Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 161



"Pahit?" Tanya Xin Qian, dia pun meminum miliknya sendiri. Rasa pertama kali, memang agak pahit, Setelah beberapa teguk lagi, secara bertahap dia merasa sedikit lebih manis. "Xiao Chen, coba kamu minum sedikit lagi. Pertama kali memang sedikit pahit.”


Xiao Chen mengerutkan kening dan meminum dua tegukan lagi dengan patuh. "Ibu, sepertinya tidak terlalu pahit."


Xin Qian tersenyum dan berkata, "Haha, tentu saja, Ibi akan menambahkan sedikit madu untuk mu nanti, itu akan manis."


"Okee!" Xiao Chen sangat suka dengan madu yang rasanya manis.


"Ini baik untuk pencernaan, jadi minumlah lebih banyak dari ini.” Ucap Xin Qian.


"Benarkah? Lalu, Xiao Chen akan minum banyak!" Ucap Xiao Chen senang.


Mo Lianfeng juga mendengarkan, dan mengambil secangkir teh di atas meja. Dia belum pernah minum teh sebelumnya, dan untuk pertama kalinya, ia merasa bahwa rasa teh itu aneh. Pertama pahit dan kemudian manis, ada juga perasaan yang sangat segar di mulut setelah beberapa saat.


Mo Lianfeng ingin tahu berkata, "Qian Qian, Kamu mengatakan ini adalah teh yang terbuat dari daun? Aku belum pernah meminumnya. Rasanya sangat enak. Aku tidak tahu dari mana Kamu mendapatkannya? Ini seharusnya cukup mahal, bukan? "


"Ini teh, hanya sejenis daun. Aku mengambilnya sendiri dari gunung, membawanya kembali dan menggorengnya dalam wajan, lalu merebusny dengan air mendidih jadi tidak perlu biaya sepeser pun. Apakah Pangeran Mo menyukai rasanya?"


Mo Lianfeng tersenyum dan mengangguk, "Pada awalnya, rasanya sangat aneh, tapi setelah meminumnya, aku merasa lebih baik juga."


"Haha, minum teh memang memiliki efek menyegarkan, itu juga dapat membersihkan usus jika kamu minum lebih banyak. Jadi, teh ini baik untuk kesehatan masyarakat." Xin Qian mulai memperkenalkan efek teh. Xin Qian bertanya-tanya mengapa tidak ada seorang pun di era ini yang minum the? Apakah karena tidak ada yang tahu bahwa tumbuhan ini dapat di minum seperti ini?


"Kedengarannya teh ini benar-benar tumbuhan yang bermanfaat. Aku belum pernah melihatnya di istana. Aku tidak menyangka, aku bisa minum teh yang begitu baik dari Qian Qian." Ucap Mo Lianfeng tersenyum.


Xin Qian merasa terhibur oleh Mo Lianfeng. Ya, dimana pun dia berada, jika ada makanan atau minuman yang langka, pasti akan di jual mahal, terutama teh semacam ini yang belum pernah di temukan oleh orang kuno ini.


Tapi, meski teh akan terjual mahal, sayangnya akan sangat sulit untuk mempromosikannya, karena orang-orang di era ini tidak pernah minum teh. Jika dia memproduksi banyak teh, tapi tidak ada yang mau membelinya, maka dia hanya akan rugi, karena biaya produksi teh masih relatif tinggi.


Karena Xin Qian sendirian saat memetiknya, jadi dia hanya mendapatkan sekeranjang daun teh dari pegunungan, bahkan saat itu dia menghabiskan waktu setengah hari. Jika dia ingin memproduksi banyak teh, mungkin dia harus meminta bantuan orang lain untuk pergi bersama. Masalahnya adalah semua orang di seluruh desa tidak banyak yang berani naik ke gunung, karena mereka takut dengan binatang buas.


Kemudian, sekeranjang daun teh segar, setelah di keringkan, produk jadinya hanya sebanyak satu pon. Jika Xin Qian menghitung semua biaya dan waktu pembuatannya, maka satu pon teh harus di jual seharga dua koin perak, jika di bawah harga itu, dia lah yang akan rugi.


Sayangnya, jika satu pon teh di jual seharga dua koin perak, sepertinya kebanyakan orang di zaman kuno tidak mampu membelinya. Bagi orang desa, dua koin perak itu sudah cukup untuk biaya makan selama setengah tahun. Jadi, Xin Qian tidak bisa menargetkan pemasarannya pada rakyat biasa.


Mungkin dia harus menjual teh itu kepada orang-orang kaya atau bahkan bangsawan, tapi Xin Qian tidak mengenal orang kaya mana pun. Jika dia ingin mempromosikan teh, dia harus memiliki koneksi itu. Yah, karena dia tidak bisa melakukan bisnis the untuk saat ini, jadi mari kita tunggu nanti.


Xin Qian tersenyum dan berkata kepada Mo Lianfeng, "Jika Pangeran Mo menyukainya, ketika kami kembali, aku akan menyiapkan beberapa untuk Pangeran Mo. Aku masih memiliki banyak di rumah ku."


"Tidak apa-apa. Aku sudah banyak menyusahkan Qian qian selama ini.” Ucap Mo Lianfeng.


“Baiklah kalau begitu. Qian qian, Terima kasih.” Ucap Mo Lianfeng tersenyum hangat.


“Sama-sama.” Jawab Xin Qian.


Tiba-tiba Xin Qian teringat tentang pertemuannya dengan Helian Ming di Yangcheng hari ini, dan dia juga ingin tahu kapan Mo Lianfeng akan kembali ke Mansion Pangeran Mo. Meskipun Mo Lianfeng terluka parah sebelumnya, tapi karena dia bisa berkultivasi, dia sembuh lebih cepat dari orang biasa. Sekarang, Xin Qian sudah memiliki keledai, dia dapat mengantar Mo Lianfeng kembali ke Mansion Pangeran Mo di Yangcheng.


Mo Lianfeng sudah sembuh total selama seminggu ini, tapi dia tidak pernah membahas tentang kembali ke Mansion Pangeran, Xin Qian juga tidak banyak bicara karena dia takut Mo Lianfeng akan salah paham bahwa dia mengusirnya.


Setelah memikirkannya, Xin Qian pun berkata pada Mo Lianfeng tentang masalah itu, "Pangeran Mo, saat aku ke kota hari ini, aku tanpa sengaja bertemu dengan Tuan Muda Helian Ming, dia juga bertanya pada ku, apakah kamu ada di rumah ku. Tampaknya, orang-orang di Mansion Pangeran, sangat khawatir tentang keselamatan mu, dan Helian Ming juga sama. Bukankah kamu perlu mengabari mereka?"


Mo Lianfeng merenung sejenak. Dia tahu bahwa orang-orang di Mansion Pangeran pasti akan sangat cemas, terutama neneknya. Akan tetapi, dia enggan untuk kembali dan berpisah dari Xin Qian seperti ini.


"Lebih baik menunggu beberapa hari, jangan beri tahu mereka dulu.” Ucap Mo Lianfeng.


“Baiklah. Aku tidak akan mengatakan apa pun.” Xin Qian berpikir bahwa Mo Lianfeng punya rencananya sendiri di dalam pikirannya, jadi dia tidak banyak bicara.


Pada sore hari, Xin Qian memberikan uang untuk menjual katak kepada Bibi Liu, dan dia juga membeli bawang bombai dari rumah Bibi Liu dan membawanya pulang untuk di tanam di kebunnya. Meskipun kebun sayur mililnya itu kecil, tapi tidak membutuhkan banyak ruang untuk menanam bawang bombai. Tiba-tiba, Xin Qian mendengar seseorang memanggilnya dari belakang. Xin Qian pun berbalik dan dia melihat pamannya, Xin Wenshi datang.


"Gadis Qian ~" Dengan senyum di wajah Xin Wenshi, sikapnya pada Xin Qian agak antusias.


Xin Qian mengerutkan kening dan tidak memiliki sikap yang ramah untuk paman pertamanya. Lagi pula, Xin Wenshi ini juga terlibat dalam rencana untuk menjual Xin Qian tahun itu. “Paman, ada apa datang untuk menemukan ku?”


Melihat bahwa Xin Qian tampak terlalu malas untuk berbicara padanya, Xin Wenshi tersenyum dengan heran. "Gadis Qian, apakah benar bahwa kamu mengembalikan barang-barang yang Tuan Mengzi berikan pada mu?"


Alis Xin Qian berkerut, dia tidak menyangka bahwa keluarga Xin ini masih berpikir untuk mengambil barang-barang Mengzi? Untungnya, dia sudah mengirimkan semua barang itu kembali ke Mengzi. Jika tidak, saat orang-orang dari keluarga Xin ingin merebutnya, dia tidak tahu apa yang akan mereka lakukan.


"Aku baru saja mengembalikannya hari ini. Ada apa? Paman, apa yang terjadi pada mu? Kenapa tiba-tiba bertanya tentang itu?" Ucap Xin Qian meliriknya.


"Yah, tidak ada apa-apa. Awalnya paman berpikir untuk meminjam uang pada mu, jika Kamu belum mengembalikannya. Kamu juga tahu bahwa sepupu mu, Xin Tianlong akan pergi ke Kota Kyoto, dan biayanya tidak kecil. Jika sepupu mu di terima di Juren, maka keluarga Xin kita pasti akan lebih maju. Di masa depan, sepupu mu pasti akan mengingat mu karena meminjamkannya uang. " Ucap Xin Wenshi tanpa malu-malu.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗