Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 187



Huo Chunhua pernah bertemu dengan Mo Lianfeng, tapi dia tidak mengenali Mo Lianfeng untuk sementara waktu.


Li Cuiying memandang ke arah Suaminya dan memarahi, " Ow~~ Sakit sekali~… Suami ku, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu tidak membalas pria ini untuk ku?! Apa kamu tidak lihat dia menendang Istri mu hingga terbang? Cepat tangkap dia!”


Setelah mendengar apa yang di katakan oleh Li Cuiying, Xin Wenshui berkat apada kakaknya “Kakak, bantu aku menangkap pria ini!”


“Hmm~” Jawab Xin Wenshi mengangguk. Mereka berdua pun bergegas menuju Mo Lianfeng.


Mo Lianfeng melirik Xin Wenshi dan Xin Wenshui dengan dingin, ada cemoohan di matanya.


“Bugh! Bughh!” Ketika Xin Wenshi dan Xin Wenshui itu mendekatinya, Mo Lianfeng mengangkat kakinya, dan menendang mereka satu per satu.


“…” Semua orang membuka mulut dengan heran. Bisakah orang biasa menendang dua pria dewasa dengan santai? Tapi, pria cantik ini melakukannya dengan sangat mudah!!


Satu-satunya hal yang dapat menjelaskan adalah bahwa Mo Lianfeng menguasai Seni Beladiri. Orang-orang desa tidak pernah melihat Kultivator, jadi menurut mereka, orang yang mempelajari Seni Beladiri itu adalah orang yang luar biasa, dan bukan karakter sederhana.


Setelah Xin Wenshi dan Xin Wenshui di tendang sampai terpental, Mo Lianfeng mengambil beberapa langkah ke depan dan menendang Li Cuiying dengan keras di mulutnya.


Mo Lianfeng tidak pernah melakukan kekerasan apa pun pada wanita sebelumnya, ini adalah pendirian dari seorang pria sejati. Pria seharusnya tidak memukul wanita. Tetapi akan selalu ada, situasi yang tidak terduga, yaitu, ketika kau bertemu seorang wanita yang terlalu jahat, kau tidak perlu berbelas kasihan sama sekali!


Gigi Li Cuiying yang di tendang, langsung mengeluarkan darah yang terus mengalir keluar dari mulutnya.


“Ah! Ahh!! Gigi ku copot!! Sakit!” Li Cuiting berteriak histeris saat menyadari bahwa ada dua gigi yang dia muntahkan. Suaranya seperti suara babi yang melolong dengan tragis.


Mo Lianfeng dengan dingin menyaksikan Li Cuiying terbaring di lantai dengan rasa sakit, tanpa simpati apa pun di wajahnya. Mo Lianfeng berkata kepada Li Cuiying yang berbaring di tanah, "Ini adalah akhir yang pantas, bagi orang-orang yang telah mengatakan sesuatu yang salah. Ku harap Kamu akan ingat pengalaman ini, d waktu berikutnya!"


"Kamu, kamu, kamu ..." Huo Chunhua dengan marah menunjuk ke arah Mo Lianfeng, pria ini terlalu jahat, kan?


Tepat ketika Huo Chunhua hendak menghasut penduduk desa, Xin Hui tiba-tiba menghentikan Huo Chunhua, "Ibu, berhenti membuat masalah, pria itu adalah seorang Pangeran!"


Ketika Xin Hui mengatakan itu, wajah Huo Chunhua segera menunjukkan sedikit keheranan, dan kemudian Huo Chunhua melihat penampilan Mo Lianfeng lebih dekat… Segera, dia tiba-tiba teringat tentang insiden pencopetan di Kota Yangcheng! Itu benar, pria ini adalah orang yang dia lihat saat itu! Jantung Huo Chunhua bergetar, jika itu orang lain dia akan langsung mengutuknya, tetapi siapa dia hingga berani mengutuk seorang Pangeran??


“Nenek, dia adalah Pangeran, Mo Lianfeng, dia pernah ke rumah Xin Qian sebelumnya!” Xin Ping'er juga mengenalinya, dan berkata pada Huo Chunhua.


Mata Xin Pinger terus menatap lurus ke arah Mo Lianfeng dengan kekaguman di matanya. Dia tidak menyangka bahwa Pangeran sangat luar biasa! Dia bahkan menguasai seni beladiri, dan itu benar-benar menakjubkan! Wanita selalu menyukai pria yang sempurna seperti Mo Lianfeng ini.


Tetapi, jika Mo Lianfeng ingin menjadikan Xin Qian sebagai selirnya, bukankah itu mungkin? Kehidupan Xin Qian sangat berubah banyak, mungkinkah itu karena uang yang di berikan oleh Pangeran?


Penduduk desa memiliki banyak spekulasi di hati mereka, tetapi semua spekulasi mereka sangat berbeda dari situasi sebenarnya…


Huo Chunhua takut Mo Lianfeng akan menguhukum dirinya. Dia sangat takut sampai kakinya mulai bergetar!


Huo Chunhua berjalan ke arah Mo Lianfeng dengan gemetar, dan mulai meminta maaf kepada Mo Lianfeng, "Yang Mulia Pangeran, tolong ampuni sikap Nyonya tua ini, Nyonya tua ini memiliki mata tapi tidak bisa mengenali Pangeran yang terhormat. Tolong ampuni Nyonya tua ini… aku tidak akan berani melakukannya lagi…”


Mo Lianfeng menatap ke arah Huo Chunhua dengan dingin. Dia tahu apa yang telah di lakukan oleh Hua Chunhua selama ini. Dia melihat semuanya dari rumah Xin Qian. Alasan mengapa dia bertahan adalah karena tidak nyaman untuk keluar. Dia takut itu tidak akan mempengaruhi reputasi Xin Qian.


Akan tetapi, Mo Lianfeng tidak menyangka bahwa orang-orang ini memiliki ide untuk menjual Xiao Chen! Xin Qian tidak ada di sana, jadi Mo Lianfeng adalah orang yang harus melindungi Xiao Chen. Tidak peduli apa alasannya, orang-orang ini tidak seharusnya menargetkan Xiao Chen!


"Mengampuni mu?" Mo Lianfeng bertanya kembali, dan kemudian mendengus. Dia bukan orang yang bisa mengampuni orang lain dengan begitu santai. Terutama bagi orang-orang seperti Huo Chunhua yang melewati garis bawahnya. Dia tidak akan melepaskannya begitu saja!


"Ya, Pangeran, tolong ampuni Nyonya tua ini, aku tidak melihat bahwa Pangeran ada di sini…" Huo Chunhua menatap mata tajam milik Mo Lianfeng dan segera menunduk takut.


Pada akhirnya, Huo Chunhua masih takut pada kekuasaan dan kekuatan yang di miliki oleh Mo Lianfeng. Dia mubgkin tidak bisa mempertahankan hidupnya, jika dia tidak memohon!


Xin Hui juga maju selangkah, dengan sikap yang malu-malu, dan suaranya yang di buat manis, dia membantu Huo Chunhua di depan Mo Lianfeng. "Yang Mulia Pengeran, itu semua salah ibu ku karena berani menyinggung perasaan mu. Bisakah kamu memberi belas kasihan mu pada seorang wanita tua?"


Mo Lianfeng memandang ke arah ibu dan putrinya, yang satu jahat dan yang lain penuh sandiwara, melihatnya saja membuatnya merasa mual!


“Xiao Chen, katakan, bagaimana kamu ingin menghukum nenek mu?” Mo Lianfeng berbalik ke arah Xiao Chen yang ada di belakangnya, suaranya tiba-tiba melunak, dan sikap dinginnya langsung hilang dalam sekejap.


Xiao Chen berjalan ke arah Mo Lianfeng dan menatap Huo Chunhua dengan ganas. Huo Chunhua baru saja menggertak Xiao Mao dan merampok barang-barang Ibunya. Itu benar-benar keterlaluan! Xiao Chen menggigit bibir bawahnya, memikirkan bagaimana cara yang tepat untuk menghukum Huo Chunhua.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗