Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 232



“Gou Dan, kamu sangat bodoh! Ketika seseorang menyakiti ibu mu, kamu bahkan tidak berniat untuk membalaskan ibu mu! Kamu anak durhaka!” Anak-anak nakal itu mulai mengejek Gou Dan.


Kalau bukan karena anak-anak itu, Xin Qian takut bahwa orang lain akan mengatakan bahwa dia menggertak Gou Dan, jadi Xin Qian benar-benar ingin bergegas untuk menangkap anak nakal itu dan menghukumnya. Sebagai orang dewasa dia harus mengajarkan bagaimana cara orang tua mendidik!


Namun sebelum Xin Qian bisa melakukannya. Gou Dan berkata dengan marah kepada anak-anak nakal itu, "Jangan katakan apa-apa lagi! Atau aku akan mengabaikan mu! Aku tidak akan pernah bermain dengan mu lagi!"


Dengan raungan Gou Dan, tidak ada anak yang benar-benar berani mengatakan apa pun. Itu karena Gou Dan terkenal kuat di antara anak-anak, dan dia dapat di anggap sebagai raja anak-anak. Perkelahian anak-anak itu cukup sengit, sehingga anak-anak di desa lebih takut pada Gou Dan, tetapi semakin takut mereka, semakin mereka suka bermain dengannya.


Xin Qian menghela nafas, dia tidak tahu harus berkata apa. Faktanya, dia tidak ingin bocah Gou Dan itu membencinya. Tapi tidak ada gunanya berpikir terlalu banyak sekarang, dan Xin Qian terlalu malas untuk berpikir.


Saat Xin Qian terus berjalan, tiba-tiba dia mendengar teriakan Xiao Chen tiba-tiba datang. Mendengar itu Xin Qian langsung bergegas.


Sebelum Xin Qian tiba, Gou Dan bergegas ke sisi Xiao Chen. Gou Dan menarik Xiao Chen untuk bersembunyi di belakangnya, sambil memegang dahan di tangan satunya, lalu Gou Dan memukul ke arah tanah.


Ternyata yang Gou Dan pukul adalah ular air. Ular air itu akhirnya menyelinap pergi karena pemukulan Gou Dan. Meskipun ular jenis ini tidak terlalu beracun, bagaimanapun juga itu adalah ular, dan wajar bagi Xiao Chen untuk takut.


Ketika Xin Qian melihat Xiao Chen, wajah Xiao Chen sudah sangat ketakutan.


Melihat Xin Qian datang, Xiao Chen dengan cepat masuk ke pelukan Xin Qian. "Ibu..."


“Xiao Chen tidak perlu takut, ular itu telah di usir.” Xin Qian menepuk punggung Xiao Chen dengan lembut, berusaha menenangkan anaknya yang shock.


"Ibu, ular itu sangat besar ..." Gumam Xiao Chen dengan tubuh yang masih gemetar.


"Ibu tahu bahwa Xiao Chen takut, yah, ayo berhenti menangkap katak, ayo kita pulang!" Ucap Xin Qian dengan suara pelan.


Di musim semi, ular yang awalnya berhibernasi perlahan merangkak keluar. Jadi masalah ini adalah normal untuk bertemu dengan ular di punggung bukit pada saat ini. Gou Dan terbiasa melihat ular sebelumnya, jadi tentu saja dia tidak begitu takut.


Xin Qian berkata kepada Gou Dan, "Gou Dan, terima kasih telah menyelamatkan Xiao Chen."


Menghadapi inisiatif Xin Qian untuk berbicara, Gou Dan tidak tahu harus berbuat apa.


“Gou Dan, bisakah Bibi Qian bicara dengan mu?” Suara Xin Qian melembut.


“…..” Gou Dan menatap Xin Qian dan mengangguk pada Xin Qian.


"Gou Dan... Apakah kamu percaya Bibi Qian membunuh ibu mu?"


Gou Dan mengangguk dan menggelengkan kepalanya. Sejujurnya, Dia juga tidak yakin di hatinya. Dia berpikir bahwa Xin Qian tidak akan membahayakan ibunya, tetapi semua orang di sekitarnya mengatakan bahwa Xin Qian adalah orang yang menyebabkan Ibunya di penjara. Ayah dan neneknya juga mengatakan hal yang sama. Jadi tidak mungkin kan bahwa semua orang akan berbohong ...


"Gou Dan... kamu masih muda, dan kamu masih tidak mengerti banyak hal. Tapi Bibi Qian bisa mengatakan dengan pasti bahwa Bibi Qian tidak pernah membahayakan ibu mu. Apakah kamu ingat bahwa Bibi Qian pernah berbicara dengan mu sebelumnya tentang perbedaan katak dan kodok. Bibi Qian sudah memperingatkan bahwa kodok itu beracun dan tidak bisa di tangkap apa kamu ingat? Pikirkan lagi, apakah ibu mu membuat mu menangkap kodok yang beracun? " setelah mengatakan itu. Xin Qian tidak mengatakan apa-apa setelah itu. Dia takut berbicara terlalu blak-blakan justru akan membuat Gou Dan memiliki kesan yang lebih buruk tentang Qin Hailan sebagai seorang ibu.


Lagipula… di dunia ini tidak ada anak yang ingin ibunya menjadi orang jahat…


Gou Dan itu sangat pintar dan dia langsung mengerti apa yang di maksud Xin Qian. Dia menundukkan kepalanya dan sepertinya sedang memikirkan sesuatu, dan setelah lama, dia berkata, " Bibi Qian, aku percaya pada mu..."


Xin Qian menyentuh kepala Gou Dan, mengelusnya lalu berkata, "Tidak peduli apakah kamu masih mengeluh kepada Bibi Qian, Bibi Qian tahu bahwa Kamu adalah anak yang baik, dan terima kasih telah melindungi Xiao Chen hari ini."


“Hmm. Bibi Qian, aku pergi sekarang!” Gou Dan lari dengan suasana hati yang rumit.


Xin Qian menghela nafas saat dia melihat punggung Gou Dan yang menjauh. Itu normal bagi anak itu karena untuk memiliki celah di hatinya. Tidak peduli seberapa buruk Qin Hailan, dia juga ibu Gou Dan sendiri. Tidak masalah apakah Qin Hailan di penjara di sebabkan oleh Xin Qian atau tidak, tetapi itu tetap ada hubungannya dengan Xin Qian.


"Ayo pergi, Xiao Chen, Yang’er!" Ucap Xin Qian kepada kedua anak itu.


Xiao Chen dan Xin Yang juga membantu menyalakan api, dan Liang Jinqiao segera dating untuk membantu memasak malam ini.


Ibu dan putrinya sibuk di dapur, Liang Jinqiao juga membantu mencuci dan memotong sayuran, dan Xin Qian yang bertanggung jawab atas juru masak. Ini adalah pertama kalinya Liang Jinqiao melihat Xin Qian memasak dengan sangat baik. Sayuran yang di masukkan ke dalam kuali dan beberapa rempah yang di haluskan, membuat aroma harum dan lezat keluar.


"Xin Qian, keahlian mu dalam memasak benar-benar bagus. Hidangan tumisnya benar-benar harum." Ucap Liang Jinqiao memuji.


"Ibu, ada minyak lobak dalam hidangan ini. Bagaimana bisa rasanya tidak enak? Itu karena Ibu biasanya tidak memasukkan minyak ke dalam masakan sebelumnya." Ucap Xin Qian dengan santai.


"Itu benar. Tidak ada minyak sama sekali karena itu mahal jadi nenek mu jarang membelinya, itu sebabnya, sayur-sayuran hanya di masak menggunakan garam dan air. " Ucap Liang Jinqiao


"Tidak apa-apa, Bu, kita bisa makan lebih banyak minyak jika kita punya uang di masa depan, jangan menyimpannya karena mahal, Xin Tianan dan Yang’er masih tumbuh dewasa. Ayah juga pasti lelah dari pekerjaannya sehari-hari. Jadi, mereka pasti butuh lemak." Ucap Xin Qian menyarankan


"Hmm, Ibu mengerti, Qian’er." Jawab Liang Jinqiao sambil mengangguk.


Sementara Xin Qian mengobrol, dia mencampur cabai cincang dan menuangkan telur ke dalam panci. Bau itu membuat semua orang tersedak dalam sekejap.


“Uhuk, uhuk!!” Liang Jinqiao tidak bisa menahan batuk beberapa kali, karena tersedak oleh bau. "Qian’er, itu benar-benar menyengat, tapi Ibu merasa bahwa mencium bau ini membuat orang-orang berselera."


Xin Qian tersenyum, dan berkata, "Ya, telur orak-arik dengan cabai, dan minuman keras akan sangat cocok. Jadi, setelah makan malam, kita akan menyiapkan minuman untuk Ayah dan Paman keempat."


Liang Jinqiao menghela nafas, dan berkata, "Huh… tetapi, tidak ada banyak anggur di rumah ... Ibu tidak bisa memberikannya kepada ayah mu dan paman keempat nanti. Ayah memang memilikinya, tapi itu tinggal sedikit."


"Tidak apa-apa, ibu, aku memilikinya di sini."


Setelah kembali dari Mansion Pangeran Ketiga, Xin Qian membawa beberapa kendi anggur. Setelah Mo Lianfeng datang, dia bisa minum. Selain itu, beberapa hidangan juga bisa di masak dengan anggur. Bagaimanapun, anggur putih tidak akan kedaluwarsa, tidak masalah jika di simpan di rumah.


“Xin Qian, apakah kamu juga punya anggur di rumah?” Liang Jinqiao diam-diam terkejut.


"Yah, kebetulan itu ada sedikit anggur yang enak. Aku akan mengambil satu kendi nanti."


“Bagus!” Liang Jinqiao mengangguk.


"Ngomong-ngomong, Xin Qian ... Bibi kedua mu berkata untuk mengundang mak comblang untuk menemukan calon suami untuk sepupu mu Jing'er. Jika Bibi kedua mu menemukan calon yang baik, Jinger akan langsung menikah. Lagi pula, dia sudah berusia enam belas tahun. Ibu juga berpikir untuk mengundang mak comblang, mungkin saja ada calon yang cocok untuk Pinger, apakah menurut mu Ibu terlalu terburu-buru? Usia Pinger sudah 19 tahun.” Ucap Liang Jinqiao


Xin Qian yang mendengarkan, mengangguk setuju, "Ibu benar, Kamu harus khawatir tentang pernikahan Xin Ping’er, dia lebih tua dari ku, sudah waktunya dia menikah. Jika di runda lagi, akan lebih sulit untuk menemukan calon untuknya. "


Xin Qian merasa seorang wanita pemalas dan jorok seperti Xin Ping’er, akan menyebalkan jika dia terus tinggal di rumah. Lebih baik baginya untuk menikah dan berhenti membebani Sanfang.


Ketika Xin Qian mengatakan demikian, Liang Jinqiao juga memikirkannya. Anak perempuannya yang tertua sudah tidak muda lagi, dan dia belum menikah, dan jika dia terus menunda, mungkin Pinger benar-benar tidak akan bisa menikah selama sisa hidupnya.


Sebenarnya, Liang Jinqiao tidak menganggap itu masalah besar untuk membesarkan gadis ini seumur hidupnya. Tetapi jika Pinger benar-benar tinggal di rumah orang tuanya terus, mau tidak mau akan di gosipkan oleh orang-orang di desa. Itu tidak baik untuk keluarga mereka dan juga Xin Ping’er.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗