
Xin Qian memasukkan kedelai yang dia dapatkan ke dalam baskom yang berisi air, dia harus merendamnya selama beberapa jam, kemudian dia akan menggilingnya di malam hari.
Setelah beberapa jam di remdam, kedelai sudah basah, dan Xin Qian mulai bersiap untuk menggiling kedelai. Karena Xiao Chen terlalu lelah bermain di siang hari, dia tidur lebih cepat hari ini, jadi hanya Xin Qian yang masih terjaga, dia menyalakan lilin dan duduk di meja untuk menggiling kacang kedelai.
Ada lubang kecil di gilingan batu.Tuang saja kedelainya langsung ke dalam lubang itu, lalu dorong gilingan itu dengan tangan untuk menggilingnya. Ampas bersama dengan sarinua kedelai akan meluap keluar.
Untuk membuat susu kedelai, Xin Qian harus meyaring sari kedelai dari ampasnya menggunakan kain putih, dan kemudian rebus sari kedelai dengan air, dan tambahkan gula ke dalamnya agar bisa menjadi susu kedelai yang lezat.
Saat Xin Qian hampir selesak menggiling kacang kedelai, tiba-tiba pintu rumah Xin Qian di ketuk oleh seseorang. Xin Qian menghentikan gerakannya, dan menatap ke arah pintu rumahnya yang tertutup. Siapa yang akan datang ke rumahnya selarut ini?
Xin Qian mengerutkan keningnua, lalu datang ke pintu, dan bertanya, "Siapa?"
“Nona Qian, ini aku!” Suara seorang pria datang dari luar pintu.
Xin Qian yang mendengarnya mengenali suara itu! Itu adalah suara adik ipar Mulam, Zhu Sanlu! Pria menjijikkan ini berani datang padanya di malam hari! Sudah jelas apa niatnya! Pria celaka ino harus di beri pelajaran!
Karena Xin Qian tidak memberikan respon, Zhu Sanlu yang berada di luar pintu berkata lagi, "Nona Qian, Aku tahu Kamu tidak memiliki seorang pria selama ini, kamu pasti kesepian, jadi izinkan Aku masuk untuk menghangatkan ranjang mu! Hari ini Aku melihat mu dan Liu Shanzi pulang bersama, tapi dia bukanlah pria yang tepat karena dia sudah punya Istri. Jika istrinya tahu tentang hubungan kalian, dia pasti akan membuat masalah! Jadi, lebih bail dengan ku, aku masih lajang, dan tidak memilili anak.”
Setelah Xin Qian mendengarkan kata-kata Zhu Sanlu, dia merasakan sangat mual di perutnya dan ingin muntah! Dia tidak menyangka bahwa orang yang mengikitinya tadi adalah Zhu Sanlu!!
“Nona Qian, buka pintunya dengan cepat dan biarkan aku masuk!” Zhu Sanlu juga sedikit cemas di luar.
Buka pintunya? Sudut mulut Xin Qian mencibir, betapa lapar dan hausnya pria ini!
"Kriiettt ~" Xin Qian membuka pintu dengan suara berdecit.
Zhu Sanlu sangat gembira, dia berpikir bahwa Xin Qian benar-benar ingin memiliki hubungan dengannya. Dia buru-buru mendorong pintu dan masuk, tetapi dia tidak berharap bahwa setelah masuk, kepalanya akan di tutupi oleh keranjang! Kemudian tongkat memukul ke arahnya, dan terus memukulinya!
"Aduh! Sakit!! Rasanya sakit ~ sakit ~" teriak Zhu Sanlu.
"Kamu masih tahu bahwa itu menyakitkan?! Jika kamu berani datang, kamu harus memikirkan akhirnya! Mengapa seorang pria menjijikkan bisa masuk ke mata ku? Lihatlah dirimu sendiri di cermin!” Ucap Xin Qian marah.
Hanya karena dia adalah seorang janda, pria busuk imi berani memdatanginya di tengah malam! Jadi ketika dia memukul Zhu Sanlu di tanah, Xin Qian tidak berbelas kasihan sama sekali!
"Ah, ah, maafkan aku!! Nona Qian, tolong lepaskan aku! Aku tidak akan berani lagi!" Zhu Sanlu yang di pukuli, dengan cepat memohon belas kasihan.
Xin Qian melepaskan keranjang dari kepala Zhu Sanlu, “Buagh, Buagh!!” dan kemudian meninju wajah Zhu Sanlu beberapa kali, jika tidak, dia tidak bisa meredakan amarahnya!
“Tolong, biarkan aku pergi! Aku tidak akan berani lagi!” Zhu Sanlu hampir berlutut di tanah dan memohon pada Xin Qian. Sebagai seorang pria, dia selalu sangat lemah.
Xin Qian mendengus dingin, dan berkata,"Jika aku melihat kamu datang ke sini lagi, kau harus tahu akibatnya! Aku akan memukuli mu sampai hancur!”
Setelah berbicara, Xin Qian menarik kerah baju Zhu Sanlu secara langsung dan membuangnya keluar!
“Aduh!! Sakit, ah!” Zhu Sanlu jatuh dengan keras ke tanah dan menjerit kesedihan.
Masalahnya adalah wajahnya jatuh duluan ke tanah! Dia bergegas kemari dengan antusias, tetapi dia tidak mengharapkan akhir yang tragis seperti ini! Zhu Sanlu menyeka wajahnya dengan lengan bajunya, dia berdiri dari tanah, berbalik dan pergi dengan cepat dari rumah Xin Qian..
"Ibu!" Xiao Chen menjulurkan kepalanya keluar dari tempat tidur dan berteriak kepada Xin Qian. Keributan barusan itu agak keras, dan itu telah membangunkan Xiao Chen dalam tidurnya.
Xin Qian duduk di tepi tempat tidur dan berkata kepada Xiao Chen, "Apakah Xiao Chen takut?"
Xiao Chen menggelengkan kepalanya, "Tidak, ibu, Xiao Chen tidak takut, Xiao Chen masih perlu melindungi Ibu! Apakah paman yang jahat baru saja datang?"
Xin Qian tersenyum sedikit, lalu berkata. "Ya, tapi dia sudah di usir oleh Ibu!"
"Ibu benar-benar luar biasa!" Ucap Xiao Chen mengagumi Xin Qian.
"Haha, tidak ada apa-apa sekarang, Xiao Chen, tidurlah kembali." Ucap Xin Qian membujuk dengan lembut.
“Hmm!” Xiao Chen dengan cerdik naik ke tempat tidur lagi, dan mulai tidur dengan mata tertutup.
Tetapi dalam hatinya, Xiao Chen sedang berpikir dalam hati, “Semoga ayah ku cepat kembali. Ketika ayahnya kembali, dia dapat melindungi Ibu. Jika ada yang berani datang dan menggertak Ibu lagi, maka Ayah pasti akan memukulnya! Hanya saja… tidak tahu kapan Ayah akan kembali?”
Pada saat yang sama…
Mo Lianfeng, yang berada jauh di Kota Kyoto, meletakkan gulungan yang ada di tangannya dan melihat ke luar rumah, seakan-akan sedang melihat kekejauhan…
Mo Yan yang ada di samping bertanya, "Tuan, ada apa?"
Sudut-sudut mulut Mo Lianfeng sedikit naik dan berkata, "Aku merindukan istri dan putra ku!"
“…” Mo Yan tersenyum kecut, Tuannya benar-benar memperlakukan wanita dan anak itu sebagai istri dan anaknya sendiri!
Mo Lianfeng melirik Mo Yan, dan berkata dengan dingin, "Ada apa dengan reaksi mu itu?"
"Tidak, Tuan, tidak apa-apa!"
"Heh, kamu yang tidak memiliki istri dan anak, pasti tidak tahu bagaimana perasaan ku sekarang," Mo Lianfeng menambahkan dengan dingin.
Dini hari berikutnya, Xin Qian bangun sekitar jam lima pagi, dan hari masih gelap di luar...
Karena butuh dua puluh menit untuk sampai di Kota Yangcheng, jadi Xin Qian harus membiasakan dirinya dengan waktu bangun ini sekarang. Ketika jam enam, di perkirakan sudaj banyak orang di Kota Yangcheng yang berjualan atau pun datang ke kedai untuk membeli makanan ringan dan sarapan.
Liang Jinqiao juga datang tepat waktu. Setelah Xin Qian menjemput Mulan di Keluarga Zhu, mereka bertiga duduk di atas keledai dan bergegas menuju kota Yangcheng.
Setelah sampai di Kota, Yangcheng, mereka segera memindahkan semua barang seperti meja dan kursi keluar dari gudang penyimpanan. Liang Jinqiao bertugas membersihkan dan merapilan meja dan sebagainya. Sedangkan Xin Qian bertugas membuat makanan ringan yang di buat di tempat. Adapun Mulan, ia mengikuti di belakang Xin Qian.
Ketika ketiga orang sibuk, waktu berlalu dengan cepat. Sekarang, sudah jam enam pagi, jadi beberapa tamu mulai datang satu per satu. Pemilik kedai makan sebelumnya juga cukup laris, jadi saat Xin Qian mengambil alih, dia tidak sulit mencari pelanggan karena masih banyak orang yang datang ke sini untuk membeli sarapan.
Selain itu, semua makanan yang di buat oleh Xin Qian benar-benar terlihat lezat, dan baunya menyebar sampai di seberang jalan. Banyak orang tergoda oleh aroma makanan Xin Qian di kedai, sehingga banyak orang datang karena penasaran…
"Gadis, apa wonton ini? Apakah enak?" Seorang pria paruh baya bertanya.
"Tentu saja enak. Wonton mirip dengan pangsit, tetapi sedikit berbeda dari pangsit. Paman, apakah kamu mau mencoba satu mangkuk?" Ucap Xin Qian dengan ramah.
"Berapa harganya untuk satu mangkuk?" Tanya pria paruh baya itu
"Semangkuk delapan koin tembaga, ku jamin rasanya lezat!" Ucap Xin Qiian tersenyum ringan.
"Tidak apa-apa, lalu beri aku semangkuk!" Ucap pria paruh baya
"Baik!" Jawab Xin Qian
“Gadis, apa ini? Aku belum pernah memakannya sebelumnya!” Seorang wanita bertanya, sambil menunjuk ke roti goreng tusuk yang baru saja di buat oleh Xin Qian.
Xin Qian dengan sabar menjelaskan, "Bibi, ini adalah adonan roti goreng, satu tusuk seharga satu koin tembaga, rasanya juga sangat lezat. Apakah Bibi ingin mencobanya?"
Wanita itu yang mendengarkan Xin Qian berkata bahwa harganya hanya membutuhkan satu kin tembaga, dan dia pikir itu sangat murah, apalagi baunya enak, jadi tidak ada salahnya untuk membeli satu dan merasakannya.
"Baiklah! Beri aku satu tusuk!" Wanita itu menyerahkan satu koin tembaga kepada Xin Qian.
"Baiklah!" Xin Qian mengambil selembar kertas mentega, membungkusnya dan menyerahkannya pada wanita itu.
"Bibi, jika kamu suka makan, datanglah untuk membeli roti goreng tusuk ini lain kali!" Ucap Xin Qian tersenyum.
"Haha, pasti!" Wanita itu mengambilnya dan menggigitnya, rasa yang renyah dan harum itu terlalu lezat. "Enak, enak, gadis, kamu benar-benar pandai membuat makanan ringan ini. Harganya juga sangat murah, satu koin tembaga!”
Wanita itu bersuara keras. Dengan teriakannya, lebih banyak orang datang ke kedai makan Xin Qian, "Gadis, beri aku satu juga! Seperti bibi itu!”
"Aku juga mau!"
"Aku juga menginginkan lima tusuk roti goreng!"
Dengam itu, dua belas tusuk roti goreng yang baru saja di goreng habis terjual. Xin Qian menyapa Liang Jinqiao untuk membantu menjualkan, jadi dia bisa untuk terus membuat beberapa tusuk lagi.
"Jangan hanya beli roti goreng tusuk. Makanan ringa lain yang aku miliki di sini juga sangat lezat! Roti kukus isi daging ini sangat lezat dan harum, lalu ada siomay ini juga sangat lezat dan jelas berbeda dari restoran lain. Kalian harus mencobanya juga.” Ucap Xin Qian menyarankan para pembeli.
"Apakah benar?" Tanya seorang pemuda.
"Kamu akan tahu jika mencicipinya, isiannya ada dua varian, ada yang daging dan sayuran, jadi tentu saja itu enak." Ucap Xin Qian tersenyum.
"Yah, maka beri aku dua roti sayur dan satu roti daging!"
"Aku juga akan beli dua roti sayuran!"
Orang-orang yang memakan roti kukus mulai memuji itu, dan itu sama baiknya dengan yang dikatakan Xin Qian.
"Tanpa diduga, orang-orang di warung telah berubah, dan makanan yang dibuat lebih baik dari sebelumnya!"
"Roti sayur ini enak dan segar, Nak, bagaimana kamu membuatnya?"
"Enak, datanglah besok pagi untuk membelinya!"
"········"
Xin Qian juga sangat senang mendengar pujian dan pengakuan dari orang-orang ini.
Roti dagingnya enak karena isinya adalah resep rahasia eksklusifnya, dan roti kubisnya enak karena di antara sayuran hijau kecil, Xin Qian memotong jamur kering dari gunung.
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗