudah sangat khawatir tentangnya, bagaimana orang ini bisa memperlakukannya seolah-olah tidak ada yang terjadi?


"Afeng, kemana kamu pergi beberapa hari ini? Karena kamu baik-baik saja, mengapa kamu tidak mengirim surat apa pun tentang kabar mu? Itu membuat kami semua khawatir tentang mu! Kau benar-benar gila..." Helian Ming tidak tahan lagi, jadi dia mengeluh dan menyebutnya gila.


Melihat kemarahan Helian Ming, Mo Lianfeng tersenyum sedikit, dan berkata, "Mengapa aku tidak tahu, bahwa kamu sangat peduli pada ku seperti ini sebelumnya?"


Xin Qian yang berada di samping, mendengar percakapan dua pria ini, merasa sedikit malu, bagaimana dia bisa merasakan bahwa ada perasaan yang kuat antara Mo Lianfeng dan Helian Ming? Apa dia salah? Mo Lianfeng telah meyatakan perasaannya padanya, jadi tidak mungkin kan dia memiliki selera yang aneh?


Mulut Helian Ming berkedut, dia memelototi Mo Lianfeng, dan berkata dengan kesal, "Tentu saja aku peduli pada mu, kau adalah teman ku dari kecil! Apa? Apa kamu tidak mengganggap ku teman mu, Huh?!"


"Haha~" Mo Lianfeng tertawa pelan dan berkata, "Situasinya khusus pada saat itu, dan aku terluka parah. Jadi, karena Aku harus memulihkan diri ku, aku tidak berani membocorkan berita ku sendiri, kalau tidak, mungkin ada masalah yang tidak di harapkan terjadi."


Dengan penjelasan Mo Lianfeng, Helian Ming akhirnya melepaskannya, dan berkata, "Lain kali kamu seperti ini, aku tidak akan peduli jika kamu mati!"


He Lianchen membuat Xin Qian tidak bisa menahan senyum. Cara melihat penampilan He Lianchen, mengira dia seperti perempuan, ada menantu perempuan kecil yang menyalahkan dirinya sendiri karena berkencan.


Jika Mo Lianfeng menikahinya, apakah Helian Ming benar-benar tidak akan marah? Apakah Helian Ming akan cemburu dengannya? Xin Qian tidak ingin berkelahi dengan pria hanya untum pria lain! Yah, semoga saja itu hanya perasaannya…


Mo Lianfeng mendengus dan berkata, “Berhentilah, mengomel. Kau bukan Ibu ku.”


Helian Ming berdecak kesal, memukul dada Mo Lianfeng, “Aku mengomel karena ulah mu!”


“Sstt..” Tiba-tiba Mo Lianfeng terihat kedakitan, Helian Ming dan Xin Qian buru-buru bertanya,


"Afeng, ada apa dengan mu? Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Helian Ming cemas.


"Mo Lianfeng, kamu baik-baik saja? Apakah lukanya terbuka lagi?” Tanya Xin Qian khawatir.


Mo Lianfeng mengerutkan keningnya, tampak sedikit sakit, "Lengan dan dada ku sakit ..."


Xin Qian tahu bahwa lengan dan dada Mo Lianfeng yang terluka masih belum sembuh. Pukulan Helian Ming seharusnya tidak ringan, dan karena itu luka lama Mo Lianfeng pasti terbuka.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗