Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 85



Kata-kata Xin Wentao membuat Li Cuiying tidak senang, dan berkata, "Adik ipar keempat, apa yang kamu bicarakan? Itu artinya putra ku, Tianyu yang salah?"


Xin Wentao menghela nafas, dan menjelaskan, "Kakak ipar kedua, aku tahu kamu tidak suka mendengar apa yang aku katakan, tetapi itu memang kesalahan Tianyu. Tindakan anak itu salah, tidak baik untuk memukul orang dengan batu. Jika kamu terus melindungi Tianyu seperti ini, Kamu hanya akan membahayakan Tianyu di masa depan. Sudah ada contohnya di desa sebelah, ketika dia masih anak-anak, dia sering berkelahi tapi Ibunya malah mendukungnya. Lalu, anak nakal itu tumbuh dan menjadi seorang preman, dan akhirnya membunuh seseorang dengan pisau. Pada akhirnya dia di tangkap dan di penggal oleh pemerintah. Karena Tianyu masih muda dan masih bisa di didik, kamu harusnya memberi tahu dia, apa yang dia bisa lakukan dan tidak bisa lakukan. "


Pernyataan Xin Wentao jelas dan alasannya juga sangat meyakinkan. Li Cuiying tidak bisa membantah kata-kata ini.


Xin Qian tersenyum, paman keempat ini cukup berpandangan terbuka, mungkin dia memiliki karakter yang baik. Tampaknya dia harus lebih banyak mengakrabkan diri dengan Xin Wentao di masa depan.


"Adik Ipar keempat, apakah kamu mengatakan ini dengan sengaja? Tidak apa-apa kau membela gadis sialan ini, tapi sekarang kau malah menyalahkan cara ku mendidik anak-anak ku?" ucap Li Cuiying kesal.


"Kakak ipar kedua, aku tidak bermaksud menyinggung mu, tapi karena masalah ini bukan kesalahan Qian’er, jangan terlalu marah padanya. Jika seseorang melihat rumah Keluarga besar Xin seperti ini, orang lain mungkin berpikir keluarga kita tidak tahu mana yang benar dan salah." Jawab Xin Wentao.


Xin Baoshan menghela nafas dan berkata, "Menantu kedua, sudah cukup, jangan terus menganggu pekerjaan kami di ladang dengan membuang waktu di sini! Sekarang bubar! Ayo, yang lain, mari kita terus bekerja di ladang. Kita harus lebih cepat menyelesaikan pekerjaan kita!"


"Ayah, mengapa kamu melakukan ini!" ucap Li Cuiying tidak terima. Sayangnya, orang-orang sudah pergi dan tidak mempedulikan dirinya lagi.


Melihat semua pria di keluarga Xin telah pergi, Li Cuiying bingung harus bagaimana memberi pelajaran pada Xin Qian, dia sangat tahu bahwa dia bukan lawan Xin Qian!


Li Cuiying langsung duduk di tanah dan mulai menangis. "Tidak ada yang peduli pada ku! Hua…. Hiks, apa gunanya aku menjalani hidup ini… hiks… Putra ku di pukuli dengan menyedihkan, dan tidak ada yang mau membelanya dan malah menyalahkannya!”


Xin Qian memandang ke arah Li Cuiying yang sedang duduk di tanah sambil menendang-nendang kakinya, alis Xin Qian berkerut jijik tanpa sadar. Wanita tua seperti ini benar-benar langka, tingkahnya benar-benar seperti anak kecil!


Awalnya, Huo Chunhua ingin membantu Li Cuiying, tetapi saat ini dia melihat seseorang datang, dia tahu siapa yang datang, itu adalah anak kelimanya! Huo Chunhua segera berlari untuk menyambut anaknya dengan antusias.


Xin Qian jarang melihat paman kelima ini, Xin Bai. Dia adalah sedang studi sarjana bersama Xin Tianlong, hanya mereka berdua yang merupakan sarjan di keluarga besar Xin.


Karena Xin Bai adalah putra bungsu, Huo Chunhua dan Xin Baoshan sangat menyayanginya. Putra-putra lainnya tidak pandai dalam belajar, tetapi Xin Bai sangat pintar, itu sebabnya hanya Xin Bai yang mengambil studi.


Xin Bai juga tidak buruk. Dia juga pintar dalam studinya dan memiliki beberapa pencapaian. Dia telah di akui memiliki bakat yang bagus. Sekarang dia masih belajar di sebuah sekolah di kota, tapi dia studi sambil bekerja sebagai guru yang mengajarkan anak-anak belajar membaca. Karena itu, Xin Bai memiliki gaji sendiri setiap bulan, jadi dia tidak perlu meminta uang studi pada keluarga besar Xin.


Xin Bai adalah orang yang pekerja keras, dia menekuni pekerjaannya walaupun gajinya tidak besar, karena semaangatnya lah dia dapat menghidupi dirinya sendiri di kota. Saat mengajar, Xin Bai juga sambil membaca buku pelajarannya dan mempersiapkannya untuk ujian. Lagipula, dia tidak akan bisa menjadi pejabat jika dia lulus ujian.


Hanya jika dia lulus ujian, dia bisa menjadi pejabat dan menjalani kehidupan yang baik di masa depan.


Melihat bahwa Xin Bai telah kembali, keluarga besar Xin segera menyambutnya. Terutama Huo Chunhua, dia segera melupakan Li Cuiying di belakangnya.


"Ibu, sekolah memberikan cuti beberapa hari, jadi aku pulang ke rumah!" jawab Xin Bai.


"Ternyata begitu, hahahaha, selamat datang kembali, selamat datang kembali! Bai’er, kamu pasti lelah karena baru sampai, ayo segera masuk ke rumah dan minum untuk memuaskan dahaga. Ibu akan memberi mu makanan lezat malam ini!" ucap Huo Chunhua.


Huo Chunhua adalah orang yang pelit, jadi pada hari biasanya Keluarga besar Xin hanya makan sayuran hambar setiap hari. Tapi, setiap Xin Bai kembali, Huo Chunhua selalu membuat acara makan besar dengan banyak hidangan daging, jadi banyak orang senang saat Xin Bai datang jadi mereka bisa makan makanan yang enak!


“Oke, ibu!” Xin Bai tersenyum pada Huo Chunhua.


Xin Qian tidak tahu apakah itu karena paman kelimanya ini seorang sarjana. Menurutnya, Xin Bai memiliki temperamen berbudi luhur dan sopan, yang terlihat menarik, sangat berbeda dari temperamen manusia liar dari orang-orang desa yang biasa melakukan pekerjaan kasar.


Xin Qian melirik paman kelimanya, yang baru berusia 25 tahun. Jika, di jaman modern usia 25 itu tdak terlalu tua. Tetapi di jaman ini, apalagi pedesaan, orang-orang di usia paman kelimanya sudah menikah, dan Xin Bai ini terpaksa menunda pernikahan karena studinya.


Setelah di terima di sekolah sarjana, Xin Bai merasa menikah adalah hal yang merepotkan, karena jika dia sudah memiliki keluarga studinya pasti akan terganggu, jadi dia ingin menunggu lulus ujian nasional baru membicarakan tentang pernikahannya. Jadi pernikahan Xin Bai telah di tunda hingga saat ini.


Xin Bai berjalan menuju rumah, dan Huo Chunhua memerintahkan Li Cuiying untuk mengambil air minum di dapur. "Menantu kedua, ambil segelas air di kendi, adik ipar kelima mu baru sampai daan dia lelah."


Li Cuiying melihat bahwa Huo Chunhua telah melupakan apa yang terjadi sebelumnya, dia segera menangis dan berkata kepada Huo Chunhua, "Ibu, bagaimana dengan gadis Qian’er..."


Belum sempat menyelesaikan keluhannya, Li Cuiying segera di hentikan oleh Huo Chunhua, "Adik ipar kelima mu lelah, jadi cepatlah pergi ambil air minum untuknya. Apa yang lebih penting dari pada kembalinya adik ipar kelima mu !" Jelas, Huo Chunhua tidak ingin membantu Li Cuiying lagi karena masalah ini.


Li Cuiying pun menyetujuinya dengan enggan, "Oke, ibu ~"


Sebelum Li Cuiying berbalik untuk pergi ke dapur, dia memelototi Xin Qian. Bagaimanapun, masalah ini tidak dapat di biarkan begitu saja! Dia akan membalas jalang kecil ini!


Melihat tatapan sinis Li Cuiying. Senyum keluar dari sudut mulut Xin Qian, sedikit provokatif. Siapa yang takut? Dia sama sekali tidak menganggap ancaman Li Cuiying. Tidak menunggu lebih lama lagi, Xin Qian pun berbalik pergi, meninggalkan rumah keluarga besar Xin.


-------------------------


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗