
Xin Qian memandikan Xiao Chen dengan air hangat, dan ikut mandi juga. Tapi, dia hanya menyeka tubuhnya dengan handuk basah, dia tidak bisa berendam air hangat, karena saat ini Mo Lianfeng ada di rumahnya. Bagaimanapun, Mo Lianfeng adalah pria dewasa, dan rumahnya hanya memiliki satu kamar ini, dan Mo Lianfeng tidak bisa pergi ke tempat lain.
Xin Qian merasa sulit tidur di malam hari. Sebelumnya, Mo Lianfeng koma jadi dia tidak peduli ada pria koma tidur di sampingnya, tapi sekarang pria itu sadar, untuk pergi berbaring dan tidur bersama dengannya, Xin Qian merasa sangat malu!
"Qianqian, mengapa kamu duduk di kursi? Tidakkah kamu ingin tidur dan beristirahat? Sudah larut malam, kamu pasti lelah?" Mo Lianfeng menyapa Xin Qian, dengan perhatian di matanya.
"Itu, Pangeran Mo, jangan pedulikan aku, kamu tidur saja duluan," Ucap Xin Qian dengan senyum canggung di sudut mulutnya. Dia menunggu Mo Lianfeng tertidur, baru dia akan naik untuk tidur juga, dengan begitu itu tidak akan terlalu memalukan.
"Tapi Qianqian, mengapa kamu duduk di kursi? Jika kamu tidak bisa tidur, mengapa kamu tidak berbicara dengan ku di ranjang?" Mo Lianfeng bertanya lagi dengan khawatir.
Mulut Xin Qian berkedut sedikit. Apa? Pria ini bilang untuk mengobrol dengannya di ranjang? Apa yang bisa mereka bicarakan?
"Emm... Pangeran Mo, aku baik-baik saja, hanya ingin duduk sebentar lagi, aku... aku akan membuatkan pakaian untuk Xiao Chen dulu, jadi kamu pergi tidur duluan saja." Ucap Xin Qian mengeluarkan alasan. Saat dia berbicara, Xin Qian sudah mengeluarkan pakaiannya. Di bawah cahaya lilin, dia mulai menjahit pakaian.
Mo Lianfeng bersandar di tempat tidur, meskipun dia tidak menjawab lagi, dia masih menatap Xin Qian dalam diam.
Xin Qian menurunkan kepalanya untuk memperbaiki pakaian Xiao Chen, dia tidak menyadari bahwa tatapan panas telah jatuh padanya. Xin Qian di bawah cahaya lilin, wajah kecilnya terlihat lebih halus. Sehelai rambut panjang jatuh di bagian depan dahinya, itu memancarkan pesona tersendiri.
Melihat keseriusan Xin Qian dalam menjahit pakaian, itu sangat menarik di mata Mo Lianfeng. Wanita ini bukan kecantikan yang luar biasa, tetapi sebaliknya, orang yang melihatnya tidak bisa tidak tertarik padanya.
Mo Lianfeng tertegun, mengapa dia memiliki perasaan untuk wanita ini…. Jelas, dia tidak pernah menaruh minat pada makhluk seperti wanita!
Setelah beberapa waktu, Xin Qian merasa bahwa ruangan itu hening, dia berpikir bahwa Mo Lianfeng sudah tertidur. Tapi ketika dia mengangkat kepalanya, dia bertemu mata Mo Lianfeng yang menatap ke arahnya! Mengapa pria itu belum tidur? Dia sudah menunggu begitu lama tanpa hasil?
"Pangeran, Kamu belum tidur?" Xin Qian bertanya.
"Belum mengantuk, aku akan menunggu mu." Ucap Mo Lianfeng.
"Um... Kalau begitu mari kita tidur bersama," Ucap Xin Qian pasrah, dia sudah mengantuk sekarang, dia tidak bisa lagi menunggu pria itu tertidur!
Mo Lianfeng tersenyum tapi tidak mengatakan apa-apa. Xin Qian mengambil Xiao Chen dan tidur di sudut tempat tidur. Mungkin dia terlalu mengantuk. Tanpa rasa malu yang dia bayangkan, Xin Qian tertidur dengan cepat.
Hari berikutnya, saat dia bangun, Xin Qian menggosok matanya yang masih mengantuk. Dia membelalakkan matanya tak percaya! Bagaimana bisa? Bagaimana bisa dia benar-benar berbaring di pelukan Mo Lianfeng?!
Tangan Mo Lianfeng yang tidak terluka di tempatkan di punggungnya, dan postur kedua orang itu sangat intim. Xin Qian berkedip dan mencubit tangannya. Apa dia bermimpi? Rasa sakit di tangannya membuatnya tahu bahwa dia tidak bermimpi, tetapi fakta!
Xin Qian bangkit dari ranjang. Dia menyentuh pakaian di tubuhnya dan memastikan bahwa dia dalam keadaan baik, dan tidak ada kecelakaan.
“Qianqian, ada apa?” Mo Lianfeng bertanya.
“Aku... kenapa aku tidur di pelukan mu?” Xin Qian bertanya, suaranya sedikit rendah.
Kepala Mo Lianfeng menjadi kosong sejenak. Tadi malam, dia memang merasakan benda lunak masuk ke lengannya, tapi saat ujung hidungnya mencium aroma yang menenangkan, dia tidak terbangun dan terus tidur.
Jadi, Mo Lianfeng juga tidak tahu mengapa Xin Qian tertidur di lengannya, tetapi dia takut bahwa Xin Qian akan salah paham, jadi dia dengan cepat menjelaskan, "Qianqian, Aku tidak melakukan apa pun pada mu, Aku tidak tahu kenapa kamu ada di pelukan ku."
Dengan kata lain, saat tidur, Xin Qian tanpa sadar masuk ke lengannya? Apa dia kedinginan tadi malam jadi masuk ke pelukan pria? Xin Qian merasa sangat malu dan tidak bisa bicara.
Melihat bahwa Xin Qian diam, Mo Lianfeng berpikir bahwa Xin Qian tidak mempercayainya, dan berkata, "Qianqian, aku tidak berbohong pada mu, tadi malam aku hanya merasa benda lunak masuk ke lengan ku, aku tidak bangun karena ku pikir itu Xiao Chen..."
Xin Qian melambaikan tangannya, "Tidak apa-apa, Pangeran Mo, tentu saja Aku percaya pada mu, kau tidak membohongi ku."
Karena malu, Xin Qian bangkit dari tempat tidur dengan tergesa-gesa, dan setelah mencuci wajahnya, dia pergi membawa keranjang di punggungnya. Dia akan pergi ke Yangcheng hari ini dan kebetulan bertemu Mulan lagi.
Setelah beberapa hari sibuk bekerja, Mulan membuat banyak barang baru di keranjang bambu.
Mulan juga sangat senang melihat Xin Qian. "Qian, mengapa kamu pergi ke Yangcheng? Apa kamu menjual sesuatu?"
"Ya, aku tidak menyangka Kakak Mulan juga akan pergi ke sana, menjual keranjang lagi hari ini?" Ucap Xin Qian.
"Ya, aku akan mencoba apa yang kamu lakukan terakhir kali, mungkin aku bisa menjualnya," Ucap Mulan seraya tersenyum. Meskipun dia tidak yakin apakah dia bisa menjualnya seperti saat Xin Qian membantunya terakhir kali, tapi dia harus mencoba. Lagipula, dia masih ingat apa yang di katakan Xin Qian saat dia menjual keranjang, dia bisa menirunya.
"Tidak apa-apa, saat bisnis ku selesai, Aku akan membantu mu juga," Xin Qian tersenyum. Melihat Mulan bisa menghasilkan uang sendiri dan melakukan bisnis kecil, dia juga bahagia untuknya.
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗