Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 119



Xin Qian menghela nafas lega. Sebenarnya, masalah Jinhua adalah hal yang baik baginya. Jika dia menjelaskan satu per satu sendiri, pasti orang lain tidak akan percaya apa yang dia katakan, dan mereka akan berpikir bahwa gosip itu fakta.


Adapun tentang Xiao Hong… hari ini dia memakam buahnya sendiri. Xin Qian menyeringai, berbalik dan memasuki ruangan lagi. Pertengkaran itu juga merupakan pemborosan energi, dan Xin Qian tiba-tiba tidak merasakan kehabisan kekuatan setelah pertengkaran semacam itu. Dia ingin duduk dan beristirahat.


Begitu pantatnya jatuh di atas bangku, Xin Qian tiba-tiba teringat bahwa dia telah meninggalkan Mo Lianfeng sendirian di Toilet untuk waktu yang lama!!


Xin Qian buru-buru bangkit, melompat dari kursi, dan bergegas menuju Toilet denga membawa kertas tissue.


Saat Xin Qian datang, Mo Lianfeng masih di Toilet. Ketika Mulianfeng melihat kedatangan Xin Qian, dia juga merasa malu.


"Pangeran Mo... maaf aku terlambat ... ada.. beberapa masalah di depan. Ini kertas Tissue mu.”


Rasa bersalah yang mendalam muncul di hati Xin Qian. Dia telah lama tertunda, bukaankah itu sangat tidak nyaman untuk menunggu di toilet yang bau?


Melihat wajah Mo Lianfeng memerah, Xin Qian dengan cepat berbalik pergi, dia tidak ingin menunda lagi!


Tidak lama kemudiam Mo Lianfeng keluar dari toilet, dan berjalan tertatih, karena kakinya sakit dan juga keram!!


Melihat itu, Xin Qian segera membantunya dan memapahnya sambil berjalan. Xin Qian mulai menjelaskan, sedikit tergagap, "Pangeran Mo... aku minta maaf, aku tidak sengaja melupakannya, tetapi seseorang datang ke rumah ku untuk membuat masalah ..."


Senyum tipis di sudut bibir Mo Lianfeng seperti angin musim semi, memberi orang perasaan yang sangat segar dan nyaman, Mo Lianfeng berkata dengan suara lembut dan serak yaang magnetis,, “Tidak apa-apa, Qianqian, Aku tahu. Bahkan, aku bisa mendengar keributan itu.”


Kedua orang itu berjalan bersama. Xin Qian membantu Mo Lianfeng kembali dan membiarkannya beristirahat di tempat tidur. Mo Lianfeng ini memiliki luka di tubuhnya dan tidak bisa mandi. Setiap sore, Xin Qian akan membantu Mo Lianfeng menyeka tubuhnya dan berganti pakaian, tentu saja dengan wajah semerah tomat karena malu!


Saat ini, Xin Qian sedang duduk dan diam-diam mulai membuat pakaian untuk Xiao Chen. Tidak lama setelah duduk, langkah kaki datang dari luar rumah. Itu adalah suara Liu Lei. Xin Qian takut Liu Lei bergegas masuk dan melihat Mo Lianfeng, jadi dia dengan cepat keluar dari rumah.


“Kakak Lei, kenapa kamu ada di sini?” Xin Qian bertanya sambil tersenyum.


Liu Lei mengerutkan kening, matanya penuh kekhawatiran pada Xin Qian dan bertanya dengan prihatin, "Qian, aku mendengar bahwa Jin Hua dan Xiao Hong menyusahkan mu? Apakah kamu baik-baik saja??”


"Orang-orang baru saja pergi. Tidak apa-apa sekarang, Kakak Lei, Aku telah membuat mu khawatir tentang ku." Ucap Xin Qian.


Liu Lei menghela nafas lega saat Xin Qian mengatakan ini. "Itu bagus, Qian, apakah kamu tidak terluka? Jin Hua juga sangat agresif di desa, dia telah bertarung dengan banyak wanita, jadi, aku takut, Jin Hua juga akan menyakiti mu.”


Xin Qian tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa, kakak Lei, Bukankah Kamu melihat kalau aku sangat baik?"


"Qian, itu bagus jika kamu tidak terluka. Aku baru saja mendengar bahwa mereka semua salah paham pada mu, tapu tentu saja aku tahu, bahwa kamu tidak seperti itu," Ucap Liu Lei.


Liu Lei juga mendengar desas-desus antara Xin Qian dan Liu San. Tetapi ketika orang lain berbicara dengannya, dia bahkan menganggap ucapan mereka. Dia tahu orang seperti apa Xin Qian. Bahkan jika seluruh dunia mempertanyakan Xin Qian, dia tidak akan pernah meragukan Xin Qian.


Jika Kamu menyukai seseorang, Kamu akan memercayainya tanpa syarat. Seperti inilah Liu Lei…


Melihat bahwa masalah ini di selesaikan dengan baik, Liu Lei menghela nafas lega untuk Xin Qian. Dia tidak suka orang lain menunjuk Xin Qian dari belakang.


Xin Qian tersenyum, "Mereka hanya di gunakan oleh orang lain sebagai pion, karena mereka suka gosip, jadi mereka memppercayainya. Karena itu palsu, akan selalu ada celah, dan kebenaran akan terungkap, jadi Aku tidak takut."


Ada pandangam yang keras kepala di mata Xin Qian, yang belum pernah di lihat Liu Lei di mata wanita lain. Xin Qian yang seperti ini, bahkan lebih menarik baginya.


"Qian, karena kamu baik-baik saja... maka aku akan kembali. Oh benar, jika kamu membutuhkan bantuan ku untuk sesuatu, kamu bisa memberitahukan pada ku.” Ucap Liu Lei.


Liu Lei merasa tidak bisa tinggal di rumah Xin Qian lebih lama, karena orang lain dapat membuat gosip tentang Xin Qian dan Liu San, jadi itu mungkin saja orang lain akan bergosip tentang waktunya bersama Xin Qian. Liu Lei tidak ingin Xin Qian mengalami hal-hal itu, jadi meski ingin tinggal lebih lama, dia tetap berusaha menjaga reputasi Xin Qian.


"Yah, baiklah ... Lalu aku akan pergi dulu.” Ucap Liu Lei canggung.


"Ya, hati-hati di jalan!" Ucap Xin Qian.


Liu Lei dengan enggan melihat Xin Qian sebelum berbalik dan pergi.


Xin Qian menatap punggung Liu Lei dan menghela nafas. Dia tahu bahwa Liu Lei mungkin bergegas setelah mendengar tentangnya. Xin Qian memiliki hati nurani yang bersalah dan takut bahwa Liu Lei akan tinggal lebih lama lagi. Jika Liu Lei tidak sengaja memasuki rumahnya dan melihat Mo Lianfeng, dia benar-benar akan bingung menjelaskannya.


Begitu Xin Qian memasuki pintu, dia melihat Mo Lianfeng menjulurkan lehernya ke arah luar.


"Pa... Pangeran Mo, ada apa dengan mu?" Tanya Xin Qian.


"Bukan apa-apa, aku hanya berbaring terlalu lama, dan leher ku terasa sedikit tidak nyaman..." Ucap Mo Lianfeng, tetapi karena dia berbohong, dia tidak berani menatap Xin Qian.


"Pangeran Mo, mengapa kamu tidak membiarkan Aku memijat mu? Mungkin lebih baik," Tanya Xin Qian.


"Bukankah itu akan terlalu merepotkan untuk Qianqian?" ucap Mo Lianfeng.


"Tidak masalah." Ucap Xin Qian.


Setelah mengatakan itu, Xin Qian langsung duduk di tepi tempat tidur, meletakkan jari-jarinya yang ramping di pundak Mo Lianfeng dan mulai memijat. Di dunia modern, Xin Qian sering memijat bahu orang tuanya. Jadi keahliannya cukup oke. Xin Qian tidak banyak berpikir aneh-aneh.


Tapi, ketika Xin Qian meletakkan tangannya di leher Mo Lianfeng, tubuh Mo Lianfeng bergidik. Kontak fisik antara keduanya itu membuat kepala Mo Lianfeng kosong sesaat.


"Qi... Qianqian..." Mo Lianfeng memanggil dengan lembut.


"Ada apa? Pangeran Mo, apakah pijatan ku tidak nyaman? Apakah kekuatannya pas?" tanya Xin Qian bingung.


Mo Lianfeng terdiam beberapa saat dan menggelengkan kepalanya. Kecuali untuk perasaan aneh ini, Mo Lianfeng merasa bahwa itu sangat nyaman saat di pijat. Selain itu, saat dia melirik tangan Xin Qian di pundaknya, dia merasa ingin menyentuhnya! Dia tidak tahu bagaimana dia bisa memiliki pemikiran seperti itu setiap menghadapi Xin Qian.


“Qianqian, kamu bicara dengan siapa tadi?” Mo Lianfeng bertanya dengan santai.


"Hm. seorang teman." Jawab Xin Qian.


"Sepertinya laki-laki?" Tanya Mo Lianfeng lagi.


"Benar." Jawab Xin Qian singkat.


"Dia sepertinya peduli pada mu..." Mo Lianfeng bergumam di mulutnya, dan dadanya tiba-tiba menjadi sesak dan tidak nyaman.


"Uh..." Xin Qian tidak mengerti apa yang di pikirkan Mo Lianfeng tiba-tiba, tapi dia merasa bahwa Mo Lianfeng agak aneh.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗