
“Qianqian, selama kamu dan Xiao Chen ada di desa, apakah kalian sering di ganggu?” Mo Lianfeng tiba-tiba bertanya.
Xin Qian merasa bahwa ada sesuatu yang tidak dapat di jelaskam tentang pertanyaan Mo Liamfeng, setelah semua, dia tidak mengerti mengapa pria itu mengajukan pertanyaan seperti itu.
"Bukan apa-apa. Aku bisa menghadapi mereka." Jawab Xin Qian tersenyum. Xin Qian dulunya menyedihkan, tetapi sekarang tidak. Setelah pemilik asli, dia gantikan, dia tidak lagi di tindas seperti sebelumnya.
"Apakah ayah Xiao Chen benar-benar meninggal atau pergi? Mengapa dia tidak bersama mu? Xiao Chen mengatakan bahwa dia belum pernah melihatnya sejak dia masih kecil." Mo Lianfeng ingat bahwa Xin Qian mengatakan bahwa ayah Xiao Chen sudah mati, tetapi setelah mengamati selama ini, dia juga secara kasar memahami sesuatu.
Diperkirakan ayah Xiao Chen tidak benar-benar mati, dan pria yang tidak bertanggung jawab ini yang meninggalkan Xin Qian
“Pangeran Mo bertanya seperti ini, untuk apa?” Xin Qian menjawab acuh tak acuh, emosi Xin Qian tidak dapat terlihat dalam ekspresinya.
"Aku... aku ingin tahu." Mo Lianfeng tersenyum cangging, dan ada jejak kesedihan di matanya saat menatap Xin Qian.
Setelah dia hidup bersama Xin Qian dia bisa mengerti betapa sulitnya bagi Xin Qian untuk membesarkan seorang anak sendirian. Kondisi hidup yang sulit, bahkan banyak wanita aneh yang datang ke pintu dua kali, dan itu pasti melelahkan bagi Xin Qian. Bagaimanapun, Xin Qian masih seorang wanita. Tanpa seorang pria di sisinya, yang lain berpikir dia mudah di tindas.
Jika Xin Qian bisa memiliki seorang pria di sisinya dan melindunginya, dia tidak akan begitu sengsara, bukan?
Xin Qian terdiam beberapa saat, dengan kepahitan di sudut mulutnya, "Kamu mungkin tidak percaya ini, tapi ini fakta. Aku tidak tahu siapa ayah Xiao Chen, aku bahkan tidak mengingat wajahnya."
Mo Lianfeng terkejut sesaat, dia yakin bahwa sesuatu pasti terjadi di sini. "Kalau begitu Qianqian, apakah kamu pernah berpikir untuk menikah lagi? Jika kamu menikah, Xiao Chen benar-benar dapat memiliki seorang ayah, dan kehidupan kalian, Ibu dan anak, dapat di jamin,"
Xin Qian merasa bahwa pertanyaan Mo Lianfeng menjadi lebih aneh. Apa yang dia maksud dengan ini?
"Pangeran Mo, menurut mu pria seperti apa yang bisa ku temukan jika aku memiliki kondisi seperti ini? Bukankah aku akan menghancurkan hidup anak ku, jika aku menikahi pria yang lebih buruk? Aku sudah puas dengan kondisi ku sekarang, aku puas bisa hidup bersama dengan Xiao Chen. Di masa depan, selama Aku bekerja keras, kehidupan kami pasti akan lebih baik lagi. Pangeran Mo, bukankah aku benar? " Xin Qian berkata seperti ini, untuk menunjukkan kekuatannya sendiri, bahwa dia bukan gadis lemah yang hanya bisa mengandalkan pria.
Mo Lianfeng juga tersenyum, mengangguk, dia setuju dengan apa yang di katakan Xin Qian.
Dalam hatinya, Mo Lianfeng ingin sekali memberi tahu Xin Qian bahwa dia bersedia menikahinya dan merawat ibu dan anak dengan baik! Tapi, dia tidak mengatakan kalimat ini, karena dia tidak yakin bagaimana perasaan Xin Qian padanya. Bagaimanapun, pernikahannya tidak sepenuhnya ada di tangannya. Dia tidak ingin mengecewakan Xin Qian, jadi dia harus mencari cara untuk meyakinkan neneknya.
“Aku mengerti. Maaf aku bertanya seperti itu.” Ucap Mo Lianfeng.
“Tidak apa-apa. Aku pergi dulu.” Ucap Xin Qian, lalu berbalik pergi ke luar rumah.
Mo Lianfeng hanya bisa menatap punggung lurus gadis itu, meski punggung gadis itu terlihat lemah dan rapuh, namun dia mampu menopang kehidupan yang sulit.
Keesokan harinya…
Xin Qian pergi ke Kota Yangcheng untuk mengirim katak, kali ini jumlahnya sangat banyak dengan bantuan Keluarga Liu.
Kemarin, Xin Yang dan Xiao Chen pergi ke atas gunung, sehingga kedua anak itu tidak menangkap banyak katak. Untungnya, Liu Muzi mengantarkan banyak katak pada malam hari. Jadi, Xin Qian mendapatkan banyak uang hari ini, totalnya sebanyak 6 koinperak dan 80 Koin tembaga. Jika di bagi dua dengan keluarga Liu, dia masih mendapatkan uang sebanyak 3 perak dan 40 koin tembaga!
Xin Qian bahkan melakukan tindakan konyol malam itu karena dingin, saat dia bangun keesokan harinya, dia melihat dirinya dalam pelukan Mo Lianfeng! Itu sangat memalukan.
Untungnya, bisnis di Kota Yangcheng sangat makmur, dan selimut juga mudah di beli. Xin Qian mencari beberapa saat sebelum dia menemukannya. Xin Qian melihat toko, bisnis di toko itu sangat sepi, dan hanya sedikit orang yang datang. Cuacanya semakin hangat, pada dasarnya orang akan membeli selimut sebelum musim dingin. Sekarang, hanya ada dia yang ingin membeli selimut.
Setelah Xin Qian memasuki toko, seorang wanita berusia 50 tahun datang menyambutnya, dan tersenyum, lalu bertanya apakah Xin Qian ingin membeli selimut.
“Nenek, berapa harga selimut ini?” Xin Qian bertanya.
Wanita tua itu tertawa dan berkata, "Gadis kecil, ada tiga toko di Kota Yangcheng yang menjual selimut. Jangan khawatir, harga toko ku adalah yang termurah. Jika Kamu tidak percaya, Kamu bisa pergi ke dua toko lainnya untuk menanyakan harganya."
Wanita tua itu membawa Xin Qian untuk melihat selimutnya, menunjuk ke selimut itu dan berkata kepada Xin Qian, "Selimut ini adalah selimut baru, di buat dari kapas yang baru di panen tahun ini, dan ini hangat. Aku menjualnya seharga 22 koin tembaga per meter. Sisi ini, adalah dari kapas tahun lalu muncul, 20 koin tembaga per meter. Gadis, lihat-lihatlah, apakah Kamu ingin membeli selimut baru tahun ini, atau tahun lalu? "
Xin Qian menatap selimut iti untuk sementara waktu, itu di buat pada waktu yang berbeda, tetapi mereka semua terlihat baru. Tapi, selimut yang baru itu lebih hangat pada pendangan pertama.
Akhirnya, Xin Qian akan membeli tiga meter selimut, dan kemudian membeli tempat tidur tipis untuk di gunakan saat cuaca semakin hangat.
"Nenek, beri Aku selimut baru tahun ini. Aku ingin ini, ini, dan ini." Xin Qian menunjuk ke selimut itu.
Wanita tua itu tersenyum dan berkata, "Oke, aku akan mengambilkannya untuk mu."
Tiga selimut di lipat rapi oleh wanita tua itu, dan kemudian diikat dengan tali tebal.
"Gadis, bisakah kamu membawanya sendiri?" Wanita tua itu menatap Xin Qian, yang kurus dan sepertinya tidak bisa mengangkat barang, jadi dia bertanya dengan khawatir.
Xin Qian tersenyum, dia tahu bahwa dia bisa membawanya dengan satu tangan. "Nenek, jangan khawatir tentang itu, aku bisa membawanya."
Wanita tua itu mengangguk, "Itu bagus, baiklah, total biaya adalah 4 perak dan 84 koin tembaga. Gadis, karema membeli tiga barang tidur sekaligus. Aku akan memberi mu diskon 40 Koin tembaga. "
Diskon 40 Koin tembaga, ini dapat di anggap sebagai diskon besar. Xin Qian mengucapkan terima kasih, dan pergi dari toko.
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗