Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 323



Pada saat ini, pelanggan lain masuk ke toko dan bertanya kepada Xu Xindi tentang harganya.


Di depan Xin Qian, Xu Xindi tidak bisa mengutip harga sebenarnya, hanya harga yang baru saja dia katakan kepada Xin Qian.


Ketika tamu itu mendengar ini, dia langsung berkata dengan wajah kesal, "Bagaimana toko mu melakukan bisnis? Mengapa saat Aku datang sore ini harganya jadi dua kali lipat? Padahal tadi pagi aku datang dan membelinya dengan lebih murah. Tidak peduli seberapa cepat harga benda ini naik, itu tidak mungki akan berlipat ganda dalam setengah hari? "


“Ini….” Ketika tamu itu menjawab, Xu Xindi sangat malu. Dia melihat Xin Qian, tidak tahu bagaimana menjelaskannya.


Wajah Liang Jinfen tenggelam, dan dia tampak sedikit bersalah.


Xin Qian memiliki sikap yang santai seakan sedang pertunjukan disana, sambil menunggu Xu Xindi menghadapinya.


“Apa yang terjadi?” Yang Qing, Kakak ipar Xu Xindi, berjalan mendekat dan bertanya.


Sang tamu mendengus, "Toko macam apa ini? harga di pagi hari dan harga di sore hari sudah berlipat ganda! Jika kamu melakukan bisnis seperti ini, siapa yang berani datang di masa depan?"


Yang Qing mengerutkan kening dan bertanya dengan jelas apa yang terjadi. Setelah mendengarkannya, dia menegur Xu Xindi, "Ipar ketiga, bagaimana Kamu bisa melakukan ini? Harga di toko ini ditentukan oleh orang tua ku dan tidak pernah berubah. Tapi apa yang kamu lakukan sekarang? Kenapa kamu menjualnya dua kali lipat dari harga? Bagaimana kita terus melakukan bisnis jika begini? Apakah Kamu akan memasukkan uang itu ke dalam saku mu? "


Xu Xindi buru-buru berkata, "Kakak ipar, tidak, tidak begitu! Bagaimana bisa aku berani memikirkan memasukkan uang ke dalam saku ku?"


"Lalu apa maksudmu? Mengapa kamu menjual begitu mahal dari harga yang seharusnya? Ipar ketiga, aku tidak berharap kamu menjadi orang seperti itu! Aku akan pergi ke orang tuaku untuk membahas tentang masalah ini." Yang Qing berbalik dengan marah dan hendak pergi.


Xu Xindi tiba-tiba menjadi cemas, "Jangan, kakak ipar. Aku hanya mengatakannya hari ini, Aku tidak pernah mengatakannya sebelumnya."


"Lalu apa untuk apa kamu menjual dengan harga tinggi hari ini? Ipar ketiga, apakah kamu pikir aku akan percaya?" Yang Qing bertanya dengan tajam.


"Aku ... aku ..." Xu Xindi membuka mulutnya dan memandang ke arah Xin Qian yang berada di samping. Bagaimana bisa dia mengatakan ini?


"Kakak ipar, aku akan menjelaskan kepadamu ketika kita pulang, tolong!" Ucap Xu Xindi.


“Huh, Ipar ketiga, kamu punya banyak alasan, jangan membicarakannya lagi. Aku akan membicarakan ini dengan orang tuaku sekarang.” Yang Qing tidak mau mendengarkan penjelasan Xu Xindi, berharap Xin Xindi akan dimarahi oleh mertuanya!


"Kakak ipar ..." Xu Xindi tidak tahu harus berkata apa sambil melihat punggung Yang Qing.


"Ibu ... apa yang harus Aku lakukan sekarang?" Xu Xindi mengerutkan kening dan bertanya dengan ekspresi khawatir di wajahnya.


“Pada saat itu, katakan saja yang sebenarnya.” Liang Jinfen bersenandung pelan. Dia menggertakkan giginya sedikit pada Yang Qing, wanita ini, dia terlalu ikut campur dalam banyak hal. Jika putrinya dimarahi, dia pasti akan membunuhnya! Mari kita lupakan Yang Qing, sekarang masalahnya, apa yang harus dijelaskan oleh Xin Qian?


"Bibi kedua, kamu baru saja mengatakan bahwa kita adalah keluarga dan tidak akan menipu. Mengapa kalian malah menipu ku dengan harga dua kali lipat sekarang?” Ucap Xin Qian.


“Qianer…. Ini karena Xindi salah mengingat harga!” Liang Jinfen tersenyum, dan berkata dengan senyum sinis.


Xin Qian hanya berpikir, Liang Jinfen ini masih ingin mempermainkannya seperti orang bodoh, "Salah? Sepupu kedua ku sudah begitu tua dan ingatannya sangat buruk? Bibi kedua, Kamu sebaiknya membeli banyak otak babi untuk melengkapi daya ingat sepupu kedua, jadi hal ini tidak terjadi lagi di masa depan.”


"Xin Qian, apa yang kamu bicarakan ..." Liang Jinfen sangat marah mendengarnya. Maksud kata-kata Xin Qian sama saja dengan menyebut putrinya idiot!


Liang Jinfen menatap Liang Jinqiao dengan marah, "Kakak perempuan tertua, lihat putrimu, bagaimana cara mu mendidiknya, dia tidak bisa diatur."


Liang Jinqiao memiringkan sudut mulutnya dan berkata, "Kakak kedua, apa yang dikatakan Qianer tidak salah!"


"Terserah ..." Liang Jinfen menarik napas dalam-dalam dan menjadi lebih marah.


"Bibi kedua, sepupu kedua, bisakah kalian memberi tahu ku mengapa harganya begitu mahal untukku? Apakah kita bukan keluarga? Bagaimana ini bisa terjadi? Aku berbaik hati untuk membeli di toko kalian, tetapi kalian justru seperti ini." Xin Qian bertanya dengan agresif.


"Ibu ..." Xu Xindi menatap Liang Jinfen. Ibunya memiliki wajah yang tebal, tetapi wajahnya tidak setebal itu. Sekarang setelah dia ketahuan berbohong, dia merasa sangat malu dan tidak berani menatap mata Xin Qian.


"Pergilah, pergi saja jika kamu tidak ingin membelinya! Untuk apa bertanya banyak alasannya!" Liang Jinfen melambaikan tangannya dan mulai memburu orang dengan marah. Setelah terkena kebohongan, dia segera menunjukkan sikap semacam ini.


"..." Xin Qian benar-benar terdiam, bibinya ini adalah pembuka mata hari ini, ternyata masih ada orang seperti itu.


"Bibi kedua, karena kamu mengatakan itu, aku pergi ke toko lain dengan ibuku. Jangan bilang bahwa aku tidak menunjukkan wajahku atau mengenali keluargaku. Apa yang kamu lakukan hari ini adalah karena kamu tidak menganggap kami." Ucap Xin Qian, menarik Liang Jinqiao.


Setelah Xin Qian meninggalkan toko Huang, dia mendengar kutukan samar di belakangnya. Itu suara Liang Jinfen.


Sudut mulut Xin Qian berkedut, dan bibinya yang kedua benar-benar menakjubkan. Dia bahkan belum memaki karena di tipu, kenapa justru Liang Jinfen yang mengutuknya?


"Ibu, Kamu bisa melihatnya sekarang, sifat asli bibi kedua adalah seperti ini, dia sama sekali tidak menganggap kita sebagai keluarganya, kita sebaiknya tidak berurusan dengannya di masa depan," Ucap Xin Qian mendesak.


Xin Qian takut Liang Jinqiao tidak bisa melihat sifat asli saudaranya, jadi dia menoleh dan terus mengingatkan Liang Jinqiao.


Liang Jinqiao menghela nafas, perilaku kakak perempuannya hari ini benar-benar mengecewakannya. " Qianer, Ibu tahu."


Xin Qian berkata, "Ibu, kerabat seperti itu lebih baik di jauhi. Selama keluarga kita baik-baik saja, tidak apa-apa."


"Ya, kamu benar." Liang Jinqiao mengangguk dan menjawab, karena kata-kata Xin Qian, hatinya terasa hangat.


"Ayo pergi ke tempat lain untuk membeli sesuatu untuk festival." Ucap Xin Qian.


"Ya."


Setelah beberapa menit, mereka selesai membeli barang bersama dan kembali ke desa.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗