Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 122



Di rumah Sanfang, Xin Qian mulai berbicara dengan Liang Jinqiao dan Xin Wenhua tentang memberikan Xin Yang ke sekolah.


"Qian’er, meskipun ibu dan ayah mu juga ingin menyekolahkan untuk Yang’er, tapu biaya sekolahnua masih terlalu mahal. Ayah mu pasti tidak bisa menanggungnya." Liang Jinqiao menghela nafas.


Xin Wenhua tidak mengatakan sepatah kata pun, menundukkan kepalanya, dan tidak mengatakan apa-apa.


"Ibu, jangan membahas biaya dulu, katakan saja, apa kamu setuju atau tidak setuju?" Ucap Xim Qian.


"Hei, Qian’er, kamu tidak tahu bahwa panen tahun ini tidak baik, tidak mudah untuk makan setiap hari, apalagi belajar untuk Yang’er, selain itu, Sepupu mu masih belajar. Tidak mudah membiayainya. Jika kita menambah untuk Xin Yang lagi, hidup keluarga Xin mungkin akan semakin ketat. " Liang Jinqiao juga sangat tak berdaya, dia tahu situasi keluarga Xin.


Menurut pemahamannya, bahkan jika di Sanfang mau, itu tidak ada gunanya, dan malah akan memancing kutukan Huo Chunhua.


Xin Qian mengerti apa yang di maksud Ibunya. Intinya, tidak ada uang. Jika mereka punya uang, semuanya akan di selesaikan.


"Ibu, jangan khawatir, biarkan aku melakukannya. Aku akan berbicara dengan Kakek," Ucap Xin Qian.


"Lupakan saja, Qian’er, kita bukan keluarga kaya. Orang desa tidak banyak yang bersekolah, dan itu bukan hanya Yang’er saja." Ucap Liang Jinqiao.


Temperamen penurut Liang Jinqiao, Xin Qian tidak menyukainya. Memang Ada terlalu banyak kekhawatiran, tapi apa yang harus di lakukan tetap harus di lakukan, tidak ada yang menakutkan.


Tepat ketika Xin Qian ingin mengatakan sesuatu, Xin Wenhua juga turun tangan, "Qian’er, keluarga kuta miskin. Jika ayah mu benar-benar setuju dengan Yang’er yang pergi ke sekolah, bukankah bibi kedua mu dan yang lain juga harus bekerja keras untuk biayanya? Mereka pasti tidak akan setuju.”


Xin Qian melirik Xin Wenhua. Akan baik-baik saja jika orang lain yang mengatakannya, tapi Xin Qian merasa sedikit ironis ketika itu di ucapkan di mulut Xin Wenhua.


"Ayah, apa yang Kamu katakan salah. Mengapa tidak bisa? Jangan bilang kita tidak punya uang. Aku tahu bahwa tahun itu kalian mendapatkankan uang sebanyak 200 koin perak. Ini baru tiga tahun. Uang itu tidak seharusnya habis begitu cepat, kan? " Ucap Xin Qian dengan dingin.


Xin Qian ingin Xin Wenhua menjadi jelas. Dia ingin tahu, saat Xin Wenhua melakukan hal itu, apakah hati nuraninya tidak terluka?


Setelah Xin Qian mengatakan ini, Xin Wenhua jelas terkejut, dan menatap Xin Qian dengan heran, dia tidak mengerti bagaimana Xin Qian bisa tahu.


Liang Jinqiao memandang ke arah Xin Qian dan Xin Wenhua lagi karena dia agak bingung pada apa yang mereka bicarakan. "Qian’er, apa maksud mu? Uang apa yang kamu bicarakan?”


Xin Qian menyeringai dingin, ternyata kebenaran tentang hal ini masih belum di beritahukan kepada Liang Jinqiao. Lalu, dia berkata, "Ibu, bukan apa-apa."


Xin Wenhua menghela nafas dan tidak berani menatap mata Liang Jinqiao. Saat menghadapi Xin Qian, dia merasa lebih bersalah di hatinya.


Liang Jinqiao tidak percaya bahwa itu bukan apa-apa, tetapi melihat bahwa Xin Qian dan Xin Wenhua tidak bermaksud menjelaskan padanya, jadi akan sulit baginya untuk bertanya.


"Masih ada uang, tapi itu semua di tangan kakek mu..." bisik Xin Wenhua.


“Kalau begitu aku akan pergi dan berbicara dengan kakek.” Xin Qian bangkit, tidak bermaksud mendengarkan Xin Wenhua yang bertele-tele.


Menurut mereka, tidak mudah untuk berbicara dengan Xin Baoshan. Liang Jinqiao dan Xin Wenhua saling memandang dan harus meninggalkan Xin Qian.


Xin Qian juga tidak ingin bertele-tele, jadi dia berbicara langsung pada kakeknya mengenai pendidikan Xin Yang.


Xin Baoshan terdiam beberapa saat setelah mendengarkan. Dia tidak memberi tahu Huo Chunhua tentang uang itu, tetapi memegangnya di tangannya. Jika ada kebutuhan mendesak di masa depan, dia bisa menggunakan uang itu.


"Hei, ayo kita lakukan... Gadis kecil, aku akan membahas ini dengan nenek mu lagi. Kalau tidak, nenek mu pasti akan membuat masalah," Ucap Xin Baoshan dengan sungguh-sungguh.


"Tidak apa-apa. Lalu, kakek, jika Kamu memiliki waktu tolong bantu Xin Yang untuk mendaftar sekolah." Ucap Xin Qian.


"Yah... paman kelimamu mengajar di sekolah. Jika kita mengirim Yang’er kesana, kita hanya perlu membayar setengah biaya setahun." Ucap Xin Baoshan. Alasan Xin Baoshan. begitu cepat juga karena ini.


Dulu harganya empat koin perak setahun, tapi sekarang sudah di potong setengahnya. Saat Xin Wensheng dan Xin Tianlong sekolah pada saat yang sama, hari-hari di keluarga semakin ketat, tetapi mereka tetap dapat membayar biaya kuliah untuk keduanya.


Tentu saja, ada kejadian tidak terduga. Ada kekeringan tahun itu, dan panen gandum sangat buruk jadi biaya kuliah Xin Tianlong tidak cukup, sehingga Xin Qian di jual seharga 200 koin perak.


“Yah, baiklah. Kakek, maka Aku akan pergi dulu.” Ucap Xin Qian mengucapkan selamat tinggal. Di rumah Keluarga Xin, dia juga tidak ingin tinggal terlalu lama.


Sebelum pergi, Xin Qian berbicara dengan Xin Wenhua dan Liang Jinqiao lagi. "Ayah, ibu, kakek sudah setuju, dan kalian bisa membawa Yang’er ke sekolah dalam beberapa hari."


“Kakek mu setuju?” Liang Jinqiao sedikit terkejut. Xin Qian bisa meyakinkan Xin Baoshan begitu cepat?


"Ya." Xin Qian menanggapi, lalu berjalan ke arah Xin Yang, dan menyentuh kepalanya, "Yang’er, apakah kamu bahagia?"


“Bahagia! Kakak kedua, terima kasih!” Xin Yang juga tahu bahwa Xin Qian membantunya untuk memenangkan kesempatan ini.


"Tidak perlu berterima kasih. Kamu hanya harus belajar keras di masa depan, jangan biarkan kakak kedua kecewa, oke?” Ucap Xin Qian.


"Kakak kedua, jangan khawatir, aku pasti akan bekerja keras." Jawab Xin Yang mengangguk.


"Itu bagus. Kakak kedua akan pergi dulu.” Ucap Xin Qian.


"Hmm." Xin Yang mengangguk.


Xin Qian mengucapkan selamat tinggal pada Liang Jinqiao dan Xin Wenhua, dan meninggalkan rumah Keluarga besar Xin. Dia tidak peduli tentang apa yang keluarga Xin ributkan karena keputusan Xin Baoshan.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗