
"Bibi, aku benar-benar berterima kasih atas kebaikan mu, tetapi aku benar-benar tidak ingin menikah sekarang. Bahkan jika aku ingin menikah, aku masih harus mendapatkan persetujuan ayah dan Ibu untuk itu. Jika bibi benar-benar ingin memberi ku lamaran, bibi bisa berbicara dengan orang tua ku terlebih dahulu. "
"Haha itu benar juga, bibi ini akan datang lain kali dan berbicara dengan orang tua mu!" jawab wanita tua itu.
Kata-kata Xin Bai telah membuat wanita-wanita lain, yang awalnya ingin bergabung, tidak lagi berani berbicara.
Xin Qian tersenyum ringan, tampaknya otak paman kelimanya cukup pintar. Ketika Xin Bai berbicara, dia sangat sopan dan fasih, itu adalah kemampuan betbicara karena telah terbiasa membaca buku untuk waktu yang lama.
Setelah kereta tiba di Yangcheng, Xin Bai ingin membawa Xin Qian ke kios untuk sarapan…
"Paman Bai, tidak perlu, kamu bisa memakannya sendiri. Aku tidak lapar." Ucap Xin Qian menolak dengan sopan.
“Qian’er, Paman mu ini, sudah lama ingin meminta mu makan bersaama tapi aku tidak pernah punya kesempatan untuk mengundang mu. Jadi, ayo makan, hal seperti ini tidak sering terjadi.” ucap Xin Bai tersenyum, dia juga bersikeras.
Xin Qian hanya bisa mengangguk saat dia melihat Xin Bai yang tulus seperti ini, "Yah, Paman Bai, aku akan makan. Tapi, lain kali biarkan aku yang mentraktir paman. Jangan menolak saat aku mengajak mu makan."
"Tentu saja!" jawab Xin Bai cepat.
Dua orang memesan dua porsi mangkuk bubur, dengan beberapa acar, dan hanya 5 koin tembaga per mangkuk. Di konversi ke harga modern, itu tidak terlalu mahal, dan juga rasanya sangat enak. Sarapan seperti ini sangat enak saat hangat.
Setelah beberapa saat, Xin Bai dan Xin Qian siap untuk makan bersama.
"Qian’er apa yang akan kamu lakukan nanti? Apakah kamu ingin paman menemani mu?" Tanya Xin Bai.
“Tidak, Paman, kamu bisa membeli barang-barang yang ingin kamu beli, aku baik-baik saja sendirian.” Ucap Xin Qian menggelengkan kepalanya. Dia tidak ingin Xin Bai ikut dengannya, dia juga tidak ingin Xin Bai tahu bahwa dia menjual daging katak.
Bukannya Xin Qian tidak mempercayai Xin Bai, tetapi dia merasa bahwa semakin sedikit orang yang tahu tentang itu, semakin baik, jika tidak, suatu hari Xin Bai mungkin secara tidak sengaja mengatakannya di depan orang lain.
"Yah, baiklah. Paman akan menjual membeli keperluan paman sendiri terlebih dahulu. Jika kamu sudah seleaai, maka kita akan bertemu di tempat Paman Hu." ucap Xin Bai tersenyum ramah. Saat tersenyum seperti itu, wajah Xin Bai yang tampan akan terlihat lembut dan berbudi luhur, khas seorang sarjana.
"Oke, Paman Bai!" jawab Xin Qian tersenyum ringan.
Keduanya berpisah, Xin Qian berkeliaran dengan keranjang di punggungnya, mengecek bahwa tidak ada orang yang dia kenal mengikutinya dan kemudian dia pergi ke Fulin Restaurant.
Alasan untuk berhati-hati adalah karena dia takut seseorang mengikutinya. Beberapa wanita di kerajaan ini kebanyakan memiliki pikiran yang buruk karena iri hati, dan mereka tidak memandang kebaikan orang lain.
Xin Qian datang ke kota, membawa keranjang di punggungnya dengan sayuran liar di bagaian atas dan daging katak di bagian paling bawahnya, sayuran itu di gunakan untuk menutupinya, membuat orang berpikir dia datang ke Yangcheng untuk menjual sayuran.
Ketika Xin Qian tiba di restoran Fulin, penjaga toko Sun Changquan menyambutnya dengan antusias.
"Gadis Qian, kamu di sini!" ucap Sun Changquan.
Melihat antusiasme penuh Sun Chang dan senyum di wajahnya, Xin Qian menebak bahwa kataknya di nilai baik oleh para tamu.
“Daging katak yang aku bawa ke sini hari ini sedikit lebih banyak dari pada yang aku bawa terakhir kali. Kemarin, anak-anak menangkap lebih banyak katak.” Ucap Xin Qian.
Sun Changquan mengambilnya dengan senyum, dan segera memerintahkan koki di restoran untuk menimbangnya.
Para tamu yang mencicipi katak kemarin datang ke sini khusus hari ini dan memesan hidangan ini. Tapi saat ini, Sun Changquan tidak punya bahan di sini, jadi dia sangat cemas dan hanya bisa menunggu Xin Qian.
Xin Qian menghela nafas lega setelah selesai menimbang daging katak.
“Gadis Qian, ayo masuk ke dalam dan kita buat kesepakatan!” Sun Changquan berkata dengan antusias, dia semang bisa memulai pembicaraan bisnis dengan Xin Qian.
Xin Qian mengangguk, dan keduanya pergi ke kompartemen kecil restoran bersama.
"Gadis Qian, hidangam katak ini cukup populer sekarang. Pelanggan sangat menyukainya, mereka mengatakan bahwa mereka belum pernah memakan itu sebelumnya. Aku pikir hidangan katak ini akan menarik banyak pelanggan di masa depan, jadi aku ingin membuat bisnis ku menyetok banyak daging katak. Apakah bisa?" ucap Sun Changquan, dia dengan tulus mau bekerja sama.
Xin Qian juga sedikit bersemangat. Melihat kali ini dia berhasil dalam bisnisnya, dia tahu bahwa dia tidak perlu terlalu khawatir tentang uang di masa depan.
"Karena pemilik toko sangat senang, Qian’er juga sangat senang bekerja sama dengan penjaga toko. Tapi, untuk stok daging, kurasa aku tidak bisa menentukannya, karena hewan ini adalah hewan yang hidup di musim tertentu jadi aku tidak yakin bisa membawa lebih banyak dari ini.” Ucap Xin Qian ragu.
"Aiyaa… ternyata begitu. Baiklah, tidak apa-apa, aku akan membeli semua yang kamu punya. Lalu, Gadis Qian mari kita tetapkan harga untuk daging katak ini dulu.” ucap Sun Changquan menghela nafas.
Xin Qian berpikir sebentar, berapa banyak uang yang harus dia tetapkan? Menurut harga hidangan katak di dunia modern, harganya hanya 7 koin tembaga per kilogram. Jika di hargai dengan harga ini, pasti akan menjadi kerugian bagi Xin Qian. Jadi harganya setidaknya harus lebih tinggi dari harga daging ayam, bebek dan ikan.
Bagaimana pun, daging katak adalah hal yang langka di era ini, dan itu normal jika katak di jual lebih mahal dari pada daging ayam, bebek dan ikan.
Jadi Xin Qian berkata kepada Sun Changquan, "Penjaga toko, Kamu tahu, daging katak adalah hal yang langka, tapi aku tidak akan meemberi harga mahal untuk mu. Harganya 20 koin tembaga per kilogram."
Setelah Xin Qian selesai berbicara, Sun Changquan terdiam beberapa saat, seolah-olah dia merasa bahwa harga yang di buat Xin Qian masih agak mahal.
Xin Qian membujuk, "Penjaga toko, seperti yang kau tahu, semua yang langka agak mahal. Tidak ada banyak katak di musim selanjutnya. Aku dapat mengirimi mu hingga 20 kilogram daging katak sekaligus lain kali, dan kau bisa membuat empat puluh piring hidangan dengan itu."
"Gadis Qian, apa yang kamu katakan itu benar dan aku juga tahu tentang itu. Akan tetapi, apakah harganya tidak bisa di turunkan sedikit?" tanya Sun Changquan.
zzzzzzz zzzzz zzzzz zzzzz zzzzzzzz zzzzzzz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗